7 Tanda-Tanda Toren Harus Diganti dan Cara Memilih Penggantinya yang Tepat

18 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Toren air merupakan komponen vital dalam sistem penyediaan air bersih di setiap rumah tangga. Fungsinya yang krusial membuat kondisinya harus selalu diperhatikan untuk menjamin kualitas air yang digunakan sehari-hari. Seiring waktu dan pemakaian, toren air dapat mengalami penurunan fungsi dan kerusakan yang mungkin tidak disadari.

Mengenali tanda-tanda kerusakan pada toren air sangat penting untuk menjaga kualitas air dan mencegah masalah yang lebih serius di kemudian hari. Jika diabaikan, toren yang rusak dapat membahayakan kesehatan penghuni rumah dan menyebabkan kerugian finansial akibat pemborosan air atau kerusakan struktur bangunan.

Lantas apa saja tanda-tanda toren harus diganti? Bagaimana cara memilih penggantinya yang tepat? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (12/2), simak ulasan informasinya berikut ini. 

7 Tanda-Tanda Toren Air Harus Diganti

Toren air yang berfungsi dengan baik adalah kunci utama ketersediaan air bersih di rumah. Namun, ada beberapa indikator jelas yang menunjukkan bahwa toren Anda mungkin sudah saatnya untuk diganti. Memahami tanda-tanda ini akan membantu Anda mengambil tindakan preventif sebelum masalah menjadi lebih besar.

1. Perubahan Kualitas Air (Bau, Warna, atau Rasa)

Salah satu indikator paling jelas bahwa toren air perlu diganti adalah adanya perubahan pada kualitas air yang keluar dari keran. Perubahan ini bisa berupa air yang berbau tidak sedap, berwarna keruh atau kekuningan, atau terasa licin saat digunakan.

Kondisi ini seringkali disebabkan oleh penumpukan lumut, kerak, atau kotoran di dalam toren yang sudah sulit dibersihkan, atau bahkan kontaminasi biologis. Jika air yang keluar dari keran mulai berbau tidak sedap atau berwarna keruh, itu bisa jadi pertanda toren air sudah terkontaminasi. Biasanya, hal ini disebabkan oleh lumut, kerak, atau kotoran yang menumpuk di dalam toren.

Jika dibiarkan, kualitas air bisa memburuk dan membahayakan kesehatan penghuni rumah. Air yang terkontaminasi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, sehingga penggantian toren menjadi sangat mendesak.

2. Kebocoran atau Retakan pada Dinding Toren

Kebocoran atau retakan, sekecil apapun, adalah tanda serius bahwa toren air perlu diganti. Toren yang sudah berusia lama sering mengalami keretakan pada bagian dinding atau dasar. Meskipun retaknya kecil, ini bisa menyebabkan kebocoran yang makin parah seiring waktu.

Retakan juga bisa menyebabkan air meresap dan mencemari struktur bangunan. Jika tandon mengalami kebocoran yang tidak bisa diperbaiki meskipun sudah dilakukan perbaikan berkali-kali, ini bisa menjadi tanda bahwa tandon perlu diganti karena kerusakan struktural yang mendasar.

Tanda-tanda kebocoran meliputi penurunan tekanan air, adanya noda basah atau lembab di sekitar toren, peningkatan tagihan air yang tidak wajar, atau bunyi air mengalir yang tidak biasa. Kebocoran yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan pemborosan air, penurunan kualitas air, dan bahkan kerusakan pada struktur bangunan.

3. Penumpukan Lumut, Kerak, atau Kotoran yang Sulit Dibersihkan

Meskipun pembersihan rutin adalah bagian dari perawatan toren, jika penumpukan lumut, kerak, atau kotoran di bagian dalam toren sudah sangat tebal dan sulit dihilangkan, ini bisa menjadi tanda toren perlu diganti. Jika Anda membuka penutup toren dan melihat lapisan kerak atau lumut tebal, ini tanda toren sudah sulit dibersihkan.

Toren yang tidak bisa dibersihkan secara maksimal harus segera diganti agar air tetap bersih dan aman untuk dikonsumsi. Toren yang tidak dapat dibersihkan secara maksimal akan terus menjadi sarang bakteri dan mikroorganisme, yang dapat membahayakan kesehatan.

Pertumbuhan lumut yang cepat seringkali disebabkan oleh paparan sinar matahari langsung pada dinding toren, terutama jika toren berwarna cerah atau tidak memiliki lapisan pelindung UV yang memadai.

4. Penurunan Tekanan Air yang Drastis

Penurunan tekanan air di rumah secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas bisa mengindikasikan masalah pada toren air. Saat tekanan air di rumah tiba-tiba melemah tanpa sebab yang jelas, bisa jadi torennya bermasalah.

Sumbatan dari kerak atau lumut di dalam toren bisa mengganggu aliran air, sehingga tekanan turun. Sumbatan ini bisa berasal dari endapan kotoran, lumut, atau kerak yang menumpuk di dasar toren atau di saluran pipa keluar toren.

Endapan tersebut dapat menghambat laju aliran air, menyebabkan air menjadi kecil atau bahkan tidak mengalir sama sekali. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga menunjukkan adanya masalah serius di dalam toren.

5. Usia Pakai Toren yang Sudah Melebihi Batas

Setiap jenis toren air memiliki perkiraan umur pakai. Jika toren sudah melewati batas usia pakainya, meskipun terlihat baik-baik saja, sebaiknya dipertimbangkan untuk diganti. Rata-rata umur pemakaian tandon air biasanya berkisar antara 10 hingga 15 tahun, tergantung pada beberapa faktor kunci.

Material tandon, yang sering kali terbuat dari plastik polyethylene (PE), high-density polyethylene (HDPE), atau stainless steel, memainkan peran besar dalam menentukan ketahanannya. Tandon plastik (Polyethylene) umumnya memiliki usia pakai antara 8 hingga 10 tahun.

Sementara itu, tandon fiberglass atau stainless steel mungkin bertahan lebih lama, yaitu 15 hingga 20 tahun, tetapi tetap memerlukan inspeksi rutin. Toren yang sudah melewati umur pakainya lebih rentan terhadap kerusakan struktural, seperti keretakan atau korosi, yang dapat menyebabkan kebocoran dan kontaminasi air.

6. Perubahan Bentuk atau Posisi Toren (Miring/Bergeser)

Perubahan bentuk fisik toren, seperti dinding yang melengkung, menggelembung, atau toren yang miring dan bergeser dari dudukannya, adalah tanda kerusakan struktural yang serius. Posisi tempat penampungan yang tidak stabil, penyebabnya sendiri bisa karena dudukan yang tidak rata atau pondasi kurang kuat.

Hal ini bisa disebabkan oleh dudukan yang tidak rata, pondasi yang kurang kuat, atau benturan keras. Toren yang miring atau bergeser dapat membahayakan keselamatan karena berisiko roboh, terutama saat terisi penuh air.

Selain itu, perubahan bentuk juga dapat menunjukkan kelemahan material yang akan segera menyebabkan kebocoran. Kondisi ini memerlukan perhatian segera untuk menghindari risiko yang lebih besar.

7. Kerusakan pada Komponen Penting (Tutup atau Pelampung)

Kerusakan pada tutup toren atau sistem pelampung otomatis dapat berdampak signifikan pada kualitas air dan efisiensi penggunaan toren. Bagian penutup atau tutup toren yang rusak bisa memungkinkan masuknya serangga, debu, maupun binatang kecil. Masuknya berbagai hal ini bisa menyebabkan airnya jadi terkontaminasi.

Sementara itu, ketika muncul gejala tidak normal pada sistem pengisian air, memahami tanda pelampung toren rusak menjadi hal penting agar kerusakan tidak semakin parah. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mencegah masalah seperti air meluap, toren tidak terisi penuh, atau air berhenti mengalir secara tiba-tiba.

Pelampung toren yang rusak dapat menyebabkan air meluap (luber), toren tidak terisi penuh, atau pompa air menyala terus-menerus, yang berujung pada pemborosan air dan listrik. Kerusakan pada komponen-komponen kecil ini dapat memicu masalah besar jika tidak segera ditangani.

Cara Memilih Pengganti Toren yang Tepat

Setelah mengetahui tanda-tanda kapan toren harus diganti, langkah selanjutnya adalah memilih pengganti yang tepat. Pemilihan toren air yang sesuai memerlukan pertimbangan beberapa faktor penting untuk memastikan pasokan air bersih yang aman dan tahan lama.

1. Pilih Material Toren yang Tepat

Material toren sangat mempengaruhi daya tahan, harga, dan kesesuaian dengan jenis air yang akan ditampung. Ada banyak sekali macam dan jenis tandon air yang beredar di pasar Indonesia. Namun, secara garis besar toren air dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu toren air Fiberglass, Stainless Steel, dan Plastik PE (Polyethylene).

  • Polyethylene (PE) / Plastik: Jenis ini paling umum dan terjangkau. Toren PE ringan, tahan karat, dan kuat, namun beberapa jenis mungkin tidak tahan panas dan perlu rutin dibersihkan. Pilih yang memiliki perlindungan UV tinggi (misalnya UV20+) untuk ketahanan terhadap sinar matahari.
  • Stainless Steel: Toren stainless steel dikenal karena ketahanannya yang tinggi, tidak mudah terpengaruh sinar UV, dan lebih mudah dibersihkan. Namun, toren ini lebih mahal dan tidak disarankan untuk menampung air tanah karena kandungan asam dapat menyebabkan korosi atau karat pada bagian las.
  • Fiberglass: Toren fiberglass ringan, kokoh, dan tahan lumut. Namun, beberapa sumber menyebutkan kelemahannya dalam perawatan dan ketahanan terhadap sinar ultraviolet, serta seratnya yang berpotensi mencemari air minum.

Memilih material yang tepat akan memastikan toren dapat bertahan lama dan menjaga kualitas air sesuai dengan kondisi lingkungan dan jenis air yang digunakan.

2. Sesuaikan Kapasitas dengan Kebutuhan

Ukuran atau kapasitas toren harus disesuaikan dengan jumlah penghuni rumah dan pola penggunaan air harian. Sebaiknya, pilih kapasitas atau ukuran tandon yang sesuai dengan total kebutuhan air di rumah Anda. Penting untuk mengetahui ukuran toren yang tepat sesuai dengan kebutuhan rumah, agar ketersediaan air di rumah Anda terjamin.

Untuk keluarga kecil, kapasitas 500-1000 liter sudah cukup, sedangkan untuk keluarga yang lebih besar, pilihlah yang 1200 liter atau lebih. Estimasi kebutuhan air harian per orang adalah sekitar 233 liter.

Pertimbangkan juga frekuensi pengisian ulang; semakin jarang diisi ulang, semakin besar kapasitas yang dibutuhkan. Perhitungan yang akurat akan mencegah kekurangan air atau pemborosan ruang dan biaya.

3. Perhatikan Lokasi Penempatan dan Dimensi

Sebelum membeli, pastikan toren baru dapat ditempatkan dengan aman dan sesuai dengan dimensi ruang yang tersedia. Ketahui dimensi atau ruang tempat lokasi toren air, lalu sesuaikan dengan dimensi tandon air yang Anda mau beli. Periksa, apakah tinggi dan diameter toren muat di lokasi penempatan tangki atau tidak.

Setelah mengetahui kebutuhan kapasitas tandon, maka Anda harus mengetahui kemampuan struktur bangunan. Apakah strukturnya sanggup menopang berat tangki saat terisi sesuai kapasitas yang dibutuhkan? Jika struktur tidak sanggup, maka pilih tangki yang lebih kecil atau bangun struktur baru.

Hindari menempatkan toren di area yang rawan benturan atau di bawah paparan sinar matahari langsung. Penempatan yang tepat akan memperpanjang umur toren dan menjaga kualitas air.

4. Prioritaskan Fitur Anti-Lumut dan Perlindungan UV

Untuk menjaga kualitas air dan memperpanjang umur toren, pilih produk yang memiliki fitur anti-lumut dan perlindungan terhadap sinar UV. Toren Air Grand Blow, misalnya, merupakan wadah penyimpanan air bersih yang memiliki ketahanan luar biasa terhadap pertumbuhan lumut dengan umur pakai yang lebih lama.

Bahan berkualitas tinggi dan perlindungan triple protection membuat toren air ini anti lumut, tahan lama, dan aman untuk air minum. Perlindungan UV pada toren air plastik memastikan ketahanan terhadap serangan radiasi UV dan cuaca ekstrem yang merusak.

Toren dengan lapisan anti-mikroba atau anti-lumut dapat meminimalkan perkembangan bakteri dan lumut, menjaga air tetap segar dan sehat. Fitur ini sangat penting, terutama untuk toren yang diletakkan di luar ruangan.

5. Cek Garansi dan Sertifikasi Produk

Pastikan toren yang dipilih memiliki garansi yang jelas dan sertifikasi standar keamanan. Hal berikutnya yang penting Anda perhatikan adalah masa garansi toren air. Pastikan tangki air yang Anda beli memiliki masa garansi yang panjang dan proses klaim yang mudah.

Sertifikasi yang penting dicek saat membeli tangki adalah SNI, Food Grade, dan BPA Free. Sertifikasi ini menjamin bahwa air lebih aman digunakan, baik untuk menampung air minum atau keperluan menyiram.

Garansi produk menunjukkan kepercayaan produsen terhadap kualitas produknya, sementara sertifikasi menjamin bahwa material toren aman dan tidak akan melepaskan zat berbahaya ke dalam air.

6. Pilih Warna Toren yang Sesuai

Warna toren tidak hanya soal estetika, tetapi juga berpengaruh pada pencegahan pertumbuhan lumut. Tandon air berwarna gelap seperti biru tua atau hitam sangat efektif dalam mencegah pertumbuhan lumut.

Warna gelap mampu menghalangi cahaya matahari agar tidak tembus ke dalam tangki, sehingga kondisi di dalam tangki tetap gelap dan menghambat pertumbuhan lumut. Meskipun toren berwarna putih memberikan kesan bersih dan memantulkan sinar matahari sehingga suhu di dalam toren tidak terlalu panas, toren gelap lebih unggul dalam mencegah lumut.

Pemilihan warna yang tepat dapat menjadi investasi jangka panjang untuk menjaga kebersihan air di dalam toren.

7. Pertimbangkan Merek dan Kualitas

Memilih merek toren yang sudah terbukti kualitasnya adalah langkah cerdas untuk investasi jangka panjang. Memilih merek tandon air yang sudah terbukti kualitasnya adalah langkah cerdas. Lucky Polytank, misalnya, dikenal sebagai salah satu merek tandon air terbaik di Indonesia.

Produk-produknya dirancang dengan teknologi terkini dan menggunakan bahan yang aman untuk kebutuhan air bersih. Kualitas menjadi kunci utama karena akan mempengaruhi berapa lama tangki dapat digunakan dan ketahanannya terhadap berbagai perubahan cuaca.

Merek terpercaya seringkali menawarkan produk dengan teknologi terkini, bahan berkualitas tinggi, dan dukungan purna jual yang baik. Investasi pada merek berkualitas akan mengurangi risiko masalah di kemudian hari.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Tanda-Tanda Toren Harus Diganti dan Cara Memilih Penggantinya

1. Apa saja tanda utama toren air harus diganti?

Jawaban: Tanda utama toren air harus diganti meliputi perubahan kualitas air (bau, warna, rasa), kebocoran atau retakan, penumpukan lumut yang sulit dibersihkan, penurunan tekanan air, usia pakai yang melebihi batas, perubahan bentuk atau posisi toren, serta kerusakan pada tutup atau pelampung.

2. Berapa lama rata-rata usia pakai toren air?

Jawaban: Rata-rata usia pakai toren air bervariasi tergantung materialnya. Toren plastik (Polyethylene) umumnya bertahan 8 hingga 10 tahun, sementara toren fiberglass atau stainless steel bisa bertahan 15 hingga 20 tahun atau lebih.

3. Material toren air apa yang paling baik untuk mencegah lumut?

Jawaban: Toren air berwarna gelap seperti biru tua atau hitam, serta yang terbuat dari stainless steel, sangat efektif dalam mencegah pertumbuhan lumut karena mampu menghalangi penetrasi cahaya matahari. Beberapa toren plastik juga dilengkapi lapisan anti-lumut dan perlindungan UV.

4. Bagaimana cara menentukan kapasitas toren air yang tepat untuk rumah?

Jawaban: Kapasitas toren air yang tepat disesuaikan dengan jumlah penghuni rumah dan pola penggunaan air harian, dengan estimasi kebutuhan air sekitar 233 liter per orang per hari. Untuk keluarga kecil, 500-1000 liter mungkin cukup, sedangkan keluarga besar mungkin memerlukan 1200 liter atau lebih.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |