7 Cara Budidaya Anggrek Bulan dari Biji hingga Berbunga untuk Pemula, Ini Tahapannya

1 week ago 16

Liputan6.com, Jakarta - Anggrek Bulan (Phalaenopsis) merupakan salah satu tanaman hias yang paling populer dan digemari karena keindahan bunganya yang memukau. Banyak pemula tertarik untuk membudidayakan anggrek ini, namun seringkali bingung harus memulai dari mana. Budidaya anggrek bulan secara langsung dari biji sangat kompleks dan membutuhkan kondisi steril laboratorium serta keahlian khusus, sehingga tidak disarankan bagi pemula.

Biji anggrek tidak memiliki cadangan makanan (endosperma) dan memerlukan simbiosis dengan jamur mikoriza atau media kultur in vitro yang steril dan bernutrisi lengkap untuk berkecambah. Oleh karena itu, bagi Anda yang baru memulai, langkah terbaik adalah memulai budidaya dari bibit 'botolan' (seedlings in flasks) atau bibit muda yang sudah dikeluarkan dari botol.

Memulai dari bibit botolan menawarkan tingkat keberhasilan yang jauh lebih tinggi dan proses yang lebih mudah dibandingkan menanam langsung dari biji. Lantas bagaimana cara budidaya anggrek bulan dari biji hingga berbunga untuk pemula? Bagaimana tahapannya? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (10/2/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Pemahaman Awal dan Persiapan Lingkungan

Sebelum memulai petualangan budidaya Anggrek Bulan, penting untuk memahami bahwa menanam dari biji secara langsung bukanlah pilihan praktis bagi pemula. Biji anggrek sangat kecil dan tidak memiliki cadangan makanan, sehingga perkecambahan membutuhkan bantuan jamur mikoriza atau media kultur in vitro yang steril dan kaya nutrisi.

Untuk pemula, disarankan untuk memulai dengan bibit 'botolan' yang sudah melewati fase perkecambahan awal dalam kondisi steril. Bibit ini lebih mudah diadaptasikan dan memiliki peluang hidup yang lebih besar. Setelah mendapatkan bibit, persiapan lingkungan menjadi kunci. Anggrek bulan membutuhkan tempat yang teduh namun terang, tidak terkena sinar matahari langsung yang dapat membakar daunnya.

Sirkulasi udara yang baik juga esensial untuk mencegah penyakit, terutama di lingkungan dengan kelembaban tinggi. Pastikan area budidaya memiliki kelembaban yang stabil, idealnya antara 70-80% untuk pertumbuhan optimal.

2. Deflasking (Mengeluarkan Bibit dari Botol)

Tahap deflasking merupakan langkah krusial jika Anda memulai budidaya dari bibit botolan. Bibit anggrek di dalam botol tumbuh dalam media steril dan kaya nutrisi, sehingga proses pengeluarannya harus dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menghindari kerusakan dan kontaminasi. Bibit anggrek di dalam botol yang berusia sekitar 7-8 bulan disebut 'sedling'.

Langkah pertama adalah mensterilkan semua alat yang akan digunakan, seperti pinset dan gunting kecil, dengan alkohol atau api. Kemudian, buka botol dengan hati-hati. Jika media di dalamnya keras, Anda bisa menambahkan sedikit air steril, kocok perlahan, lalu tuangkan bibit beserta media ke dalam wadah bersih.

Setelah keluar, bersihkan sisa-sisa media kultur yang menempel pada akar bibit dengan air bersih mengalir bersuhu ruangan. Lakukan dengan sangat lembut agar akar yang rapuh tidak rusak. Terakhir, rendam bibit dalam larutan fungisida ringan selama 10-15 menit untuk mencegah infeksi jamur, karena bibit baru saja keluar dari lingkungan steril.

3. Penanaman Awal (Initial Potting)

Setelah proses deflasking dan perlakuan fungisida, bibit Anggrek Bulan siap untuk ditanam di media tanam awal. Pemilihan pot dan media tanam yang tepat sangat menentukan kelangsungan hidup bibit. Gunakan pot kecil berdiameter sekitar 5-7 cm yang memiliki banyak lubang drainase. Pot plastik transparan sering direkomendasikan karena memudahkan pemantauan kondisi akar dan kelembaban media.

Media tanam untuk bibit anggrek harus memiliki drainase dan aerasi yang sangat baik. Campuran cacahan pakis, arang, dan sedikit moss spaghnum adalah pilihan yang umum dan efektif. Media lain yang cocok termasuk sabut kelapa, kulit pinus, batu apung, dan pecahan bata merah, yang semuanya harus disterilkan sebelum digunakan untuk menghindari kontaminasi.

Saat menanam, isi dasar pot dengan sedikit media tanam, lalu letakkan bibit anggrek di tengah pot dan pastikan akarnya tersebar dengan baik. Tambahkan media tanam di sekitar akar hingga bibit tertanam kokoh, namun jangan terlalu padat. Penting untuk memastikan pangkal batang (crown) tidak tertutup media untuk mencegah busuk batang. Setelah penanaman, tempatkan pot di area dengan kelembaban tinggi dan cahaya tidak langsung yang terang. Hindari penyiraman langsung selama 1-2 hari pertama untuk memberi kesempatan akar beradaptasi.

4. Penyiraman dan Kelembaban Optimal

Penyiraman yang tepat adalah salah satu faktor kunci dalam budidaya Anggrek Bulan. Anggrek bulan tidak menyukai media yang terlalu basah atau terlalu kering, sehingga keseimbangan menjadi sangat penting. Siram anggrek bulan ketika media tanam mulai terasa kering, yang umumnya berarti 2-3 kali seminggu, tergantung pada kondisi lingkungan seperti suhu dan kelembaban.

Siram hingga air mengalir keluar dari lubang drainase pot. Pastikan tidak ada air yang menggenang di bagian pangkal batang (crown) karena hal ini dapat menyebabkan busuk batang yang fatal. Jika ada genangan air, segera keringkan dengan tisu. Kualitas air juga perlu diperhatikan; gunakan air bersih, sebaiknya air hujan atau air sumur yang tidak mengandung klorin tinggi.

Anggrek bulan menyukai kelembaban tinggi, idealnya antara 60-80%. Anda dapat meningkatkan kelembaban dengan menyemprotkan kabut air di sekitar tanaman, terutama saat cuaca panas dan kering, namun hindari menyemprot langsung pada bunga yang sedang mekar. Cara lain adalah dengan menempatkan pot di atas nampan berisi kerikil dan air, pastikan dasar pot tidak menyentuh air untuk menciptakan mikroklimat yang lebih lembab di sekitar tanaman.

5. Pemupukan Teratur untuk Pertumbuhan Optimal

Pemupukan yang teratur dan seimbang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan vegetatif dan merangsang pembungaan Anggrek Bulan. Ada tiga jenis pupuk utama yang perlu Anda perhatikan. Pertama, gunakan pupuk NPK dengan rasio seimbang (misalnya 20-20-20) untuk pertumbuhan umum.

Kedua, saat anggrek dalam fase pertumbuhan vegetatif, yaitu saat membentuk daun dan akar baru, berikan pupuk dengan kandungan nitrogen (N) lebih tinggi (misalnya 30-10-10). Ketiga, untuk merangsang pembungaan, beralihlah ke pupuk dengan kandungan fosfor (P) dan kalium (K) yang lebih tinggi (misalnya 10-30-20 atau 6-30-30).

Pupuklah anggrek setiap 1-2 minggu sekali, namun selalu gunakan konsentrasi yang lebih rendah dari rekomendasi pada kemasan, misalnya 1/4 atau 1/2 dosis, untuk menghindari 'burning' pada akar. Lebih baik memupuk sedikit tapi sering daripada banyak tapi jarang. Setiap bulan sekali, siram anggrek dengan air bersih saja untuk membilas akumulasi garam mineral dari pupuk yang dapat merusak akar.

6. Pencahayaan dan Suhu Ideal

Pencahayaan dan suhu adalah dua faktor lingkungan yang sangat krusial untuk pertumbuhan dan pembungaan Anggrek Bulan. Anggrek bulan membutuhkan cahaya terang tetapi tidak langsung; sinar matahari langsung dapat menyebabkan daun terbakar dan rusak. Tempatkan tanaman di lokasi yang mendapatkan cahaya tidak langsung yang cukup, seperti di dekat jendela menghadap timur atau di bawah naungan paranet 60-70%.

Idealnya, anggrek bulan mendapatkan 10-14 jam cahaya setiap hari. Perhatikan warna daun; daun hijau tua pekat menandakan kurang cahaya, sementara daun kekuningan atau bercak putih seperti terbakar menunjukkan kelebihan cahaya. Daun yang sehat berwarna hijau segar cerah.

Untuk suhu, idealnya berkisar antara 20-30°C pada siang hari dan 18-24°C pada malam hari. Perbedaan suhu antara siang dan malam hari yang signifikan, sekitar 5-10°C, sangat penting untuk memicu pembentukan tangkai bunga dan merangsang pembungaan. Selain itu, pastikan ada sirkulasi udara yang baik di sekitar tanaman untuk mencegah penyakit jamur dan bakteri, terutama di lingkungan dengan kelembaban tinggi.

7. Perawatan Khusus untuk Pembungaan dan Pasca-Bunga

Setelah Anggrek Bulan mencapai kematangan, biasanya sekitar 2-3 tahun dari bibit botolan, Anda dapat mulai menerapkan perawatan khusus untuk merangsang pembungaannya. Memicu pembungaan dapat dilakukan dengan memastikan adanya perbedaan suhu yang cukup antara siang dan malam secara konsisten selama beberapa minggu. Selain itu, beralihlah ke pupuk dengan kandungan fosfor dan kalium yang tinggi, serta pastikan tanaman mendapatkan cahaya terang yang konsisten namun tidak langsung.

Selama periode pembungaan, tetap jaga kelembaban media, tetapi hindari menyiram langsung pada bunga untuk mencegah noda atau busuk. Kurangi frekuensi pemupukan atau gunakan konsentrasi pupuk yang lebih rendah. Jika tangkai bunga tumbuh panjang, berikan penyangga agar tidak patah.

Setelah bunga layu, ada beberapa pilihan perawatan pasca-pembungaan. Anda bisa memotong tangkai bunga di atas mata tunas kedua atau ketiga dari bawah untuk merangsang pertumbuhan tangkai bunga baru dari mata tunas tersebut. Alternatifnya, potong tangkai bunga hingga pangkal jika terlihat kering atau tidak sehat, yang akan mendorong tanaman fokus pada pertumbuhan daun dan akar baru sebelum berbunga lagi. Setelah pemotongan, Anda bisa menaburkan potongan tangkai dengan kayu manis atau mengoleskan obat merah untuk mencegah jamur atau bakteri.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Budidaya Anggrek Bulan

1. Mengapa pemula disarankan budidaya Anggrek Bulan dari bibit botolan, bukan dari biji?

Jawaban: Pemula disarankan memulai budidaya Anggrek Bulan dari bibit botolan karena biji anggrek tidak memiliki cadangan makanan dan memerlukan kondisi steril serta keahlian khusus di laboratorium untuk berkecambah, yang sangat kompleks.

2. Bagaimana cara mengeluarkan bibit Anggrek Bulan dari botol (deflasking) dengan benar?

Jawaban: Deflasking dilakukan dengan mensterilkan alat, mengeluarkan bibit dan media dari botol, membersihkan sisa media dari akar dengan air bersih, lalu merendam bibit dalam larutan fungisida ringan selama 10-15 menit untuk mencegah infeksi.

3. Media tanam seperti apa yang ideal untuk Anggrek Bulan?

Jawaban: Media tanam ideal untuk Anggrek Bulan harus memiliki drainase dan aerasi yang sangat baik, seperti campuran cacahan pakis, arang, sedikit moss spaghnum, sabut kelapa, kulit pinus, batu apung, atau pecahan bata merah, yang semuanya harus steril.

4. Bagaimana cara memicu pembungaan pada Anggrek Bulan?

Jawaban: Pembungaan Anggrek Bulan dapat dipicu dengan memastikan perbedaan suhu yang cukup antara siang dan malam (sekitar 5-10°C), memberikan pupuk dengan kandungan fosfor dan kalium tinggi, serta menyediakan cahaya terang yang konsisten namun tidak langsung.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |