Cara Menanam Paprika dari Biji: Panduan Lengkap agar Cepat Tumbuh dan Berbuah

1 day ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Cara menanam paprika dari biji menjadi pilihan banyak orang yang ingin mencoba berkebun sendiri di rumah. Paprika termasuk tanaman sayur yang memiliki nilai jual tinggi dan kaya nutrisi. Selain itu, warna buahnya yang menarik membuatnya cocok ditanam di pekarangan maupun dalam pot.

Menanam paprika dari biji memang membutuhkan kesabaran karena prosesnya lebih panjang dibandingkan membeli bibit siap tanam. Namun, hasilnya akan lebih memuaskan karena Anda bisa mengontrol kualitas tanaman sejak awal. Dengan teknik yang tepat, tingkat keberhasilan tumbuh juga bisa lebih tinggi.

Liputan6 akan membahas langkah-langkah lengkap mulai dari persiapan benih hingga perawatan agar paprika cepat berbuah. Panduan ini cocok untuk pemula maupun yang sudah berpengalaman. Simak lima tahapan penting berikut agar hasil panen maksimal. Rabu (11/2/2026).

1. Memilih dan Menyiapkan Biji Paprika Berkualitas

Langkah pertama dalam cara menanam paprika dari biji adalah memilih benih yang berkualitas. Anda bisa membeli benih kemasan di toko pertanian atau mengambil dari paprika segar yang sudah matang sempurna. Pastikan buah berwarna cerah dan tidak busuk.

Jika menggunakan biji dari buah segar, keluarkan biji lalu cuci bersih dari lendir yang menempel. Setelah itu, jemur biji di tempat teduh selama 1–2 hari hingga benar-benar kering. Proses pengeringan penting agar biji tidak mudah berjamur saat disemai.

Simpan biji di wadah kering sebelum digunakan. Hindari tempat lembap karena dapat menurunkan daya kecambah. Benih yang baik biasanya berwarna cerah dan tidak keriput.

2. Proses Penyemaian agar Cepat Berkecambah

Penyemaian menjadi tahap krusial dalam menanam paprika dari biji. Gunakan media semai berupa campuran tanah halus, kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan seimbang. Media harus gembur agar akar mudah berkembang.

Masukkan media ke dalam tray semai atau polybag kecil. Tanam biji sedalam sekitar 0,5 cm lalu tutup tipis dengan tanah. Siram menggunakan semprotan air agar media tetap lembap tanpa menggenang.

Letakkan semaian di tempat teduh yang tetap mendapat cahaya matahari tidak langsung. Dalam waktu 7–14 hari, biji biasanya mulai berkecambah. Pastikan kelembapan media tetap terjaga selama proses ini.

3. Memindahkan Bibit ke Media Tanam yang Lebih Besar

Setelah bibit memiliki 3–4 helai daun sejati, tanaman siap dipindahkan. Gunakan pot atau polybag berdiameter minimal 25–30 cm agar akar memiliki ruang tumbuh cukup. Media tanam bisa menggunakan campuran tanah, kompos, dan sekam.

Sebelum memindahkan, siram media semai agar bibit mudah dicabut tanpa merusak akar. Buat lubang tanam di pot baru, lalu pindahkan bibit secara hati-hati. Tekan perlahan tanah di sekitar batang agar tanaman berdiri kokoh.

Letakkan pot di area yang mendapat sinar matahari minimal 6 jam sehari. Paprika membutuhkan cahaya cukup untuk tumbuh optimal. Hindari lokasi yang terlalu teduh karena dapat menghambat pertumbuhan.

4. Perawatan Rutin agar Tanaman Subur

Perawatan menjadi kunci keberhasilan dalam cara menanam paprika dari biji. Lakukan penyiraman secara rutin, terutama saat cuaca panas. Namun, jangan sampai air menggenang karena akar paprika rentan busuk.

Berikan pupuk organik atau pupuk NPK seimbang setiap dua minggu sekali. Pemupukan membantu pertumbuhan daun, batang, dan pembentukan bunga. Pastikan dosis sesuai anjuran agar tanaman tidak stres.

Selain itu, lakukan penyiangan gulma di sekitar tanaman. Gulma dapat menyerap nutrisi yang seharusnya untuk paprika. Perhatikan juga hama seperti kutu daun yang bisa menyerang daun muda.

5. Mendukung Pembungaan dan Pembuahan

Paprika biasanya mulai berbunga sekitar 2–3 bulan setelah tanam. Agar bunga tidak mudah rontok, pastikan tanaman mendapat nutrisi cukup. Pupuk dengan kandungan fosfor dan kalium tinggi dapat membantu proses pembuahan.

Jika ditanam di dalam pot dan minim serangga penyerbuk, Anda bisa membantu proses penyerbukan secara manual. Caranya dengan menggoyangkan tanaman perlahan atau menggunakan kuas kecil untuk memindahkan serbuk sari. Teknik ini meningkatkan peluang buah terbentuk.

Panen dapat dilakukan saat buah sudah mencapai ukuran maksimal dan warnanya berubah sesuai varietas. Anda bisa memanen saat masih hijau atau menunggu hingga merah, kuning, atau oranye. Dengan perawatan konsisten, satu tanaman dapat menghasilkan beberapa kali panen.

People Also Ask

1. Berapa lama biji paprika berkecambah?

Jawaban: Biasanya membutuhkan waktu sekitar 7–14 hari tergantung kualitas benih dan kondisi media.

2. Apakah paprika bisa ditanam di pot?

Jawaban: Bisa, asalkan pot berukuran cukup besar dan memiliki drainase yang baik.

3. Berapa lama paprika mulai berbuah?

Jawaban: Umumnya sekitar 2–3 bulan setelah tanam dengan perawatan yang optimal.

4. Apakah paprika membutuhkan banyak sinar matahari?

Jawaban: Ya, minimal 6 jam sinar matahari langsung setiap hari agar tumbuh subur.

5. Mengapa bunga paprika sering rontok?

Jawaban: Biasanya karena kurang nutrisi, suhu terlalu panas, atau proses penyerbukan yang kurang optimal.   

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |