Liputan6.com, Jakarta - Mengepel lantai adalah rutinitas penting untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan rumah. Namun seringkali setelah prosesnya, bukannya aroma segar yang tercium, justru muncul bau amis mengganggu. Fenomena kesalahan mengepel lantai yang malah bikin bau amis ini tentu dapat mengurangi kenyamanan penghuni.
Bau amis pada lantai setelah dipel bisa menjadi indikasi bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam proses pembersihan atau kondisi lantai itu sendiri. Banyak orang bertanya-tanya mengapa lantai masih berbau amis padahal sudah menggunakan cairan pembersih lantai.
Memahami kesalahan mengepel lantai yang malah bikin bau amis adalah langkah awal untuk menciptakan lingkungan rumah yang benar-benar bersih dan harum. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (8/1/2026).
Air Pel yang Kotor atau Terkontaminasi
Salah satu penyebab utama lantai berbau amis setelah dipel adalah penggunaan air yang kotor atau sudah terkontaminasi. Jika air yang digunakan untuk mengepel tidak bersih atau sudah tercemar kotoran, bakteri, atau bahkan cairan karat, maka bau amis bisa muncul. Air yang terkontaminasi ini bisa berasal dari sisa-sisa kotoran atau bahan kimia yang tidak terbilas dengan baik.
Penggunaan air pel yang kotor secara berulang kali hanya akan menyebarkan kembali kotoran dan bakteri ke seluruh permukaan lantai, bukannya membersihkannya. Akibatnya, lantai bukannya bersih malah meninggalkan aroma tak sedap, termasuk bau amis. Air sumur yang mengandung belerang atau sulfur juga dapat menimbulkan bau amis menyerupai telur busuk yang sulit dihilangkan.
Untuk mengatasi masalah ini, sangat penting untuk selalu menggunakan air bersih dan segar setiap kali mengepel. Gantilah air secara berkala selama proses mengepel, terutama jika warnanya sudah keruh atau setelah mengepel satu ruangan. Penggunaan air hangat juga cukup efektif karena kotoran akan lebih mudah terangkat dan membantu menghilangkan bau amis.
Kain Pel dan Ember yang Tidak Bersih
Kain pel yang kotor atau lembap merupakan sarang bakteri dan jamur yang menjadi penyebab bau amis pada lantai. Jika kain pel tidak dicuci bersih setelah digunakan, kotoran dan bakteri dari pembersihan sebelumnya akan menempel dan menyebar kembali ke lantai saat mengepel berikutnya. Kain pel yang lembap akibat disimpan dengan cara yang salah juga akan menyebabkan bau tidak sedap yang menempel di lantai.
Selain kain pel, ember pel yang jarang dibersihkan juga berpotensi menimbulkan bau amis. Ember yang tidak dirawat akan berkerak dan kotor pada bagian dalamnya karena sisa sabun atau cairan pembersih lantai yang menempel. Air pel yang ditampung dalam ember kotor tersebut dapat menjadi sumber bau amis pada lantai.
Penting untuk mencuci kain pel secara rutin menggunakan deterjen setelah setiap kali digunakan, lalu menjemurnya hingga benar-benar kering. Rendam kain pel dalam air panas dengan campuran pemutih dan sabun untuk membersihkannya secara mendalam. Ember pel juga sebaiknya segera dibilas, dibersihkan, dan dikeringkan setelah digunakan.
Penggunaan Cairan Pembersih yang Tidak Tepat atau Berlebihan
Penggunaan cairan pembersih lantai yang tidak sesuai dengan jenis kotoran atau lantai atau penggunaannya yang berlebihan, dapat menyebabkan bau amis. Beberapa produk pembersih lantai mengandung bahan kimia tertentu bisa meninggalkan bau tidak sedap jika tidak dibilas dengan benar. Cairan pembersih yang berbasis minyak juga bisa menyebabkan bau amis.
Cairan pembersih yang terlalu sedikit membuat lantai tidak benar-benar bersih, sementara jika terlalu banyak bisa meninggalkan residu lengket yang memicu bau amis. Residu sabun yang menumpuk dan mengering dapat menimbulkan bau tertentu, terutama jika bercampur dengan kotoran atau minyak. Hal ini membuat lantai terasa lengket dan berbau, bukannya bersih dan harum.
Pilih pembersih lantai yang sesuai dengan jenis lantai dan memiliki formula yang mampu menghilangkan bau, bukan hanya membersihkan noda. Produk berbahan dasar lemon, eucalyptus, atau pine biasanya lebih efektif menetralkan bau. Gunakan cairan pembersih secukupnya sesuai takaran yang dianjurkan pada label produk untuk menghindari residu berlebihan.
Tidak Membersihkan Lantai Sebelum Mengepel
Mengepel lantai tanpa membersihkannya terlebih dahulu dari debu dan kotoran padat adalah kesalahan umum yang dapat menyebabkan bau amis. Debu, sisa makanan, kotoran hewan peliharaan, atau cairan yang tumpah di lantai dapat menjadi sumber bau amis jika tidak dibersihkan dengan baik sebelum proses mengepel.
Kotoran tersebut dapat menempel ke pori-pori lantai dan menghasilkan aroma tidak sedap meskipun nantinya sudah dipel. Jika lantai tidak dibersihkan sebelum dipel, maka debu maupun kotoran yang ada dapat menyebabkan goresan pada lantai saat kain pel menyeretnya.
Selain itu, kotoran yang tidak disapu atau divakum akan bercampur dengan air pel, membuat air cepat kotor dan menyebarkan bau amis ke seluruh lantai. Tumpahan makanan, terutama yang mengandung protein tinggi seperti telur, daging, ikan, atau seafood, bisa meninggalkan bau amis yang kuat jika tidak dibersihkan benar-benar.
Lantai Tidak Kering Sempurna
Lantai yang tidak kering sempurna setelah dipel dapat menjadi penyebab munculnya bau amis dan apek. Kelembapan berlebihan dapat menyebabkan pertumbuhan jamur dan bakteri yang menghasilkan bau tidak sedap. Membiarkan lantai terlalu lama basah juga bisa menimbulkan bau apek, terutama jika sirkulasi udara buruk.
Genangan air di sudut ruangan juga dapat menjadi sumber aroma lembap yang berubah menjadi bau amis. Selain itu, lantai yang lembap lebih rentan menarik debu dan kotoran, yang kemudian dapat bercampur dengan sisa kelembapan dan menimbulkan bau.
Pastikan lantai benar-benar kering setelah mengepel. Setelah mengepel, buka jendela atau nyalakan kipas angin untuk mempercepat proses pengeringan dan meningkatkan sirkulasi udara. Hindari membiarkan genangan air di sudut ruangan. Jika memungkinkan, gunakan pel dengan bahan yang cepat menyerap air seperti microfiber.
Cara Mengatasi dan Mencegah Bau Amis pada Lantai
Berikut langkah-langkah untuk mengatasi lantai yang bau amis:
- Untuk mengatasi bau amis pada lantai, langkah pertama adalah mengidentifikasi sumber baunya.
- Setelah itu, bersihkan lantai secara menyeluruh dengan menyapu atau menyedot debu untuk menghilangkan kotoran padat sebelum mengepel.
- Jika ada tumpahan, keringkan dan bersihkan terlebih dahulu dengan lap atau tisu.
- Gunakan air bersih dan segar untuk mengepel, dan gantilah air secara berkala jika sudah keruh.
- Tambahkan cairan pembersih lantai yang tepat dan beraroma segar, seperti karbol, cemara, sereh, atau apel, untuk membantu menghilangkan bau dan memberikan kesegaran.
- Beberapa bahan alami seperti cuka putih atau perasan lemon juga efektif sebagai antibakteri dan penetralisir bau amis.
- Setelah mengepel, pastikan lantai benar-benar kering dengan membuka jendela atau menggunakan kipas angin untuk sirkulasi udara yang baik.
- Jaga kebersihan kain pel dengan mencucinya secara rutin menggunakan deterjen dan menjemurnya hingga kering setelah setiap penggunaan.
- Bersihkan juga ember pel secara teratur untuk mencegah penumpukan kotoran dan bakteri.
FAQ
- Mengapa lantai saya bau amis setelah dipel? Lantai bisa bau amis setelah dipel karena air pel kotor, kain pel tidak bersih, penggunaan cairan pembersih yang salah, atau lantai tidak kering sempurna.
- Bagaimana cara membersihkan kain pel agar tidak bau amis? Cuci kain pel dengan deterjen setelah setiap penggunaan, rendam dalam air panas dengan pemutih atau cuka, lalu jemur hingga benar-benar kering.
- Apakah air kotor bisa menyebabkan lantai bau amis? Ya, air kotor atau terkontaminasi akan menyebarkan bakteri dan kotoran ke lantai, menyebabkan bau amis.
- Cairan pembersih apa yang efektif menghilangkan bau amis? Cairan pembersih dengan aroma karbol, cemara, sereh, atau apel, serta bahan alami seperti cuka putih dan perasan lemon, efektif menghilangkan bau amis.
- Perlukah menyapu lantai sebelum mengepel? Ya, menyapu atau menyedot debu sebelum mengepel sangat penting untuk menghilangkan kotoran padat yang bisa menyebabkan bau amis.
- Bagaimana cara memastikan lantai cepat kering setelah dipel? Buka jendela atau nyalakan kipas angin untuk meningkatkan sirkulasi udara dan mempercepat pengeringan lantai.
- Seberapa sering saya harus mengganti air pel? Gantilah air pel setiap kali warnanya mulai keruh atau setelah mengepel satu hingga dua ruangan untuk mencegah penyebaran kotoran.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469431/original/085313800_1768117137-lantai_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469766/original/030945200_1768182883-Cara_Membuat_Media_Tanam_dari_Tanah_Ringan__Topsoil_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470497/original/078333000_1768208080-Teras_Rumah_dengan_Pagar_Tanaman_Hidup_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466626/original/014798900_1767849867-Media_Tanam_Kangkung_Cocopeat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470240/original/020541800_1768201090-Ide_Kreasi_Thinwall_Kotak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468188/original/040675800_1767943269-dapur_granit.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467771/original/011439400_1767929604-Masa_Panen_dan_Pasca_Panen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466844/original/018026300_1767856630-kayu_roaster_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4015754/original/002577300_1651925640-hello-i-m-nik-p1RQPfzCM5U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5284532/original/043691700_1752640844-Depositphotos_230872812_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3169411/original/010212000_1593763764-white-textile-1122167.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466780/original/052967200_1767854697-Menanam_Kangkung_di_Baskom_Bekas_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5211739/original/050883200_1746593655-ChatGPT_Image_7_Mei_2025__11.52.39.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5015711/original/012748000_1732170744-1284510713_808510-5654.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467371/original/040781800_1767876215-Gemini_Generated_Image_y84tv6y84tv6y84t.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467203/original/048489500_1767865943-Gemini_Generated_Image_5vodq65vodq65vod.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2925572/original/033932200_1569821815-shutterstock_415552408.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463858/original/064277700_1767672194-unnamed-15.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466978/original/082914700_1767859334-Menanam_Bayam_di_Botol_2.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876286/original/008628000_1719462296-fotor-ai-2024062711338.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342694/original/015573300_1757398921-cf41b2a1-e7f3-4e7f-9616-d961407df13b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344658/original/039645300_1757490334-qq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165736/original/049527200_1742194452-Air_lemon.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354936/original/050360400_1758268325-canopy_carport_5a.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350255/original/063651000_1757994598-ChatGPT_Image_Sep_16__2025__10_47_49_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5327903/original/016383600_1756191811-ChatGPT_Image_Aug_26__2025__02_02_11_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347187/original/046193200_1757662876-unnamed_-_2025-09-12T143113.780.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5336807/original/070144300_1756880196-Gemini_Generated_Image_he81wjhe81wjhe81.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342637/original/031852400_1757397434-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5273207/original/062391400_1751614928-Gemini_Generated_Image_71imxm71imxm71im.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3281098/original/030596900_1603892340-pexels-mister-mister-380782.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4424751/original/083762400_1683862221-worker-figures-helping-dig-coin-money-dollar-note-background.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5289352/original/005724400_1753068428-ee7dd027-8ad8-4ad6-8fb7-ea809c2cfe23.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)