Liputan6.com, Jakarta - Kangkung (Ipomoea aquatica Forsk.) telah lama menjadi sayuran daun favorit di Indonesia dan Asia Tenggara, dikenal luas karena pertumbuhannya yang sangat cepat serta kemudahan dalam proses pembudidayaannya. Sayuran serbaguna ini menjadi pilihan utama banyak rumah tangga karena dapat diolah menjadi beragam hidangan lezat dan kaya gizi.
Bagi masyarakat perkotaan atau mereka yang memiliki keterbatasan lahan, metode cara menanam kangkung di baskom bekas menawarkan solusi yang sangat praktis dan efisien. Teknik budidaya ini memungkinkan siapa saja untuk menikmati kangkung segar langsung dari pekarangan rumah, bahkan di area yang paling sempit sekalipun.
Pemanfaatan wadah bekas seperti baskom tidak hanya mendukung konsep pertanian perkotaan, tetapi juga mengusung semangat ramah lingkungan. Selain itu, cara ini terbukti hemat biaya dan sangat fleksibel, memungkinkan panen kangkung segar dalam hitungan hari. Lantas bagaimana cara menanam kangkung di baskom bekas agar bisa panen kilat hanya 7 hari? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (8/1/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Keunggulan Menanam Kangkung di Baskom Bekas
Membudidayakan kangkung menggunakan baskom bekas menawarkan berbagai keuntungan yang signifikan, terutama bagi para pegiat urban farming. Metode ini tidak hanya efisien tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.
Salah satu keunggulan utama adalah aspek ramah lingkungan dan hemat biaya. Pemanfaatan baskom atau wadah plastik bekas lainnya, seperti botol atau galon air mineral, secara efektif membantu mengurangi volume limbah plastik yang sulit terurai di lingkungan. Ini merupakan bentuk daur ulang yang mendukung konsep pertanian perkotaan dan menghemat pengeluaran untuk membeli pot khusus.
Selain itu, metode ini sangat praktis dan efisien. Wadah bekas cenderung ringan, mudah dipindahkan, dan sangat fleksibel untuk disesuaikan dengan ruang terbatas yang tersedia. Teknik budidaya ini tidak hanya menghemat ruang, tetapi juga memungkinkan Anda untuk menikmati panen kangkung segar dalam waktu yang sangat singkat.
Kangkung memang dikenal memiliki waktu panen yang sangat cepat, menjadikannya pilihan ideal bagi para pekebun rumahan yang menginginkan hasil instan.
Persiapan Alat dan Bahan Esensial
Untuk memulai cara menanam kangkung di baskom bekas, persiapan alat dan bahan yang tepat adalah kunci keberhasilan. Metode ini sering mengadopsi prinsip hidroponik sederhana atau semi-hidroponik, terutama jika menggunakan wadah tanpa tanah sebagai media utama.
Beberapa alat yang dibutuhkan meliputi baskom plastik bekas yang tidak bocor, dengan ukuran yang dapat disesuaikan kebutuhan. Saringan berbentuk anyaman plastik atau keranjang sayur berlubang juga diperlukan untuk menopang media tanam dan benih, pastikan ukurannya sesuai dengan baskom. Kain flanel atau tisu berfungsi sebagai sumbu penyerap air atau alas penyemaian, serta sprayer halus untuk menyiram benih.
Sementara itu, bahan-bahan yang perlu disiapkan adalah benih kangkung berkualitas tinggi dan air bersih, seperti air PDAM yang sudah diendapkan atau air sumur. Jika Anda memilih metode hidroponik, nutrisi hidroponik AB Mix sangat penting, namun pupuk organik cair dapat digunakan untuk metode semi-hidroponik atau tanah. Media tanam opsional seperti rockwool, cocopeat, atau arang sekam dapat digunakan, atau cukup tisu basah untuk penyemaian awal.
Memilih Bibit Kangkung Unggul untuk Hasil Terbaik
Pemilihan bibit kangkung yang berkualitas merupakan langkah awal yang sangat krusial dalam cara menanam kangkung di baskom bekas untuk memastikan keberhasilan panen. Benih yang baik akan memiliki daya kecambah yang tinggi, yang berarti persentase keberhasilannya untuk tumbuh menjadi tanaman sangat besar.
Salah satu cara efektif untuk menguji kualitas bibit adalah dengan uji rendam air. Masukkan benih kangkung ke dalam air; benih yang tenggelam menandakan kualitas yang bagus, sementara benih yang mengapung sebaiknya dibuang karena kualitasnya tidak baik atau rusak.
Selain itu, periksa bentuk fisik benih secara cermat. Pastikan benih berbentuk sempurna dan bebas dari bopeng atau gigitan serangga yang dapat menghambat pertumbuhan optimal. Dapatkan benih dari agen atau toko pertanian yang terpercaya untuk memastikan keaslian dan kualitasnya, seperti merek Cap Panah Merah, Garuda Seed, atau Ta Fung.
Proses Penyemaian dan Penanaman Awal yang Efektif
Tahap penyemaian adalah langkah penting untuk mempersiapkan benih sebelum ditanam secara permanen, memastikan pertumbuhan yang optimal dalam cara menanam kangkung di baskom bekas. Kangkung dapat disemai dengan beberapa metode, baik menggunakan media tanam maupun langsung di wadah dengan air.
Mulailah dengan merendam benih kangkung yang sudah diseleksi dalam air bersih selama 10-12 jam atau semalaman untuk mempercepat proses perkecambahan. Setelah direndam, tiriskan benih dan bungkus dengan kain lembab atau tisu basah, lalu diamkan selama 24 jam hingga berkecambah, pastikan kain atau tisu tetap lembab.
Untuk penempatan di baskom, jika menggunakan metode hidroponik sederhana, isi baskom dengan air bersih hingga menyentuh bagian bawah saringan. Letakkan kain flanel di atas saringan, lalu taburkan benih kangkung yang sudah berkecambah di atasnya. Jika memilih metode tanah/semi-hidroponik, campurkan tanah gembur dengan kompos, masukkan ke baskom, dan tanam benih dengan jarak 3-4 cm, lalu tutup dengan lapisan tanah tipis.
Lakukan penyiraman awal secara perlahan menggunakan semprotan halus untuk menjaga kelembaban media tanam, yang sangat krusial untuk perkecambahan. Simpan baskom di tempat teduh hingga benih berkecambah, kemudian pindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari langsung setelah 1-2 hari.
Perawatan Kangkung untuk Pertumbuhan Optimal
Perawatan yang tepat sangat esensial untuk memastikan kangkung tumbuh subur dan dapat dipanen dengan cepat, mendukung keberhasilan cara menanam kangkung di baskom bekas. Meskipun kangkung dikenal sebagai tanaman yang mudah tumbuh, perawatan rutin tetap diperlukan untuk hasil maksimal.
Kangkung sangat menyukai kelembaban tinggi, oleh karena itu, siram tanaman 1-2 kali sehari, terutama pada pagi dan sore hari. Kekurangan air dapat menyebabkan kangkung cepat menguning dan menghambat pertumbuhannya. Pastikan juga tanaman mendapatkan sinar matahari langsung setidaknya 4 jam per hari, idealnya 8-10 jam, karena cahaya yang cukup akan mempercepat pertumbuhan dan membuat batang lebih segar.
Dalam hal pemupukan, untuk sistem hidroponik, berikan nutrisi hidroponik (AB Mix) sesuai takaran, misalnya 5 ml nutrisi A dan B dicampur 1 liter air biasa, dan lakukan penambahan air nutrisi jika berkurang. Jika menggunakan media tanah atau semi-hidroponik, gunakan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang, atau NPK cair dosis rendah, dengan pemupukan pertama saat tanaman berumur 7 hari.
Lakukan penjarangan jika tanaman tumbuh terlalu rapat untuk memberikan ruang tumbuh yang cukup dan mencegah persaingan nutrisi. Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman juga harus segera disiangi secara berkala. Selain itu, lakukan pengendalian hama seperti ulat grayak atau kutu daun, serta penyakit karat putih, menggunakan pestisida biologi atau nabati yang aman.
Strategi Panen Kilat Kangkung dalam 7 Hari
Konsep "panen kilat 7 hari" dalam cara menanam kangkung di baskom bekas umumnya merujuk pada panen berulang setelah panen pertama, atau pada budidaya microgreens kangkung. Untuk panen pertama, kangkung biasanya membutuhkan waktu lebih lama, sekitar 20 hingga 30 hari setelah tanam, tergantung varietas dan kondisi pertumbuhan.
Namun, keistimewaan kangkung terletak pada kemampuannya untuk panen berulang. Jika panen dilakukan dengan cara memotong batang dan menyisakan pangkalnya, kangkung dapat tumbuh kembali dengan cepat. Metode ini memungkinkan panen kembali dalam kurun waktu 5-7 hari saja.
Untuk mendapatkan hasil panen terbaik, sebaiknya lakukan panen pada pagi atau sore hari ketika suhu udara lebih rendah, ini akan menjaga kesegaran dan kerenyahan daun kangkung. Hindari memanen di tengah siang yang panas karena daun kangkung akan lebih mudah layu dan rusak.
Gunakan metode potong dengan memotong batang kangkung sekitar 5-7 cm di atas permukaan media tanam atau pangkal batang. Setelah memanen, siram kembali tanaman dan berikan pupuk organik cair untuk merangsang tunas baru, yang akan muncul dalam 5-7 hari dan siap panen lagi dalam 15-20 hari.
Manfaat Kangkung dan Tips Tambahan untuk Budidaya Berkelanjutan
Menanam kangkung di baskom bekas tidak hanya memberikan kepuasan berkebun, tetapi juga menawarkan berbagai manfaat kesehatan yang signifikan serta kontribusi positif terhadap lingkungan. Kangkung adalah sayuran hijau yang kaya akan nutrisi penting, menjadikannya tambahan yang berharga untuk diet sehari-hari.
Kangkung kaya akan vitamin A, karotenoid, lutein, dan zeaxanthin yang sangat baik untuk menjaga kesehatan mata dan melindunginya dari kerusakan. Kandungan vitamin A dan C juga berperan penting dalam meningkatkan imunitas tubuh dengan mengaktifkan sel darah putih dan melindungi sel imun dari radikal bebas.
Selain itu, serat, potasium, dan antioksidan dalam kangkung berkontribusi pada kesehatan jantung, membantu menurunkan kolesterol, dan menjaga tekanan darah tetap stabil. Zat besi yang terkandung di dalamnya sangat penting untuk pembentukan hemoglobin, sehingga efektif mencegah anemia, sementara seratnya melancarkan pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
Untuk budidaya berkelanjutan, pertimbangkan rotasi panen dengan menanam secara bergilir di beberapa baskom. Lakukan peremajaan tanaman setelah beberapa kali panen untuk menjaga produktivitas. Dalam sistem hidroponik, pantau dan sesuaikan air nutrisi untuk penggunaan berkelanjutan, serta selalu jaga kebersihan baskom dan area tanam untuk mencegah hama dan penyakit. Dengan mengikuti cara menanam kangkung di baskom bekas ini, Anda tidak hanya menikmati sayuran segar, tetapi juga berkontribusi pada lingkungan yang lebih baik.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk panen kangkung?
Jawaban: Kangkung umumnya dapat dipanen dalam waktu 20-30 hari setelah tanam. Dengan metode potong, kangkung bisa dipanen berulang setiap 5-7 hari, hingga 2-3 kali panen.
2. Bagaimana cara memanen kangkung agar bisa tumbuh kembali?
Jawaban: Panen kangkung dilakukan dengan memotong batang sekitar 5-7 cm di atas permukaan media tanam. Sisakan pangkal batang, siram, dan berikan pupuk organik cair untuk merangsang tunas baru.
3. Apa yang dimaksud dengan menanam kangkung di baskom bekas?
Jawaban: Menanam kangkung di baskom bekas adalah metode budidaya kangkung menggunakan wadah plastik bekas sebagai media tanam, baik dengan sistem tanah maupun hidroponik, cocok untuk lahan terbatas.
4. Apakah kangkung bisa ditanam di dalam ruangan?
Jawaban: Kangkung dapat ditanam di dalam ruangan, namun memerlukan pencahayaan yang cukup, minimal 4-6 jam sinar matahari per hari atau menggunakan lampu grow light.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469431/original/085313800_1768117137-lantai_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469766/original/030945200_1768182883-Cara_Membuat_Media_Tanam_dari_Tanah_Ringan__Topsoil_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470497/original/078333000_1768208080-Teras_Rumah_dengan_Pagar_Tanaman_Hidup_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466626/original/014798900_1767849867-Media_Tanam_Kangkung_Cocopeat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470240/original/020541800_1768201090-Ide_Kreasi_Thinwall_Kotak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468188/original/040675800_1767943269-dapur_granit.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467771/original/011439400_1767929604-Masa_Panen_dan_Pasca_Panen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466844/original/018026300_1767856630-kayu_roaster_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4015754/original/002577300_1651925640-hello-i-m-nik-p1RQPfzCM5U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5284532/original/043691700_1752640844-Depositphotos_230872812_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3169411/original/010212000_1593763764-white-textile-1122167.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466780/original/052967200_1767854697-Menanam_Kangkung_di_Baskom_Bekas_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5211739/original/050883200_1746593655-ChatGPT_Image_7_Mei_2025__11.52.39.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5015711/original/012748000_1732170744-1284510713_808510-5654.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467371/original/040781800_1767876215-Gemini_Generated_Image_y84tv6y84tv6y84t.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467203/original/048489500_1767865943-Gemini_Generated_Image_5vodq65vodq65vod.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2925572/original/033932200_1569821815-shutterstock_415552408.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463858/original/064277700_1767672194-unnamed-15.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466978/original/082914700_1767859334-Menanam_Bayam_di_Botol_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5292226/original/034627000_1753247754-WhatsApp_Image_2025-07-23_at_12.10.12_PM.jpeg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876286/original/008628000_1719462296-fotor-ai-2024062711338.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342694/original/015573300_1757398921-cf41b2a1-e7f3-4e7f-9616-d961407df13b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344658/original/039645300_1757490334-qq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165736/original/049527200_1742194452-Air_lemon.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354936/original/050360400_1758268325-canopy_carport_5a.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350255/original/063651000_1757994598-ChatGPT_Image_Sep_16__2025__10_47_49_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5327903/original/016383600_1756191811-ChatGPT_Image_Aug_26__2025__02_02_11_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347187/original/046193200_1757662876-unnamed_-_2025-09-12T143113.780.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5336807/original/070144300_1756880196-Gemini_Generated_Image_he81wjhe81wjhe81.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342637/original/031852400_1757397434-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5273207/original/062391400_1751614928-Gemini_Generated_Image_71imxm71imxm71im.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3281098/original/030596900_1603892340-pexels-mister-mister-380782.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4424751/original/083762400_1683862221-worker-figures-helping-dig-coin-money-dollar-note-background.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5289352/original/005724400_1753068428-ee7dd027-8ad8-4ad6-8fb7-ea809c2cfe23.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)