5 Penyebab Nasi Benyek di Rice Cooker dan Cara Mencegahnya

4 days ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Rice cooker menjadi peralatan wajib di banyak rumah karena praktis dan memudahkan proses memasak nasi. Hanya dengan beras dan air, perangkat ini diharapkan menghasilkan nasi matang tanpa perlu pengawasan. Meski begitu, masih banyak orang yang mengeluhkan nasi hasil rice cooker justru bények dan tidak enak dimakan.

Nasi bények biasanya memiliki tekstur kelewat lembut, lengket, bahkan seperti bubur di beberapa bagian. Kondisi ini membuat nasi sulit dinikmati, cepat basi, dan tidak cocok untuk berbagai hidangan, terutama yang memerlukan nasi berbentuk butiran seperti nasi goreng atau nasi uduk. Masalah ini sering dianggap sepele padahal penyebabnya bisa beragam.

Memahami faktor-faktor penyebab nasi bények sangat penting agar hasil memasak menjadi lebih konsisten. Dengan penyesuaian kecil pada bahan, alat, dan teknik, nasi dari rice cooker bisa menjadi pulen dan sempurna setiap hari tanpa kesalahan yang sama berulang. Berikut ini Liputan6 memberikan ulasan lengkapnya untuk Anda, Kamis (8/1/2026).

1. Takaran Air Tidak Tepat

Pemicu paling umum nasi benyek adalah takaran air yang tidak sesuai jumlah beras. Banyak orang memasukkan air dengan perkiraan mata atau menggunakan standar yang berbeda untuk setiap jenis beras. Padahal, beras memiliki tingkat penyerapan air yang tidak seragam.

Pada umumnya, beras pulen membutuhkan takaran air sekitar 1:1,2, sedangkan beras pera membutuhkan air lebih banyak. Jika air terlalu banyak, butiran beras akan menyerap kelembapan berlebih dan melepaskan pati yang menghasilkan tekstur lembek dan basah. Inilah yang akhirnya menyebabkan nasi bények.

Selain jenis beras, penyebab lain adalah teknik mengukur yang salah. Menggunakan gelas yang ukurannya tidak konsisten, mengira garis indikator di panci sudah tepat, atau bahkan tidak membilas beras terlebih dahulu dapat mempengaruhi kadar air.

2. Kualitas dan Jenis Beras yang Digunakan

Jenis beras memiliki pengaruh besar terhadap hasil akhir nasi. Beras pera atau beras siam cenderung menghasilkan nasi yang lebih terpisah, sementara beras pulen seperti jenis IR atau rojolele menghasilkan nasi lembut dan mudah menempel. Jika menggunakan beras pulen dengan takaran air tinggi, hasilnya hampir pasti benyek.

Selain jenis, kualitas beras juga memengaruhi sirkulasi air. Beras lama biasanya lebih kering dan membutuhkan air lebih banyak, sedangkan beras baru lebih lembap sehingga butuh air lebih sedikit. Beras campuran antara lama dan baru pun bisa menimbulkan ketidakseimbangan kadar air dalam rice cooker.

Faktor lain adalah residu tepung beras yang terlalu banyak. Beras yang tidak dicuci atau hanya dibilas sekali akan memiliki lapisan pati tebal. Pati ini larut saat dimasak dan menciptakan tekstur lembek pada nasi. Karena itu, disarankan mencuci beras 2–3 kali hingga air bilasan sedikit lebih jernih.

3. Tutup Rice Cooker Sering Dibuka Saat Memasak

Banyak orang memiliki kebiasaan membuka tutup rice cooker saat proses memasak berlangsung. Tujuannya bisa sekadar mengecek tingkat kematangan nasi atau mengaduk beras. Namun kebiasaan ini ternyata bisa menyebabkan nasi menjadi benyek.

Saat tutup rice cooker dibuka, uap panas langsung keluar dan proses pemasakan terganggu. Beras yang belum matang sempurna akan menyerap air dalam kondisi tidak stabil, akibatnya bagian bawah bisa terlalu matang dan lembek, sedangkan bagian atas masih keras. Ketidakseimbangan ini akhirnya membuat tekstur nasi tidak merata.

Selain itu, ketika tutup dibuka, rice cooker akan menambahkan pemanasan kembali untuk mencapai suhu standar memasak. Hal ini membuat air di bagian bawah lebih cepat mendidih dan menyebabkan nasi menjadi bubur di sebagian area. Untuk hasil terbaik, tutup rice cooker sebaiknya tidak dibuka sampai proses “cook” selesai.

4. Panci Rice Cooker yang Sudah Tidak Optimal

Performa rice cooker sangat terpengaruh oleh kondisi panci bagian dalam. Panci rice cooker yang sudah penyok, gores, atau anti lengketnya rusak bisa membuat pemanasan tidak merata. Ketidakseimbangan panas ini menyebabkan nasi matang tidak seragam dan cenderung bények di satu sisi.

Kerusakan lapisan anti lengket juga mempengaruhi pelepasan uap air. Bagian yang lengket membuat uap air berkumpul di satu area, menciptakan konsentrasi air di dasar panci. Akhirnya nasi terlalu basah dan sulit mengering sempurna.

Selain itu, kerak nasi yang menumpuk akibat kebiasaan mencuci panci kurang bersih membuat lapisan pemanas tertutupi. Hal ini menurunkan efektivitas pemanasan sehingga air tidak terserap sempurna. Merawat panci dengan benar dan menggantinya jika sudah rusak penting untuk menjaga kualitas nasi.

5. Proses “Resting” yang Tidak Dilakukan

Setelah rice cooker berpindah ke mode warm, banyak orang langsung mengaduk nasi. Kebiasaan ini dapat membuat nasi semakin bények karena pada fase tersebut beras masih sangat lembap dan belum berstabilisasi.

Pada tahap resting, nasi sebenarnya sedang menyelesaikan sisa pemasakan dari panas yang terperangkap. Uap air di dalam panci mulai menyeimbangkan kadar kelembapan antar butiran. Jika langsung diaduk, uap belum sempat keluar dan justru terjebak di permukaan nasi, membuatnya basah dan lembek.

Dengan membiarkan nasi selama 10–15 menit dalam keadaan tertutup setelah matang, uap panas akan terserap lebih merata dan nasi menjadi lebih pulen. Proses ini sederhana tetapi sering diabaikan sehingga hasil nasi selalu benyek.

People Also Ask

1. Mengapa nasi di rice cooker kadang seperti bubur?

Jawaban: Karena kelebihan air, jenis beras terlalu pulen, atau proses memasak terganggu.

2. Berapa perbandingan air dan beras yang tepat?

Jawaban: Umumnya 1:1,2 untuk beras pulen, namun bisa berbeda tergantung jenis dan umur beras.

3. Apakah mencuci beras memengaruhi hasil nasi?

Jawaban: Ya, mencuci mengurangi residu pati agar nasi tidak terlalu lengket.

4. Apakah membuka tutup rice cooker saat memasak boleh?

Jawaban: Tidak disarankan karena mengganggu proses pemanasan dan merusak tekstur nasi.

5. Bagaimana cara mencegah nasi bények?

Jawaban: Gunakan takaran air yang tepat, pilih beras sesuai kebutuhan, rawat rice cooker, dan lakukan tahap resting setelah matang.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |