Morgan Stanley Mengajukan Permohonan ETF Bitcoin Murah

8 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Morgan Stanley meluncurkan exchange traded fund (ETF) bitcoin (BTC) dengan biaya lebih rendah daripada pesaing utamanya.

Mengutip Yahoo Finance, Sabtu (28/3/2026), dalam pengajuan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (AS) atau the US Securities and Exchange Commission (SEC) pada Jumat, 27 Maret 2026 menetapkan biaya untuk ETF Bitcoin Spot yang akan datang hanya sebesar 14 basis poin atau 0,14%. Langkah ini dapat memicu perang harga baru di antara perusahaan keuangan terbesar di pasar.

ETF adalah instrumen yang mengumpulkan dana dari banyak investor untuk melacak kinerja aset seperti Bitcoin. ETF diperdagangkan di bursa saham tradisional seperti saham biasa.

ETF kripto secara khusus memungkinkan orang untuk berinvestasi di Bitcoin tanpa harus membeli dan menyimpan koin digital itu sendiri.

Mengurangi Biaya bagi Investor

ETF bitcoin baru ini akan menggunakan nama ticker MSBT. Dengan hanya mengenakan biaya 0,14%, Morgan Stanley menawarkan harga lebih rendah daripada opsi termurah yang tersedia saat ini.

Untuk mengelola dana baru ini, Morgan Stanley telah bermitra dengan pemimpin industri utama. Coinbase Inc akan bertindak sebagai pialang utama dan kustodian untuk kepemilikan bitcoin ETF, sementara BNY Mellon akan menangani fungsi kas dan administrasi dana itu.

Saat ini, Bitcoin Mini Trust ETF dari Grayscale memiliki biaya terendah yaitu 0,15%, sementara dana yang lebih besar seperti iShares Bitcoin Trust (IBIT) dari BlackRock mengenakan biaya 0,25%.

Meskipun persentase ini tampak kecil, namun dapat menggerakkan sejumlah besar uang. Karena sebagian besar ETF Bitcoin memberikan eksposur yang sama persis terhadap harga Bitcoin, investor dan penasihat biasanya memilih ETF dengan biaya tahunan terendah.

Penasihat keuangan dapat memindahkan uang klien mereka ke dana yang lebih murah hanya dengan satu transaksi untuk menghemat biaya.

ETF Bitcoin

Adapun Morgan Stanley memiliki keuntungan besar karena ukurannya. Wealth Management Morgan Stanley mengelola triliunan dolar AS untuk klien dan memiliki salah satu jaringan penasihat keuangan terbesar di dunia.

Bahkan jika para penasihat ini hanya memindahkan sebagian kecil uang klien mereka, hal itu dapat mengalihkan miliaran dolar AS dari pesaing dengan biaya lebih tinggi.

Peluncuran dana tersebut tampaknya akan segera terjadi. Beberapa hari yang lalu, Eric Balchunas, seorang analis senior di Bloomberg, melaporkan di X bahwa dana tersebut telah mendapatkan pencatatan di Bursa Efek New York (NYSE).

NYSE mengkonfirmasi telah mengeluarkan pemberitahuan pencatatan untuk MSBT, yang merupakan langkah penting sebelum perdagangan dimulai. Jika disetujui oleh SEC, ini akan menjadi ETF Bitcoin spot pertama yang diterbitkan langsung oleh bank besar AS.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

MARA Holdings Jual 15.133 Bitcoin, Nilainya Segini

Sebelumnya, MARA Holdings mengumumkan telah menjual 15.133 bitcoin (BTC) senilai USD 1,1 miliar atau Rp 18,61 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.920). Mara Holdings memakai dana hasil penjualan BTC untuk melunasi obligasi senior konvertibel yang jatuh tempo pada 2030 dan 2031.

Mengutip Yahoo Finance, Jumat, (27/3/2026), penjualan BTC yang dilakukan Mara Holdings itu terjadi pada 4 Maret dan 25 Maret, berdasarkan sebuah pernyataan.

Hal ini menyusul revisi kebijakan pada 3 Maret di mana MARA memperluas strategi manajemen aset digital untuk mengizinkan penjualan bitcoin yang dipegang dalam neraca keuangannya melampaui kebijakan sebelumnya yang membatasi penjualan hanya pada produksi yang baru ditambang.

Pada saat perubahan kebijakan itu, penambang bitcoin memegang 53.822 BTC dengan 28% dari total itu diaktifkan di bawah pengaturan pinjaman dan jamiinan.

Penghematan Tunai

MARA menyatakan telah menandatangani perjanjian pembelian kembali yang dinegosiasikan secara pribadi untuk membeli kembali pokok obligasi konvertibel 0,00% senilai $367,5 juta yang jatuh tempo pada 2030 seharga USD 322,9 juta dan pokok obligasi konvertibel 0,00% senilai USD 633,4 juta yang jatuh tempo pada tahun 2031 seharga USD 589,9 juta. Pembelian kembali tersebut diharapkan akan selesai pada 30 Maret dan 31 Maret.

Menurut pernyataan tersebut, transaksi tersebut menghasilkan penghematan tunai sebesar USD 88,1 juta sebelum biaya transaksi, yang mewakili diskon 9% dari nilai nominal. Setelah pembelian kembali, pokok obligasi 2030 senilai USD 632,5 juta dan pokok obligasi 2031 senilai USD 291,6 juta masih beredar.

"Transaksi ini meningkatkan fleksibilitas keuangan dan menambah pilihan strategis seiring kami berekspansi melampaui penambangan bitcoin murni ke energi digital dan infrastruktur AI/HPC," kata CEO MARA, Fred Thiel, dalam pernyataan tersebut.

MARA membukukan kerugian bersih sebesar USD 1,7 miliar pada kuartal keempat, berbalik dari laba bersih sebesar USD 528,3 juta pada tahun sebelumnya. Perusahaan mengatakan kerugian tersebut disebabkan oleh perubahan negatif sebesar USD 1,5 miliar pada nilai wajar aset digital karena harga bitcoin turun sekitar 30% pada kuartal tersebut. Pendapatan turun 6% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi USD 202,3 juta.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |