7 Cara Menghemat Air saat Mencuci Beras Tanpa Mengurangi Kebersihan

1 week ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Mencuci beras merupakan rutinitas yang tak terpisahkan dari persiapan makanan di banyak rumah tangga. Namun, seringkali proses ini tanpa disadari menghabiskan banyak air. Di tengah isu keberlanjutan dan pentingnya konservasi sumber daya, menghemat air saat mencuci beras menjadi langkah kecil namun berdampak besar. 

Praktik mencuci beras yang tepat tidak hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga memastikan nasi yang dihasilkan pulen dan lezat. Banyak yang beranggapan bahwa beras harus dicuci hingga airnya benar-benar bening, padahal kebiasaan ini justru dapat menghilangkan nutrisi penting.

Lantas bagaimana saja cara menghemat air saat mencuci beras tanpa mengurangi kebersihan? Melansir dari berbagai sumber, Senin (16/2/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Mencuci Beras dalam Wadah Tertutup atau Mangkuk

Salah satu cara paling signifikan untuk menghemat air adalah dengan menghindari mencuci beras di bawah air keran yang mengalir terus-menerus. Metode ini cenderung membuang banyak air secara percuma. Sebagai gantinya, gunakan mangkuk atau wadah rice cooker untuk menampung beras.

Prosesnya cukup sederhana: masukkan beras ke dalam wadah, lalu tuangkan air keran secukupnya hingga beras terendam. Aduk perlahan dengan tangan untuk melonggarkan kotoran dan pati yang menempel pada butiran beras. Cara ini memungkinkan Anda mengontrol jumlah air yang digunakan dan mencegah pemborosan yang tidak perlu.

Setelah beras terendam dan diaduk, buang air bilasan pertama yang biasanya keruh. Ulangi proses ini beberapa kali sesuai kebutuhan. Pendekatan ini jauh lebih efisien dibandingkan membiarkan air mengalir tanpa henti, sehingga secara signifikan mengurangi konsumsi air di dapur Anda.

2. Batasi Jumlah Bilasan (2-3 Kali Cukup)

Banyak orang memiliki kebiasaan mencuci beras hingga air bilasannya benar-benar jernih. Namun, kebiasaan ini sebenarnya tidak perlu dan bahkan dapat merugikan. Mencuci beras terlalu banyak dapat menghilangkan nutrisi penting seperti vitamin B yang terkandung dalam lapisan luar beras, serta membuang-buang air.

Cukup cuci beras sebanyak 2-3 kali dengan air mengalir sambil diaduk lembut. Buang air cucian yang keruh, dan berhenti saat air sudah tidak terlalu kotor, bukan sampai benar-benar jernih. Air bilasan pertama biasanya sangat keruh karena mengandung debu, kotoran, dan sisa penggilingan beras, serta kadar arsenik yang lebih tinggi, sehingga sebaiknya dibuang.

Namun, bilasan kedua dan ketiga sudah cukup untuk membersihkan beras dari kotoran tanpa menghilangkan terlalu banyak nutrisi atau membuang air berlebihan. Air yang terlalu jernih justru menjadi indikasi bahwa banyak vitamin penting sudah terbuang.

3. Gunakan Volume Air Secukupnya untuk Merendam

Saat mencuci beras, penting untuk menuangkan air secukupnya saja. Tuangkan air hingga seluruh butiran beras terendam sepenuhnya dan Anda dapat mengaduknya dengan mudah. Tidak perlu mengisi wadah hingga penuh, karena menggunakan air berlebihan hanya akan menambah jumlah air yang terbuang sia-sia.

Perbandingan air dan beras sebanyak 3:1 sering direkomendasikan untuk merendam. Pastikan air yang digunakan adalah air bersih, baik air mengalir dari keran maupun air matang. Air yang tidak bersih dapat memengaruhi rasa nasi dan berpotensi membawa kuman yang tidak diinginkan. Dengan demikian, penggunaan air yang efisien tidak hanya menghemat sumber daya, tetapi juga menjaga kualitas dan keamanan nasi yang Anda masak.

4. Aduk Beras dengan Lembut

Teknik pengadukan saat mencuci beras juga memegang peranan penting dalam penghematan air dan menjaga kualitas nasi. Hindari gerakan mengaduk yang terlalu keras dan kasar. Menggosok beras terlalu kuat dapat memecah butiran beras, yang pada akhirnya bisa membuat nasi menjadi terlalu lengket setelah dimasak.

Selain itu, butiran beras yang pecah mungkin memerlukan bilasan tambahan untuk menghilangkan pati berlebih, yang berarti lebih banyak air terbuang. Sebagai gantinya, bersihkan beras dengan gerakan memutar yang lembut menggunakan jari-jari tangan.

Pengadukan lembut sudah cukup efektif untuk melepaskan kotoran dan pati yang menempel pada permukaan beras tanpa merusak teksturnya. Teknik ini memastikan beras tetap utuh, mengurangi kebutuhan bilasan berulang, dan pada akhirnya menghemat penggunaan air.

5. Manfaatkan Air Bilasan Pertama untuk Keperluan Lain

Air bilasan beras, terutama bilasan pertama yang keruh, seringkali dianggap sebagai limbah rumah tangga. Padahal, cairan ini menyimpan potensi luar biasa yang sayang untuk dilewatkan. Air cucian beras kaya akan nutrisi seperti vitamin B, mineral, dan karbohidrat.

Daripada langsung membuangnya ke saluran pembuangan, air ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lain di rumah. Salah satu pemanfaatan yang paling umum adalah untuk menyiram tanaman, karena dapat berfungsi sebagai pupuk organik cair yang menyuburkan.

Selain itu, air cucian beras juga dapat digunakan sebagai cairan pembersih alami untuk perabotan rumah tangga, terutama pada peralatan berbahan logam atau kaca, karena sifat abrasifnya membantu mengangkat noda membandel. Pemanfaatan ini tidak hanya menghemat air, tetapi juga mengurangi penggunaan produk kimia rumah tangga.

6. Pilih Beras Berkualitas Baik

Pemilihan beras juga dapat memengaruhi seberapa banyak air yang Anda butuhkan untuk mencucinya. Beras dengan kualitas yang lebih baik umumnya sudah melalui proses pembersihan yang lebih cermat di pabrik. Ini berarti beras tersebut cenderung lebih bersih sejak awal dan memerlukan bilasan yang lebih sedikit.

Beberapa jenis beras putih bahkan sudah dicuci bersih sebelum diberi tambahan lapisan serbuk vitamin dan nutrisi. Mencucinya terlalu banyak hanya akan menghilangkan nutrisi penting yang sudah ditambahkan ke sana.

Dengan memilih beras yang lebih bersih dan berkualitas baik, Anda dapat mengurangi jumlah bilasan yang diperlukan, sehingga secara tidak langsung menghemat penggunaan air. Hal ini juga membantu menjaga kandungan nutrisi beras tetap optimal untuk konsumsi.

7. Gunakan Saringan Beras yang Tepat

Menggunakan saringan yang tepat adalah langkah penting lainnya dalam menghemat air saat mencuci beras. Saringan khusus beras dengan lubang-lubang mini atau saringan biasa yang rapat sangat direkomendasikan saat membuang air bilasan. Saringan ini dirancang untuk mencegah butiran beras ikut terbuang bersama air.

Jika butiran beras tumpah bersama air bilasan, Anda mungkin perlu mengulang proses pencucian atau mengambil beras yang tumpah, yang pada akhirnya akan membuang lebih banyak air. Saringan yang efektif memastikan efisiensi proses pencucian dan mencegah pemborosan air akibat kecerobohan.

Selain itu, saringan yang baik juga membantu memastikan tidak ada kotoran besar yang tertinggal di dalam beras. Dengan demikian, penggunaan saringan yang tepat tidak hanya menghemat air, tetapi juga menjaga kebersihan dan kualitas beras secara keseluruhan.

Pertanyaan & Jawaban

1. Mengapa tidak boleh mencuci beras sampai airnya bening?

Jawaban: Mencuci beras hingga airnya bening dapat menghilangkan nutrisi penting seperti vitamin B yang terkandung dalam lapisan luar beras, serta membuang air secara berlebihan.

2. Berapa kali idealnya mencuci beras untuk menghemat air?

Jawaban: Idealnya, cukup cuci beras sebanyak 2-3 kali. Air bilasan pertama yang keruh sebaiknya dibuang, namun bilasan selanjutnya sudah cukup untuk membersihkan tanpa menghilangkan nutrisi berlebihan.

3. Apa manfaat air bilasan beras pertama?

Jawaban: Air bilasan beras pertama kaya akan nutrisi seperti vitamin B, mineral, dan karbohidrat. Cairan ini dapat dimanfaatkan untuk menyiram tanaman sebagai pupuk organik atau sebagai cairan pembersih alami untuk perabotan rumah tangga.

4. Bagaimana cara menghemat air saat mencuci beras tanpa mengurangi kebersihan?

Jawaban: Anda dapat menghemat air dengan mencuci beras dalam wadah tertutup, membatasi bilasan 2-3 kali, menggunakan air secukupnya, mengaduk lembut, memanfaatkan air bilasan, memilih beras berkualitas, dan menggunakan saringan yang tepat.

5. Apakah mencuci beras terlalu keras dapat merusak nasi?

Jawaban: Ya, menggosok beras terlalu keras dapat memecah butiran beras, yang bisa membuat nasi menjadi terlalu lengket dan mungkin memerlukan bilasan tambahan, sehingga membuang lebih banyak air.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |