8 Tips Work From Cafe Saat Puasa, Tetap Produktif dan Etis Sepanjang Hari

4 days ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Bulan Ramadan kerap membawa tantangan tersendiri bagi para pekerja, terutama bagi mereka yang memilih gaya kerja work from cafe (WFC). Bekerja dari kafe atau work from cafe menjadi pilihan banyak orang karena suasananya yang lebih santai, inspiratif, dan minim distraksi dibanding di rumah. Namun, saat menjalani puasa, ritme kerja dan kondisi tubuh tentu berbeda dari hari biasa. Energi lebih terbatas, fokus bisa naik turun, dan suasana kafe yang identik dengan aktivitas makan minum juga membutuhkan penyesuaian sikap agar tetap nyaman bagi diri sendiri maupun orang lain.

Di sisi lain, bekerja di kafe saat puasa bukan berarti produktivitas harus menurun. Dengan strategi yang tepat, suasana kafe justru bisa membantu menjaga mood kerja tetap stabil sepanjang hari. Selain produktivitas, ada satu hal penting yang tidak boleh diabaikan, yaitu etika. Kafe adalah ruang publik dengan beragam pengunjung, termasuk yang mungkin tidak sedang berpuasa. 

Karena itu, penting untuk menjaga sikap, menghormati lingkungan sekitar, dan tetap profesional selama bekerja. Lantas apa saja tips work from cafe saat puasa agar tetap produktif dan etis sepanjang hari? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (19/2/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Pilih Kafe yang Mendukung Produktivitas dan Etika

Memilih kafe yang tepat adalah langkah awal yang krusial untuk memastikan produktivitas dan kenyamanan selama bekerja, terutama saat berpuasa. Kafe yang ideal untuk work from cafe (WFC) harus memiliki fasilitas penunjang seperti koneksi WiFi yang stabil dan cepat, serta ketersediaan stop kontak yang memadai di setiap meja untuk mengisi daya perangkat elektronik. Anda perlu mempertimbangkan fasilitas kafe, terutama kebutuhan seperti WiFi, stop kontak, suasana kafe, harga kopi, serta lokasi saat memilih tempat WFC.

Selain itu, suasana kafe yang tenang dan tidak terlalu ramai akan membantu menjaga fokus dan konsentrasi, yang sangat penting saat energi tubuh cenderung menurun selama puasa. Beberapa kafe bahkan menyediakan area non-smoking yang nyaman, yang dapat meningkatkan kualitas udara dan kenyamanan kerja. Kafe terbaru di Bogor, misalnya, menangkap peluang ini dengan menyediakan WiFi berkecepatan tinggi, colokan di hampir setiap meja, dan area non-smoking yang nyaman.

Penting juga untuk mempertimbangkan jam operasional kafe, terutama jika Anda berencana bekerja hingga larut malam atau bahkan saat sahur. Beberapa kafe kini buka 24 jam atau memiliki jam operasional yang disesuaikan selama Ramadan, menjadi spot favorit untuk WFC tengah malam atau sahur.

2. Optimalkan Asupan Nutrisi Saat Sahur dan Berbuka

Kunci utama untuk menjaga stamina dan fokus saat berpuasa adalah dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka. Salah satu kunci utama agar tetap bugar selama bekerja di bulan puasa adalah dengan mengonsumsi makanan bergizi saat sahur dan berbuka.

Saat sahur, prioritaskan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau roti gandum, yang dapat memberikan energi secara bertahap dan membuat kenyang lebih lama. Tambahkan protein sehat dari telur, tahu, ikan, serta serat dari sayuran dan buah-buahan untuk asupan vitamin dan mineral yang lengkap. Pilihlah makanan yang kaya serat, protein, dan karbohidrat kompleks agar energi tetap stabil sepanjang hari.

Hindari makanan berlemak tinggi, gorengan, atau makanan manis berlebihan yang dapat menyebabkan penurunan energi drastis (sugar crash) beberapa jam setelah dikonsumsi. Makanan terlalu manis atau berminyak dapat menyebabkan rasa lelah lebih cepat. Saat berbuka, mulailah dengan makanan ringan seperti kurma dan air putih untuk mengembalikan energi secara perlahan, diikuti dengan hidangan utama yang bergizi seimbang.

3. Jaga Hidrasi Tubuh Sepanjang Malam

Dehidrasi adalah salah satu penyebab utama kurang fokus dan mudah lelah saat berpuasa. Untuk menghindarinya, sangat penting untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh antara waktu berbuka hingga sahur. Dehidrasi adalah salah satu penyebab utama kurang fokus dan mudah lelah saat puasa.

Anda bisa menerapkan teknik “2-4-2” yaitu minum 2 gelas air saat berbuka, 4 gelas di antara berbuka dan sahur, dan 2 gelas saat sahur. Teknik ini membantu memastikan asupan cairan yang cukup selama periode tidak berpuasa.

Hindari minuman berkafein seperti kopi dan teh secara berlebihan, karena kafein memiliki sifat diuretik yang dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat dan memicu dehidrasi. Kafein bisa membuat Anda mudah mengalami dehidrasi yang berujung pada kelelahan karena sifat diuretiknya yang menyerap air dalam tubuh. Membawa botol air minum berukuran besar dapat membantu Anda memantau dan memastikan asupan cairan harian terpenuhi.

4. Manfaatkan "Golden Hours" Pagi Hari untuk Tugas Berat

Setelah sahur dan salat Subuh, otak biasanya berada dalam kondisi paling segar karena asupan nutrisi yang baru masuk. Waktu ini, sering disebut "golden hours", adalah periode paling produktif saat puasa. Waktu paling produktif saat puasa biasanya di pagi hari setelah sahur hingga menjelang dzuhur.

Manfaatkan waktu ini untuk menyelesaikan tugas-tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi, analisis mendalam, atau pengambilan keputusan penting. Setelah sahur dan salat Subuh, otak biasanya berada dalam kondisi paling segar karena asupan nutrisi yang baru saja masuk, sehingga waktu ini ideal untuk tugas berat.

Dengan menyelesaikan tugas berat di pagi hari, beban mental di siang hari akan berkurang, membuat sisa waktu kerja terasa lebih ringan dan produktif. Mulailah hari kerja dengan menyusun prioritas dan fokus pada pekerjaan yang kompleks atau menantang lebih awal sebelum rasa lelah atau kantuk muncul. Hindari langsung tidur setelah sahur, dan gunakan waktu tersebut untuk memulai pekerjaan yang paling menantang.

5. Kelola Waktu Tidur dan Istirahat dengan Cerdas

Perubahan pola tidur selama Ramadan dapat memengaruhi tingkat energi dan konsentrasi. Untuk menjaga produktivitas, pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup, idealnya 6-8 jam per hari. Tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga konsentrasi dan stamina saat bekerja.

Cobalah untuk tidur lebih awal setelah salat Tarawih agar bisa bangun untuk sahur tanpa merasa terlalu lelah. Atur ulang pola tidur dengan tidur lebih awal.

Jika memungkinkan, manfaatkan waktu istirahat di siang hari untuk tidur siang singkat (power nap) selama 15-20 menit. Tidur siang singkat sepanjang 15 hingga 20 menit akan membuat Anda lebih segar saat bangun dan mendongkrak produktivitas. Tidur singkat ini terbukti secara ilmiah dapat memulihkan energi, meningkatkan fungsi kognitif, dan kewaspadaan, sehingga Anda siap menghadapi sisa jam kerja.

6. Terapkan Teknik Manajemen Waktu dan Prioritas

Manajemen waktu yang efektif sangat penting untuk menjaga produktivitas selama puasa. Buatlah daftar tugas harian (to-do list) dan prioritaskan pekerjaan berdasarkan urgensi dan kepentingannya, misalnya menggunakan metode Eisenhower Matrix. Buat daftar tugas harian dan kategorikan berdasarkan urgensi dan kepentingannya.

Fokuskan energi pada tugas-tugas yang memiliki dampak terbesar. Anda juga bisa menerapkan teknik Pomodoro, yaitu bekerja secara intens selama 25 menit, lalu istirahat singkat 5 menit. Manfaatkan teknik Pomodoro atau metode lainnya untuk meningkatkan konsentrasi dan produktivitas Anda selama jam kerja.

Jeda pendek ini membantu menyegarkan pikiran tanpa menguras energi fisik secara berlebihan dan menjaga konsentrasi. Hindari multitasking berlebihan karena dapat mengurangi efisiensi dan meningkatkan kelelahan mental.

7. Jaga Etika dan Hormati Lingkungan Kafe

Saat bekerja dari kafe, penting untuk selalu mengingat bahwa ini adalah ruang publik, bukan kantor pribadi. Salah satu etika penting adalah tidak hanya memesan satu menu jika Anda berencana duduk dalam durasi yang lama. Jika Anda berencana duduk dalam durasi lama saat WFC, pastikan tidak hanya memesan satu menu saja.

Disarankan untuk memesan makanan atau minuman secara bertahap untuk mendukung keberlangsungan bisnis kafe. Rasanya kurang etis jika Anda menikmati berbagai fasilitas kafe selama berjam-jam tanpa melakukan transaksi yang sepadan.

Selain itu, atur volume suara Anda, terutama jika melakukan panggilan atau rapat daring, agar tidak mengganggu pengunjung lain yang juga mencari ketenangan. Jika harus meeting daring di kafe, atur volume suara Anda agar tidak mengganggu orang lain. Jaga kebersihan area kerja Anda dan jangan menaruh barang sembarangan. Pilihlah tempat duduk yang sesuai dan hindari mengambil meja besar jika Anda hanya bekerja sendiri.

8. Lakukan Peregangan dan Jaga Pola Pikir Positif

Duduk terlalu lama saat bekerja, apalagi saat berpuasa, dapat menyebabkan kelelahan, nyeri leher dan punggung, serta menurunkan fokus. Duduk dan menatap layar monitor dalam waktu yang lama dapat membuat tubuh dan mata menjadi lelah.

Oleh sebab itu, luangkan waktu untuk melakukan peregangan ringan atau berjalan santai setiap 30-60 menit untuk melancarkan sirkulasi darah dan meredakan ketegangan otot. Lakukan peregangan atau stretching untuk melemaskan otot dan sendi yang kaku. Aktivitas fisik ringan ini juga dapat membantu mengembalikan semangat dan konsentrasi.

Selain menjaga fisik, penting juga untuk mempertahankan pola pikir positif. Niatkan puasa dengan suasana pikiran yang positif agar Anda memiliki bekal mental yang cukup untuk menghadapi tantangan pekerjaan. Menjaga pola pikir positif membantu Anda menikmati aktivitas kerja bahkan saat berpuasa. Pikiran positif dapat membuat Anda lebih produktif dan mampu mengatasi rasa lapar atau haus dengan lebih tenang.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Tips Work From Cafe Saat Puasa

1. Bagaimana cara memilih kafe yang tepat untuk Work From Cafe (WFC) saat puasa?

Jawaban: Pilihlah kafe dengan koneksi WiFi stabil, stop kontak memadai, suasana tenang, area non-smoking, dan jam operasional yang sesuai kebutuhan Anda, bahkan hingga sahur.

2. Apa saja tips menjaga stamina dan fokus saat WFC di bulan puasa?

Jawaban: Optimalkan asupan nutrisi saat sahur dan berbuka dengan makanan bergizi seimbang, jaga hidrasi tubuh dengan teknik 2-4-2, serta manfaatkan 'golden hours' pagi hari untuk tugas berat.

3. Mengapa penting menjaga etika saat work from cafe, terutama di bulan puasa?

Jawaban: Menjaga etika penting karena kafe adalah ruang publik. Ini termasuk tidak hanya memesan satu menu jika duduk lama, mengatur volume suara, menjaga kebersihan, dan memilih tempat duduk yang sesuai agar tidak mengganggu pengunjung lain.

4. Bagaimana cara mengatur waktu tidur agar tetap produktif saat puasa?

Jawaban: Pastikan Anda mendapatkan tidur 6-8 jam sehari, tidurlah lebih awal setelah Tarawih, dan manfaatkan tidur siang singkat (power nap) 15-20 menit untuk memulihkan energi.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |