Liputan6.com, Jakarta - Nasi, sebagai makanan pokok utama bagi jutaan orang di Indonesia, seringkali menimbulkan masalah karena mudah basi meskipun baru saja matang. Proses pembusukan nasi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari aktivitas bakteri hingga cara penyimpanan yang kurang tepat.
Salah satu penyebab utama nasi cepat basi adalah kontaminasi mikroorganisme, khususnya bakteri. Bakteri ini dapat berkembang biak dengan cepat pada kondisi tertentu, mengubah nasi yang pulen menjadi tidak layak konsumsi dalam waktu singkat.
Liputan6.com akan mengulas mengapa nasi cepat basi meski baru matang, mencakup peran bakteri, kondisi lingkungan, kebersihan, hingga praktik penyimpanan yang benar. Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut, Senin (5/1/2026).
Penyebab Nasi Cepat Basi
Penyebab utama nasi cepat basi adalah kontaminasi bakteri, terutama jenis Bacillus cereus. Bakteri ini secara alami terdapat pada butiran beras mentah dan memiliki kemampuan luar biasa untuk bertahan hidup dalam bentuk spora, bahkan setelah melalui proses pemasakan dengan suhu tinggi.
Bacillus cereus merupakan bakteri pembentuk spora yang umum ditemukan di lingkungan. Saat beras dimasak menjadi nasi, sebagian spora bakteri ini tetap bertahan. Setelah nasi matang dan suhunya mulai menurun, spora tersebut dapat berubah menjadi bakteri aktif. Bakteri ini kemudian mulai berkembang biak dengan cepat.
Bakteri Bacillus cereus berkembang biak paling optimal pada suhu antara 5°C hingga 60°C, yang dikenal sebagai zona bahaya dalam keamanan pangan. Jika nasi dibiarkan pada suhu ruangan dalam rentang ini terlalu lama, bakteri akan bereplikasi dengan cepat dan memproduksi toksin.
Toksin inilah yang dapat memicu keracunan makanan, dengan gejala seperti mual, muntah, dan diare, yang biasanya muncul 1 hingga 6 jam setelah mengonsumsi nasi yang terkontaminasi.
Pengaruh Kelembapan dan Suhu
Kadar air yang tinggi pada nasi setelah dimasak, yaitu sekitar 60–70%, menjadikannya media yang sangat ideal bagi bakteri dan mikroorganisme untuk berkembang biak. Kondisi nasi yang lembap merupakan salah satu pemicu utama mengapa nasi cepat basi.
Takaran Air
Takaran air yang berlebihan saat memasak juga dapat membuat nasi menjadi terlalu lembek dan lembap, sehingga menciptakan lingkungan yang sangat mendukung pertumbuhan bakteri. Selain itu, uap air yang terperangkap di dalam rice cooker atau wadah penyimpanan dapat mengembun dan menetes kembali ke nasi, menambah kelembapan dan mempercepat proses fermentasi alami.
Suhu Ruang
Suhu ruangan yang terlalu panas atau lembap menjadi musuh utama bagi ketahanan nasi. Lingkungan yang hangat dan lembap, seperti dapur dengan sirkulasi udara yang minim atau terpapar sinar matahari langsung, dapat mempercepat pembusukan nasi, bahkan jika disimpan di dalam rice cooker.
Kebersihan dan Kualitas Beras
Kebersihan peralatan masak dan penyimpanan sangat memengaruhi daya tahan nasi. Sisa nasi lama yang tidak dibersihkan dengan baik pada inner pot atau bagian tutup dan ventilasi rice cooker dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan jamur. Mikroorganisme ini kemudian dapat mengontaminasi nasi yang baru dimasak, menyebabkan nasi cepat basi.
Kualitas Beras
Kualitas beras yang digunakan juga berperan penting dalam ketahanan nasi. Beras berkualitas rendah atau yang sudah disimpan lama cenderung memiliki kadar air lebih tinggi, membuatnya lebih rentan terhadap pertumbuhan mikroorganisme dan pembusukan. Oleh karena itu, pemilihan beras yang baik dan segar adalah langkah awal untuk mendapatkan nasi yang awet.
Penyimpanan yang Tepat
Meninggalkan nasi terlalu lama di suhu ruangan tanpa penghangat atau di dalam rice cooker setelah mode “warm” mati dapat menjadi tempat berkembang biaknya mikroorganisme. Selain itu memanaskan nasi berulang kali juga dapat mempercepat proses pembusukan karena perubahan struktur kimia di dalamnya dan meningkatkan risiko kontaminasi bakteri.
Untuk mencegah nasi cepat basi, penting untuk mendinginkan nasi sebelum disimpan. Pindahkan nasi ke wadah kedap udara dan simpan di kulkas jika tidak akan segera dikonsumsi.
Nasi yang mulai basi biasanya menunjukkan beberapa tanda seperti bau asam atau tidak sedap, tekstur yang menjadi berlendir, warna yang berubah kekuningan atau keabu-abuan, dan rasa yang tidak normal.
People Also Ask
1. Kenapa nasi cepat basi meski baru matang?
Jawaban: Nasi cepat basi karena kontaminasi bakteri Bacillus cereus yang spora-nya bertahan setelah dimasak, serta dipengaruhi oleh kadar air tinggi, kelembapan, suhu lingkungan, kebersihan alat, dan cara penyimpanan yang salah.
2. Apa itu bakteri Bacillus cereus dan bagaimana pengaruhnya terhadap nasi?
Jawaban: Bacillus cereus adalah bakteri pembentuk spora yang umum ditemukan pada beras mentah. Spora ini dapat bertahan saat dimasak dan berkembang biak menjadi bakteri aktif pada suhu ruang, memproduksi toksin yang menyebabkan keracunan makanan.
3. Kondisi seperti apa yang ideal bagi bakteri untuk tumbuh di nasi?
Jawaban: Bakteri tumbuh paling cepat pada suhu antara 5°C hingga 60°C (zona bahaya), serta pada nasi dengan kadar air tinggi dan lingkungan yang lembap atau hangat.
4. Bagaimana cara mencegah nasi cepat basi?
Jawaban: Mencegah nasi cepat basi dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan alat masak, menggunakan beras berkualitas, mendinginkan nasi sebelum disimpan di wadah kedap udara, dan menyimpannya di kulkas atau freezer.
5. Apa saja tanda-tanda nasi yang sudah basi?
Jawaban: Tanda-tanda nasi basi meliputi bau asam atau tidak sedap, tekstur berlendir, warna berubah kekuningan atau keabu-abuan, dan rasa yang tidak normal.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469431/original/085313800_1768117137-lantai_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469766/original/030945200_1768182883-Cara_Membuat_Media_Tanam_dari_Tanah_Ringan__Topsoil_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470497/original/078333000_1768208080-Teras_Rumah_dengan_Pagar_Tanaman_Hidup_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466626/original/014798900_1767849867-Media_Tanam_Kangkung_Cocopeat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470240/original/020541800_1768201090-Ide_Kreasi_Thinwall_Kotak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468188/original/040675800_1767943269-dapur_granit.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467771/original/011439400_1767929604-Masa_Panen_dan_Pasca_Panen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466844/original/018026300_1767856630-kayu_roaster_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4015754/original/002577300_1651925640-hello-i-m-nik-p1RQPfzCM5U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3169411/original/010212000_1593763764-white-textile-1122167.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466780/original/052967200_1767854697-Menanam_Kangkung_di_Baskom_Bekas_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5211739/original/050883200_1746593655-ChatGPT_Image_7_Mei_2025__11.52.39.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5015711/original/012748000_1732170744-1284510713_808510-5654.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467371/original/040781800_1767876215-Gemini_Generated_Image_y84tv6y84tv6y84t.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467203/original/048489500_1767865943-Gemini_Generated_Image_5vodq65vodq65vod.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2925572/original/033932200_1569821815-shutterstock_415552408.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463858/original/064277700_1767672194-unnamed-15.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466978/original/082914700_1767859334-Menanam_Bayam_di_Botol_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5292226/original/034627000_1753247754-WhatsApp_Image_2025-07-23_at_12.10.12_PM.jpeg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876286/original/008628000_1719462296-fotor-ai-2024062711338.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342694/original/015573300_1757398921-cf41b2a1-e7f3-4e7f-9616-d961407df13b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344658/original/039645300_1757490334-qq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165736/original/049527200_1742194452-Air_lemon.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354936/original/050360400_1758268325-canopy_carport_5a.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350255/original/063651000_1757994598-ChatGPT_Image_Sep_16__2025__10_47_49_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5327903/original/016383600_1756191811-ChatGPT_Image_Aug_26__2025__02_02_11_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347187/original/046193200_1757662876-unnamed_-_2025-09-12T143113.780.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5336807/original/070144300_1756880196-Gemini_Generated_Image_he81wjhe81wjhe81.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342637/original/031852400_1757397434-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5273207/original/062391400_1751614928-Gemini_Generated_Image_71imxm71imxm71im.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3281098/original/030596900_1603892340-pexels-mister-mister-380782.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4424751/original/083762400_1683862221-worker-figures-helping-dig-coin-money-dollar-note-background.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5289352/original/005724400_1753068428-ee7dd027-8ad8-4ad6-8fb7-ea809c2cfe23.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)