Liputan6.com, Jakarta Budidaya sayuran di lahan terbatas kini bukan lagi halangan, terutama dengan munculnya tren urban farming yang semakin populer di berbagai kota besar Asia. Salah satu komoditas yang menjanjikan untuk dibudidayakan adalah Pakis Korea atau yang akrab disebut Sayur “Lidi”. Tanaman paku-pakuan yang dapat dikonsumsi ini menawarkan solusi praktis untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan.
Panduan menanam Pakis Korea di polybag ini akan mengupas tuntas langkah demi langkah, mulai dari pemilihan bibit hingga proses panen dan pasca panen. Dengan metode yang sederhana, siapa saja bisa memulai budidaya sayuran kaya nutrisi ini di pekarangan rumah, balkon, atau teras. Artikel ini akan menjadi referensi komprehensif bagi Anda yang tertarik mengembangkan urban farming dengan Pakis Korea.
Liputan6.com menyajikan ulasan lengkap mengenai teknik budidaya Pakis Korea atau Sayur “Lidi” di polybag, mengintegrasikan informasi dari berbagai sumber terpercaya. Ikuti setiap tahapan untuk memastikan keberhasilan panen Anda dan nikmati manfaat kesehatan serta ekonomi dari sayuran unik ini. Melansir dari berbagai sumber, Minggu (30/11), simak ulasan informasinya berikut ini.
Mengenal Pakis Korea atau Sayur “Lidi” dan Potensinya dalam Urban Farming
Pakis Korea atau Sayur “Lidi” merujuk pada jenis tumbuhan paku-pakuan yang bagian pucuk mudanya dapat dikonsumsi, dikenal juga sebagai fiddlehead fern. Di Indonesia, jenis pakis sayur yang umum dimakan adalah Diplazium esculentum atau pakis manis. Sementara itu, di Korea, pakis sayur yang populer adalah gosari (고사리) dari spesies Pteridium aquilinum. Tumbuhan ini tumbuh subur di daerah tropis dan subtropis Benua Asia, sering ditemukan di dekat sumber air seperti sungai atau rawa-rawa.
Sayur pakis adalah daun pakis muda yang ujungnya menggulung dan umumnya dipanen sebagai sayuran. Diplazium esculentum merupakan tumbuhan paku-pakuan yang hidup di daerah tropis dan subtropis Benua Asia. Di Korea, gosari-namul adalah hidangan khas yang terbuat dari pakis sayur muda yang ditumis, sering menjadi komponen dalam bibimbap, yukgaejang, dan bindae-tteok.
Potensi pakis dalam urban farming sangat besar karena tanaman ini kaya nutrisi dan mudah dibudidayakan, bahkan di lahan terbatas seperti polybag. Urban farming memungkinkan masyarakat menghasilkan sayuran segar sendiri, mengurangi biaya belanja, dan berpotensi menjadi sumber penghasilan. Budidaya pakis sayur di sekitar rumah menggunakan media polybag ternyata mudah dan bisa meraup untung.
Pemilihan Bibit dan Persiapan Awal untuk Penanaman Pakis
Langkah krusial dalam menanam Pakis Korea di polybag adalah pemilihan bibit yang tepat. Bibit pakis umumnya dapat diperoleh dari anakan tanaman pakis dewasa, yang merupakan metode lebih mudah bagi pemula dibandingkan pembibitan spora. Pilihlah anakan pakis yang sehat, bebas dari tanda-tanda penyakit atau hama, serta memiliki sistem perakaran yang cukup kuat untuk memastikan pertumbuhan optimal.
Sebelum proses penanaman, bibit pakis sebaiknya dibersihkan secara hati-hati dari sisa-sisa tanah lama. Hal ini penting untuk menghilangkan potensi hama atau penyakit yang mungkin terbawa dari lingkungan sebelumnya. Jika menggunakan anakan, pisahkan anakan dari tanaman induk dengan cermat agar tidak merusak akar, yang merupakan bagian vital untuk kelangsungan hidup tanaman.
Proses persiapan awal ini sangat menentukan keberhasilan budidaya Pakis Korea. Bibit yang sehat dan bersih akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru di polybag.
Pemilihan Polybag dan Media Tanam Ideal untuk Pakis
Untuk penanaman Pakis Korea, pemilihan polybag yang tepat sangat penting. Polybag berukuran sedang, dengan diameter sekitar 20-30 cm, direkomendasikan karena pakis memiliki sistem perakaran yang tidak terlalu dalam. Penting untuk memastikan polybag memiliki lubang drainase yang cukup di bagian bawah guna mencegah genangan air, yang dapat menyebabkan akar pakis membusuk.
Pilihlah polybag berukuran sedang dengan kualitas baik dan buat lubang-lubang kecil di bagian bawah agar air bisa mengalir keluar. Selain itu juga bisa menggunakan pot keramik atau tanah liat dengan lubang drainase di dasarnya saat memelihara tanaman pakis. Media tanam yang ideal untuk pakis di polybag harus gembur, subur, kaya bahan organik, serta memiliki drainase baik namun tetap mampu menahan kelembaban.
Campuran yang direkomendasikan meliputi tanah gembur sebagai dasar, kompos atau pupuk kandang untuk nutrisi esensial, serta sekam padi atau serbuk gergaji untuk meningkatkan porositas dan drainase. Perbandingan umum yang disarankan adalah 2 bagian tanah, 1 bagian pupuk kandang atau kompos, dan 1 bagian sekam padi. Beberapa petani juga berhasil dengan campuran sekam padi mentah dan sedikit kotoran kambing. Campuran sekam padi, serbuk gergaji, dan kompos akan membantu drainase yang baik.
Proses Penanaman dan Penempatan Pakis Korea
Proses penanaman Pakis Korea di polybag dimulai dengan mengisi polybag menggunakan media tanam yang sudah disiapkan hingga sekitar seperempat atau setengah bagian. Selanjutnya, letakkan bibit pakis di tengah polybag, lalu timbun akarnya dengan media tanam hingga semua daun berada di atas permukaan. Padatkan tanah secara perlahan di sekitar pangkal tanaman untuk memastikan bibit berdiri kokoh, kemudian siram tanaman untuk menjaga kelembaban awal.
Disarankan untuk mengisi setengah bagian pot dengan media tanam berpori, menimbun akar pakis dengan tanah, dan memastikan semua daun berada di atas media tanam agar pakis tumbuh subur. Pentingnya menyiram tanaman juga ditekankan setelah penanaman untuk menjaga kelembapannya.
Penempatan polybag pakis juga sangat penting karena pakis menyukai tempat yang teduh dan lembab, tidak langsung terkena sinar matahari penuh. Penempatan di teras rumah, di bawah pohon yang lebih besar, atau di area yang mendapatkan naungan parsial sangat ideal. Sinar matahari langsung yang terlalu terik dapat mengganggu pertumbuhan dan menyebabkan daun mengering.
Perawatan Rutin: Penyiraman, Pemupukan, dan Pengendalian Hama
Perawatan rutin Pakis Korea meliputi penyiraman yang konsisten untuk menjaga kelembaban media tanam. Siram tanaman secara teratur, terutama jika permukaan media tanam terasa kering saat disentuh. Namun, hindari penyiraman berlebihan yang dapat menyebabkan media terlalu basah dan memicu busuk akar.
Untuk mendukung pertumbuhan optimal, berikan pupuk organik secara berkala, seperti pupuk kompos atau pupuk cair organik. Pemupukan dapat dilakukan setiap 2-4 minggu sekali, tergantung pada jenis pupuk dan kondisi tanaman, untuk memastikan ketersediaan nutrisi yang cukup.
Meskipun Pakis Korea umumnya kuat, pengendalian hama dan penyakit tetap diperlukan. Hama umum yang menyerang pakis meliputi kutu putih (mealybugs), kutu daun (aphids), dan ulat. Kutu putih terlihat seperti gumpalan kapas kecil di bagian bawah daun. Pengendalian dapat dilakukan secara manual dengan membersihkan hama menggunakan kapas beralkohol atau menyemprotkan air bertekanan, serta menggunakan minyak nimba sebagai pestisida alami.
Penyakit jamur seperti bercak daun (leaf spot) dan antraknosa (anthracnose) juga dapat menyerang pakis. Gejala bercak daun muncul sebagai bintik-bintik coklat dan basah, sementara antraknosa disebabkan oleh Colletotrichum sp.. Penggunaan fungisida berbahan aktif metil tiofanat serta menjaga kebersihan lingkungan tanam dan drainase yang baik sangat penting untuk mencegah penyakit.
Panen dan Pasca Panen Pakis Korea
Bagian Pakis Korea yang dikonsumsi adalah pucuk muda yang masih menggulung atau belum sepenuhnya terbuka, sering disebut fiddleheads. Pucuk ini sebaiknya dipanen pada awal musim sebelum daunnya terbuka dan mencapai ketinggian maksimalnya. Saat memanen, disarankan untuk hanya mengambil sepertiga bagian pucuk per tanaman atau kelompok untuk memastikan keberlanjutan panen. Panen dapat dilakukan setiap tiga hari sekali agar tanaman tetap produktif dan tekstur daun tidak mengeras.
Sayur pakis adalah daun pakis muda yang ujungnya menggulung dan umumnya dipanen sebagai sayuran. Disarankan untuk hanya mengambil sepertiga bagian pucuk per tanaman atau kelompok untuk panen yang berkelanjutan.
Pucuk pakis yang baru dipanen harus segera diolah atau disimpan dengan benar untuk menjaga kesegarannya. Penting untuk diingat bahwa pakis harus dimasak dengan matang sebelum dikonsumsi untuk menetralkan potensi racun yang mungkin terkandung di dalamnya. Otoritas kesehatan merekomendasikan waktu memasak 15 menit jika direbus dan 10 hingga 12 menit jika dikukus. Memasak pakis dengan benar adalah kunci untuk menikmati manfaatnya secara aman.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Apa itu Pakis Korea atau Sayur “Lidi”?
Jawaban: Pakis Korea atau Sayur “Lidi” adalah jenis tumbuhan paku-pakuan yang pucuk mudanya dapat dikonsumsi, dikenal juga sebagai fiddlehead fern. Di Indonesia umumnya Diplazium esculentum, sedangkan di Korea disebut gosari (Pteridium aquilinum).
2. Bagaimana cara memilih bibit pakis yang baik untuk ditanam di polybag?
Jawaban: Pilihlah anakan pakis yang sehat, tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit atau hama, dan memiliki akar yang cukup kuat. Bibit sebaiknya dibersihkan dari sisa-sisa tanah lama sebelum ditanam.
3. Media tanam seperti apa yang ideal untuk Pakis Korea di polybag?
Jawaban: Media tanam ideal harus gembur, subur, kaya bahan organik, dan memiliki drainase yang baik namun tetap lembap. Campuran yang direkomendasikan adalah 2 bagian tanah, 1 bagian pupuk kandang/kompos, dan 1 bagian sekam padi.
4. Bagaimana cara memanen Pakis Korea dan apa yang perlu diperhatikan setelah panen?
Jawaban: Panen pucuk muda yang masih menggulung (fiddleheads), ambil sepertiga bagian per tanaman untuk keberlanjutan. Setelah panen, pucuk harus segera diolah atau disimpan. Penting untuk memasak pakis hingga matang (15 menit direbus atau 10-12 menit dikukus) sebelum dikonsumsi untuk menetralkan potensi racun.
5. Apa saja manfaat kesehatan dari mengonsumsi Pakis Korea?
Jawaban: Pakis Korea kaya vitamin A, C, B1, B2, K, serta mineral seperti zat besi dan kalsium. Manfaatnya meliputi peningkatan kekebalan tubuh, menjaga kesehatan mata, melancarkan pencernaan, mencegah anemia, menjaga kesehatan tulang, serta berfungsi sebagai antioksidan dan detoksifikasi tubuh.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507857/original/034935200_1771556198-Gunakan_Gelombang_Ultrasonik__Si_Suara_Pengusir_Tikus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476914/original/062753400_1768803122-tips_ternak_ikan_nila__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479122/original/031799500_1768969304-teras_rumah_penuh_dengan_lumut_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501741/original/018482500_1770954839-unnamed__20_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510386/original/056051100_1771827221-Menambal_Panci_Bolong_dengan_Pasta_Gigi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510260/original/034248300_1771824015-Tempat_Tidur_Multifungsi_dengan_Laci_Penyimpanan_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399654/original/024759900_1761986069-unnamed_-_2025-11-01T153047.261.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466583/original/088057600_1767848985-kulkas_stailess.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3453887/original/059861500_1620644690-Photo_1_-_Inspirasi_Warna_Idul_Fitri_dari_Dulux_yang_Berikan_Ketenangan_Hati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509150/original/021878200_1771658832-WhatsApp_Image_2026-02-21_at_14.12.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5007237/original/075205400_1731658154-cara-menghilangkan-bau-bangkai-tikus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443901/original/078602300_1765764990-Tikus_berkeliaran_di_sampah_dapur__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508739/original/032699400_1771591675-Kandang_Burung_di_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216745/original/005505100_1526533221-_2__776314-bagian-dapur-yang-jorok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505002/original/062992800_1771317781-desain_kebun_sayur_gang_sempit__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500598/original/060036200_1770871666-ilustrasi_tandon_air__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493186/original/056821500_1770196927-Rak_Bertingkat_untuk_Simpan_Wadah_Makanan_di_Dapur_Sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5222470/original/049368400_1747396063-id-11134207-7rbke-m6f5pkcsms2v3e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501745/original/014373900_1770954841-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472800/original/077444100_1768376283-Lemari_Gantung_Melayang__Gemini_AI_.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397519/original/027419100_1761810681-Galvanis_dan_Stainless.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)