Liputan6.com, Jakarta - Eceng gondok (Eichhornia crassipes) seringkali dipandang sebagai gulma invasif karena laju pertumbuhannya yang sangat cepat, namun tanaman air ini memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan secara positif di kolam ikan. Dengan pengelolaan yang tepat, eceng gondok dapat berkontribusi pada kesehatan ekosistem kolam dan mendukung budidaya ikan. Pemanfaatan ini memerlukan strategi khusus agar pertumbuhannya tidak mengganggu, melainkan memberikan keuntungan bagi lingkungan air.
Pengelolaan eceng gondok yang benar tidak hanya mencegahnya menutupi seluruh permukaan kolam dan menghambat sirkulasi oksigen, tetapi juga memaksimalkan fungsinya sebagai penjernih air dan penyedia naungan. Dengan memahami teknik-teknik ini, kita dapat mengubah persepsi eceng gondok dari sekadar gulma menjadi aset berharga bagi kolam ikan.
Lantas bagaimana saja cara menanam enceng gondok di kolam ikan agar tidak mengganggu? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (4/2), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Memahami Manfaat Eceng Gondok sebagai Biofilter Alami
Eceng gondok berperan penting sebagai biofilter alami yang sangat efektif dalam menjaga kualitas air kolam ikan. Tanaman ini memiliki kemampuan luar biasa untuk menyaring dan menjernihkan air dengan menyerap berbagai zat pencemar yang berbahaya bagi ikan. Akar serabutnya yang panjang dan rimbun bertindak seperti spons, menyerap amonia, nitrit, dan fosfat yang berasal dari sisa pakan ikan dan kotoran.
Kemampuan eceng gondok dalam menyerap polutan tidak hanya terbatas pada zat-zat tersebut, melainkan juga mampu menyerap logam berat dan zat kimia dari air kolam. Dengan demikian, kualitas air kolam menjadi lebih bersih dan sehat, yang sangat krusial untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan, terutama pada jenis ikan budidaya seperti lele, nila, dan koi.
Selain itu, eceng gondok juga membantu menekan pertumbuhan alga yang berlebihan di kolam. Tanaman ini bersaing dengan alga untuk mendapatkan nutrisi di dalam air, sehingga mengurangi ketersediaan nutrisi yang dibutuhkan alga untuk berkembang biak. Pemanfaatan eceng gondok sebagai biofilter adalah pendekatan ramah lingkungan untuk mempertahankan kualitas air stabil dalam sistem budidaya ikan.
2. Pembatasan Luasan Penutupan Permukaan Kolam
Salah satu aspek krusial dalam mengelola eceng gondok di kolam ikan adalah membatasi luasan penutupannya di permukaan air. Pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkontrol dapat menutupi seluruh permukaan kolam, menghambat penetrasi cahaya matahari ke dalam air, dan secara signifikan mengurangi suplai oksigen yang dibutuhkan ikan di dasar kolam.
Idealnya, tanaman air seperti eceng gondok disarankan untuk menutupi sekitar 20-30% hingga 40-60% dari total permukaan kolam. Pembatasan ini memastikan bahwa ikan tetap mendapatkan cukup cahaya matahari dan oksigen yang esensial untuk kelangsungan hidupnya.
Kontrol luasan permukaan juga penting untuk mencegah penurunan kualitas air akibat pembusukan biomassa eceng gondok yang terlalu padat. Jika dibiarkan, eceng gondok dapat memblokir aliran air dan menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, pemantauan dan pengendalian luasan secara berkala menjadi kunci keberhasilan pemanfaatan eceng gondok.
3. Penempatan dan Pengendalian Fisik
Untuk menanam eceng gondok agar tidak menyebar secara tidak terkendali di seluruh kolam, langkah pertama adalah penempatan bibit secara strategis. Cukup letakkan bibit eceng gondok di atas permukaan air kolam, dan tanaman ini akan menyebar seiring waktu.
Namun, untuk mengontrol penyebarannya secara lebih efektif, pembatas fisik sangat dianjurkan. Anda dapat menggunakan pot tanpa lubang drainase atau membuat area khusus di kolam yang dibatasi dengan jaring atau bambu. Pembatas ini akan menjaga eceng gondok tetap berada di satu lokasi yang diinginkan, mencegahnya menutupi seluruh permukaan kolam.
Selain pembatas, pemangkasan akar yang terlalu panjang juga merupakan metode pengendalian fisik yang efektif. Akar eceng gondok dapat tumbuh hingga 45 cm, dan jika mencapai dasar kolam berlumpur, pertumbuhannya bisa lebih cepat. Pemangkasan rutin membantu mengendalikan ukuran dan penyebaran tanaman, memastikan manfaatnya tetap optimal tanpa mengganggu ekosistem.
4. Pemanfaatan sebagai Penyedia Naungan dan Tempat Berlindung
Eceng gondok menyediakan naungan alami yang sangat dibutuhkan ikan dari teriknya sinar matahari langsung. Daunnya yang lebar dan mengapung di permukaan air membantu menjaga suhu air kolam tetap stabil, terutama saat cuaca panas ekstrem. Suhu air yang stabil sangat penting untuk mencegah ikan stres atau mudah sakit.
Selain sebagai peneduh, akar serabut eceng gondok yang rimbun juga berfungsi sebagai tempat berlindung yang ideal bagi ikan. Ikan-ikan kecil, termasuk burayak, dapat bersembunyi di antara akar-akar ini dari predator. Akar yang lembut juga cocok dijadikan substrat alami untuk menempelnya telur ikan hias, seperti koi dan cupang, serta memberikan perlindungan pada larva pasca menetas.
Beberapa jenis ikan herbivora bahkan dapat menjadikan daun muda eceng gondok sebagai pakan tambahan alami. Dengan demikian, eceng gondok tidak hanya mempercantik tampilan kolam, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi penghuninya.
5. Pengelolaan Nutrisi untuk Mengontrol Pertumbuhan
Pertumbuhan eceng gondok yang sangat cepat seringkali menjadi indikator tingginya kadar nutrisi di dalam air kolam, seperti nitrat dan fosfat. Nutrisi berlebihan ini umumnya berasal dari sisa pakan ikan yang tidak termakan dan kotoran ikan yang mengendap.
Dengan mengelola pemberian pakan ikan secara efektif dan tidak berlebihan, Anda dapat secara signifikan mengurangi jumlah nutrisi di dalam air. Sisa pakan yang tidak termakan akan membusuk dan memicu pertumbuhan bakteri, yang pada gilirannya dapat membuat air keruh dan beracun bagi ikan.
Kontrol nutrisi ini secara tidak langsung membantu mengendalikan laju pertumbuhan eceng gondok. Ketika kadar nutrisi berkurang, eceng gondok tidak akan tumbuh secepat dan sepadat jika nutrisi melimpah. Pendekatan ini merupakan strategi penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem kolam dan mencegah eceng gondok menjadi gulma yang merusak.
6. Pemangkasan dan Pemanenan Rutin
Mengingat laju pertumbuhan eceng gondok yang sangat tinggi, yang dapat berlipat ganda dalam 7-10 hari, pemangkasan dan pemanenan rutin adalah langkah esensial. Tindakan ini diperlukan untuk mencegah eceng gondok menutupi seluruh permukaan kolam dan berubah menjadi gulma yang mengganggu.
Pemotongan atau pemangkasan eceng gondok secara manual dapat membantu mengurangi kepadatannya di permukaan air. Daun eceng gondok yang menguning atau tampak mati harus segera dibuang agar tidak membusuk di dalam kolam, yang dapat mempengaruhi kualitas air dan memicu pertumbuhan bakteri.
Eceng gondok yang dipanen tidak perlu dibuang begitu saja; ia memiliki berbagai potensi pemanfaatan. Tanaman ini dapat diolah menjadi pakan ternak, kompos dengan unsur hara tinggi, atau bahkan bahan baku untuk kerajinan anyaman. Pemanenan rutin tidak hanya mengendalikan pertumbuhan, tetapi juga menciptakan nilai tambah dari biomassa eceng gondok.
7. Integrasi dengan Sistem Kolam Terpadu (Aquaponik)
Pemanfaatan eceng gondok dalam sistem kolam terpadu, seperti aquaponik, merupakan cara yang sangat efektif untuk mengendalikan pertumbuhannya sekaligus memaksimalkan manfaatnya. Aquaponik adalah teknik yang mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman secara bersamaan dalam satu sistem yang saling terkait.
Dalam sistem ini, eceng gondok tidak hanya dikendalikan, tetapi juga dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan kualitas air bagi tanaman lain yang dibudidayakan. Limbah dari ikan, yang kaya nutrisi, diserap oleh eceng gondok dan tanaman lain, sehingga air kembali bersih untuk ikan.
Integrasi ini menciptakan ekosistem yang lebih seimbang di mana limbah ikan menjadi nutrisi bagi tanaman, dan tanaman membantu membersihkan air untuk ikan. Metode ini sering digunakan di kolam buatan yang dikendalikan secara intensif, menawarkan solusi berkelanjutan untuk pengelolaan eceng gondok dan produksi pangan.
Pertanyaan & Jawaban
1. Apa manfaat utama eceng gondok di kolam ikan?
Jawaban: Eceng gondok berfungsi sebagai biofilter alami yang menyaring air dengan menyerap zat pencemar seperti amonia, nitrit, fosfat, dan logam berat, sehingga menjaga kualitas air tetap bersih dan sehat untuk ikan.
2. Berapa persen luasan permukaan kolam yang ideal ditutupi eceng gondok?
Jawaban: Idealnya, tanaman air seperti eceng gondok menutupi sekitar 20-30% hingga 40-60% dari permukaan kolam untuk memastikan ikan mendapatkan cukup cahaya matahari dan oksigen.
3. Bagaimana cara mengendalikan pertumbuhan eceng gondok agar tidak mengganggu?
Jawaban: Pengendalian dapat dilakukan dengan pembatasan fisik menggunakan pot atau jaring, pemangkasan akar dan daun yang menguning secara rutin, serta pengelolaan nutrisi di air kolam agar tidak berlebihan.
4. Apa saja pemanfaatan eceng gondok yang sudah dipanen?
Jawaban: Eceng gondok yang dipanen dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, bahan baku kompos karena kandungan hara tingginya, atau diolah menjadi bahan kerajinan anyaman.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476914/original/062753400_1768803122-tips_ternak_ikan_nila__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479122/original/031799500_1768969304-teras_rumah_penuh_dengan_lumut_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501741/original/018482500_1770954839-unnamed__20_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510386/original/056051100_1771827221-Menambal_Panci_Bolong_dengan_Pasta_Gigi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510260/original/034248300_1771824015-Tempat_Tidur_Multifungsi_dengan_Laci_Penyimpanan_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399654/original/024759900_1761986069-unnamed_-_2025-11-01T153047.261.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466583/original/088057600_1767848985-kulkas_stailess.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3453887/original/059861500_1620644690-Photo_1_-_Inspirasi_Warna_Idul_Fitri_dari_Dulux_yang_Berikan_Ketenangan_Hati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509150/original/021878200_1771658832-WhatsApp_Image_2026-02-21_at_14.12.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5007237/original/075205400_1731658154-cara-menghilangkan-bau-bangkai-tikus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443901/original/078602300_1765764990-Tikus_berkeliaran_di_sampah_dapur__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508739/original/032699400_1771591675-Kandang_Burung_di_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216745/original/005505100_1526533221-_2__776314-bagian-dapur-yang-jorok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505002/original/062992800_1771317781-desain_kebun_sayur_gang_sempit__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500598/original/060036200_1770871666-ilustrasi_tandon_air__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493186/original/056821500_1770196927-Rak_Bertingkat_untuk_Simpan_Wadah_Makanan_di_Dapur_Sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5222470/original/049368400_1747396063-id-11134207-7rbke-m6f5pkcsms2v3e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501745/original/014373900_1770954841-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472800/original/077444100_1768376283-Lemari_Gantung_Melayang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507059/original/099938800_1771482380-4ecc2106-4248-48f3-9cff-1293b05419e0.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397519/original/027419100_1761810681-Galvanis_dan_Stainless.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)
