Liputan6.com, Jakarta - Mengolah jeroan seperti babat, paru, atau usus seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang. Bau amis yang kuat dan tekstur yang kurang bersih kerap menjadi kendala utama yang membuat hidangan jeroan kurang maksimal. Namun, dengan trik membersihkan jeroan yang tepat, Anda bisa mengubah bahan makanan ini menjadi sajian yang lezat dan menggugah selera, bebas dari bau tak sedap yang mengganggu.
Kunci utama dalam menyajikan jeroan yang sempurna terletak pada proses pembersihannya yang cermat dan menyeluruh. Banyak yang beranggapan bahwa membersihkan jeroan hanya sebatas mencuci biasa, padahal ada beberapa langkah spesifik yang perlu diperhatikan untuk menghilangkan lendir, kotoran, serta bau amis secara efektif. Proses ini tidak hanya memastikan jeroan lebih higienis, tetapi juga mempengaruhi cita rasa akhir masakan.
Lantas apa saja trik membersihkan jeroan agar tidak bau dan tetap lezat saat dimasak? Melansir dari berbagai sumber, Senin (16/2/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Cuci Bersih dengan Air Mengalir
Langkah pertama yang fundamental dalam trik membersihkan jeroan agar tidak bau adalah mencucinya secara intensif di bawah air mengalir. Proses ini krusial untuk menyingkirkan lendir, darah, dan berbagai kotoran yang mungkin menempel pada permukaan jeroan. Air mengalir memiliki keunggulan dibandingkan perendaman dalam wadah, karena secara konstan membawa pergi partikel kotoran dan mencegahnya menempel kembali pada jeroan yang sedang dibersihkan.
Penting untuk memastikan setiap bagian jeroan terkena aliran air secara merata. Gosok perlahan permukaan jeroan sambil dibilas untuk membantu melunturkan kotoran yang membandel. Metode ini sangat efektif dalam mengurangi sumber bau amis sejak tahap awal pembersihan.
Hindari mencuci jeroan dalam baskom berisi air statis, sebab kotoran dan bakteri yang terlepas justru dapat menyebar kembali ke seluruh bagian jeroan. Dengan menggunakan air mengalir, kehigienisan jeroan akan lebih terjamin, menjadi fondasi penting untuk menghasilkan hidangan yang tidak bau dan tetap lezat.
2. Gunakan Perasan Jeruk Nipis atau Lemon
Setelah proses pencucian awal, lumuri jeroan dengan perasan jeruk nipis atau lemon. Kandungan asam sitrat dalam jeruk ini sangat efektif untuk menetralisir bau amis yang kuat, yang seringkali menjadi masalah utama dalam mengolah jeroan. Selain itu, asam juga membantu meluruhkan sisa-sisa lendir yang mungkin masih menempel erat pada permukaan jeroan.
Untuk hasil maksimal, diamkan jeroan yang sudah dilumuri perasan jeruk selama kurang lebih 15 hingga 30 menit. Proses perendaman singkat ini memberikan waktu bagi asam untuk bekerja secara optimal dalam menghilangkan bau dan membersihkan permukaan.
Setelah didiamkan, bilas kembali jeroan di bawah air mengalir hingga benar-benar bersih dan tidak ada lagi sisa perasan jeruk. Langkah ini tidak hanya menghilangkan bau amis, tetapi juga membantu membunuh bakteri yang mungkin ada, menjadikan jeroan lebih higienis dan siap untuk diolah menjadi hidangan lezat.
3. Rendam dengan Air Kapur Sirih
Khusus untuk jenis jeroan tertentu, seperti babat yang memiliki lapisan hitam dan bau yang lebih pekat, perendaman dengan larutan air kapur sirih bisa menjadi solusi yang sangat efektif. Kapur sirih memiliki sifat yang membantu melarutkan kotoran membandel dan bau tak sedap yang sulit dihilangkan dengan metode lain.
Cara penggunaannya cukup mudah, larutkan sekitar 10 gram kapur sirih ke dalam 1 liter air bersih. Kemudian, rendam jeroan dalam larutan ini selama beberapa menit, idealnya antara 20 hingga 35 menit. Perendaman ini akan membantu melunturkan lapisan hitam pada babat dan mengurangi bau khasnya.
Setelah proses perendaman selesai, sangat penting untuk membilas jeroan secara menyeluruh di bawah air mengalir. Pastikan tidak ada sisa kapur sirih yang tertinggal, karena dapat mempengaruhi rasa masakan. Dengan metode ini, jeroan akan menjadi lebih bersih dan bebas bau, siap untuk diolah.
4. Gosok dengan Tepung Kanji atau Terigu
Salah satu trik membersihkan jeroan agar tidak bau dan lendir adalah dengan menggosoknya menggunakan tepung kanji atau tepung terigu. Metode ini terbukti ampuh dalam mengangkat lendir dan bau yang menempel pada permukaan jeroan sebelum dicuci bersih.
Tepung memiliki sifat menyerap yang sangat baik, sehingga mampu menarik kotoran dan lendir dari pori-pori jeroan. Cukup lumuri jeroan dengan tepung kanji atau terigu, lalu gosok-gosok secara perlahan namun merata ke seluruh permukaannya.
Setelah digosok dengan tepung, bilas jeroan hingga bersih di bawah air mengalir. Anda akan melihat lendir dan kotoran terangkat bersamaan dengan bilasan air. Teknik ini merupakan cara alami dan efektif untuk memastikan jeroan benar-benar bersih dari lendir dan bau tak sedap.
5. Gosok dengan Garam Kasar
Garam kasar juga merupakan bahan dapur sederhana yang sangat efektif dalam trik membersihkan jeroan, terutama untuk bagian yang berlendir. Tekstur kasar dari garam berfungsi sebagai agen penggosok alami yang dapat membantu mengangkat lendir dan kotoran membandel.
Ambil segenggam garam kasar, lalu gosokkan secara merata ke seluruh permukaan jeroan, fokuskan pada area yang terasa paling berlendir. Lakukan penggosokan dengan sedikit tekanan agar kotoran dapat terangkat maksimal.
Setelah proses penggosokan, bilas jeroan hingga benar-benar bersih di bawah air mengalir. Pastikan tidak ada sisa garam yang tertinggal. Metode ini tidak hanya membersihkan lendir, tetapi juga membantu mengurangi bau amis pada jeroan, menjadikannya lebih siap untuk dimasak.
6. Rebus dengan Rempah-rempah
Proses perebusan jeroan merupakan tahap penting yang dapat dimaksimalkan untuk menghilangkan bau tak sedap. Salah satu trik membersihkan jeroan yang paling populer adalah dengan menambahkan berbagai rempah-rempah beraroma kuat ke dalam air rebusan.
Rempah-rempah seperti jahe, lengkuas, daun salam, serai, cengkeh, atau kayu manis memiliki kemampuan alami untuk menutupi dan menetralisir bau amis jeroan. Aroma kuat dari rempah-rempah ini akan meresap ke dalam jeroan, menggantikan bau yang tidak diinginkan dengan aroma yang lebih harum dan sedap.
Penggunaan rempah-rempah ini tidak hanya berfungsi sebagai penghilang bau, tetapi juga memberikan sentuhan rasa yang lebih kaya pada jeroan. Dengan demikian, jeroan tidak hanya bersih dari bau, tetapi juga memiliki cita rasa yang lebih lezat saat dihidangkan.
7. Rebus Berulang Kali dan Buang Air Rebusan Pertama
Untuk memastikan jeroan benar-benar bersih dan bebas bau, teknik merebus berulang kali adalah langkah yang sangat dianjurkan. Metode ini melibatkan perebusan jeroan sebanyak dua hingga tiga kali, dengan mengganti air setiap kali perebusan.
Air rebusan pertama biasanya akan terlihat sangat kotor, berbusa, dan memiliki bau amis yang paling kuat. Oleh karena itu, setelah perebusan pertama selama sekitar 5-10 menit, air tersebut wajib dibuang. Ini adalah kunci untuk membuang sebagian besar kotoran dan bau yang terperangkap dalam jeroan.
Setelah membuang air rebusan pertama, ganti dengan air bersih yang baru dan lakukan perebusan kedua, bahkan ketiga jika diperlukan. Setiap kali air diganti, semakin banyak kotoran dan bau yang akan terbuang, meninggalkan jeroan yang lebih bersih dan siap untuk diolah lebih lanjut tanpa khawatir bau amis.
8. Buang Buih atau Kotoran yang Muncul Selama Perebusan
Selama proses perebusan jeroan, Anda akan melihat buih putih atau gumpalan kotoran yang mengapung di permukaan air. Ini adalah sisa-sisa kotoran dan protein yang terkoagulasi dari jeroan, dan sangat penting untuk membuangnya.
Buih dan kotoran yang muncul ini merupakan indikasi bahwa proses pembersihan sedang berlangsung. Jika tidak dibuang, buih ini dapat kembali menempel pada jeroan dan menyebabkan bau amis tetap ada. Gunakan sendok berlubang atau saringan kecil untuk menyaring dan membuang buih tersebut secara berkala.
Membuang buih secara konsisten selama perebusan akan membantu membersihkan jeroan secara maksimal. Ini adalah detail kecil namun krusial yang memastikan jeroan Anda tidak hanya empuk, tetapi juga benar-benar bebas dari bau tak sedap dan lebih higienis.
9. Potong dan Buang Lemak Berlebih
Lemak yang berlebihan pada jeroan seringkali menjadi salah satu penyebab utama bau yang tidak sedap. Oleh karena itu, salah satu trik membersihkan jeroan yang efektif adalah dengan memotong dan membuang bagian lemak berlebih sebelum memulai proses pembersihan atau perebusan.
Mengurangi lemak tidak hanya membantu menghilangkan sumber bau amis, tetapi juga membuat jeroan menjadi lebih sehat dan tidak terlalu berminyak saat dimasak. Gunakan pisau tajam untuk memisahkan lapisan lemak yang tebal dari daging jeroan.
Langkah ini sebaiknya dilakukan di awal, sebelum jeroan dicuci atau direbus. Dengan membuang lemak berlebih, Anda tidak hanya memperbaiki profil rasa dan aroma jeroan, tetapi juga membuatnya lebih mudah untuk dibersihkan secara menyeluruh.
10. Jangan Masukkan Jeroan saat Air Sudah Mendidih
Untuk mendapatkan tekstur jeroan yang empuk dan tidak alot, ada teknik perebusan yang perlu diperhatikan. Hindari memasukkan jeroan ke dalam air yang sudah mendidih, karena hal ini justru dapat membuat tekstur jeroan menjadi keras atau alot.
Sebaliknya, triknya adalah memulai proses perebusan dengan memasukkan jeroan ke dalam air dingin. Setelah jeroan masuk, barulah panaskan air hingga mendidih. Metode ini memungkinkan jeroan untuk secara bertahap menyesuaikan diri dengan suhu, sehingga serat-seratnya tidak langsung mengkerut.
Memasukkan jeroan ke dalam air dingin dan memanaskannya secara perlahan hingga mendidih akan membantu menjaga keutuhan teksturnya. Dengan demikian, jeroan yang Anda masak akan menghasilkan tekstur yang empuk dan lezat, bukan alot dan sulit dikunyah, sekaligus menjaga cita rasa asli jeroan.
Pertanyaan & Jawaban
1. Mengapa penting membersihkan jeroan dengan benar sebelum dimasak?
Jawaban: Membersihkan jeroan dengan benar sangat penting untuk menghilangkan lendir, darah, kotoran, dan bau amis yang kuat, sehingga menghasilkan hidangan yang higienis, lezat, dan tidak mengganggu selera.
2. Bahan alami apa saja yang efektif menghilangkan bau amis pada jeroan?
Jawaban: Beberapa bahan alami yang efektif adalah perasan jeruk nipis atau lemon untuk menetralisir bau, air kapur sirih untuk babat, serta gosokan tepung kanji/terigu dan garam kasar untuk mengangkat lendir dan bau.
3. Bagaimana cara merebus jeroan agar tidak alot dan tetap empuk?
Jawaban: Untuk jeroan yang empuk, masukkan jeroan ke dalam air dingin terlebih dahulu, lalu panaskan hingga mendidih. Hindari memasukkan jeroan langsung ke air mendidih karena dapat membuatnya alot.
4. Apakah kapur sirih aman digunakan untuk membersihkan jeroan?
Jawaban: Ya, kapur sirih aman digunakan untuk membersihkan jeroan, terutama babat, asalkan dilarutkan dengan takaran yang tepat (sekitar 10 gram dalam 1 liter air) dan dibilas hingga bersih sempurna setelah perendaman.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549233/original/030944900_1775610919-Potong_Daun_dan_Ranting_yang_Rusak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518561/original/062496000_1772512184-melon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459390/original/030288100_1767160807-teras_kebun_pot_gantung_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556734/original/059334600_1776301591-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482977/original/074055700_1769311752-Mangosteen_fruit_on_the_tree.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478912/original/070816200_1768960225-sepatuu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519330/original/072421700_1772546934-IMG-20260303-WA0014_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555604/original/093057600_1776167944-Kandang_Baterai_Bertingkat_____Hemat_Lahan__Kapasitas_Besar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550950/original/022476300_1775712848-Alamanda__Allamanda_cathartica_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556933/original/006271400_1776312096-Contoh_Rumah_Tumbuh_di_Desa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548950/original/079762800_1775557037-LG_InstaView_Door_in_Door_GC_Q247CSBV__Premium_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3623965/original/002411600_1636099377-laura-chouette-YpoczNsZYts-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477918/original/004984000_1768885470-Gemini_Generated_Image_enx31yenx31yenx3.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556878/original/095480600_1776310388-desain_edible_garden_outdoor_yang_tahan_panas_dan_hujan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556767/original/080104300_1776305403-ide_kebun_sayur_di_balai_desa_untuk_kebutuhan_warga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521683/original/098936100_1772697358-Gemini_Generated_Image_4m1ee14m1ee14m1e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550405/original/049421600_1775692284-unnamed__85_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542587/original/068266800_1774947132-Gemini_Generated_Image_lqa1h8lqa1h8lqa1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491717/original/039654900_1770104755-ChatGPT_Image_3_Feb_2026__14.45.07.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551101/original/011637500_1775718005-Gemini_Generated_Image_j9j7vpj9j7vpj9j7.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2758723/original/074430400_1553243544-FBI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3372963/original/045630500_1612924679-bitcoin-3089728_640.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3913228/original/031127900_1643028888-24_januari_2022-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3601860/original/065983700_1634177953-000_9PJ4CW.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453609/original/052113800_1766482712-Contoh_Tanaman_Aromatik_di_Dapur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133405/original/8100_1739534500-DALL__E_2025-02-14_19.00.12_-_A_digital_illustration_featuring_various_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___and_meme_coi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454470/original/088238500_1766560631-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441991/original/026174300_1765523690-Bersihkan_Emas_Perhiasan_di_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445595/original/069448000_1765859955-rambut_ala_korea.jpg)