Perbedaan Blender dan Juicer Berdasarkan Fungsi dan Cara Kerjanya, Mana yang Lebih Baik?

1 day ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Memilih antara blender dan juicer seringkali menjadi dilema bagi banyak orang yang ingin mengonsumsi minuman sehat dari buah dan sayuran segar. Meskipun keduanya berfungsi untuk mengolah bahan makanan, terdapat perbedaan blender dan juicer yang signifikan dalam cara kerja dan hasil akhirnya.

Blender dirancang untuk menghancurkan dan mencampur seluruh bahan makanan menjadi satu kesatuan, sementara juicer bekerja dengan mengekstrak sari buah atau sayuran dan memisahkan ampasnya. Perbedaan mendasar ini memengaruhi tekstur, kandungan nutrisi, hingga jenis minuman yang dihasilkan oleh masing-masing alat.

Memahami perbedaan blender dan juicer ini akan membantu menentukan alat mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup sehat Anda. Pilihan terbaik akan sangat bergantung pada preferensi pribadi terkait konsistensi minuman dan manfaat nutrisi yang diinginkan. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (6/1/2026).

Fungsi Utama Kedua Alat

Blender adalah alat serbaguna yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan di dapur, tidak hanya untuk membuat jus. Alat ini mampu menghancurkan es, membuat smoothie, saus, sup, hingga menghaluskan bumbu dapur. Fleksibilitas ini menjadikan blender pilihan yang praktis untuk berbagai resep dan kebutuhan memasak sehari-hari.

Dari segi fungsi, blender lebih serbaguna dibandingkan juicer memungkinkan Anda membuat smoothie, saus, dan campuran bahan apa pun untuk kebutuhan memasak. Hal ini berbeda dengan juicer yang hanya fokus untuk membuat jus.

Sebaliknya, juicer dirancang khusus untuk satu fungsi utama, yaitu mengekstrak sari buah dan sayuran sesuai dengan namanya. Alat ini memisahkan cairan dari ampas, sehingga menghasilkan jus murni tanpa serat, ideal bagi mereka yang menginginkan minuman yang mudah diserap tubuh dan kaya akan konsentrasi vitamin serta mineral.

Mekanisme Cara Kerja yang Berbeda

Blender bekerja dengan menghancurkan seluruh bahan makanan menggunakan mata pisau yang berputar cepat. Proses ini mencampur semua bagian buah atau sayuran, termasuk serat dan kulit jika ikut dimasukkan, menjadi satu kesatuan. Untuk memudahkan proses penghalusan, pengguna blender seringkali perlu menambahkan cairan seperti air, susu, atau yogurt.

Blender bekerja dengan mencampur seluruh bahan menjadi satu tanpa memisahkan seratnya, di mana pisau yang berputar cepat menghaluskan semua bahan. Sementara itu, juicer memiliki mekanisme kerja yang berbeda, yaitu dengan mengekstrak cairan dari buah dan sayuran serta memisahkan ampasnya, sehingga yang keluar hanyalah airnya.

Ada dua jenis juicer utama: juicer sentrifugal yang menghancurkan dan memutar bahan dengan kecepatan tinggi, serta slow juicer yang melumat bahan secara perlahan untuk menjaga nutrisi. Proses ini menghasilkan jus yang bening dan bebas ampas. Juicer tidak memerlukan penambahan air karena fokus utamanya adalah memeras cairan alami dari bahan.

Hasil Akhir dan Kandungan Nutrisi

Hasil olahan dari blender cenderung memiliki tekstur yang lebih kental dan berampas  sering disebut smoothie, karena mencampur semua bahan termasuk seratnya. Minuman yang dihasilkan blender akan terasa lebih mengenyangkan dan menyediakan serat yang utuh untuk membantu pencernaan.

Sebaliknya, juicer menghasilkan jus dengan tekstur yang cair, halus, dan tidak berampas karena sari dari sayur atau buah akan terpisah dengan ampasnya. Jus dari juicer lebih mudah diminum dan diserap tubuh karena minimnya serat, namun kandungan seratnya lebih sedikit dibandingkan jus olahan blender.

Meskipun jus dari juicer lebih encer dan seratnya lebih rendah, konsentrasi vitamin dan mineralnya bisa lebih tinggi per volume karena nutrisi ini umumnya terdapat pada air buah dan lebih mudah diserap tubuh. Namun, jus yang dibuat dengan juicer dapat meningkatkan kadar gula darah lebih cepat karena tidak adanya serat yang memperlambat penyerapan gula. Oleh karena itu, bagi penderita diabetes atau yang ingin mengontrol gula darah, blender mungkin menjadi pilihan yang lebih baik.

Bahan yang Cocok untuk Setiap Alat

Blender sangat cocok untuk mengolah buah-buahan dengan serat halus seperti tomat, semangka, melon, pepaya, dan mentimun. Selain itu, blender juga ideal untuk buah beku, susu nabati, oats, atau yogurt, menjadikannya pilihan tepat untuk smoothie dan minuman kental lainnya. Kemampuannya menghancurkan es batu juga membuatnya serbaguna untuk minuman dingin.

Juicer lebih efektif untuk mengekstrak sari dari buah dan sayuran yang memiliki serat lebih kasar atau keras, seperti nanas, wortel, brokoli, seledri, dan apel. Alat ini dirancang untuk memisahkan ampas dari bahan-bahan tersebut, menghasilkan jus yang bening.

Slow juicer khususnya sangat baik untuk menjaga nutrisi dari sayuran hijau. Meskipun blender dapat mengolah bahan-bahan ini, hasilnya akan tetap kental dan berampas, berbeda dengan jus murni yang dihasilkan juicer, sehingga pilihan tergantung jenis minuman dan tekstur yang diinginkan.

Desain, Harga, dan Efisiensi Daya

Blender umumnya memiliki desain  lebih kompak dengan wadah yang bisa dilepas-pasang, serta dilengkapi lebih dari satu wadah dengan berbagai jenis mata pisau yang bisa digunakan sesuai kebutuhan. Desain ini membuatnya lebih mudah disimpan dan disesuaikan dengan ruang dapur yang terbatas.

Sebaliknya, juicer cenderung memiliki ukuran yang lebih besar karena memerlukan dua wadah terpisah, yaitu wadah penampung sari dan wadah penampung ampas. Juicer juga dilengkapi dengan saringan untuk memisahkan sari dari ampas, serta tongkat pendorong untuk memasukkan bahan, meskipun saat ini sudah banyak juicer dengan ukuran yang lebih kompak.

Harga blender umumnya lebih terjangkau dibandingkan juicer, terutama untuk model dasar dengan harga mulai dari Rp150 ribu hingga Rp2 juta. Keterjangkauan ini, ditambah dengan multifungsinya, menjadikan blender pilihan ekonomis bagi banyak rumah tangga. Daya listrik blender bervariasi mulai dari sekitar 100 watt hingga 400 watt, bahkan ada yang mencapai 900 watt untuk performa tinggi, dengan daya listrik blender paling kecil sekitar 100 watt.

Juicer, terutama jenis masticating juicer, cenderung lebih mahal dengan harga berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp8 juta, dan daya listrik juicer yang paling kecil sekitar 250 watt. Meskipun demikian, baik blender maupun juicer biasanya membutuhkan waktu penggunaan yang singkat (5-10 menit), sehingga konsumsi daya listrik total tidak terlalu besar.

FAQ

  1. Apa perbedaan utama antara blender dan juicer? Blender menghaluskan seluruh bahan termasuk serat, sedangkan juicer mengekstrak sari dan memisahkan ampasnya.
  2. Mana yang menghasilkan minuman lebih kental? Blender menghasilkan minuman yang lebih kental seperti smoothie karena seratnya tetap utuh.
  3. Alat mana yang lebih baik untuk mendapatkan serat? Blender lebih baik untuk mendapatkan serat karena mengolah seluruh bagian buah dan sayuran.
  4. Apakah jus dari juicer lebih mudah diserap tubuh? Ya, jus dari juicer lebih mudah diserap tubuh karena minimnya serat.
  5. Mana yang lebih serbaguna di dapur? Blender lebih serbaguna karena dapat digunakan untuk berbagai keperluan selain membuat jus, seperti saus dan sup.
Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |