7 Kesalahan Membersihkan Pipis Kucing yang Bikin Bau Makin Parah, Banyak Orang Tak Sadar

1 week ago 19

Liputan6.com, Jakarta - Bagi para pemilik hewan berbulu, menemukan noda pipis kucing di sudut rumah tentu menjadi pemandangan yang tidak menyenangkan. Bau pesing yang menyengat seringkali menjadi masalah utama yang sulit dihilangkan, bahkan setelah dibersihkan. Namun, tahukah Anda bahwa ada beberapa kesalahan umum dalam membersihkan pipis kucing yang justru bisa membuat bau makin parah dan sulit hilang?

Kesalahan-kesalahan ini seringkali tidak disadari oleh banyak orang, padahal dampaknya sangat signifikan terhadap kebersihan dan kenyamanan hunian. Urin kucing memiliki karakteristik khusus yang memerlukan penanganan tepat agar bau amonia tidak terus-menerus tercium. Jika tidak ditangani dengan benar, noda dan bau tersebut bisa menjadi permanen, mengundang kucing untuk kembali buang air di tempat yang sama, dan bahkan membahayakan kesehatan.

Lantas apa saja kesalahan membersihkan pipis kucing yang bikin bau makin parah dan banyak orang tak sadar? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (10/2), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Tidak Membersihkan Pipis Kucing dengan Segera

Salah satu kesalahan paling mendasar yang sering dilakukan pemilik adalah menunda pembersihan noda pipis kucing. Ketika melihat kucing peliharaan buang air di tempat yang tidak semestinya, reaksi cepat sangatlah krusial untuk mencegah bau tak sedap semakin menyebar dan sulit dihilangkan.

Urine kucing mengandung urea, yang ketika dibiarkan mengering dan tidak segera dibersihkan, akan diuraikan oleh bakteri. Proses dekomposisi ini melepaskan senyawa yang menghasilkan bau amonia yang kuat dan khas. Bau ini merupakan ciri khas urin kucing yang sudah lama dan basi, dan akan semakin sulit dihilangkan jika dibiarkan terlalu lama meresap ke permukaan seperti karpet atau kain.

Membersihkan noda baru yang masih lembap jauh lebih mudah karena sebagian besar urine dapat diangkat dari area yang terkena. Semakin lama urine dibiarkan, semakin dalam ia meresap ke dalam serat, membuat pembersihan tuntas menjadi tantangan besar. Tindakan cepat juga membantu mencegah bakteri berkembang biak dan mengurangi risiko kucing kembali buang air kecil di lokasi yang sama karena bau yang tertinggal.

2. Menggunakan Pembersih Berbasis Amonia

Menggunakan produk pembersih yang mengandung amonia merupakan kesalahan fatal saat berupaya membersihkan pipis kucing. Pembersih jenis ini justru dapat memperburuk masalah bau dan mendorong kucing untuk kembali buang air sembarangan di tempat yang sama.

Urine kucing secara alami mengandung amonia. Jika Anda menggunakan pembersih berbasis amonia, kucing Anda mungkin akan mengira bau tersebut adalah bau urine mereka sendiri atau urine kucing lain yang menandai wilayah. Hal ini secara insting akan memicu kucing untuk kembali buang air kecil di area tersebut untuk menandai ulang wilayahnya, sehingga masalah bau tidak akan pernah terselesaikan dan bahkan bisa memburuk.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menghindari pembersih rumah tangga yang mencantumkan amonia sebagai salah satu bahan aktifnya. Pilihlah produk pembersih yang diformulasikan khusus untuk noda hewan peliharaan dan bebas amonia.

3. Menggunakan Pemutih (Bleach)

Meskipun pemutih dikenal sebagai disinfektan yang kuat, penggunaannya untuk membersihkan pipis kucing sangat tidak disarankan dan bahkan berbahaya. Banyak pemilik kucing tidak menyadari risiko serius yang ditimbulkan oleh kombinasi ini.

Urine kucing mengandung amonia. Mencampur pemutih (sodium hipoklorit) dengan amonia dapat menghasilkan gas kloramin yang beracun dan sangat berbahaya bagi kesehatan manusia maupun hewan peliharaan. Gas ini dapat menyebabkan iritasi parah pada mata, hidung, tenggorokan, dan paru-paru, bahkan dalam kasus ekstrem bisa berakibat fatal.

Oleh karena itu, hindari penggunaan pemutih sama sekali untuk membersihkan noda urine kucing. Prioritaskan keselamatan dengan memilih metode pembersihan yang aman dan efektif, tanpa menimbulkan risiko kesehatan bagi Anda dan hewan kesayangan.

4. Tidak Menggunakan Pembersih Enzimatik

Banyak orang beranggapan bahwa pembersih rumah tangga biasa, seperti sabun atau cuka, cukup untuk menghilangkan bau pipis kucing. Namun, pembersih ini seringkali hanya menutupi bau, bukan menghilangkannya secara permanen, sehingga bau dapat muncul kembali.

Urine kucing mengandung kristal asam urat yang tidak larut dalam air dan tidak dapat dihilangkan secara efektif dengan pembersih biasa. Pembersih enzimatik adalah cairan khusus yang mengandung enzim atau bakteri baik yang menghasilkan enzim. Enzim ini secara biologis memecah zat penyebab bau di urine kucing, seperti protein dan asam urat.

Dengan menggunakan pembersih enzimatik, Anda benar-benar menghilangkan sumber bau urine dari kucing yang pipis sembarangan, bukan hanya menutupinya. Ini adalah cara paling efektif untuk memastikan bau tidak kembali, terutama dalam kondisi lembap, karena enzim bekerja memecah komponen penyebab bau secara tuntas.

5. Menggosok Noda Terlalu Keras

Reaksi pertama saat melihat noda pipis kucing mungkin adalah menggosoknya dengan keras. Namun, tindakan ini justru bisa memperburuk keadaan dan membuat noda serta bau semakin sulit dihilangkan.

Menggosok noda pipis kucing dengan keras dapat menyebabkan urine menyebar lebih luas dan meresap lebih dalam ke serat kain, karpet, atau bantalan di bawahnya. Hal ini membuat noda dan bau semakin sulit diangkat secara tuntas.

Sebaliknya, metode yang benar adalah menyerap urine sebanyak mungkin dengan menekan-nekan tisu atau kain bersih pada area yang terkena. Lakukan proses penyerapan berulang kali hingga sebagian besar cairan terangkat, sebelum melanjutkan dengan pembersihan menggunakan produk yang tepat.

6. Menggunakan Air Panas atau Pembersih Uap Terlebih Dahulu

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menggunakan air panas atau pembersih uap (steam cleaner) sebagai langkah awal membersihkan noda pipis kucing. Tindakan ini justru dapat secara permanen mengunci bau urine ke dalam serat kain atau karpet.

Panas, baik dari air panas maupun uap, dapat menyebabkan protein dalam urine kucing terikat secara permanen pada serat. Ini secara efektif 'mengunci' noda dan bau, membuatnya jauh lebih sulit, bahkan mustahil, untuk dihilangkan di kemudian hari.

Oleh karena itu, selalu gunakan air dingin untuk membersihkan noda urine kucing. Netralkan bau dengan pembersih enzimatik terlebih dahulu sebelum mempertimbangkan penggunaan panas, agar protein tidak terikat dan bau dapat dihilangkan secara efektif.

7. Tidak Menemukan Semua Noda Pipis, Terutama yang Sudah Kering

Bau pipis kucing bisa sangat kuat dan menyebar, bahkan dari noda yang tidak terlihat oleh mata telanjang. Jika Anda tidak menemukan dan membersihkan semua noda, bau akan tetap ada dan kucing Anda mungkin akan terus kembali ke area yang sama.

Urine kucing yang sudah kering mungkin tidak terlihat, tetapi masih mengeluarkan bau yang menyengat. Untuk mengatasi masalah ini, gunakan lampu UV atau black light di ruangan gelap. Lampu ini akan membuat noda urine berpendar kuning, sehingga Anda dapat dengan mudah menemukannya dan membersihkannya secara menyeluruh.

Identifikasi dini dan dekontaminasi total area yang terkena urin adalah kunci. Kucing memiliki indra penciuman yang sangat tajam, mampu mendeteksi partikel asam urat bahkan dalam kadar sangat kecil. Jika mereka masih bisa mencium bau diri mereka di suatu tempat, secara insting mereka akan kembali untuk 'memperbarui' tanda wilayahnya.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Kesalahan Membersihkan Pipis Kucing

1. Mengapa pipis kucing harus segera dibersihkan?

Jawaban: Pipis kucing harus segera dibersihkan karena bakteri akan mengurai urea dalam urine, menghasilkan bau amonia yang kuat dan tidak sedap jika dibiarkan mengering.

2. Mengapa tidak boleh menggunakan pembersih berbasis amonia untuk pipis kucing?

Jawaban: Pembersih berbasis amonia tidak boleh digunakan karena urine kucing secara alami mengandung amonia. Penggunaan pembersih ini dapat membuat kucing mengira bau tersebut adalah bau urine mereka sendiri, mendorong mereka untuk buang air kecil lagi di tempat yang sama.

3. Apa bahaya mencampur pemutih dengan pipis kucing?

Jawaban: Mencampur pemutih dengan pipis kucing sangat berbahaya karena urine kucing mengandung amonia. Kombinasi ini dapat menghasilkan gas kloramin yang beracun dan dapat menyebabkan iritasi parah pada saluran pernapasan.

4. Mengapa pembersih enzimatik penting untuk noda pipis kucing?

Jawaban: Pembersih enzimatik penting karena mengandung enzim yang secara biologis memecah kristal asam urat dan protein penyebab bau dalam urine kucing, menghilangkan sumber bau secara permanen, bukan hanya menutupinya.

5. Bagaimana cara menemukan noda pipis kucing yang tidak terlihat?

Jawaban: Untuk menemukan noda pipis kucing yang tidak terlihat, gunakan lampu UV (black light) di ruangan gelap. Noda urine akan berpendar kuning di bawah cahaya UV, memungkinkan Anda untuk membersihkannya secara menyeluruh.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |