Cara Ternak Puyuh di Rumah Supaya Bertelur Tiap Hari: Panduan Lengkap untuk Pemula

1 day ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Beternak puyuh di rumah kini menjadi pilihan menarik banyak orang, terutama bagi pemula yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan. Unggas kecil ini dikenal memiliki produktivitas telur yang tinggi. Panduan ini akan membahas cara ternak puyuh di rumah supaya bertelur tiap hari bagi pemula.

Usaha skala rumahan ini menawarkan berbagai keunggulan, seperti modal awal yang relatif kecil dan tidak membutuhkan lahan luas.  Kunci keberhasilan dalam beternak puyuh agar produktif adalah penerapan pola pemeliharaan yang terencana dan konsisten.

Mulai dari pemilihan bibit, penyiapan kandang, pemberian pakan, hingga manajemen kesehatan, semua aspek harus diperhatikan secara detail. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (6/1/2026).

Pemilihan Bibit Puyuh Unggul untuk Produktivitas Optimal

Pemilihan bibit puyuh yang berkualitas merupakan langkah awal krusial untuk memastikan keberhasilan ternak puyuh petelur. Bibit yang sehat dan unggul akan memiliki potensi produksi telur optimal dan daya tahan tubuh yang baik terhadap penyakit. Penting untuk memilih bibit dari peternak terpercaya yang memiliki rekam jejak baik dalam menghasilkan bibit berkualitas.

Ciri-ciri bibit puyuh unggul meliputi kondisi tubuh yang sehat, aktif bergerak, bulu halus, dan mata cerah. Bibit puyuh betina yang baik untuk petelur biasanya berusia sekitar 1-2 minggu atau 50 hari saat siap dijadikan induk. Jenis puyuh Jepang (Coturnix coturnix japonica) sering direkomendasikan karena produktivitas telurnya tinggi.

Beberapa penyedia bibit puyuh unggul menawarkan bibit yang sudah divaksinasi dan memiliki produktivitas tinggi. Misalnya, bibit puyuh Peksi diklaim mulai berproduksi lebih awal, sekitar 38-40 hari. Membeli bibit dari sumber terpercaya juga dapat meminimalkan risiko mendapatkan bibit yang sudah tua atau tidak sehat.

Kandang yang Ideal untuk Mendukung Puyuh Bertelur Tiap Hari

Kandang merupakan elemen fundamental dalam beternak puyuh, berfungsi sebagai tempat tinggal dan berkembang biak yang harus memenuhi standar kenyamanan dan keamanan. Lingkungan kandang yang nyaman akan mengurangi stres pada puyuh, sehingga produktivitas telur dapat maksimal. Kandang harus memiliki sirkulasi udara baik, kering, tidak lembab, dan aman dari gangguan predator.

Desain kandang puyuh petelur umumnya berbentuk rak atau baterai yang disusun bertingkat untuk menghemat ruang. Ukuran ideal kandang bervariasi tergantung usia puyuh, namun untuk puyuh dewasa kepadatan yang disarankan adalah sekitar 50 ekor per meter persegi. Lantai kandang sebaiknya dibuat agak miring agar telur dapat langsung keluar ke penampungan, serta dilengkapi dengan tempat pakan dan minum yang mudah dijangkau dan dibersihkan.

Pengaturan suhu dan kelembaban dalam kandang juga sangat penting, suhu ideal berkisar antara 20-25 derajat celcius dengan kelembaban 30-80%. Untuk menjaga suhu tetap stabil, terutama pada malam hari atau saat puyuh masih anakan, dapat digunakan lampu pijar sebagai pemanas. Kebersihan kandang harus dijaga rutin, setidaknya dua hari sekali atau setiap hari saat musim hujan, termasuk membersihkan wadah pakan dan minum.

Nutrisi dan Pakan Berkualitas untuk Produksi Telur Harian

Pakan berkualitas tinggi adalah faktor penentu utama dalam menjaga kesehatan dan produktivitas telur puyuh. Pakan komersial khusus puyuh petelur umumnya sudah diformulasikan dengan kandungan protein sekitar 20-25%, serta mineral dan vitamin yang seimbang.

Selain pakan komersial, pakan puyuh dapat diperkaya dengan bahan-bahan lain seperti jagung giling sebagai sumber energi, kacang kedelai untuk protein dan asam amino, serta dedak atau terigu sebagai sumber karbohidrat dan mineral.

Penambahan premix mineral dan vitamin, seperti kalsium, fosfor, dan vitamin D, sangat penting untuk pembentukan kerabang telur yang kuat dan kesehatan tulang. Grit atau batu gamping juga diperlukan untuk membantu pencernaan.

Pakan diberikan dua kali sehari, pada pagi dan sore menjelang malam dengan jumlah sekitar 20-25 gram per ekor per hari untuk puyuh dewasa. Air minum bersih harus selalu tersedia dan diganti secara teratur untuk mencegah kontaminasi. Kualitas air minum juga perlu diperhatikan, baik fisik, kimia, maupun kandungan mikroorganismenya, karena air minum yang tercemar dapat menyebabkan penurunan produksi dan penyakit.

Manajemen Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Puyuh

Manajemen kesehatan yang baik adalah kunci untuk menjaga puyuh tetap sehat dan produktif, serta mencegah kerugian akibat penyakit. Pencegahan penyakit dimulai dengan penerapan biosekuriti yang ketat, termasuk menjaga kebersihan kandang secara rutin dan sterilisasi untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan parasit. Isolasi puyuh yang sakit juga sangat penting untuk mencegah penularan ke puyuh lain.

Beberapa penyakit umum yang menyerang puyuh petelur antara lain Tetelo (Newcastle Disease/ND), Berak Kapur (Pullorum), dan Infectious Bronchitis. Gejala ND meliputi susah bernapas, batuk, bersin, lesu, mata mengantuk, tinja encer kehijauan, dan kepala memutar-mutar. Pullorum ditandai dengan kotoran putih encer, nafsu makan berkurang, dan bulu mengerut. Infectious Bronchitis menyebabkan puyuh lesu, mata dan hidung berlendir, batuk, serta kerabang telur tipis.

Pencegahan penyakit dapat dilakukan melalui program vaksinasi yang sesuai, isolasi puyuh yang sakit, dan pemusnahan puyuh yang mati jauh dari area kandang. Pemberian multivitamin juga dianjurkan untuk meminimalkan stres puyuh setelah vaksinasi. Selain itu, pastikan ventilasi kandang cukup untuk sirkulasi udara yang baik.

Pencahayaan dan Lingkungan yang Mendukung Produksi Telur Puyuh

Pencahayaan memegang peranan vital dalam merangsang produksi telur pada puyuh, karena cahaya mempengaruhi proses biologis dan hormon reproduksi. Durasi dan intensitas cahaya yang tepat dapat meningkatkan produktivitas telur secara signifikan. Umumnya, puyuh petelur membutuhkan pencahayaan sekitar 14-16 jam per hari untuk mencapai produksi optimal.

Pada masa produksi (fase layer), pencahayaan dapat diberikan hingga 16 jam sehari, bahkan ada yang merekomendasikan 24 jam pada awal masa bertelur untuk merangsang puyuh betina agar rajin bertelur. Penggunaan lampu pijar berdaya 25-40 watt sering digunakan untuk tujuan ini. Cahaya yang cukup juga membantu puyuh mengenali tempat pakan dan minum, serta mengurangi stres.

Selain durasi, warna cahaya juga dapat mempengaruhi produksi telur. Penelitian menunjukkan bahwa lampu berwarna bening memberikan pengaruh yang efektif terhadap produksi telur puyuh. Namun, lampu berwarna kuning, merah, dan hijau juga mampu menggantikan lampu kontrol dalam produksi puyuh. Lingkungan kandang yang tenang dan jauh dari kebisingan juga penting untuk mengurangi stres pada puyuh.

FAQ

  1. Apa kunci utama agar puyuh bertelur tiap hari? Kunci utamanya adalah pakan bergizi seimbang, pencahayaan cukup, dan kandang yang nyaman.
  2. Berapa usia puyuh mulai bertelur? Puyuh biasanya mulai bertelur pada usia sekitar 40–45 hari.
  3. Jenis pakan apa yang bagus untuk puyuh petelur? Pakan khusus puyuh petelur dengan kandungan protein tinggi sangat dianjurkan.
  4. Apakah puyuh perlu lampu di kandang? Ya, lampu diperlukan untuk menambah durasi cahaya agar produksi telur optimal.
  5. Berapa lama pencahayaan ideal untuk puyuh petelur? Puyuh membutuhkan pencahayaan sekitar 14–16 jam per hari.
  6. Apakah kebersihan kandang memengaruhi produksi telur? Kandang yang bersih membantu puyuh tetap sehat dan rajin bertelur.
  7. Bisakah ternak puyuh dilakukan di rumah sempit? Bisa, asalkan sirkulasi udara baik dan kepadatan kandang tidak berlebihan.
Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |