7 Cara Menghilangkan Bau Petai Jengkol di Mulut dengan Bahan Dapur, Kembali Percaya Diri!

1 day ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Cara menghilangkan bau petai jengkol di mulut dengan bahan dapur bisa jadi solusi untuk tetap percaya diri meski baru saja menikmati sajian yang sangat nikmat itu. Petai dan jengkol merupakan dua hidangan khas Indonesia yang digemari banyak orang karena cita rasa uniknya yang dapat meningkatkan nafsu makan. Namun, di balik kenikmatan tersebut, konsumsi kedua makanan ini seringkali meninggalkan masalah klasik berupa bau mulut tidak sedap yang mengganggu.

Fenomena bau mulut ini bukan sekadar mitos, melainkan efek nyata dari senyawa kimia yang terkandung di dalamnya. Jengkol diketahui mengandung asam jengkolat (jengkolic acid) yang saat dicerna tubuh akan memicu aroma khas pada napas dan urine. Sementara itu, petai memiliki zat-zat seperti hexathionine, tetrathiane, trithiolane, pentathiopane, pentathiocane, dan tetrathiepane yang menghasilkan bau lebih tajam.

Meskipun bau yang dihasilkan cukup menyengat, senyawa-senyawa ini sebenarnya tidak berbahaya. Kabar baiknya, Anda tidak perlu produk khusus yang mahal. Berbagai bahan-bahan sederhana yang ada di dapur Anda bisa menjadi solusi efektif sebagai cara menghilangkan bau petai jengkol di mulut dengan bahan dapur, sehingga kepercayaan diri Anda tetap terjaga setelah menyantap hidangan favorit. Jadi simak kumpulan cara selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (11/2/2026).

Kumur dengan Air Garam Hangat

Salah satu metode alami yang paling sederhana namun terbukti ampuh untuk menghilangkan bau mulut adalah berkumur menggunakan larutan air garam hangat. Cara ini sangat efektif untuk membersihkan sisa-sisa makanan dan bakteri penyebab bau.

Untuk melakukannya, campurkan 1–2 sendok makan garam ke dalam segelas air hangat, lalu gunakan untuk berkumur selama beberapa menit. Air garam tidak hanya membantu meluruhkan partikel jengkol atau petai yang menempel pada gigi dan gusi, tetapi juga berperan mengurangi bakteri penyebab bau mulut berkat sifat antibakterinya.

Metode ini sangat mudah diterapkan dan dapat menjadi langkah awal yang efektif untuk menyegarkan kembali napas Anda setelah menikmati hidangan petai atau jengkol.

Kunyah Biji Kopi atau Nikmati Secangkir Kopi Hitam

Bagi para pencinta kopi, minuman ini bisa menjadi penyelamat dari bau mulut akibat petai dan jengkol. Mengunyah biji kopi secara langsung terbukti dapat menetralkan senyawa Volatile Sulfur Compounds (VSC) yang menjadi penyebab utama bau jengkol.

Tidak hanya biji kopi, secangkir kopi hitam tanpa gula juga bisa menjadi solusi ampuh untuk menghilangkan bau petai di mulut. Kopi mengandung senyawa yang secara efektif dapat membantu menetralisir aroma tidak sedap yang ditinggalkan oleh petai, memberikan efek segar pada mulut Anda.

Anda bisa memilih untuk langsung mengunyah beberapa biji kopi setelah makan, atau menikmati segelas kopi hitam hangat sebagai penutup hidangan Anda.

Konsumsi Buah & Sayur ‘Sikat Gigi Alami’ seperti Apel dan Mentimun

Mengonsumsi buah dan sayuran berserat tinggi dapat berfungsi layaknya 'sikat gigi alami' yang membantu membersihkan mulut. Jenis makanan ini, seperti apel, pir, mentimun, dan seledri, mampu membersihkan sisa-sisa makanan di mulut dan menetralkan aroma tidak sedap.

Buah-buahan ini kaya akan kandungan air dan serat, serta memiliki kemampuan untuk meningkatkan produksi air liur. Peningkatan air liur ini sangat penting untuk menjaga kebersihan mulut secara alami.

Tekstur renyah dan berserat dari buah dan sayur tersebut juga membantu mengikis sisa makanan dari permukaan gigi, sehingga mulut terasa lebih bersih dan segar setelah menyantap petai atau jengkol.

Minum Teh Hijau atau Peras Air Lemon

Teh hijau dikenal kaya akan antioksidan yang memiliki kemampuan untuk melawan bakteri penyebab bau mulut. Kandungan polifenol dan antioksidan dalam teh hijau secara efektif dapat memerangi bakteri tersebut.

Minum teh hijau setelah mengonsumsi jengkol atau petai dapat membantu mengurangi bau mulut dan memberikan efek antimikroba yang baik untuk kesehatan rongga mulut Anda. Ini adalah cara yang menyegarkan dan bermanfaat ganda.

Alternatif lain yang tidak kalah efektif adalah campuran air hangat dengan perasan jeruk nipis atau lemon. Kandungan asam sitrat dalam lemon atau jeruk nipis dapat membantu menetralkan bau tidak sedap secara alami.

Netralkan dengan Susu atau Yogurt Probiotik

Susu dan yogurt merupakan bahan dapur lain yang dapat diandalkan untuk menetralisir aroma menyengat dari jengkol dan petai. Minum susu atau mengonsumsi yogurt setelah makan dapat membantu mengurangi intensitas bau tersebut.

Yogurt, khususnya, sangat efektif karena mengandung probiotik, yaitu bakteri baik yang dapat menyeimbangkan flora bakteri di dalam mulut. Bakteri baik ini berperan penting dalam mengurangi jumlah bakteri penyebab bau mulut.

Dengan mengonsumsi yogurt, Anda tidak hanya membantu menetralkan bau, tetapi juga mendukung kesehatan mulut secara keseluruhan melalui keseimbangan ekosistem bakteri di dalamnya.

Lakukan ‘Oil Pulling’ dengan Minyak Wijen atau Kelapa

Metode 'oil pulling' atau berkumur dengan minyak telah lama dikenal dalam tradisi kesehatan untuk membersihkan mulut. Menggunakan satu sendok makan minyak wijen untuk berkumur efektif dalam menghilangkan bau mulut.

Proses oil pulling ini membantu menarik dan membersihkan mulut dari partikel makanan yang tertinggal serta bakteri penyebab bau. Minyak kelapa juga bisa menjadi pilihan alternatif yang baik untuk metode ini.

Lakukan metode ini selama beberapa menit, lalu buang minyaknya. Pastikan untuk tidak menelan minyak tersebut karena sudah bercampur dengan bakteri dan toksin dari mulut.

Bekali Diri dengan Permen Karet

Jika Anda membutuhkan solusi cepat dan praktis, mengunyah permen karet tanpa gula bisa menjadi pilihan yang sangat membantu. Mengunyah permen karet merangsang produksi saliva atau air liur secara signifikan.

Air liur berperan vital dalam membersihkan mulut secara alami, membantu meluruhkan sisa-sisa makanan yang dapat menimbulkan bau tidak sedap. Semakin banyak air liur yang diproduksi, semakin efektif mulut dibersihkan.

Peningkatan produksi air liur ini membantu membersihkan partikel jengkol dan petai yang masih tersisa di rongga mulut, sehingga napas menjadi lebih segar dan bau mulut berkurang.

FAQ Seputar Hilangkan Bau Petai & Jengkol

Q: Mana yang lebih ampuh, kopi atau teh hijau untuk menghilangkan bau petai dan jengkol?

A: Kopi, terutama biji kopi yang dikunyah, dapat menetralkan senyawa Volatile Sulfur Compounds (VSC) penyebab bau jengkol. Sementara itu, teh hijau, dengan polifenol dan antioksidannya, mampu melawan bakteri penyebab bau mulut. Keduanya memiliki mekanisme berbeda, sehingga kombinasi keduanya dapat memberikan hasil yang lebih komprehensif.

Q: Apakah menyikat gigi saja cukup setelah makan petai/jengkol?

A: Menyikat gigi sangat penting untuk membersihkan plak dan sisa makanan. Namun, bau jengkol dan petai juga berasal dari senyawa kimia internal seperti asam jengkolat dan zat lain yang memicu aroma khas pada napas. Oleh karena itu, menyikat gigi perlu dikombinasikan dengan metode lain untuk mengatasi bau secara lebih komprehensif.

Q: Bagaimana cara mengurangi bau petai/jengkol SEBELUM dimasak?

A: Sebelum dimasak, Anda bisa merendam jengkol atau petai dalam air cucian beras selama sekitar 30 menit. Saat merebus, tambahkan beberapa lembar daun jeruk purut atau daun jambu biji untuk menetralisir bau. Mengganti air rebusan secara berkala (setiap 30 menit) juga akan membantu mengurangi bau menyengat.

Q: Berapa lama biasanya bau petai dan jengkol bertahan di mulut?

A: Bau dari petai dan jengkol dapat bertahan cukup lama karena senyawa seperti asam jengkolat dan zat-zat lain dikeluarkan melalui napas dan urine setelah dicerna. Durasi spesifik dapat bervariasi pada setiap individu, tetapi bau ini dapat terasa mengganggu dalam beberapa jam hingga satu hari.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |