Liputan6.com, Jakarta - Memiliki wajan baru di dapur tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para penggemar kuliner. Namun, seringkali harapan untuk langsung memasak dengan mulus terganjal masalah klasik: wajan lengket. Fenomena ini tidak hanya menjengkelkan, tetapi juga bisa merusak hidangan pertama Anda. Padahal, ada cara khusus yang bisa dilakukan untuk memastikan wajan baru Anda berfungsi optimal sejak penggunaan perdana.
Mengapa wajan baru bisa lengket? Kebanyakan wajan, terutama yang berbahan baja karbon atau besi cor, dilapisi dengan pelindung dari pabrik untuk mencegah karat selama proses penyimpanan dan pengiriman. Lapisan inilah yang perlu dihilangkan dan diganti dengan lapisan anti lengket alami melalui proses persiapan yang tepat. Tanpa persiapan yang benar, residu pabrik atau permukaan yang belum 'terkondisikan' akan membuat makanan mudah menempel, mengurangi efektivitas wajan Anda.
Untuk menghindari kekecewaan tersebut, penting untuk memahami langkah-langkah krusial dalam mempersiapkan wajan baru Anda. Lantas apa saja tips memakai wajan baru agar tidak lengket sejak pemakaian pertama? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (25/2/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Mencuci Wajan dengan Air Hangat dan Sabun Ringan
Sebelum wajan baru Anda digunakan untuk memasak, langkah pertama yang sangat penting adalah membersihkannya secara menyeluruh. Wajan baru, terutama yang terbuat dari baja karbon atau besi cor, seringkali dilapisi dengan lapisan pelindung dari pabrik. Lapisan ini bertujuan untuk mencegah karat selama penyimpanan dan pengiriman produk.
Lapisan pelindung ini, yang kadang disebut juga sebagai "lapisan pabrik" atau "lapisan pelindung", harus dihilangkan sepenuhnya sebelum wajan siap digunakan. Jika lapisan ini tidak dibersihkan, residu produksi, debu, atau minyak pelindung yang menempel dapat menyebabkan makanan lengket saat dimasak. Oleh karena itu, pencucian awal ini merupakan fondasi penting untuk performa anti lengket wajan Anda.
Untuk membersihkannya, gunakan air hangat, sedikit sabun cuci piring ringan, dan spons non-abrasif. Gosok seluruh permukaan wajan, baik bagian dalam maupun luar, hingga bersih. Pastikan tidak ada sisa-sisa lapisan atau kotoran yang tertinggal agar wajan siap untuk tahap persiapan selanjutnya.
2. Mengeringkan Wajan dengan Sempurna
Setelah proses pencucian, mengeringkan wajan secara sempurna adalah langkah krusial berikutnya untuk mencegah karat dan mempersiapkan permukaannya untuk proses seasoning. Kelembaban adalah musuh utama bagi wajan besi cor atau baja karbon yang belum di-seasoning dengan baik, karena dapat memicu terbentuknya karat.
Gunakan handuk bersih atau lap dapur untuk mengeringkan wajan secara menyeluruh, memastikan tidak ada tetesan air yang tersisa. Namun, pengeringan dengan handuk saja seringkali tidak cukup untuk menghilangkan semua kelembaban yang mungkin tersembunyi di pori-pori logam. Sisa kelembaban sekecil apapun dapat menjadi pemicu karat yang merusak permukaan wajan.
Untuk memastikan tidak ada sisa kelembaban sama sekali, panaskan wajan di atas api kecil hingga sedang selama beberapa menit. Lakukan ini sampai semua air menguap dan permukaan wajan benar-benar kering. Langkah ini sangat penting, terutama untuk wajan berbahan besi cor atau baja karbon yang sangat rentan terhadap korosi jika terpapar kelembaban dalam waktu lama.
3. Melakukan Proses Seasoning (Pengolesan Minyak)
Seasoning adalah proses fundamental yang menciptakan lapisan anti lengket alami pada wajan, khususnya untuk jenis besi cor dan baja karbon. Proses ini melibatkan pemanasan minyak pada suhu tinggi hingga minyak tersebut berpolimerisasi dan membentuk lapisan tipis yang terikat kuat pada permukaan logam. Lapisan polimerisasi inilah yang akan menjadi penghalang antara makanan dan logam wajan, mencegah lengket.
Caranya, oleskan lapisan tipis minyak nabati ke seluruh permukaan wajan, baik bagian dalam maupun luar. Minyak seperti minyak biji rami, minyak kanola, atau minyak sayur sangat direkomendasikan untuk proses ini. Pastikan untuk mengoleskan minyak secara merata dan tipis, lalu seka kelebihan minyak dengan handuk kertas bersih. Pengolesan yang terlalu tebal justru bisa membuat wajan lengket dan berasap berlebihan.
Setelah diolesi minyak, panaskan wajan di atas kompor dengan api sedang hingga tinggi atau di dalam oven pada suhu sekitar 200-260°C selama 30-60 menit. Biarkan hingga minyak berasap dan permukaannya menjadi gelap serta sedikit lengket saat disentuh. Setelah proses pemanasan, biarkan wajan mendingin sepenuhnya sebelum digunakan atau mengulangi proses seasoning untuk lapisan yang lebih kuat.
4. Memanaskan Wajan dengan Benar Sebelum Memasak
Memanaskan wajan dengan benar sebelum menambahkan bahan makanan adalah kunci utama untuk mencegah lengket. Banyak masalah lengket terjadi karena wajan tidak dipanaskan secara memadai sebelum digunakan. Panaskan wajan kosong di atas api sedang hingga tinggi selama beberapa menit sampai wajan benar-benar panas.
Anda dapat menguji panasnya wajan dengan meneteskan sedikit air ke permukaannya. Jika air membentuk butiran dan menari-nari di permukaan sebelum menguap, itu menandakan wajan sudah cukup panas dan siap untuk digunakan. Jika air langsung menguap tanpa membentuk butiran, wajan belum mencapai suhu optimal.
Setelah wajan panas, barulah tambahkan minyak atau lemak masak. Biarkan minyak juga ikut panas sebelum memasukkan bahan makanan. Minyak yang sudah panas akan menciptakan penghalang termal dan fisik antara makanan dan permukaan wajan, secara signifikan mengurangi kemungkinan makanan menempel dan lengket.
5. Menggunakan Api Sedang
Meskipun penting untuk memanaskan wajan dengan baik, memasak dengan api yang terlalu tinggi justru dapat menyebabkan makanan gosong dan lengket. Untuk sebagian besar masakan, api sedang adalah pengaturan yang ideal untuk wajan baru, terutama wajan besi cor atau baja karbon. Ini karena wajan jenis ini memiliki kemampuan retensi panas yang sangat baik, sehingga api sedang sudah cukup untuk mempertahankan suhu memasak yang konsisten.
Penggunaan api yang terlalu tinggi tidak hanya berisiko membakar makanan, tetapi juga dapat merusak lapisan seasoning yang baru terbentuk. Lapisan seasoning yang terbakar akan kehilangan sifat anti lengketnya, bahkan bisa terkelupas. Hal ini akan memaksa Anda untuk mengulang proses seasoning dari awal, yang tentu memakan waktu dan tenaga.
Memasak dengan api sedang membantu makanan matang secara merata tanpa menempel, serta menjaga integritas lapisan seasoning wajan Anda. Ini adalah praktik terbaik untuk memastikan wajan tetap anti lengket dan tahan lama.
6. Menghindari Makanan Asam atau Lengket di Awal
Saat pertama kali menggunakan wajan yang baru di-seasoning, sangat disarankan untuk menghindari memasak makanan yang sangat asam atau sangat lengket. Makanan asam, seperti tomat, cuka, atau jus lemon, dapat mengikis lapisan seasoning pada wajan besi cor atau baja karbon yang belum sepenuhnya matang. Lapisan seasoning membutuhkan waktu dan beberapa kali penggunaan untuk menjadi kuat dan tahan lama.
Demikian pula, makanan yang cenderung sangat lengket, seperti telur atau ikan yang rapuh, sebaiknya dihindari pada beberapa penggunaan pertama. Permukaan wajan yang baru di-seasoning masih dalam tahap "pematangan" dan belum memiliki ketahanan anti lengket sekuat wajan yang sudah sering digunakan dan dirawat dengan baik. Memasak makanan lengket terlalu dini dapat menyebabkan makanan menempel dan merusak lapisan awal.
Mulailah dengan memasak makanan yang membutuhkan sedikit minyak dan tidak terlalu lengket, seperti sayuran tumis atau daging yang sudah dimarinasi. Ini akan membantu membangun dan memperkuat lapisan seasoning secara bertahap, sehingga wajan Anda akan semakin anti lengket seiring waktu.
7. Membersihkan Wajan dengan Benar Setelah Digunakan
Pembersihan yang tepat setelah setiap penggunaan sangat penting untuk menjaga lapisan seasoning dan mencegah wajan lengket. Setelah selesai memasak, biarkan wajan sedikit mendingin, lalu bersihkan dengan air hangat dan sikat atau spons non-abrasif. Hindari merendam wajan dalam air terlalu lama, karena dapat memicu karat, terutama pada wajan besi cor.
Jika ada sisa makanan yang menempel dan sulit dihilangkan, Anda bisa menggunakan sedikit garam kasar sebagai abrasif alami untuk menggosoknya. Garam kasar cukup efektif mengangkat sisa makanan tanpa merusak lapisan seasoning. Setelah bersih, pastikan untuk mengeringkan wajan sepenuhnya. Anda bisa memanaskannya sebentar di atas api kecil atau mengeringkannya dengan handuk bersih.
Sebagai langkah terakhir, oleskan lapisan tipis minyak masak ke seluruh permukaan wajan sebelum disimpan. Ini akan membantu melindungi lapisan seasoning dari oksidasi dan menjaga permukaannya tetap siap untuk penggunaan berikutnya. Perawatan rutin ini adalah kunci untuk wajan yang awet dan selalu anti lengket.
8. Menghindari Sabun Keras dan Sikat Kawat
Penggunaan sabun cuci piring yang keras atau sikat kawat dapat menjadi penyebab utama kerusakan lapisan seasoning pada wajan besi cor atau baja karbon. Sabun cuci piring modern umumnya cukup ringan dan tidak akan merusak seasoning yang sudah matang, tetapi sabun yang sangat kuat atau pembersih abrasif harus dihindari. Bahan kimia keras dalam sabun dapat mengikis lapisan minyak yang telah terpolimerisasi.
Sikat kawat atau steel wool adalah alat pembersih yang sangat abrasif. Penggunaannya akan secara fisik mengikis lapisan seasoning, membuat wajan kembali rentan terhadap lengket dan karat. Tujuan utama dalam membersihkan wajan jenis ini adalah menghilangkan sisa makanan tanpa menghilangkan lapisan pelindung alami yang telah terbentuk dengan susah payah.
Sebagai gantinya, gunakan spons lembut, sikat nilon, atau pengikis plastik untuk menghilangkan sisa makanan yang membandel. Alat-alat ini cukup efektif membersihkan tanpa merusak permukaan wajan. Dengan menghindari sabun keras dan alat abrasif, Anda dapat memperpanjang umur lapisan seasoning wajan Anda.
9. Menyimpan Wajan dengan Benar
Penyimpanan yang tepat setelah wajan bersih dan kering adalah langkah penting lainnya untuk menjaga kondisi wajan dan lapisan seasoning-nya. Setelah wajan bersih, kering, dan telah diolesi sedikit minyak, simpan di tempat yang kering dan berventilasi baik. Hindari menyimpan wajan di tempat yang lembap, seperti di bawah wastafel atau di dekat area yang sering terkena uap air, karena dapat dengan mudah menyebabkan karat muncul.
Jika Anda memiliki beberapa wajan dan sering menumpuknya, ada baiknya untuk meletakkan handuk kertas atau kain di antara wajan. Ini akan mencegah goresan yang tidak diinginkan pada permukaan wajan dan melindungi lapisan seasoning dari kerusakan akibat gesekan. Goresan dapat menjadi titik awal bagi makanan untuk menempel atau karat untuk terbentuk.
Penyimpanan yang baik tidak hanya menjaga wajan tetap dalam kondisi prima, tetapi juga memastikan wajan siap digunakan kapan saja tanpa masalah lengket. Lingkungan penyimpanan yang kering dan perlindungan dari goresan akan membantu mempertahankan integritas lapisan anti lengket wajan Anda dalam jangka panjang.
10. Mengulangi Proses Seasoning Jika Diperlukan
Lapisan seasoning pada wajan besi cor atau baja karbon bukanlah sesuatu yang permanen dan dapat aus seiring waktu atau rusak karena penggunaan yang tidak tepat. Jika wajan Anda mulai lengket kembali, makanan mulai menempel, atau Anda melihat tanda-tanda karat, itu adalah indikasi yang jelas bahwa wajan perlu di-seasoning ulang. Jangan panik, ini adalah bagian normal dari perawatan wajan jenis ini.
Proses seasoning ulang pada dasarnya sama dengan proses seasoning awal. Pertama, cuci bersih wajan untuk menghilangkan sisa makanan atau karat. Kemudian, keringkan sepenuhnya, oleskan lapisan tipis minyak masak, dan panaskan hingga minyak berpolimerisasi. Mengulangi proses ini akan membangun kembali lapisan pelindung anti lengket.
Beberapa koki bahkan merekomendasikan untuk melakukan seasoning ringan setelah setiap beberapa kali penggunaan untuk menjaga lapisan anti lengket tetap optimal. Dengan perawatan yang konsisten dan kesediaan untuk mengulang proses seasoning saat diperlukan, wajan Anda akan semakin baik dan anti lengket seiring waktu, bahkan bisa bertahan hingga puluhan tahun.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Tips Memakai Wajan Baru agar Tidak Lengket
1. Mengapa wajan baru harus dicuci sebelum digunakan?
Jawaban: Wajan baru, terutama besi cor atau baja karbon, dilapisi pelindung pabrik untuk mencegah karat selama pengiriman. Lapisan ini harus dihilangkan agar tidak menyebabkan makanan lengket saat dimasak.
2. Apa itu proses seasoning pada wajan dan mengapa penting?
Jawaban: Seasoning adalah proses pengolesan dan pemanasan minyak pada wajan hingga berpolimerisasi, membentuk lapisan anti lengket alami. Ini penting untuk mencegah makanan menempel dan melindungi wajan dari karat.
3. Makanan apa yang sebaiknya dihindari saat pertama kali memakai wajan baru?
Jawaban: Sebaiknya hindari makanan yang sangat asam (seperti tomat atau cuka) dan makanan yang sangat lengket (seperti telur atau ikan rapuh) pada awal penggunaan, karena dapat merusak atau menempel pada lapisan seasoning yang belum matang sempurna.
4. Bagaimana cara membersihkan wajan baru agar tidak merusak lapisan anti lengket?
Jawaban: Bersihkan wajan dengan air hangat dan spons non-abrasif setelah sedikit mendingin. Hindari sabun keras dan sikat kawat. Keringkan sepenuhnya dan oleskan minyak tipis sebelum disimpan.
5. Kapan wajan perlu di-seasoning ulang?
Jawaban: Wajan perlu di-seasoning ulang jika mulai lengket kembali, makanan menempel, atau Anda melihat tanda-tanda karat. Proses ini sama dengan seasoning awal untuk membangun kembali lapisan pelindung.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511799/original/065476600_1771918153-Teras_Mungil_Nan_Sejuk_dengan_Bangku_Kayu_Panjang_dan_Taman_Vertikal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3404154/original/052849300_1616011409-Minyak_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515083/original/080816100_1772159680-Model_One_Set_untuk_Wanita_Bertubuh_Gemuk_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515112/original/044202400_1772161571-unnamed_-_2026-02-27T100502.583.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507854/original/065006100_1771556195-Strategi_jitu_basmi_tikus_di_plafon_tanpa_bongkar_atap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506166/original/081943800_1771408781-Hidroponik.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514359/original/060296800_1772087788-Pilih_Jenis_Kayu_Tahan_Rayap_untuk_Struktur_Utama.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514277/original/031267500_1772085971-Gulungan_Tisu_Toilet_Jadi_Pot_Gantung_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513098/original/002548000_1772002902-5f96b686-a1b8-4580-b043-04dd3404a756.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513916/original/084376800_1772076684-Eceng_Gondok.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5284531/original/013980200_1752640819-Depositphotos_268699902_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499928/original/094865400_1770800943-Partisi_Kayu_Kisi-kisi_Gaya_Japandi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498463/original/023272500_1770707304-unnamed__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484791/original/052303200_1769484950-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481462/original/033411500_1769134168-Teras_dengan_Kanopi_Baja_Ringan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5206469/original/037581300_1746166928-WhatsApp_Image_2025-05-02_at_1.16.53_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505963/original/077398700_1771400875-Gemini_Generated_Image_p9f6xip9f6xip9f6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500431/original/004676000_1770864867-9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426560/original/043269200_1764309703-ruang_tamu_luas_di_rumah_kecil_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512621/original/018482600_1771988873-Mengurangi_Suara_Tetangga_Masuk_ke_Jendela.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4612825/original/014284200_1697463859-still-life-with-scales-justice_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441236/original/092823500_1765460853-BRI00052.jpg)