Laporan CertiK: Pencurian Kripto Naik 4 Kali Lipat di Januari

1 month ago 41

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan keamanan blockchain CertiK melaporkan lonjakan signifikan kasus pencurian aset kripto sepanjang Januari 2025. Dalam laporannya, CertiK mencatat total kerugian akibat pencurian kripto mencapai USD 370 juta, atau sekitar empat kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Lonjakan ini didorong oleh sejumlah insiden besar yang melibatkan bursa kripto terpusat (centralized exchange) serta protokol keuangan terdesentralisasi (decentralized finance atau DeFi). CertiK menilai situasi ini menjadi sinyal peringatan bagi industri kripto yang tengah berkembang pesat.

“Lonjakan pencurian kripto ini menegaskan perlunya peningkatan keamanan dompet digital dan penguatan sistem DeFi untuk melindungi investor serta menjaga stabilitas pasar,” tulis CertiK dalam laporannya, dikutip dari Coinmarketcap, Senin (2/2/2026).

Berdasarkan data CertiK, sebagian besar kerugian terjadi akibat kebocoran dompet digital (wallet breaches) dan serangan phishing. Metode ini masih menjadi senjata utama para pelaku kejahatan siber untuk menguras aset pengguna kripto.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meski adopsi aset kripto terus meluas, risiko keamanan masih menjadi tantangan serius yang harus dihadapi oleh pengguna, pengembang, hingga penyedia layanan kripto.

Kebocoran Dompet Digital

Tak hanya pada Januari, CertiK juga mengungkapkan besarnya skala kejahatan kripto sepanjang semester pertama 2025. Dalam laporan bertajuk Hack3d: Web3 Security Report, CertiK mencatat total aset kripto yang dicuri sepanjang Januari hingga Juni 2025 mencapai USD 2,47 miliar.

Angka tersebut berasal dari 344 insiden berbeda, dengan kebocoran dompet digital dan phishing kembali menjadi penyebab utama. Beberapa kasus besar melibatkan bursa kripto Bybit serta protokol DeFi Cetus Protocol.

CertiK juga mencatat bahwa jaringan Ethereum menjadi target paling banyak diserang. Serangkaian serangan berskala besar membuat Ethereum mencatat kerugian signifikan dibanding blockchain lainnya.

Akibat berbagai insiden tersebut, total kerugian bersih pada paruh pertama 2025 diperkirakan mencapai hampir US$2,29 miliar. Dana yang hilang berdampak luas, mulai dari investor ritel, institusi, hingga platform perdagangan kripto.

PR Industri Kripto

Lonjakan pencurian kripto ini berpotensi mendorong perubahan kebijakan, baik dari sisi regulator maupun pelaku industri. CertiK menilai belum adanya respons cepat dari para pemimpin industri bisa menjadi indikasi bahwa penanganan masalah ini memerlukan pendekatan jangka panjang.

“Kami mengamati lonjakan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya tahun ini, sehingga dibutuhkan perbaikan keamanan yang mendesak dan menyeluruh di seluruh ekosistem blockchain,” ujar perwakilan industri yang dikutip dalam laporan tersebut.

Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, tingkat pencurian kripto pada 2025 disebut jauh melampaui rekor lama. Pola serangan yang terjadi juga mengingatkan pada insiden besar di masa lalu, seperti peretasan protokol Euler.

CertiK menegaskan, meningkatnya aktivitas jahat ini menjadi pengingat bahwa keamanan masih menjadi pekerjaan rumah utama di industri kripto. Penguatan sistem, edukasi pengguna, serta kolaborasi lintas sektor dinilai krusial untuk menekan risiko ke depan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |