Liputan6.com, Jakarta - Cara Mengatasi Hama Padi dengan Pestisida Nabati, Begini Tipsnya menjadi salah satu solusi yang semakin banyak diperhatikan oleh petani. Metode ini dinilai lebih aman bagi tanaman, lingkungan, dan kesehatan petani dibandingkan penggunaan pestisida kimia secara terus-menerus.
Serangan hama pada tanaman padi memang masih menjadi tantangan besar bagi petani. Dalam beberapa tahun terakhir, intensitas serangan hama bahkan dinilai meningkat, sehingga petani harus lebih cermat dalam memilih metode pengendalian yang efektif.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Amanda Aprillia, Petugas POPT wilayah kerja Kecamatan Gampengrejo, Kecamatan Kayen Kidul, dan Kecamatan Pagu, penggunaan pestisida nabati dapat menjadi alternatif pengendalian hama yang aman. Berikut Liputan6 memberikan ulasan lengkapnya untuk Anda, Jumat (6/3/2026).
1. Jenis Hama Padi yang Paling Sering Menyerang
Mengetahui jenis hama yang menyerang tanaman padi merupakan langkah awal dalam menentukan metode pengendalian yang tepat. Setiap jenis hama memiliki karakteristik serangan yang berbeda sehingga penanganannya juga tidak bisa disamakan.
Beberapa hama dapat menyerang bagian batang tanaman, sementara yang lain merusak daun hingga menyebabkan tanaman sulit berkembang. Jika tidak dikendalikan sejak awal, serangan hama tersebut dapat mengurangi produktivitas padi secara signifikan.
Amanda Aprillia menjelaskan bahwa ada beberapa jenis hama yang saat ini paling sering ditemui di lahan pertanian. “Yang paling sering menyerang itu wereng batang cokelat, sama hawar daun, hawar daun bakteri,” jelasnya saat ditemui dalam wawancara.
2. Faktor Penyebab Meningkatnya Serangan Hama Padi
Dalam beberapa tahun terakhir, petani mulai merasakan peningkatan serangan hama di lahan pertanian mereka. Kondisi ini membuat upaya pengendalian hama menjadi semakin penting agar produksi padi tetap stabil.
Salah satu faktor yang memengaruhi meningkatnya serangan hama adalah perubahan kondisi cuaca. Perubahan suhu dan kelembapan dapat mempercepat perkembangan hama serta memperluas wilayah penyebarannya.
Menurut Amanda Aprillia, selain faktor cuaca, resistensi hama terhadap pestisida juga menjadi penyebab meningkatnya serangan hama. “Yang pertama memang faktor cuaca. Selain itu juga resistensi hama terhadap pestisida,” ungkapnya.
3. Pentingnya Mengenali Gejala Awal Serangan Hama
Pengendalian hama akan lebih efektif jika dilakukan sejak awal sebelum kerusakan tanaman semakin parah. Sayangnya, banyak petani yang baru melakukan tindakan setelah tanaman menunjukkan gejala serangan yang jelas.
Tanda awal serangan hama sebenarnya bisa dikenali dari perubahan kondisi daun, batang, atau pertumbuhan tanaman yang tidak normal. Jika petani memahami tanda-tanda tersebut, pengendalian dapat dilakukan lebih cepat dan lebih mudah.
Amanda Aprillia mengatakan bahwa banyak petani masih belum memahami hal tersebut. “Petani itu biasanya sudah ada gejalanya dulu baru dikendalikan. Padahal seharusnya pencegahan. Rata-rata petani juga belum tahu ini hama apa, ini hama apa,” jelasnya.
4. Pengendalian Hama yang Aman untuk Petani Kecil
Selain pestisida kimia, ada beberapa metode pengendalian hama yang lebih aman bagi petani kecil. Metode ini dapat membantu mengurangi penggunaan bahan kimia sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan pertanian.
Pengendalian hama yang aman biasanya memanfaatkan bahan alami atau organisme yang dapat menekan perkembangan hama. Cara ini dinilai lebih ramah lingkungan serta tidak meninggalkan residu berbahaya pada tanaman.
Amanda Aprillia menjelaskan bahwa metode yang paling aman adalah menggunakan pestisida nabati atau agen pengendali hayati. “Contohnya seperti jamur yang memakan jamur lain, atau bakteri yang memakan bakteri,” ujarnya.
5. Cara Mengatasi Hama Padi dengan Pestisida Nabati, Begini Tipsnya
Pestisida nabati merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan petani untuk mengendalikan hama tanaman padi. Bahan-bahannya mudah ditemukan di lingkungan sekitar sehingga petani bisa membuatnya secara mandiri.
Beberapa tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan pestisida nabati antara lain daun mimba, daun pepaya, dan daun sirsak. Kandungan alami pada tanaman tersebut dapat membantu mengusir atau menghambat perkembangan hama pada tanaman padi.
Amanda Aprillia menyebutkan bahwa bahan alami tersebut memang bisa dimanfaatkan oleh petani. “Bisa juga dari bahan-bahan alam seperti daun mimba, daun pepaya, dan daun sirsak untuk membuat pestisida nabati,” jelasnya.
People Also Ask
1. Apa yang dimaksud dengan pestisida nabati?
Jawaban: Pestisida nabati adalah pestisida yang dibuat dari bahan alami seperti daun, akar, atau tanaman tertentu yang memiliki sifat pengusir hama.
2. Apa keuntungan menggunakan pestisida nabati?
Jawaban: Pestisida nabati lebih ramah lingkungan, aman bagi petani, dan tidak meninggalkan residu kimia berbahaya pada tanaman.
3. Bahan apa saja yang bisa digunakan untuk membuat pestisida nabati?
Jawaban: Beberapa bahan yang sering digunakan antara lain daun mimba, daun pepaya, dan daun sirsak.
4. Apakah pestisida nabati bisa menggantikan pestisida kimia sepenuhnya?
Jawaban: Tidak selalu. Pestisida kimia masih dapat digunakan jika populasi hama sudah melewati ambang batas.
5. Mengapa petani perlu mengenali hama sejak awal?
Jawaban: Agar pengendalian bisa dilakukan lebih cepat sehingga kerusakan tanaman dapat diminimalkan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497837/original/055147400_1770690890-Gemini_Generated_Image_f4kirzf4kirzf4ki.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5221053/original/081756500_1747299364-Gemini_Generated_Image_b67ztnb67ztnb67z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517292/original/025815500_1772422823-f8c5206c-f3c3-479e-be07-2de37c96ab6d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481609/original/037938100_1769139472-ternak_ayam_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5087250/original/031719600_1736406157-1736398301133_perbedaan-meeting-dan-rapat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473467/original/049878600_1768445987-unnamed__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1877432/original/044978000_1518067795-ss_kucing_1_waifu2x_photo_noise3_tta_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496968/original/081152800_1770611594-karung_beras_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522829/original/087589800_1772777530-Ternak_Ayam_dengan_Maggot.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480273/original/073149100_1769051322-ilustrasi_peternakan_bebek.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521778/original/009868400_1772700351-IMDE.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3451106/original/019556600_1620378222-pexels-photo-750948.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521312/original/005703900_1772686183-Gemini_Generated_Image_gd840bgd840bgd84.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2858334/original/042396300_1563533823-pxherelands.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3236874/original/077240200_1600050412-florin-tomozei-V2z6yp7mGRg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5444663/original/035829400_1765785659-tikus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451608/original/058289100_1766314102-bunga7.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470035/original/041311100_1768195236-gambar_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5404383/original/053256300_1762404213-halaman_belakang_rumah_dengan_kebun_sayur_organik_2.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4612825/original/014284200_1697463859-still-life-with-scales-justice_1_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441236/original/092823500_1765460853-BRI00052.jpg)
