Kisah Bitcoin Bandar Narkoba yang Hilang, Polisi Berhasil Akses Wallet

11 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Irlandia dilaporkan berhasil mengakses salah satu dari 12 dompet kripto milik bandar narkoba yang telah divonis, Clifton Collins. Penemuan ini menjadi titik terang dalam kasus yang telah membingungkan penyidik sejak 2017.

Dikutip dari Cryptopotato, Selasa (31/3/2026), pada 24 Maret 2026, sebanyak 500 BTC—senilai sekitar USD 35 juta—dipindahkan ke platform Coinbase dalam satu transaksi on-chain. Pergerakan ini pertama kali terdeteksi oleh Arkham sebagai pemulihan aset kripto pertama dalam kasus tersebut.

Data blockchain menunjukkan dana tersebut berasal dari dompet yang diberi label “Clifton Collins: Lost Keys”. Transaksi terjadi pada pukul 12:51 waktu setempat dan dikirim ke layanan Coinbase Prime.

Laporan media lokal menyebutkan bahwa keberhasilan membuka dompet tersebut melibatkan Criminal Assets Bureau (CAB) dengan dukungan teknis dari Europol Cybercrime Centre.

Meski demikian, masih terdapat 11 dompet lainnya yang belum tersentuh, dengan total nilai mencapai sekitar USD 390 juta berdasarkan harga Bitcoin saat ini.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Kisah Bitcoin Tersembunyi di Alat Pancing

Kasus Clifton Collins menjadi sorotan karena kisah unik di balik penyimpanan Bitcoin miliknya. Ia diketahui menjalankan bisnis budidaya ganja skala besar di wilayah Dublin dan menggunakan hasilnya untuk membeli sekitar 6.000 BTC pada 2011 hingga 2012, saat harga Bitcoin masih berkisar USD 4 hingga USD 6.

Untuk menghindari pencurian, Collins membagi aset tersebut ke dalam 12 dompet, masing-masing berisi 500 BTC. Ia kemudian mencetak kunci privat di atas kertas dan menyembunyikannya di dalam tutup aluminium kotak alat pancing di properti sewaan.

Namun, pada 2017, Collins ditangkap polisi di County Galway setelah ditemukan membawa ganja dalam jumlah besar saat pemeriksaan rutin. Penangkapan ini membuka penyelidikan lebih luas yang berujung pada vonis lima tahun penjara.

Pengadilan juga memutuskan bahwa Bitcoin miliknya merupakan hasil tindak kejahatan dan harus disita negara. Sayangnya, selama proses hukum berlangsung, pemilik properti tempat Collins menyimpan kunci privat tersebut membersihkan barang-barang di lokasi.

Barang-barang Collins, termasuk alat pancing yang menyimpan kunci, dilaporkan dibuang dan bahkan dihancurkan di luar negeri. Hal ini membuat akses ke Bitcoin tersebut hilang selama bertahun-tahun.

Nilai Bitcoin Melonjak Tajam, Aset Jadi Fantastis

Nilai Bitcoin yang tersimpan dalam dompet tersebut mengalami lonjakan luar biasa seiring waktu. Saat putusan pengadilan pada 2019, total aset Collins diperkirakan bernilai sekitar USD 61 juta, dengan harga Bitcoin di kisaran USD 10.150.

Kini, dengan harga Bitcoin yang berada di sekitar USD 71.000, total nilai seluruh aset awal Collins diperkirakan mencapai USD 426 juta.

Dompet yang berhasil diakses saja sudah memberikan nilai pengembalian hampir 18.000 kali lipat dari harga beli awal.

Dalam beberapa pekan terakhir, harga Bitcoin sempat berfluktuasi, turun di bawah USD 68.000 setelah gagal menembus USD 76.000 di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Namun, harga kembali naik ke kisaran USD 71.000.

Kasus ini menunjukkan bagaimana aset kripto dapat mengalami pertumbuhan nilai yang sangat besar, sekaligus menyoroti tantangan dalam pengamanan dan akses terhadap aset digital di tengah proses hukum.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |