7 Cara Menanam Kangkung agar Panen 21 Hari dengan Media Sederhana

13 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Kangkung (Ipomoea aquatica Forsk.) telah lama menjadi sayuran daun favorit di Indonesia dan Asia Tenggara, dikenal luas karena pertumbuhannya yang sangat cepat serta kemudahan dalam proses pembudidayaannya. Sayuran serbaguna ini menjadi pilihan utama banyak rumah tangga karena dapat diolah menjadi beragam hidangan lezat dan kaya gizi. Bagi masyarakat perkotaan atau mereka yang memiliki keterbatasan lahan, metode menanam kangkung di baskom bekas menawarkan solusi yang sangat praktis dan efisien. Teknik budidaya ini memungkinkan siapa saja untuk menikmati kangkung segar langsung dari pekarangan rumah, bahkan di area yang paling sempit sekalipun.

Pemanfaatan wadah bekas seperti baskom tidak hanya mendukung konsep pertanian perkotaan, tetapi juga mengusung semangat ramah lingkungan. Selain itu, cara ini terbukti hemat biaya dan sangat fleksibel, memungkinkan panen kangkung segar dalam hitungan hari. Kangkung dikenal sebagai tanaman yang cepat panen, hanya membutuhkan waktu sekitar 20–25 hari sejak tanam. Ciri kangkung siap panen ditandai batang sepanjang 20–25 cm dengan daun yang lebar.

Keinginan untuk mendapatkan hasil panen yang cepat, bahkan dalam waktu 20 hari, menjadi motivasi utama bagi para pekebun rumahan. Lantas bagaimana cara menanam kangkung agar panen 21 hari dengan meda sederhana? Melansir dari berbagai sumber, Senin (12/1), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Pemilihan Benih Unggul dan Perlakuan Awal

Pemilihan benih kangkung yang berkualitas tinggi merupakan langkah krusial untuk memastikan keberhasilan panen cepat. Benih yang baik ditandai dengan daya kecambah yang tinggi dan bebas dari hama penyakit. Varietas kangkung darat seperti 'Sutra' atau varietas lokal yang memiliki daya adaptasi baik direkomendasikan. Keberhasilan panen kangkung yang cepat sangat bergantung pada pemilihan benih yang berkualitas tinggi dan perlakuan awal yang tepat.

Perlakuan awal benih sangat penting untuk mempercepat perkecambahan. Benih kangkung sebaiknya direndam dalam air bersih selama 6-24 jam untuk melunakkan kulit kerasnya dan memicu embrio untuk tumbuh. Beberapa sumber menyarankan perendaman 10-12 jam atau semalaman. Perendaman membantu melunakkan kulit benih yang keras, memungkinkan air masuk dengan lebih mudah dan memicu embrio di dalamnya untuk mulai tumbuh.

Setelah direndam, benih dapat ditiriskan dan diperam selama 24 jam dalam wadah berlubang yang dilapisi tisu, disiram setiap 6 jam sekali. Proses ini akan lebih mempersiapkan benih untuk pertumbuhan yang optimal dan seragam, mendukung tujuan panen dalam waktu singkat.

2. Persiapan Media Tanam Sederhana

Kangkung dapat ditanam menggunakan berbagai media sederhana yang mudah ditemukan di sekitar rumah. Media tanam yang umum digunakan antara lain polybag, pot, ember bekas, botol plastik bekas, atau baskom. Kangkung bisa ditanam di polybag, pot, ember bekas, atau bahkan sistem hidroponik.

Untuk media tanam berbasis tanah, campurkan tanah gembur dengan pupuk kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Beberapa sumber juga menyarankan penambahan arang sekam untuk meningkatkan aerasi dan drainase. Media tanam ini kemudian dimasukkan ke dalam wadah yang sudah memiliki lubang drainase di bagian bawah untuk mencegah genangan air. Diamkan media tanam selama 1-2 hari setelah dicampur dan dimasukkan ke wadah agar nutrisinya meresap sempurna.

Bagi yang tertarik dengan metode hidroponik sederhana, media tanam bisa berupa arang sekam, rockwool, cocopeat, atau bahkan tisu basah untuk penyemaian awal. Sistem hidroponik rakit apung sederhana menggunakan baskom atau ember dengan baki berlubang di atasnya juga terbukti efektif dan mudah diterapkan di rumah.

3. Penyemaian atau Penanaman Langsung

Ada dua cara utama untuk memulai budidaya kangkung: penyemaian terlebih dahulu atau penanaman langsung, keduanya memiliki kelebihan masing-masing tergantung preferensi penanam.

Jika memilih penyemaian, benih yang sudah direndam dapat disemai di media semai khusus seperti rockwool, cocopeat, atau tisu basah. Letakkan media semai di tempat teduh hingga benih berkecambah dalam waktu 2-3 hari. Setelah kecambah tumbuh 2-3 daun sejati, bibit kangkung sudah siap untuk dipindahkan ke media tanam permanen yang telah disiapkan sebelumnya.

Untuk penanaman langsung, benih kangkung yang sudah direndam dapat langsung disebar secara merata di atas media tanam yang telah disiapkan di dalam wadah. Pastikan jarak antar benih sekitar 2-3 cm agar setiap tanaman memiliki ruang yang cukup untuk berkembang optimal. Setelah benih kangkung direndam dan siap, Anda bisa langsung menyebarkannya secara merata di atas media tanam yang telah disiapkan sebelumnya di dalam galon. Tutup benih dengan lapisan tipis media tanam atau tanah, jangan terlalu tebal agar benih mudah menembus permukaan. Siram media tanam secara perlahan menggunakan semprotan halus atau alat penyiram dengan aliran lembut untuk menghindari benih terhanyut.

4. Penyiraman Rutin dan Pencahayaan Optimal

Kangkung sangat menyukai kelembaban tinggi dan membutuhkan penyiraman rutin untuk tumbuh optimal, terutama jika target panen adalah 21 hari. Siram tanaman 1-2 kali sehari, khususnya pada pagi dan sore hari. Kangkung sangat menyukai kelembaban tinggi, oleh karena itu, siram tanaman 1-2 kali sehari, terutama pada pagi dan sore hari. Kekurangan air dapat menyebabkan kangkung cepat menguning dan menghambat pertumbuhannya secara signifikan.

Selain penyiraman yang cukup, kangkung juga membutuhkan cahaya matahari yang memadai untuk proses fotosintesis dan pertumbuhan yang sehat. Tempatkan wadah tanam di lokasi yang mendapat sinar matahari langsung minimal 4-6 jam per hari. Jika menggunakan sistem hidroponik, setelah benih berkecambah, pastikan wadah diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari agar pertumbuhan tidak terhambat.

5. Pemupukan untuk Pertumbuhan Cepat

Pemupukan yang tepat sangat penting untuk mempercepat pertumbuhan kangkung dan mencapai target panen 21 hari. Kangkung membutuhkan unsur hara utama seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), serta unsur mikro lainnya untuk perkembangan yang optimal. Nitrogen sangat penting untuk pertumbuhan daun yang hijau dan subur. Cara pupuk kangkung yang tepat sangat penting untuk memastikan pertumbuhan tanaman yang sehat dan optimal.

Untuk pupuk organik, pupuk kandang atau kompos dapat diberikan di awal penanaman. Diamkan pupuk selama 2-3 hari agar nutrisi meresap ke dalam media tanam. Pupuk kotoran ayam yang sudah matang dapat dicampurkan dengan sekam atau kompos kaya nitrogen sebagai pupuk tambahan jika tanaman menunjukkan tanda-tanda kurang subur.

Bagi budidaya hidroponik, gunakan nutrisi AB Mix dengan takaran 5 ml larutan A dan 5 ml larutan B per 1 liter air. Pemberian nutrisi AB Mix ini dimulai setelah tanaman berumur sekitar 8 hari. Untuk penanaman di media tanah, pupuk NPK atau urea dapat diberikan pada umur 10 hari setelah tanam dengan cara dikocor atau disiram langsung. Pupuk daun seperti Gandasil D juga dapat diberikan pada masa pertumbuhan untuk mendukung perkembangan daun.

6. Pengendalian Hama dan Penyakit Sederhana

Meskipun kangkung tergolong tahan banting dan jarang terserang hama, pengendalian tetap diperlukan untuk memastikan pertumbuhan yang optimal dan panen yang melimpah. Hama yang biasa menyerang kangkung antara lain belalang, kutu daun (Myzus persicae Sulz), ulat grayak (Spodoptera litura F), dan Aphis gossypii. Penyakit yang menyerang antara lain karat putih yang disebabkan oleh Albugo ipomoea reptans.

Pemeliharaan selanjutnya adalah pengendalian dari serangan hama dan gulma. Pengendalian dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida yang aman dan mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati, atau pestisida piretroid sintetik. Penyiangan gulma secara rutin setiap 2 minggu sekali juga penting agar gulma tidak bersaing nutrisi dengan kangkung dan menghambat pertumbuhannya.

7. Teknik Panen untuk Hasil Berulang

Kangkung umumnya dapat dipanen dalam waktu 20 hingga 30 hari setelah tanam, tergantung varietas dan kondisi pertumbuhan. Beberapa sumber bahkan menyebutkan panen bisa dilakukan seawal 15 hari setelah semai jika dipanen muda, atau di bawah 20 hari setelah semai untuk hidroponik. Kangkung umumnya dapat dipanen dalam waktu 20 hingga 30 hari setelah tanam, tergantung pada varietas yang digunakan dan kondisi pertumbuhan lingkungan. Untuk mencapai panen 21 hari, metode hidroponik seringkali lebih cepat karena pasokan nutrisi langsung ke akar.

Untuk mendapatkan panen berulang, kangkung sebaiknya dipanen dengan cara memotong batangnya sekitar 2-3 cm atau 5-7 cm di atas permukaan tanah atau media tanam. Metode ini memungkinkan tanaman untuk tumbuh kembali, dan tunas baru akan muncul dalam 5-7 hari, siap panen lagi dalam 10-20 hari. Kangkung dapat dipanen hingga 3 kali atau bahkan bertahan 4 bulan dengan pemeliharaan yang baik.

Panen sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari agar kangkung tetap segar dan renyah. Setelah panen, berikan pupuk organik cair untuk merangsang tunas baru. Kangkung dikenal sebagai sayuran yang sangat mudah ditanam dan tidak memerlukan perawatan mahal, asalkan kebutuhan air terpenuhi dengan baik. Fleksibilitas lokasi penanaman juga menjadi poin plus untuk kangkung yang ditanam di tanah. Tanaman ini tidak memerlukan lahan yang luas dan dapat tumbuh subur di halaman rumah, pot, polybag, atau lahan kosong yang sempit. Di negara tropis seperti Indonesia, kangkung dapat ditanam sepanjang tahun.

Metode panen berulang juga dapat diterapkan pada kangkung tanah, di mana tanaman dapat dipanen 3-5 kali potong. Setelah pemotongan, tunas baru akan tumbuh kembali dalam 5-7 hari. Dengan media tanam yang tepat, seperti campuran tanah, kompos, dan sekam bakar, kangkung di tanah dapat tumbuh optimal dengan drainase yang baik. Kangkung Hidroponik memiliki masa panen umumnya 21-25 hari setelah tanam, bahkan bisa seawal 15 hari untuk panen muda. Kangkung darat biasanya dipanen pada umur 25-30 hari setelah tanam, atau sekitar 30-35 hari, sementara Kangkung Bangkok dikenal sebagai varietas yang dapat dipanen sekitar 20 hari setelah tanam.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Kangkung agar Panen 21 Hari dengan Media Sederhana

1. Apakah kangkung bisa ditanam di lahan sempit?

Jawaban: Ya, kangkung sangat cocok ditanam di lahan sempit menggunakan pot, polybag, atau bahkan botol bekas.

2. Pupuk apa yang cocok untuk mempercepat pertumbuhan kangkung?

Jawaban: Pupuk organik kaya nitrogen, pupuk kandang, dan pupuk NPK sangat efektif untuk mempercepat pertumbuhan kangkung.

3. Bagaimana cara mengetahui bibit kangkung yang unggul?

Jawaban: Bibit unggul akan tenggelam saat direndam air, memiliki fisik sempurna, dan bebas dari cacat.

4. Apakah kangkung membutuhkan banyak sinar matahari?

Jawaban: Ya, kangkung membutuhkan sinar matahari langsung setidaknya 4-6 jam per hari untuk pertumbuhan optimal.

5. Bisakah kangkung dipanen berulang kali?

Jawaban: Ya, dengan metode panen potong, kangkung dapat dipanen berulang setiap 5-7 hari.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |