Cara Ternak Kroto di Rumah, Bisnis Menguntungkan dari Halaman Sendiri

1 day ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Kroto, atau telur semut rangrang (Oecophylla smaragdina), merupakan pakan alami berharga yang banyak dicari oleh pemilik burung hias. Kandungan protein dan lemaknya yang tinggi menjadikan kroto sangat digemari oleh berbagai jenis burung kicau seperti murai batu, kutilang, jalak, dan beo, yang dapat membuat suara mereka lebih nyaring dan indah.

Selain sebagai pakan burung, kroto juga dimanfaatkan secara luas sebagai umpan memancing yang efektif. Kandungan nutrisinya yang kaya, termasuk kalsium serta asam lemak esensial omega-3 dan omega-6, juga menjadikannya bahan pakan tambahan yang baik untuk ternak atau ikan.

Melihat beragam manfaat dan permintaan pasar yang terus meningkat, bisnis ternak kroto di rumah memiliki potensi yang sangat menjanjikan. Dengan modal awal yang relatif rendah dan perawatan yang tidak rumit, budidaya kroto dapat menjadi alternatif usaha rumahan yang menguntungkan dan berkelanjutan. Berikut Liputan6 memberikan ulasan lengkapnya untuk Anda, Selasa (6/1/2026).

Persiapan Kandang

Langkah penting dalam memulai cara ternak kroto di rumah adalah menyiapkan kandang atau media budidaya yang tepat. Untuk skala rumahan, media yang umum dan efektif meliputi toples bekas, potongan paralon, besek dari anyaman bambu, atau galon air mineral. Pemilihan media ini harus mempertimbangkan kemudahan dalam pengelolaan serta kemampuan bibit kroto untuk berkembang biak dengan optimal di dalamnya.

  • Lokasi yang ideal adalah tempat yang tenang, teduh, dan terlindungi dari paparan sinar matahari langsung, angin kencang, atau hujan.
  • Suhu optimal untuk semut rangrang berkisar antara 20°C hingga 33°C; suhu di atas batas ini dapat menyebabkan semut stres atau bahkan mati, terutama jika media yang digunakan adalah plastik atau paralon.
  • Untuk mencegah semut rangrang kabur, setiap kaki rak kandang dapat diletakkan di dalam wadah berisi air atau oli bekas.
  • Di dalam media toples atau paralon, tambahkan dedaunan kering untuk merangsang semut membuat sarang.
  • Kebersihan kandang harus selalu terjaga dan tidak lembab, serta dapat ditambahkan campuran tanah liat, arang kayu, dan kapur sirih untuk menjaga kelembaban dan kebersihan lingkungan budidaya.

Memilih dan Menempatkan Bibit Kroto Unggul untuk Budidaya

Persiapan bibit koloni merupakan tahapan penting sebelum memulai cara ternak kroto di rumah. Bibit koloni semut rangrang dapat diperoleh dengan dua cara: menangkapnya sendiri di alam bebas, atau membelinya dari petani atau penjual bibit kroto yang sudah terpercaya.

Harga bibit koloni biasanya berkisar antara Rp150.000 hingga Rp200.000 per liter.

  • Pilihlah koloni semut yang menunjukkan tanda-tanda kesehatan yang baik, seperti memiliki banyak semut pekerja aktif dan berumur minimal satu tahun.
  • Bibit kroto yang unggul seringkali disajikan dalam toples praktis yang mudah digunakan, serta dilengkapi dengan nutrisi lengkap dan seimbang sebagai pakan awal.
  • Setelah kandang siap, bibit koloni semut rangrang harus dipindahkan ke dalam media budidaya dengan hati-hati.
  • Letakkan sarang semut di tengah-tengah area budidaya atau kamar kroto yang telah disiapkan.
  • Sangat penting untuk menghindari penggabungan koloni baru dengan koloni lama, karena tindakan ini dapat memicu perkelahian antar semut yang berujung pada banyak kematian.

Pakan dan Perawatan Koloni Kroto

Pemberian pakan yang cukup dan bergizi adalah kunci utama untuk menjaga stabilitas koloni dan meningkatkan produktivitas kroto dalam cara ternak kroto di rumah.

Semut rangrang adalah insektivora, sehingga pakan utamanya terdiri dari serangga kecil seperti ulat hongkong, ulat daun pisang, jangkrik, belalang, cicak, dan cacing tanah. Selain serangga, semut rangrang juga membutuhkan asupan cairan manis untuk energi. Anda bisa menyediakan cairan tebu, air gula, atau madu sebagai sumber gula.

Perawatan lingkungan kandang juga memegang peranan penting. Pastikan kandang selalu bersih dan tidak lembab untuk mencegah pertumbuhan jamur atau bakteri. Lakukan penyiraman secara rutin dengan air bersih untuk menjaga kelembaban yang ideal dan perhatikan pengaturan suhu agar tetap optimal.

Mengenal Kroto dan Potensi Bisnisnya

Kroto adalah istilah untuk telur semut rangrang, yang dikenal juga sebagai semut merah atau semut kerengga. Telur-telur ini memiliki bentuk lonjong dan warna putih, seringkali disalahartikan sebagai butiran nasi. Di dalamnya, terdapat larva dan pupa yang akan berkembang menjadi semut dewasa.

Kandungan nutrisi dalam kroto sangat melimpah, terutama protein dan lemak tinggi yang esensial untuk pertumbuhan dan kesehatan. Selain itu, kroto juga mengandung kalsium serta asam lemak esensial seperti omega-3 dan omega-6. Nutrisi ini bermanfaat untuk meningkatkan kualitas suara burung kicau, menjadikan umpan pancing lebih menarik, dan sebagai suplemen pakan untuk ternak atau ikan.

Potensi bisnis dari cara ternak kroto di rumah sangat besar karena permintaan pasar yang stabil dan harga jual yang tinggi. Harga kroto di pasaran bisa mencapai Rp150.000 hingga Rp200.000 per kilogram, menawarkan margin keuntungan yang menarik. Modal awal yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini berkisar antara Rp1 juta hingga Rp3 juta.

People Also Ask

1. Apa itu kroto dan mengapa penting untuk diternak?

Jawaban: Kroto adalah telur semut rangrang yang kaya protein dan lemak, digunakan sebagai pakan burung kicau, umpan pancing, dan pakan ternak. Potensi bisnisnya besar karena permintaan tinggi dan harga jual yang menguntungkan.

2. Berapa modal awal yang dibutuhkan untuk memulai cara ternak kroto di rumah?

Jawaban: Modal awal yang dibutuhkan untuk memulai usaha ternak kroto di rumah relatif rendah, berkisar antara Rp1 juta hingga Rp3 juta.

3. Bagaimana cara menyiapkan kandang yang ideal untuk budidaya kroto?

Jawaban: Kandang ideal berupa toples, paralon, atau galon, ditempatkan di lokasi tenang, teduh, bersuhu 20-33°C, dengan sirkulasi udara baik. Pastikan ada pencegah semut kabur dan jaga kebersihan serta kelembaban.

4. Kapan kroto bisa dipanen setelah memulai budidaya?

Jawaban: Kroto dapat mulai dipanen setelah 3-4 bulan sejak koloni ditempatkan, dan selanjutnya setiap 15-20 hari sekali, biasanya pada pagi hari.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |