Liputan6.com, Jakarta - Kehadiran tikus di rumah sering kali mengganggu kenyamanan dan kebersihan. Untuk mengatasinya, Anda bisa mencoba ramuan tradisional pengusir tikus ala rumahan yang lebih aman dibandingkan bahan kimia berbahaya.
Selain mudah dibuat, bahan-bahan alami ini juga relatif terjangkau dan minim risiko bagi penghuni rumah. Dengan pemanfaatan yang tepat, berbagai bahan sederhana di sekitar Anda dapat membantu mengusir tikus secara efektif tanpa merusak lingkungan.
Berdasarkan berbagai sumber yang dikumpulkann Liputan6.com, Rabu (4/03/2026), berikut adalah beberapa bahan yang patut Anda coba.
1. Kulit durian
Aroma tajam dari kulit durian ternyata tidak disukai tikus. Anda bisa memanfaatkan bagian dalam kulit durian yang masih segar untuk diletakkan di area yang sering dilalui tikus.
Caranya cukup sederhana, potong kulit durian menjadi beberapa bagian kecil lalu letakkan di sudut ruangan, dekat dapur, atau area gelap. Aroma menyengat akan membuat tikus enggan mendekat.
Efektivitasnya cukup baik untuk penggunaan jangka pendek, terutama jika kulit durian masih segar. Namun, Anda perlu menggantinya setiap 2–3 hari agar aromanya tetap kuat.
2. Lada bubuk
Sensasi pedas dari lada bubuk bisa menjadi pengusir alami bagi tikus. Partikel halusnya dapat mengganggu sistem pernapasan tikus sehingga membuatnya tidak nyaman.
Taburkan lada bubuk di jalur yang sering dilalui tikus, seperti sudut dapur atau dekat tempat sampah. Anda juga bisa mencampurnya dengan air untuk disemprotkan.
Metode ini termasuk ramuan tradisional pengusir tikus ala rumahan yang cukup praktis. Namun, efektivitasnya bergantung pada frekuensi pengaplikasian, biasanya perlu diulang setiap 1–2 hari.
3. Tanaman bunga lavender
Lavender dikenal memiliki aroma yang menenangkan bagi manusia, tetapi justru tidak disukai tikus. Anda bisa menanamnya di sekitar rumah atau menggunakan bunga kering.
Letakkan pot lavender di area yang sering dimasuki tikus atau gunakan kantong kecil berisi bunga kering. Aroma alami ini membantu menjaga area tetap bebas hama.
Selain mengusir tikus, lavender juga mempercantik ruangan. Efektivitasnya cukup stabil selama aroma masih tercium dengan jelas.
4. Larutan cuka putih
Cuka putih memiliki bau asam yang tajam dan dapat mengganggu penciuman tikus. Anda bisa membuat larutan dengan mencampurkan cuka dan air dalam perbandingan 1:1.
Semprotkan larutan ini ke area yang sering dilalui tikus. Bau menyengat akan membuat tikus menjauh karena merasa tidak nyaman.
Penggunaan rutin setiap 2–3 hari akan meningkatkan efektivitasnya. Cara ini juga membantu menjaga kebersihan area rumah.
5. Minyak peppermint
Aroma kuat dari minyak peppermint terbukti efektif sebagai pengusir tikus alami. Tikus sangat sensitif terhadap bau menyengat seperti ini.
Teteskan minyak peppermint pada kapas, lalu letakkan di sudut ruangan atau lubang yang sering dilalui tikus. Anda juga bisa mencampurnya dengan air sebagai semprotan.
Ini termasuk salah satu ramuan tradisional pengusir tikus ala rumahan yang cukup populer. Efeknya bisa bertahan 2–3 hari sebelum perlu diganti.
6. Aroma cengkeh
Cengkeh memiliki aroma kuat yang tidak disukai tikus. Anda bisa menggunakan cengkeh utuh atau minyak cengkeh sebagai alternatif.
Letakkan cengkeh di area rawan atau gunakan minyaknya pada kapas. Aroma yang tajam akan membantu mengusir tikus secara alami.
Efektivitasnya cukup baik jika digunakan secara rutin. Pastikan aroma tetap kuat agar hasilnya optimal.
7. Bawang putih
Aroma menyengat dari bawang putih dapat mengganggu indera penciuman tikus. Anda bisa memotong bawang putih dan meletakkannya di area tertentu.
Cara lainnya adalah mencampur bawang putih yang dihaluskan dengan air lalu menyemprotkannya. Bau kuatnya akan membuat tikus menjauh.
Metode ini cukup efektif untuk penggunaan jangka pendek. Anda perlu menggantinya setiap beberapa hari agar tetap bekerja maksimal.
8. Larutan serai
Serai memiliki aroma khas yang cukup kuat dan tidak disukai tikus. Anda bisa membuat larutan dengan merebus serai, lalu menggunakan airnya sebagai semprotan.
Semprotkan larutan ini di sudut rumah atau area yang sering dilalui tikus. Selain mengusir, aroma serai juga memberikan kesan segar.
Penggunaan rutin akan membantu meningkatkan efektivitasnya. Cara ini juga aman digunakan di dalam rumah.
9. Kayu putih
Minyak kayu putih memiliki aroma tajam yang dapat mengusir tikus. Anda bisa menggunakannya dengan cara meneteskan pada kapas.
Letakkan kapas tersebut di sudut ruangan atau dekat sarang tikus. Aroma yang kuat akan membuat tikus menjauh.
Cara ini termasuk praktis dan mudah diterapkan. Untuk hasil maksimal, ulangi setiap 2–3 hari agar aromanya tetap efektif.
10. Sebarkan daun catnip
Catnip dikenal dapat memengaruhi perilaku hewan tertentu, termasuk tikus. Aroma dari daun ini membuat tikus merasa tidak nyaman.
Sebarkan daun catnip di area yang sering dilalui tikus atau gunakan dalam bentuk kering. Anda juga bisa menanamnya di sekitar rumah.
Efektivitasnya cukup baik sebagai pencegah. Namun, perlu diganti secara berkala agar aromanya tetap kuat.
Pertanyaan dan Jawaban
Apa itu ramuan tradisional pengusir tikus ala rumahan?
Ramuan ini adalah campuran bahan alami yang digunakan untuk mengusir tikus tanpa bahan kimia berbahaya.
Apakah ramuan alami benar-benar efektif mengusir tikus?
Efektifitasnya cukup baik untuk pencegahan dan penggunaan rutin, meski perlu diaplikasikan secara berkala.
Berapa lama efek ramuan pengusir tikus bertahan?
Umumnya bertahan 1–3 hari tergantung jenis bahan dan kekuatan aromanya.
Apakah aman digunakan di rumah dengan anak atau hewan peliharaan?
Sebagian besar aman, namun tetap perlu digunakan dengan hati-hati agar tidak tertelan atau terkena langsung.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451608/original/058289100_1766314102-bunga7.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470035/original/041311100_1768195236-gambar_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5404383/original/053256300_1762404213-halaman_belakang_rumah_dengan_kebun_sayur_organik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514390/original/057321300_1772089291-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316871/original/014143200_1755253267-526cdbdf-7b8c-47b8-aadc-daad24015202.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510674/original/091431900_1771834943-Model_Pagar_Rumah_Kecil_Warna_Netral_Biar_Terlihat_Lega_Kombinasi_Kayu_dan_Besi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/679898/original/kenaikan-listrik3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3404154/original/052849300_1616011409-Minyak_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517879/original/043855900_1772441227-Gemini_Generated_Image_g2iwpeg2iwpeg2iw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517447/original/054166600_1772428790-septictank.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511385/original/004605100_1771908173-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517674/original/047800100_1772436529-Fasad_Rumah_Klasik_di_Desa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464390/original/003996300_1767687894-Kebun_Bawang_Daun5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491107/original/063541400_1770084764-bou.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483471/original/055302800_1769394790-Ide_Kebun_Cabai_Pakai_Kompos_Dapur_yang_Cocok_untuk_Pemula_di_Area_Jendela.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410270/original/086160900_1762927275-Sarang_Kecoa_di_Celah_Lantai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517362/original/068616800_1772424995-Bubur_Sumsum_Mutiara_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516604/original/065757100_1772336318-cat_resar_anti_norak_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504344/original/010747100_1771232765-7b452ecb-d1e1-4445-9f54-69b3c15abe5f.png)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4612825/original/014284200_1697463859-still-life-with-scales-justice_1_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441236/original/092823500_1765460853-BRI00052.jpg)

