Cara Menanam Daun Mint untuk Pemula, Cocok di Lahan Terbatas!

2 months ago 51
  • Berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai daun mint bisa dipanen?
  • Apakah daun mint harus terkena sinar matahari langsung?
  • Mengapa daun mint saya sering layu dan batangnya membusuk?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Daun mint memang selalu jadi primadona tanaman herbal berkat aroma segarnya yang membuat rileks sekaligus menambah cita rasa masakan. Selain fungsional di dapur, tanaman ini juga menyimpan segudang manfaat kesehatan untuk tubuh yang sayang untuk dilewatkan. Kabar baiknya, cara menanam daun mint di rumah dapat dilakukan dengan mudah dan tidak menuntut lahan luas. Bahkan pot kecil di sudut balkon atau dapur pun sudah cukup untuk membuat daun mint tumbuh rimbun dan mempercantik suasana rumah.

Ada dua pilihan metode simpel bagi yang ingin segera memulai kebun herbal daun mint sendiri tanpa repot. Pada artikel ini akan membahas tentang cara menanam daun mint dengan metode stek batang dan menanam dari biji agar hasilnya tumbuh subur serta sehat. Panduan praktis dari Liputan6.com ini akan membantu dalam menentukan teknik mana yang paling pas untuk dicoba di rumah. Simak langkah-langkahnya di bawah ini!

1. Cara Menanam Daun Mint dengan Metode Stek Batang

Metode stek batang adalah cara menanam kembali tanaman menggunakan potongan bagian batang dari tanaman indukan. Teknik menjadi pilihan favorit karena prosesnya sangat cepat dan punya tingkat keberhasilan yang tinggi. Hanya dalam hitungan hari saja, akar baru biasanya sudah muncul dan tanaman mint siap tumbuh rimbun di pot baru. Berikut adalah langkah-langkah praktisnya:

Memilih dan Memotong Batang Indukan

Langkah pertama adalah mencari tanaman mint yang sudah dewasa dan terlihat segar. Pilih batang yang kuat serta berwarna hijau cerah, lalu potong sepanjang 10-15 cm menggunakan gunting tajam. Pastikan potongan dilakukan tepat di bawah buku daun atau area tempat daun tumbuh karena disinilah calon akar akan muncul lebih cepat.

Membersihkan Sisa Daun di Bagian Bawah

Setelah mendapatkan potongan batang, petik semua daun yang ada di bagian bawah batang. Sisakan sekitar 2–4 helai daun saja di bagian pucuk. Langkah ini penting agar tanaman tidak kehabisan energi untuk menghidupi daun, sehingga bisa lebih fokus dalam menumbuhkan akar baru.

Tahap Penumbuhan Akar (Propagasi)

Ada dua cara mudah yang bisa dipilih pada tahap penumbuhan akar daun mint:

  • Media Air: Masukkan batang ke dalam gelas berisi air bersih. Pastikan bagian bawah batang terendam namun daunnya tetap kering di atas permukaan air. Gantilah air setiap dua hari sekali sampai akar tumbuh sepanjang 2 cm.
  • Media Tanah: Tancapkan batang langsung ke pot berisi tanah yang sudah dibasahi. Pastikan tanah selalu lembap tetapi tidak tergenang air agar batang tidak busuk.

Pemindahan ke Pot Permanen

Jika akar sudah terlihat kuat dan panjang, segera pindahkan tanaman ke pot permanen yang punya lubang drainase baik. Gunakan campuran tanah dan pupuk organik agar nutrisinya tercukupi. Sangat disarankan menanam mint di pot tersendiri karena sifatnya yang sangat agresif dan cepat menyebar.

Perawatan Agar Tumbuh Rimbun

Letakkan tanaman di tempat yang sejuk dan terkena sinar matahari pagi. Jangan lupa siram secara rutin agar tanah tidak kering. Tips rahasia agar mint makin rimbun adalah dengan rajin memetik bagian pucuknya karena cara ini akan merangsang lebih banyak tunas baru.

2. Cara Menanam Daun Mint dari Biji

Menanam daun mint dari biji adalah pilihan tepat bagi yang ingin memulai kebun dari nol atau ingin mencoba berbagai varietas mint yang unik. Meski membutuhkan waktu sedikit lebih lama dibandingkan metode stek, cara ini memberikan kepuasan tersendiri karena bisa melihat proses tumbuh tanaman dari tunas kecil.  Berikut adalah langkah-langkahnya:

Menyiapkan Media Tanam yang Tepat

Langkah awal yang paling penting adalah menyiapkan wadah semai atau pot kecil yang sudah diisi media tanam yang gembur. Gunakan campuran tanah subur dan kompos agar nutrisinya terjaga. Pastikan media tanam sudah dibasahi sedikit hingga lembap sebelum biji ditaburkan.

Proses Penyemaian Biji

Taburkan biji mint di atas permukaan tanah dengan jarak yang tidak terlalu rapat. Karena ukuran biji mint sangat kecil, tidak perlu menanamnya terlalu dalam. Cukup tekan biji pelan-pelan ke dalam tanah atau tutup dengan lapisan tanah tipis sekitar 0,5 cm supaya biji tetap mendapatkan cahaya untuk berkecambah.

Menjaga Kelembapan dan Cahaya

Tutup wadah semai dengan plastik bening yang diberi lubang udara untuk menjaga kelembapan udara di dalamnya. Letakkan wadah di tempat yang hangat dan terkena sinar matahari tidak langsung. Biji biasanya akan mulai berkecambah dalam waktu 10 - 15 hari tergantung pada suhu ruangan. 

Pemindahan Bibit ke Pot Besar

Setelah bibit tumbuh dan memiliki sekitar 3 - 4 helai daun asli, tanaman mint sudah siap dipindahkan ke pot yang lebih besar. Lakukan pemindahan dengan hati-hati agar akar kecilnya tidak rusak. Pastikan setiap pot hanya berisi satu atau dua bibit agar mereka punya ruang yang cukup untuk menyebar.

Perawatan Setelah Tanam

Terakhir yaitu menjaga kelembapan tanah agar tidak sampai becek. Daun mint hasil semaian biji biasanya membutuhkan waktu sekitar dua bulan sampai benar-benar rimbun dan siap dipanen. Selain itu, jangan lupa untuk memberikan pupuk organik secara berkala agar daun mint tumbuh lebar dan aromanya lebih kuat.

Pertanyaan Umum tentang Topik

1. Berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai daun mint bisa dipanen?

Jika menanam dengan metode stek batang, Anda bisa mulai memanen dalam waktu 2 – 3 minggu setelah akar stabil. Namun, jika menanam dari biji, biasanya butuh waktu sekitar 2 bulan sampai tanaman cukup rimbun untuk dipetik.

2. Apakah daun mint harus terkena sinar matahari langsung?

Daun mint menyukai tempat yang terang tetapi tidak terlalu panas. Sebaiknya letakkan di area yang terkena sinar matahari pagi, yaitu sekitar 4 – 6 jam. Namun, beri peneduh saat siang hari agar daunnya tidak kering atau terbakar.

3. Mengapa daun mint saya sering layu dan batangnya membusuk?

Penyebab paling umum adalah penyiraman yang berlebihan atau drainase pot yang buruk. Pastikan pot memiliki lubang air yang cukup dan siram hanya saat permukaan tanah mulai terasa kering agar akar tidak tergenang air.

4. Bolehkah menanam daun mint dicampur dengan tanaman lain dalam satu pot?

Sangat tidak disarankan. Daun mint bersifat invasif yang artinya akar tanaman ini tumbuh sangat cepat dan kuat sehingga bisa mencekik nutrisi tanaman lain. Sebaiknya gunakan satu pot khusus hanya untuk satu jenis tanaman mint saja.

5. Bagaimana cara agar daun mint tumbuh semakin rimbun?

Kuncinya adalah rajin melakukan pemangkasan atau pruning. Caranya dengan memetik bagian pucuk batang secara rutin supaya merangsang tanaman untuk menumbuhkan tunas samping baru, sehingga bentuknya akan semakin bulat dan lebat.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |