Otoritas Keuangan New Hampshire Bakal Terbitkan Obligasi Didukung Bitcoin

1 day ago 6

Liputan6.com, Jakarta - The New Hampshire Business Finance Authority atau Otoritas Keuangan Bisnis New Hampshire akan menerbitkan surat utang atau obligasi yang didukung bitcoin (BTC) senilai USD 100 juta atau Rp 1,69 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.980). Surat utang itu telah mendapatkan peringkat Ba2 dari lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service.

Mengutip the block, obligasi itu yang diterbitkan melalui lembaga negara semi public akan dibentuk menjadi dua kelas dengan saldo awal USD 100 juta, meski saldo masing-masing kelas belum ditentukan, demikian disampaikan Moody’s dalam sebuah pernyataan.

Berdasarkan panduan lembaga Moody’s itu, peringkat Ba2 menunjukkan kewajiban tersebut dapat spekulatif dan berisiko besar.

Moody’s mengatakan, pihaknya mempertimbangkan semua risiko yang relevan terutama yang terkait dengan jaminan transaksi, struktur dan risiko operasional dari berbagai penyedia layanan.

Berdasarkan pernyataan itu, obligasi tersebut akan dijamin dengan pinjaman yang didukung oleh bitcoin. Meskipun obligasi diterbitkan melalui otoritas publik, obligasi tersebut distrukturkan sebagai kewajiban dengan jaminan terbatas yang berarti pembayaran hanya dapat dilakukan dari hasil penjualan jaminan bitcoin tanpa dana publik yang memenuhi syarat untuk pembayaran kembali.

BitGo akan bertindak sebagai kustodian dan menyimpan jaminan bitcoin dalam dompet terpisah. BitGo juga akan bertindak sebagai agen likuidasi yang bertanggung jawab untuk melikuidasi bitcoin untuk melalukan pembayaran bunga dan pokok.

Belum Diketahui Waktu Penerbitan Obligasi

Obligasi tersebut juga akan mengadopsi mekanisme pengamanan standar, dengan nilai pasar jaminan yang diuji secara berkala. Jika rasio pinjaman terhadap nilai atau loan-to-value (LTV) memburuk, akan memicu penebusan wajib obligasi. Moody’s mencatat cakupan jaminan awal ditetapkan pada 1,60x dengan pemicu LTV pada 1,40x, tingkat yang konsisten dengan target peringkat.

Belum jelas kapan obligasi akan diluncurkan secara resmi. The Block telah menghubungi Otoritas Keuangan Bisnis New Hampshire.

Penerbitan obligasi yang akan datang ini terjadi ketika entitas publik Amerika Serikat terus mengeksplorasi cara untuk mengadopsi kripto. Pada Senin, Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) mengusulkan aturan yang akan memungkinkan kripto dimasukkan dalam rencana program pensiun atau 401 (k) sebagai tanggapan terhadap perintah eksekutif Presiden AS Donald Trump.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Elon Musk Mengunggah Soal Bitcoin Pertama Kali dalam Beberapa Bulan

Sebelumnya, CEO Tesla Elon Musk tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan dunia kripto. Hal ini setelah ia mengunggah tentang bitcoin (BTC) di media sosial untuk pertama kali dalam beberapa bulan.

Di media sosial X dahulu bernama Twitter, Elon Musk membagikan gambar penari dengan logo bitcoin di latar belakang. Belum ada komentar yang menyertai unggahan itu. Demikian mengutip Yahoo Finance, Selasa (31/3/2026).

Namun, unggahan ini adalah yang pertama tentang bitcoin dari Elon Musk sekitar enam bulan dan dapat mengindikasikan ia tetap tertarik pada kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar ini.

Selama reli sebelumnya, Elon Musk sering menyebut BTC, terutama setelah perusahaannya Tesla mulai menerima pembayaran bitcoin.

Namun, unggahan media sosial Elon Musk telah melambat dalam beberapa bulan terakhir dan ia semakin jarang menyebut kripto.

Pada 2021, Elon Musk melancarkan kampanye di media sosial untuk mencoba menaikkan harga dogecoin (DOGE) menjadi USD 1, sebuah upaya yang akhirnya gagal.

Tesla, perusahaan kendaraan listrik yang dipimpin oleh Musk, saat ini memiliki 11.509 Bitcoin senilai USD 762 juta atau Rp 12,94 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.990) berdasarkan harga BTC saat ini.

Chairman Strategy, Michael Saylor salah satu pemilik BTC terbesar, me-retweet unggahan terbaru Musk dan membagikan pesan yang mengatakan, "Elon memahami Bitcoin."

BTC saat ini diperdagangkan pada harga USD 66.250 atau Rp 1,12 miliar.

Elon Musk Rekrut Desainer Kripto

Sebelumnya, platform media sosial milik Elon Musk, X, terus memperkuat ekspansi ke sektor keuangan dengan merekrut kepala desain baru yang memiliki pengalaman mendalam di industri kripto. Langkah ini menandai keseriusan X dalam mengembangkan layanan pembayaran digital di dalam platformnya.

Mengutip laman Coindesk.com, Sabtu (28/3/2026) Benji Taylor, sosok yang kini memimpin desain di X, mengumumkan penunjukannya dalam sebuah unggahan. Ia akan mengawasi pengembangan desain produk, termasuk yang berkaitan dengan integrasi X dengan xAI dan SpaceX.

Taylor bukan nama baru di dunia kripto. Ia merupakan pendiri Los Feliz Engineering, tim di balik dompet kripto self-custody Family. Perusahaan tersebut kemudian diakuisisi oleh Aave Labs pada 2023, di mana Taylor sempat menjabat sebagai chief product officer hingga Oktober 2025.

Setelah itu, ia melanjutkan karier sebagai kepala desain di Base, jaringan blockchain berbasis Ethereum yang dikembangkan oleh Coinbase. Pengalaman panjang ini membuat Taylor dinilai memiliki keahlian kuat dalam merancang produk berbasis kripto.

Pimpinan produk X, Nikita Bier, bahkan mengaku telah lama mengikuti karya Taylor dan mendorong perekrutannya. Ia menyebut salah satu produk Taylor sebagai desain terbaik yang pernah ia lihat.

X Money Makin Dekat Meluncur

Masuknya Taylor terjadi di saat X tengah bersiap meluncurkan layanan pembayaran bertajuk X Money. Layanan ini disebut akan hadir pada April dan menawarkan berbagai fitur seperti transaksi antar pengguna (peer-to-peer), setoran bank, kartu debit, hingga cashback di lebih dari 40 negara bagian di Amerika Serikat.

Selain itu, X Money juga sempat dikaitkan dengan rencana pemberian imbal hasil hingga 6% bagi pengguna. Meski demikian, hingga kini belum ada kejelasan apakah layanan tersebut akan mengadopsi teknologi blockchain atau melibatkan aset kripto secara langsung. Rekrutmen ini memperkuat sinyal X tengah membangun fondasi serius untuk menjadi pemain baru di sektor layanan keuangan digital.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |