Liputan6.com, Jakarta - Al Binaa Islamic Boarding School kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik dan spiritual, tetapi juga memiliki kepedulian nyata terhadap masa depan lingkungan.
Melalui Environmental Summit ’26 bertema “Pendidikan Karakter Lingkungan sebagai Pondasi Generasi Emas”, sekitar 1.000 santriwan dan santriwati tingkat SMP dan SMA memenuhi Aula Mustaqbal Al Binaa untuk mengikuti sesi utama bersama Dr. Taufiq Supriadi, Community Development Expert sekaligus penggagas Pusat Pembelajaran Pencegah Krisis Planet, Living Laboratory Survival Architecture Indonesia, dan Eco EduFarm Indonesia RT8 RW4 Malaka Jaya.
Kegiatan tersebut sejak awal memang dirancang oleh Jam’iyyah Tholabah Al Binaa sebagai forum edukasi strategis yang mempertemukan peserta didik dengan praktik nyata kepemimpinan, inovasi sosial, dan pembangunan budaya keberlanjutan.
Acara ini turut dihadiri jajaran pimpinan dan keluarga besar Al Binaa Islamic Boarding School. Mudir/Pimpinan Pesantren Al Binaa dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Wakil Mudir Bidang Pendidikan dan Kurikulum, Ustadz Agung Wahyu Adi, Lc., M.Pd., bersama jajaran Dewan Permusyawaratan Pesantren, para tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan.
Kehadiran unsur pimpinan pesantren menegaskan bahwa isu lingkungan di Al Binaa tidak dipandang sebagai tema tambahan, melainkan sebagai bagian dari pendidikan karakter santri yang perlu dibangun secara sadar, sistematis, dan berkelanjutan.
Santri perlu dibekali kemampuan untuk memahami masalah
Dalam pemaparannya, Taufiq menyampaikan materi bertajuk “Dari Lorong Sempit Lahir Solusi Besar”, yang memperlihatkan bagaimana sebuah kawasan padat penduduk di RT8 RW4 Malaka Jaya, Jakarta Timur, dapat berkembang menjadi laboratorium hidup pengelolaan sampah, ketahanan pangan, konservasi air, pemanfaatan energi terbarukan, digitalisasi komunitas, hingga ekonomi sirkular berbasis warga. Salah satu pesan kunci yang disampaikan adalah bahwa perubahan besar tidak selalu lahir dari ruang besar, melainkan dapat dimulai dari unit sosial terkecil yang mau bergerak dan konsisten membangun sistem.
“Indonesia tidak kekurangan program. Indonesia membutuhkan sistem dari akar. Kalau satu RT bisa berubah, maka satu pesantren, satu sekolah, satu kota, bahkan satu bangsa juga bisa bergerak,” ujar Taufiq di hadapan para santri.
Taufiq menegaskan bahwa pendidikan lingkungan bagi generasi muda harus melampaui slogan “cinta alam”. Ustadz Agung dalam sambutannya menegaskan bahwa Santri perlu dibekali kemampuan untuk memahami masalah, membangun gerakan, mengajak orang lain, menghadapi resistensi, dan menjaga konsistensi perubahan. Karena itu, sesi diskusi berlangsung sangat hidup. Para ustadz dan santri tidak hanya bertanya tentang lingkungan sebagai isu teknis, tetapi juga tentang kepemimpinan sosial dan strategi perubahan perilaku masyarakat.
Taufiq juga mengajarkan kepada para santri cara menjelaskan program lingkungan kepada masyarakat
Beberapa pertanyaan yang mengemuka antara lain, bagaimana cara memulai gerakan warga dari nol, bagaimana menghadapi masyarakat yang tidak sepakat dengan gagasan perubahan, bagaimana menyikapi warga yang masih membuang sampah ke sungai seperti Sungai Citarum, serta bagaimana menjaga program lingkungan agar tidak berhenti setelah semangat awal mereda.
Pertanyaan lain yang juga menarik ialah bagaimana santri dapat menjadi komunikator lingkungan yang meyakinkan tanpa terkesan menggurui, serta bagaimana mengubah kebiasaan kecil di asrama, seperti memilah sampah, menghemat air, dan menjaga kebersihan, menjadi budaya kelembagaan.
Menanggapi hal tersebut, Taufiq tidak hanya menjelaskan teori perubahan sosial, tetapi juga membagikan pengalaman praktis membangun gerakan warga di RT8. Ia menjelaskan bahwa perubahan sering kali tidak dimulai dari dukungan semua orang, melainkan dari keteladanan kecil yang terus dilakukan, dari komunikasi yang sabar, dan dari kemampuan menunjukkan manfaat secara nyata.
“Menghadapi warga yang belum sepakat bukan dengan memusuhi, tetapi dengan terus menunjukkan bahwa gerakan ini bermanfaat. Jangan lelah memberi contoh. Jangan cepat tersinggung. Perubahan sosial itu bukan sekadar soal benar atau salah, tetapi soal kesabaran membangun kepercayaan,” jelas Taufiq.
Ia juga menekankan pentingnya membedakan antara menegur perilaku yang merusak lingkungan dengan merendahkan orangnya. Menurutnya, masyarakat yang masih membuang sampah ke sungai tidak boleh hanya dicap sebagai masalah, tetapi perlu dipahami sebagai bagian dari tantangan edukasi, fasilitas, kebiasaan, dan tata kelola yang harus dibenahi bersama.
“Kalau masih ada warga membuang sampah ke kali, kita tidak boleh berhenti pada kemarahan. Kita harus bertanya: apakah mereka sudah diberi pemahaman, apakah sistem pengelolaan sampahnya tersedia, apakah ada contoh nyata yang dekat dengan kehidupan mereka? Gerakan lingkungan harus tegas pada prinsip, tetapi tetap manusiawi dalam pendekatan,” ungkapnya.
Yang membuat sesi ini istimewa, Taufiq juga mengajarkan kepada para santri cara menjelaskan program lingkungan kepada masyarakat, cara menyusun narasi yang mudah diterima, dan cara melanjutkan gerakan agar tidak padam di tengah jalan. Bagi santri SMP dan SMA, pembelajaran semacam ini menjadi sangat penting karena mereka bukan hanya penerima pengetahuan, tetapi calon pemimpin yang kelak akan memengaruhi keluarga, organisasi, masyarakat, bahkan bangsa.
Taufiq mengharapkan Al Binaa Islamic Boarding School untuk melangkah lebih jauh
Dalam forum tersebut, Taufiq menyampaikan apresiasi khusus kepada Al Binaa Islamic Boarding School. Menurutnya, keberanian Al Binaa mengangkat tema pendidikan karakter lingkungan dalam forum besar yang dihadiri hampir seribu santri menunjukkan visi pendidikan yang maju.
“Saya melihat Al Binaa tidak sedang menyelenggarakan seminar lingkungan biasa. Al Binaa sedang membangun pondasi kepemimpinan masa depan, santri yang kuat iman dan ilmunya, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap bumi yang dititipkan Allah kepada manusia. Ini luar biasa dan harus dijaga konsistensinya,” kata Taufiq.
Di akhir pemaparannya, Taufiq menyampaikan tantangan terbuka kepada Al Binaa Islamic Boarding School untuk melangkah lebih jauh, yakni menargetkan pencapaian Predikat Sekolah Adiwiyata sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Program Adiwiyata. Regulasi tersebut mendorong sekolah dan/atau madrasah membangun gerakan peduli dan berbudaya lingkungan secara terencana, termasuk melalui program, aksi, kaderisasi, perubahan perilaku, dan perubahan kondisi fisik lingkungan sekolah.
“Saya menantang Al Binaa: jangan berhenti sebagai pesantren yang peduli lingkungan, tetapi bergerak menjadi sekolah berbudaya lingkungan yang terukur dan diakui. Al Binaa memiliki modal sangat besar, santri yang banyak, disiplin pesantren, kepemimpinan yang kuat, dan ruang pendidikan karakter yang hidup. InsyaAllah, bila diminta, saya siap mendampingi ikhtiar Al Binaa menuju Adiwiyata,” tegas Taufiq.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian karena sejalan dengan arah besar kegiatan Environmental Summit ’26 yang sejak awal menempatkan pendidikan karakter lingkungan sebagai pondasi generasi emas. Dalam konteks ini, Adiwiyata bukan sekadar predikat formal, melainkan dapat menjadi kerangka kelembagaan agar gerakan lingkungan di Al Binaa berkembang secara lebih sistematis: dari kebiasaan santri, pengelolaan asrama, penguatan kurikulum karakter, kaderisasi, hingga dokumentasi capaian dan kemitraan dengan komunitas praktik baik.
Taufiq hadir dalam kegiatan tersebut bersama istri selaku Ketua PKK RT8, Ibu Lina sebagai Bidang Lingkungan Hidup RT8, serta Arsyad sebagai Bidang Teknologi Informasi RT8. Kehadiran tim ini mempertegas bahwa gerakan yang dibawa bukanlah kerja individual, melainkan hasil kolaborasi warga yang telah dibangun bertahun-tahun secara konsisten.
Environmental Summit ’26 di Al Binaa pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar forum inspirasi. Kegiatan ini mempertemukan dua kekuatan penting: pendidikan pesantren yang membentuk karakter dan praktik baik masyarakat yang membuktikan bahwa perubahan lingkungan dapat dijalankan dari akar rumput. Bila kesinambungan ini dijaga, Al Binaa berpeluang menjadi salah satu model penting pesantren modern yang mengintegrasikan nilai keislaman, kepemimpinan santri, dan tanggung jawab ekologis dalam satu gerakan nyata.
“Masa depan lingkungan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh ruang-ruang pendidikan yang berani menanamkan karakter sejak dini. Hari ini Al Binaa telah memulai langkah penting itu,” tutup Taufiq.
Tentang Dr. Dr. Taufiq Supriadi
Dr. Dr. Taufiq Supriadi merupakan Community Development Expert, Ketua RT8 RW4 Malaka Jaya, serta penggagas Pusat Pembelajaran Pencegah Krisis Planet/Living Laboratory Survival Architecture Indonesia/Eco EduFarm Indonesia. Melalui gerakan warga di lingkungan padat penduduk Jakarta Timur, ia mengembangkan model integratif yang menghubungkan pengelolaan sampah, ketahanan pangan, konservasi air, energi terbarukan, digitalisasi tata kelola, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam bahan presentasinya di Al Binaa, model tersebut diperkenalkan sebagai bukti bahwa perubahan besar dapat lahir dari ruang kecil yang digerakkan dengan sistem dan konsistensi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437981/original/021030300_1765269432-buah_melon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6016327/original/088836900_1778908276-estetik_untik_konten_2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5934682/original/052544500_1778832111-unnamed__53_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5926318/original/058200600_1778824101-Gemini_Generated_Image_iq73c7iq73c7iq73.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6112795/original/081098800_1778998009-13998381382127197756.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381432/original/096531500_1760504797-rumah_taman_indoor_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481546/original/062470100_1769136899-tanaman_cabai_botol_bekas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5672582/original/044014900_1778485343-Gemini_Generated_Image_gaikrhgaikrhgaik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6037408/original/037650200_1778928060-ternak_sidat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5923828/original/082286200_1778821853-4c36b5e4-7600-416a-9f8a-cd79d15ecaad.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5933539/original/017809500_1778831122-Rumah_Kampung_Modern_1_Lantai_dengan_Bukaan_Lebar_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486478/original/094414700_1769588326-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549552/original/019912100_1775622236-lemon_polybag.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5829640/original/092959600_1778732034-1778731351.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5938625/original/026039400_1778835926-timun_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5934483/original/034845000_1778831949-pohon_cabai_kering.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5931877/original/043857800_1778829432-cara_menyulap_halaman_sempit_jadi_area_serbaguna__Citizen_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5929582/original/017068400_1778827285-Warna_Cat_Pagar_Tembok_yang_Cocok_untuk_Area_Berdebu_dan_Pinggir_Jalan_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5925036/original/075180100_1778823016-Inspirasi_Jualan_di_Teras_Rumah_Type_36_yang_Cocok_di_Depan_Gang_Kecil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3447630/original/064046300_1620114488-colorful-aglaonema-plants-garden-variegated-plants-beauty-decoration-agriculture-design_34070-491.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3913279/original/044672700_1643034569-24_januari_2022-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5179416/original/014824300_1743563839-ChatGPT_Image_Apr_2__2025__10_16_14_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4361383/original/094002100_1679011888-Coinbase.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4740420/original/059441100_1707701782-fotor-ai-2024021283456.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410733/original/065340700_1762943225-IMG_9134.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302027/original/031341800_1753970046-Gemini_Generated_Image_8k5rmv8k5rmv8k5r.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4845191/original/066087800_1716884377-Food_processor_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5027992/original/041439300_1732861105-fotor-ai-2024112913176.jpg)
