Liputan6.com, Jakarta - Ketersediaan air bersih adalah kebutuhan dasar setiap rumah tangga, dan toren air memegang peran krusial dalam memastikan pasokan tersebut selalu ada. Namun, tidak jarang toren air justru menjadi sumber keribetan yang mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari. Mulai dari air berbau, berlumut, hingga tekanan yang lemah, berbagai masalah ini menuntut perhatian serius agar kualitas hidup tidak terganggu.
Memahami akar permasalahan toren air menjadi langkah awal yang penting untuk menemukan solusi yang tepat. Banyak pemilik rumah seringkali abai terhadap perawatan rutin atau tidak menyadari tanda-tanda awal kerusakan, yang pada akhirnya dapat memperparah kondisi toren. Padahal, masalah-masalah ini bisa diatasi dengan langkah-langkah yang relatif sederhana jika terdeteksi sejak dini.
Lantas apa saja masalah toren yang paling sering bikin rumah ribet dan cara mengatasinya? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (25/2/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Toren Air Berbau Tidak Sedap
Toren air yang mengeluarkan bau tidak sedap umumnya disebabkan oleh kebersihan tangki yang tidak terjaga, seperti penumpukan kotoran, lumut, endapan mineral, debu, daun, hingga serangga, serta air yang terlalu lama mengendap tanpa sirkulasi sehingga memicu pertumbuhan mikroorganisme.
Selain itu, reaksi kimia pada material toren berkualitas rendah, kontaminasi bakteri dan jamur akibat penutup tidak rapat, kualitas sumber air yang mengandung bahan organik, sulfur, besi, atau mangan, serta ventilasi buruk yang memicu bakteri anaerob juga dapat menimbulkan bau seperti telur busuk, tanah, atau logam.
Untuk mengatasinya, toren perlu dikuras dan dibersihkan rutin setiap 3–6 bulan menggunakan sikat halus dan larutan pembersih, lalu dibilas hingga bersih, serta memastikan penutup dan ventilasi toren tertutup rapat agar kotoran, serangga, dan sinar matahari tidak masuk.
- Pembersihan Toren Secara Rutin: Lakukan pengurasan dan pembersihan toren setidaknya setiap 3-6 bulan sekali untuk menghilangkan endapan kotoran, lumut, dan sedimen. Gunakan sikat halus dan larutan pembersih, lalu bilas hingga bersih.
- Memastikan Penutup Toren Rapat: Penutup yang rapat mencegah masuknya debu, serangga, kotoran, dan sinar matahari yang memicu pertumbuhan lumut dan mikroorganisme.
- Pemasangan Filter Air: Jika bau berasal dari kualitas air sumber, pasang filter air sebelum air masuk ke toren untuk menyaring partikel halus, logam berat, gas, dan senyawa organik penyebab bau.
- Periksa Sumber Air dan Instalasi: Lakukan pengujian kualitas air sumber dan periksa kondisi pipa serta tandon; ganti jika ada korosi atau kerusakan.
- Sirkulasi Air yang Baik: Pastikan air dalam toren tidak mengendap terlalu lama dengan penggunaan rutin.
2. Toren Air Berlumut
Pertumbuhan lumut di dalam toren air merupakan masalah umum yang sering luput dari perhatian, padahal dapat menurunkan kualitas air dan berisiko bagi kesehatan. Lumut membuat air tampak keruh serta menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan mikroorganisme berbahaya yang dapat mengganggu penggunaan air sehari-hari.
Penyebab utamanya adalah paparan sinar matahari langsung, karena lumut membutuhkan cahaya untuk tumbuh. Penutup toren yang tidak rapat, dinding toren yang tipis atau berwarna cerah, serta kualitas air yang mengandung banyak zat organik juga mempercepat pertumbuhan lumut. Selain itu, suhu lingkungan yang hangat dan lembap serta jarangnya pembersihan membuat kotoran dan endapan menumpuk, sehingga lumut semakin mudah berkembang.
Untuk mengatasinya, lakukan pembersihan rutin setiap 2–4 bulan. Kuras toren hingga kosong, sikat dinding menggunakan spons kasar atau sikat bergagang panjang, lalu gunakan sabun pencuci piring, cuka putih, air garam, atau air kapur untuk mengangkat lumut. Setelah itu, bilas berulang kali hingga toren benar-benar bersih dan bebas sisa pembersih.
- Pembersihan Rutin: Bersihkan toren air secara berkala, idealnya setiap 2-4 bulan sekali, untuk menghilangkan lumut dan endapan. Kuras air, sikat dinding toren dengan spons kasar atau sikat bergagang panjang, dan gunakan pembersih alami seperti sabun, air garam, cuka putih, atau air kapur. Bilas hingga bersih.
- Menutup Toren dengan Rapat: Pastikan penutup toren terpasang sempurna dan tidak retak untuk menghalangi cahaya dan kontaminan.
- Penempatan Toren di Area Teduh: Letakkan toren di tempat yang terlindung dari sinar matahari langsung atau berikan penutup/atap tambahan.
- Memilih Toren Berwarna Gelap atau Anti Lumut: Toren berwarna gelap lebih sulit ditembus cahaya. Pertimbangkan toren dengan lapisan anti bakteri dan tebal.
- Menambahkan Tawas atau Kaporit: Untuk air yang tidak dikonsumsi, penambahan tawas atau kaporit dapat membunuh bakteri dan jamur penyebab lumut.
3. Tekanan Air Lemah dari Toren
Tekanan air toren yang lemah sering mengganggu aktivitas sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan memasak, meski air sebenarnya tidak habis. Masalah ini umumnya disebabkan oleh posisi toren yang terlalu rendah sehingga tekanan gravitasi kecil, diameter pipa yang tidak sesuai, terlalu banyak belokan, serta pipa yang tersumbat kotoran, pasir, karat, atau sedimen yang menghambat aliran air.
Selain itu, kebocoran kecil pada pipa atau sambungan, desain instalasi yang terlalu panjang dan berkelok, keran outlet yang tidak terbuka maksimal, serta saringan keran atau shower yang tersumbat juga dapat menurunkan tekanan. Faktor-faktor ini membuat aliran air terasa pelan dan tidak deras di keran maupun shower.
Untuk mengatasinya, tingkatkan ketinggian toren air minimal 3–7 meter dari titik keran atau shower tertinggi agar tekanan gravitasi maksimal. Jika tidak memungkinkan, gunakan pompa pendorong (booster pump), serta lakukan pemeriksaan dan pembersihan pipa secara rutin, perbaiki kebocoran, dan pastikan keran serta saringan selalu bersih agar aliran air kembali lancar.
- Tingkatkan Ketinggian Toren Air: Pasang toren pada ketinggian ideal (minimal 3-7 meter dari titik keran/shower tertinggi) untuk memaksimalkan gaya gravitasi.
- Gunakan Pompa Pendorong (Booster Pump): Jika ketinggian toren tidak bisa diubah, pompa pendorong dapat meningkatkan tekanan air.
- Periksa dan Bersihkan Pipa Secara Berkala: Bersihkan pipa dari sumbatan kerak atau kotoran. Pastikan tidak ada kebocoran halus atau sambungan pipa yang longgar.
- Gunakan Pipa dengan Ukuran yang Tepat: Pastikan diameter pipa sesuai dengan kebutuhan dan volume air.
- Periksa Keran Outlet: Pastikan keran outlet toren terbuka penuh dan tidak ada sumbatan.
- Bersihkan Saringan Keran/Shower: Rutin membersihkan saringan pada ujung keran atau shower dari endapan.
4. Toren Air Bocor
Kebocoran toren air merupakan masalah umum yang dapat menyebabkan pemborosan air, tagihan meningkat, hingga kerusakan sistem perpipaan jika tidak segera ditangani. Kondisi ini sering sulit disadari karena rembesannya kecil, sehingga perlu pemeriksaan rutin agar kerusakan tidak semakin parah.
Penyebabnya beragam, mulai dari material toren yang retak akibat usia, paparan sinar matahari, atau kualitas bahan yang rendah, hingga korosi pada toren logam. Pemasangan yang tidak tepat, alas yang tidak rata, sambungan pipa yang longgar, gasket aus, tekanan air berlebih, serta benturan saat pemasangan juga dapat memicu kebocoran.
Penanganan disesuaikan dengan tingkat kerusakan, seperti menambal retakan kecil dengan lem atau sealant tahan air, atau melakukan pengelasan poli pada toren plastik oleh tenaga ahli. Selain itu, periksa pipa, sambungan, ring, dan gasket secara berkala, serta segera perbaiki atau ganti bagian yang rusak agar kebocoran tidak terulang.
- Pengelasan Poli (untuk Toren Plastik): Untuk retakan kecil hingga sedang pada toren plastik, dapat diperbaiki dengan teknik pengelasan poli oleh tenaga ahli.
- Menggunakan Lem atau Sealant Khusus: Kebocoran kecil dapat ditutup dengan lem khusus atau sealant tahan air.
- Perbaikan Pipa: Periksa pipa terdekat dari toren; jika tersumbat, retak, atau pecah, perbaiki atau ganti. Periksa ring dan gasket yang aus.
- Penambalan dengan Fiberglass/Epoxy: Untuk kerusakan material yang lebih besar, gunakan serat fiberglass dan lem epoxy plastik untuk menambal.
- Memastikan Alas Kokoh dan Rata: Pastikan alas landasan toren kokoh, rata, dan bersih dari benda tajam untuk mencegah kerusakan pada dasar toren.
- Mengatur Tekanan Air: Jika tekanan air terlalu tinggi, pertimbangkan untuk memasang pengatur tekanan atau memeriksa pompa air.
5. Toren Air Kotor
Toren air yang kotor dapat menurunkan kualitas air dan berisiko bagi kesehatan karena menjadi tempat penumpukan lumpur, pasir, endapan, serta kontaminan dari lingkungan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu pertumbuhan lumut, kerak, dan bakteri berbahaya yang membuat air keruh serta tidak layak digunakan.
Penyebabnya umumnya berasal dari kualitas air sumber yang mengandung sedimen, penutup toren yang tidak rapat sehingga debu, daun, serangga, atau kotoran burung mudah masuk, serta pertumbuhan lumut dan mikroorganisme. Kurangnya perawatan rutin dan kondisi toren yang sudah tua atau rapuh juga mempercepat penumpukan kotoran dan korosi.
Solusi paling efektif adalah membersihkan toren secara berkala setiap 3–6 bulan dengan menguras air, menyikat bagian dalam menggunakan sikat halus atau bergagang panjang, serta memakai larutan pembersih aman seperti sabun pencuci piring, cuka, atau air garam. Setelah itu, bilas berulang hingga air jernih dan bebas sisa pembersih agar kualitas air tetap terjaga.
- Bersihkan Toren Air Secara Rutin: Lakukan pembersihan toren secara berkala, minimal setiap 3-6 bulan sekali. Kuras air, sikat bagian dalam toren, dan gunakan larutan pembersih yang aman. Bilas hingga bersih.
- Memperbaiki Penutup Toren: Pastikan penutup toren rapat untuk mencegah masuknya kontaminan.
- Meningkatkan Kualitas Air yang Tersimpan: Jika air sumber kotor, pertimbangkan penggunaan filter air.
- Memilih Toren Anti Lumut dan Anti Bakteri: Toren dengan teknologi ini dapat mempermudah perawatan.
6. Toren Air Penuh Tapi Air Tidak Mengalir
Toren air yang penuh namun air tidak mengalir ke keran atau shower biasanya disebabkan oleh masalah teknis pada instalasi, sehingga aktivitas rumah tangga menjadi terganggu. Kondisi ini sering terjadi karena pipa tersumbat kotoran, karat, sedimen, atau benda asing seperti rambut dan sabun, sehingga aliran air terhambat. Selain itu, keran utama atau katup outlet yang masih tertutup juga dapat menjadi penyebab sederhana yang sering tidak disadari.
Masalah lain bisa berasal dari pompa pendorong yang rusak, baik pada motor, impeller, maupun kelistrikan, sehingga air tidak terdorong meskipun toren penuh. Katup atau klep yang macet, check valve terpasang terbalik, foot valve bermasalah, hingga fenomena air lock akibat udara terperangkap di dalam pipa juga dapat menghentikan aliran air. Keran yang aus, berkarat, atau tersumbat kotoran halus turut membuat air tidak keluar.
Untuk mengatasinya, pastikan keran outlet toren terbuka penuh, lalu periksa dan bersihkan pipa dari sumbatan serta filter dari lumpur dan pasir. Jika menggunakan pompa, cek kondisi motor, impeller, dan aliran listrik, serta lakukan perawatan rutin pada katup dan keran agar distribusi air kembali lancar.
- Periksa Keran di Lubang Outlet: Pastikan keran utama pada lubang outlet toren terbuka penuh.
- Periksa dan Bersihkan Pipa: Periksa saluran pipa dari tandon ke keran apakah ada sumbatan. Gunakan alat pembersih pipa atau bersihkan filter air dari lumpur, pasir, dan kotoran.
- Periksa Pompa Air: Pastikan pompa berfungsi dengan baik. Jika terdengar suara berisik atau pompa tidak menyala, periksa motor, impeller, dan kelistrikan.
- Periksa Katup dan Klep: Pastikan check valve dan foot valve berfungsi normal dan terpasang dengan benar.
- Buang Udara (Bleeding) dari Sistem Pipa: Jika ada "masuk angin", coba buang udara dari sistem perpipaan.
- Periksa Aliran Listrik: Pastikan tidak ada masalah pada pasokan listrik ke pompa air.
- Panggil Teknisi: Jika masalah tidak dapat diatasi sendiri, hubungi teknisi profesional.
7. Pompa Air Berisik
Suara bising pada pompa air dapat mengganggu kenyamanan rumah dan biasanya menjadi tanda adanya masalah pada komponen atau pemasangan. Penyebab umum meliputi bearing yang aus atau kering sehingga menimbulkan dengungan keras, impeller yang kotor atau rusak akibat pasir dan kerak, serta dudukan pompa yang tidak stabil sehingga memicu getaran berlebih.
Selain itu, udara yang terperangkap dalam pipa (air lock) bisa menimbulkan suara “gluduk-gluduk” dan membuat aliran tersendat. Pompa yang bekerja terus-menerus, ventilasi motor tertutup, arus listrik tidak stabil, atau kapasitor yang melemah juga dapat menyebabkan mesin berdengung keras dan sulit menyala.
Penumpukan karat di dalam pompa, baut atau sambungan pipa yang longgar, kebocoran, hingga level air tangki yang terlalu rendah juga membuat pompa bekerja lebih berat dan berisik. Karena itu, pemeriksaan dan perawatan rutin sangat penting agar pompa tetap awet dan tidak menimbulkan gangguan berkepanjangan.
- Ganti Bantalan (Bearing): Jika bearing aus, ganti dengan yang baru.
- Bersihkan atau Ganti Impeller: Bongkar bagian impeller, bersihkan dari kotoran, atau ganti jika sudah aus/retak.
- Stabilkan Dudukan Pompa: Kencangkan baut dan pastikan pompa berada di permukaan yang kokoh dan rata. Tambahkan peredam getar seperti bantalan karet di bawah kaki pompa.
- Pastikan Pipa Hisap Penuh Air: Pastikan semua sambungan pipa rapat dan isi kembali pipa hisap hingga penuh air sebelum menyalakan pompa untuk menghindari air lock.
- Periksa dan Atasi Overheat: Berikan jeda istirahat untuk pompa, pastikan sirkulasi udara di sekitar motor lancar, dan gunakan stabilizer jika listrik tidak stabil.
- Ganti Kapasitor: Jika kapasitor lemah, ganti dengan nilai yang sesuai spesifikasi pompa.
- Bersihkan Karat atau Kerak: Bersihkan bagian dalam pompa dari karat atau kerak.
- Kencangkan Semua Komponen: Periksa dan kencangkan semua baut, mur, atau sambungan pipa yang longgar.
- Pastikan Tingkat Air Cukup: Pastikan tangki selalu terisi penuh untuk mengurangi beban kerja pompa.
- Panggil Teknisi Profesional: Jika masalah berlanjut atau terlalu rumit, konsultasikan dengan ahli teknik atau tukang pompa air.
Pertanyaan & Jawaban
1. Apa saja penyebab umum toren air berbau tidak sedap?
Jawaban: Penyebab umum toren air berbau tidak sedap meliputi kebersihan toren yang tidak terjaga, air stagnan, reaksi kimia material toren, kontaminasi mikroorganisme, kualitas air sumber yang buruk, dan ventilasi yang buruk.
2. Bagaimana cara mengatasi toren air yang berlumut?
Jawaban: Untuk mengatasi toren air berlumut, lakukan pembersihan rutin setiap 2-4 bulan, tutup toren dengan rapat, tempatkan di area teduh, pilih toren berwarna gelap atau anti lumut, dan tambahkan tawas atau kaporit untuk air non-konsumsi.
3. Mengapa tekanan air dari toren bisa lemah?
Jawaban: Tekanan air dari toren bisa lemah karena ketinggian toren terlalu rendah, diameter pipa tidak sesuai, pipa tersumbat, kebocoran pipa, desain instalasi pipa kurang tepat, keran outlet toren sedikit tertutup, atau saringan keran/shower tersumbat.
4. Apa yang harus dilakukan jika toren air penuh tapi air tidak mengalir?
Jawaban: Jika toren air penuh tapi air tidak mengalir, periksa keran outlet, bersihkan pipa dari sumbatan, periksa fungsi pompa air, pastikan katup dan klep berfungsi, buang udara dari sistem pipa, serta cek aliran listrik.
5. Apa saja tanda-tanda pompa air mulai bermasalah dan berisik?
Jawaban: Tanda-tanda pompa air bermasalah dan berisik meliputi bantalan aus/kering, impeller kotor/rusak, dudukan pompa tidak stabil, udara terperangkap di pipa hisap, mesin overheat, kapasitor lemah, karat/kerak di dalam pompa, komponen longgar, dan tingkat air rendah di tangki.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511799/original/065476600_1771918153-Teras_Mungil_Nan_Sejuk_dengan_Bangku_Kayu_Panjang_dan_Taman_Vertikal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3404154/original/052849300_1616011409-Minyak_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515083/original/080816100_1772159680-Model_One_Set_untuk_Wanita_Bertubuh_Gemuk_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515112/original/044202400_1772161571-unnamed_-_2026-02-27T100502.583.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507854/original/065006100_1771556195-Strategi_jitu_basmi_tikus_di_plafon_tanpa_bongkar_atap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506166/original/081943800_1771408781-Hidroponik.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514359/original/060296800_1772087788-Pilih_Jenis_Kayu_Tahan_Rayap_untuk_Struktur_Utama.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514277/original/031267500_1772085971-Gulungan_Tisu_Toilet_Jadi_Pot_Gantung_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513098/original/002548000_1772002902-5f96b686-a1b8-4580-b043-04dd3404a756.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513916/original/084376800_1772076684-Eceng_Gondok.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5284531/original/013980200_1752640819-Depositphotos_268699902_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499928/original/094865400_1770800943-Partisi_Kayu_Kisi-kisi_Gaya_Japandi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498463/original/023272500_1770707304-unnamed__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484791/original/052303200_1769484950-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481462/original/033411500_1769134168-Teras_dengan_Kanopi_Baja_Ringan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5206469/original/037581300_1746166928-WhatsApp_Image_2025-05-02_at_1.16.53_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4195960/original/013238400_1666110125-woman-chef-cooking-vegetables-pan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500431/original/004676000_1770864867-9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426560/original/043269200_1764309703-ruang_tamu_luas_di_rumah_kecil_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512621/original/018482600_1771988873-Mengurangi_Suara_Tetangga_Masuk_ke_Jendela.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4612825/original/014284200_1697463859-still-life-with-scales-justice_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441236/original/092823500_1765460853-BRI00052.jpg)