- Mengapa ikan cepat busuk tanpa kulkas?
- Metode apa yang paling efektif untuk menyimpan ikan tanpa kulkas agar tahan 1-2 hari?
- Apakah garam dapat membantu mengawetkan ikan tanpa kulkas?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Ikan merupakan sumber protein hewani yang sangat digemari, namun juga dikenal sebagai bahan pangan yang mudah sekali mengalami penurunan kualitas dan pembusukan jika tidak ditangani dengan tepat. Banyak orang menghadapi tantangan saat harus menyimpan ikan tanpa kulkas, terutama jika terjadi pemadaman listrik atau saat berada di lokasi yang tidak memiliki fasilitas pendingin. Tanpa penanganan yang benar, ikan dapat cepat berbau tidak sedap, teksturnya berubah, dan bahkan tidak aman untuk dikonsumsi.
Oleh karena itu, menjaga kesegaran ikan memerlukan perhatian khusus dan tidak sekadar menyimpannya di lemari es. Memahami teknik penyimpanan yang tepat sangat penting untuk mencegah pemborosan dan memastikan hidangan ikan tetap lezat serta bernutrisi lebih lama. Lantas bagaimana saja cara simpan ikan tanpa kulkas agar tahan 1-2 hari dan tetap layak masak? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (18/2/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Penyimpanan dengan Es Batu
Penyimpanan ikan menggunakan es batu adalah salah satu metode paling efektif untuk menjaga kesegaran ikan dalam jangka pendek tanpa kulkas. Prinsip kerjanya adalah menurunkan suhu ikan secara drastis, yang memperlambat pertumbuhan bakteri penyebab pembusukan dan aktivitas enzim yang merusak kualitas ikan. Suhu rendah merupakan faktor terpenting dalam penyimpanan ikan karena dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan reaksi kimia pada makanan mentah.
Untuk menerapkan metode ini, pertama-tama bersihkan ikan dari sisik, insang, dan isi perut segera setelah dibeli atau ditangkap. Cuci bersih di bawah air mengalir dan keringkan permukaannya dengan tisu atau kain bersih. Selanjutnya, siapkan wadah berinsulasi seperti cooler box atau termos, atau wadah lain yang dapat mengisolasi hawa dingin. Wadah berlubang dengan wadah penampung di bawahnya juga disarankan untuk menampung air lelehan es. Letakkan lapisan es batu di dasar wadah, kemudian susun ikan di atasnya, dan timbun kembali dengan es batu hingga ikan tertutup seluruhnya. Perbandingan yang disarankan adalah 0,45 kg es untuk setiap 0,91 kg ikan. Tutup wadah dengan rapat untuk menjaga suhu tetap dingin dan mencegah es cepat mencair, lalu ganti es secara berkala jika sudah banyak yang mencair.
Dengan metode ini, ikan dapat bertahan sekitar 1-3 hari jika suhu dipertahankan di bawah 4°C (40°F). Penambahan garam pada es batu dapat membantu es tidak mudah mencair, sehingga mempertahankan suhu dingin lebih lama. Metode ini sering digunakan oleh para pedagang ikan untuk menjaga kesegaran ikan selama dijual.
2. Penggaraman Sederhana
Penggaraman adalah metode pengawetan tradisional yang memanfaatkan sifat antibakteri garam untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan menarik air dari daging ikan. Garam (Natrium Klorida) bekerja sebagai agen dehidrasi, menarik kelembaban dari sel-sel ikan dan juga dari bakteri, sehingga menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab pembusukan. Kadar garam yang tepat menciptakan lingkungan yang tidak ramah bagi mikroorganisme patogen, sehingga menjaga keamanan dan kebersihan produk ikan.
Langkah-langkah penggaraman sederhana dimulai dengan membersihkan ikan dari sisik, insang, dan isi perut. Cuci bersih dan keringkan permukaannya. Setelah itu, gosok seluruh permukaan ikan, baik bagian luar maupun dalam (jika dibelah), dengan garam kasar secara merata. Jangan ragu menggunakan banyak garam, dengan perbandingan yang disarankan adalah 1:3 (garam:ikan). Garam akan menarik air dari dalam daging ikan sehingga menghambat pertumbuhan bakteri.
Simpan ikan yang sudah digarami dalam wadah tertutup atau dibungkus dengan kain lembab. Letakkan di tempat yang sejuk dan teduh. Metode penggaraman sederhana ini dapat menjaga kesegaran ikan selama sekitar 24 jam. Sebelum dimasak, ikan perlu direndam dalam air selama beberapa jam untuk mengurangi kadar garamnya.
3. Pembungkusan dengan Kain Basah dan Cuka/Jeruk Nipis
Metode ini memanfaatkan sifat asam dari cuka atau jeruk nipis sebagai agen antibakteri, dikombinasikan dengan kelembaban dari kain basah untuk menjaga ikan tetap segar. Cuka dan jeruk nipis mengandung asam (asam asetat pada cuka, asam sitrat pada jeruk nipis) yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab pembusukan dan mengurangi bau amis pada ikan. Kain basah membantu menjaga kelembaban ikan agar tidak cepat kering, namun perlu diperhatikan agar tidak terlalu basah yang justru memicu pembusukan.
Untuk melakukan metode ini, bersihkan ikan secara menyeluruh dari sisik, insang, dan isi perut. Cuci bersih dan keringkan permukaannya. Siapkan kain bersih yang mudah menyerap air (hindari kain sintetis seperti polyester) dan basahi kain tersebut dengan cuka atau perasan jeruk nipis. Cuka terbukti efektif mengurangi bau amis dan menghambat pembusukan.
Bungkus ikan dengan rapat menggunakan kain basah yang sudah dibasahi cuka/jeruk nipis tersebut. Simpan ikan yang sudah dibungkus di tempat yang sejuk dan teduh. Lakukan langkah pembasahan kain dengan cuka/jeruk nipis beberapa kali jika kain mulai mengering. Metode ini dapat menjaga kesegaran ikan selama kurang lebih 24 jam, atau hingga 48 jam dalam kondisi optimal.
4. Pengeringan Angin/Sinar Matahari (Parsial)
Pengeringan adalah metode pengawetan tertua yang mengurangi kadar air dalam ikan, sehingga menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Untuk penyimpanan 1-2 hari, pengeringan dapat dilakukan secara parsial. Prinsip kerjanya adalah menghilangkan sebagian besar kadar air dari ikan, yang merupakan faktor utama pertumbuhan bakteri dan jamur. Dengan mengurangi kadar air, proses pembusukan dapat diperlambat secara signifikan.
Langkah-langkahnya dimulai dengan membersihkan ikan dari sisik, insang, dan isi perut. Cuci bersih dan tiriskan. Untuk hasil yang lebih baik, ikan dapat dilumuri garam terlebih dahulu (penggaraman kering) untuk membantu menarik air dan memberikan perlindungan tambahan. Setelah itu, letakkan ikan di atas rak atau anyaman bambu di bawah sinar matahari langsung atau di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik (angin). Pastikan ikan tidak saling menumpuk agar pengeringan merata.
Balik ikan secara berkala untuk memastikan pengeringan merata. Untuk penyimpanan 1-2 hari, ikan tidak perlu sampai benar-benar kering seperti ikan asin, cukup sampai permukaannya mengering dan terasa lebih padat. Pengeringan parsial dapat memperpanjang kesegaran ikan selama 1-2 hari, terutama jika dikombinasikan dengan penggaraman. Ikan yang dikeringkan hingga benar-benar kering dapat bertahan berminggu-minggu hingga bertahun-tahun.
5. Pengasapan Dingin (Singkat)
Pengasapan adalah metode tradisional yang mengawetkan ikan dengan memanfaatkan senyawa kimia dari asap kayu, yang memiliki sifat antibakteri dan antioksidan. Pengasapan dingin dengan durasi singkat dapat membantu memperpanjang umur simpan ikan. Asap mengandung senyawa fenol dan formaldehida yang bersifat antiseptik, menghambat pertumbuhan bakteri, dan memberikan aroma khas. Proses pengasapan juga mengurangi kadar air pada permukaan ikan, yang turut berkontribusi pada pengawetan.
Untuk memulai, bersihkan ikan dari kotoran, insang, dan sisik. Bumbui ikan dengan garam, bawang putih, dan kunyit. Sembari menunggu, siapkan wadah tahan api dan buat api dengan bahan bakar organik seperti kayu atau serabut kelapa. Pastikan api menghasilkan asap, bukan bara api yang terlalu panas. Letakkan ikan di atas bara api, namun tidak terlalu dekat, agar hanya terkena asapnya. Untuk pengasapan dingin, suhu dijaga sekitar 40-50°C. Proses ini bisa dilakukan selama beberapa jam hingga ikan mulai mengering dan menyerap aroma asap.
Ikan yang diasap dengan metode dingin dapat bertahan lebih lama, bahkan hingga 2-3 minggu pada suhu dingin atau 3-4 bulan pada suhu ruang jika dikemas dengan baik dan jauh dari sinar matahari langsung. Untuk kebutuhan 1-2 hari, pengasapan singkat sudah cukup untuk memberikan efek pengawetan awal dan memberikan cita rasa khas pada ikan.
6. Marinasi dengan Bumbu Rempah Kuat
Marinasi ikan dengan bumbu rempah yang kuat tidak hanya menambah cita rasa, tetapi juga dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri berkat sifat antimikroba dari beberapa rempah. Banyak rempah-rempah seperti bawang putih, kunyit, jahe, dan garam memiliki sifat antibakteri alami. Asam dari jeruk nipis atau cuka yang sering ditambahkan dalam marinasi juga berperan sebagai pengawet. Kombinasi ini dapat memperlambat proses pembusukan.
Langkah pertama adalah membersihkan ikan secara menyeluruh dari sisik, insang, dan isi perut. Cuci bersih dan keringkan. Pembersihan ini penting untuk mengurangi pertumbuhan mikroorganisme. Selanjutnya, lumuri ikan dengan bumbu marinasi yang kuat seperti campuran bawang putih halus, kunyit, jahe, ketumbar, garam, dan sedikit perasan jeruk nipis atau cuka. Pastikan seluruh permukaan ikan terlumuri bumbu secara merata.
Simpan ikan yang sudah dimarinasi dalam wadah tertutup. Letakkan di tempat yang paling sejuk dan gelap di rumah, jauh dari sinar matahari langsung. Ikan yang sudah dimarinasi dengan bumbu kuat dapat bertahan 1-2 hari di suhu ruang yang sejuk, terutama jika bumbu merata dan wadah tertutup rapat. Marinasi juga membantu menyerap bumbu lebih dalam ke daging ikan dan meningkatkan cita rasa saat dimasak nanti.
7. Pembersihan Menyeluruh dan Penyimpanan di Tempat Sejuk & Gelap
Meskipun bukan metode pengawetan aktif, pembersihan ikan yang cepat dan menyeluruh, diikuti dengan penyimpanan di lingkungan yang tepat, adalah langkah fundamental yang dapat memperpanjang kesegaran ikan selama 1-2 hari. Ikan adalah bahan pangan yang cepat mengalami pembusukan karena kadar air tinggi dan aktivitas bakteri yang cepat berkembang. Kotoran, sisik, insang, dan isi perut adalah sumber utama bakteri yang mempercepat pembusukan. Membersihkan ikan segera mengurangi beban bakteri awal.
Pilih ikan yang benar-benar segar dengan ciri-ciri mata bening, insang merah cerah, kulit mengilap, daging kenyal, dan bau seperti laut yang ringan. Segera bersihkan ikan dari sisik, insang, dan isi perut setelah dibeli. Cuci bersih di bawah air mengalir dan keringkan permukaannya dengan tisu atau kain bersih. Buang isi perut, sisik, dan insangnya karena kotoran sisa ini bisa jadi sumber utama bau tak sedap.
Bungkus ikan dengan rapat menggunakan plastik pembungkus atau wadah kedap udara untuk menghindari kontaminasi dan mengunci aroma. Letakkan ikan yang sudah dibersihkan dan dibungkus di area paling sejuk dan gelap di rumah, seperti di dalam lemari dapur yang tidak terkena sinar matahari langsung. Hindari area yang rentan terhadap fluktuasi suhu. Dengan pembersihan yang baik dan penyimpanan di tempat yang sejuk, ikan dapat bertahan segar selama beberapa jam hingga 1 hari. Ini adalah dasar untuk semua metode pengawetan lainnya.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Mengapa ikan cepat busuk tanpa kulkas?
Jawaban: Ikan cepat busuk tanpa kulkas karena memiliki kadar air tinggi dan aktivitas bakteri yang cepat berkembang, terutama pada bagian insang dan isi perut yang menjadi sumber utama mikroorganisme penyebab pembusukan.
2. Metode apa yang paling efektif untuk menyimpan ikan tanpa kulkas agar tahan 1-2 hari?
Jawaban: Penyimpanan dengan es batu adalah salah satu metode paling efektif, di mana ikan dapat bertahan sekitar 1-3 hari jika suhu dipertahankan di bawah 4°C. Metode penggaraman sederhana juga efektif untuk menjaga kesegaran hingga 24 jam.
3. Apakah garam dapat membantu mengawetkan ikan tanpa kulkas?
Jawaban: Ya, garam adalah pengawet alami yang sangat efektif. Garam bekerja sebagai agen dehidrasi yang menarik kelembaban dari sel-sel ikan dan bakteri, sehingga menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab pembusukan.
4. Bagaimana cara memilih ikan segar yang baik untuk disimpan tanpa kulkas?
Jawaban: Pilih ikan dengan ciri-ciri mata bening, insang berwarna merah cerah, kulit mengilap, permukaan daging kenyal saat ditekan, dan bau seperti laut yang ringan atau tidak menyengat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476914/original/062753400_1768803122-tips_ternak_ikan_nila__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479122/original/031799500_1768969304-teras_rumah_penuh_dengan_lumut_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501741/original/018482500_1770954839-unnamed__20_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510386/original/056051100_1771827221-Menambal_Panci_Bolong_dengan_Pasta_Gigi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510260/original/034248300_1771824015-Tempat_Tidur_Multifungsi_dengan_Laci_Penyimpanan_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399654/original/024759900_1761986069-unnamed_-_2025-11-01T153047.261.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466583/original/088057600_1767848985-kulkas_stailess.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3453887/original/059861500_1620644690-Photo_1_-_Inspirasi_Warna_Idul_Fitri_dari_Dulux_yang_Berikan_Ketenangan_Hati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509150/original/021878200_1771658832-WhatsApp_Image_2026-02-21_at_14.12.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5007237/original/075205400_1731658154-cara-menghilangkan-bau-bangkai-tikus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443901/original/078602300_1765764990-Tikus_berkeliaran_di_sampah_dapur__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508739/original/032699400_1771591675-Kandang_Burung_di_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216745/original/005505100_1526533221-_2__776314-bagian-dapur-yang-jorok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505002/original/062992800_1771317781-desain_kebun_sayur_gang_sempit__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500598/original/060036200_1770871666-ilustrasi_tandon_air__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493186/original/056821500_1770196927-Rak_Bertingkat_untuk_Simpan_Wadah_Makanan_di_Dapur_Sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5222470/original/049368400_1747396063-id-11134207-7rbke-m6f5pkcsms2v3e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501745/original/014373900_1770954841-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472800/original/077444100_1768376283-Lemari_Gantung_Melayang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507059/original/099938800_1771482380-4ecc2106-4248-48f3-9cff-1293b05419e0.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397519/original/027419100_1761810681-Galvanis_dan_Stainless.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)
