Cara Menanam Jeruk Nipis dari Biji di Pot yang Mudah untuk Pemula

1 day ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Jeruk nipis, dengan kesegaran dan beragam manfaatnya, menjadi pilihan menarik untuk dibudidayakan di rumah, bahkan bagi pemula. Tanaman ini tidak hanya mempercantik halaman atau balkon, tetapi juga menyediakan pasokan buah segar untuk kebutuhan kuliner maupun kesehatan sehari-hari. Menanam jeruk nipis di pot sangat ideal bagi mereka yang memiliki lahan terbatas, karena sistem perakarannya yang tidak terlalu dalam memungkinkan tanaman ini beradaptasi dengan baik dalam wadah.

Meskipun menanam dari biji memerlukan kesabaran lebih dibandingkan metode vegetatif seperti cangkok, proses ini memberikan kepuasan tersendiri dan potensi hasil panen yang melimpah. Dengan perawatan yang tepat, pohon jeruk nipis di pot dapat tumbuh subur dan menghasilkan buah yang lebat. Kunci keberhasilannya terletak pada pemilihan biji berkualitas, media tanam yang sesuai, serta perawatan rutin yang konsisten. 

Lantas bagaimana cara menanam jeruk nipis dari biji di pot yang mudah untuk pemula? Melansir dari berbagai sumber, Senin (5/1), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Pemilihan dan Persiapan Biji Jeruk Nipis Berkualitas

Langkah awal yang krusial dalam memulai budidaya jeruk nipis dari biji adalah memastikan Anda memiliki biji dengan kualitas terbaik. Pilihlah buah jeruk nipis yang sudah tua dan matang sempurna, sebab biji dari buah seperti ini memiliki daya tumbuh yang lebih tinggi. Buah yang matang biasanya ditandai dengan warna kulit yang cerah dan tekstur yang sedikit lunak saat disentuh, menjanjikan potensi panen yang melimpah di kemudian hari.

Setelah mendapatkan buah yang tepat, belah jeruk nipis menjadi dua atau empat bagian dengan sangat hati-hati. Pastikan pisau tidak melukai atau bahkan membelah biji yang ada di dalamnya, karena kerusakan pada biji dapat mengurangi peluang perkecambahan. Ambil biji-biji tersebut dan bersihkan dari sisa lendir atau daging buah yang menempel. Lendir ini dapat menghambat proses perkecambahan dan memicu pertumbuhan jamur yang merugikan bibit.

Setelah biji bersih, simpan di tempat yang sejuk dan kering selama kurang lebih tiga hingga empat hari hingga benar-benar kering dan lapisan lendir di permukaannya menghilang. Beberapa ahli juga menyarankan untuk mengeringanginkan biji selama dua hari jika sulit dikupas, atau bahkan mengupas kulit luar biji yang keras untuk mempercepat proses perkecambahan. Proses ini penting untuk mempersiapkan biji agar siap berkecambah secara optimal.

2. Teknik Penyemaian Biji Jeruk Nipis yang Efektif

Setelah biji jeruk nipis bersih dan kering, tahapan selanjutnya adalah menyemaikannya agar dapat berkecambah dengan baik. Salah satu metode penyemaian yang populer dan mudah dilakukan adalah menggunakan media lembap seperti tisu atau kain. Siapkan wadah germinasi, lalu letakkan biji di atas tisu atau kain yang telah dilembapkan, kemudian tutup kembali dengan tisu lembap lainnya untuk menciptakan lingkungan yang ideal.

Masukkan biji yang sudah disemai ke dalam kantong plastik transparan dan letakkan di tempat yang terang, namun hindari paparan sinar matahari langsung yang terlalu terik. Kondisi lembap dan hangat di dalam kantong plastik akan sangat mendukung proses perkecambahan biji jeruk nipis. Biasanya, biji akan mulai berkecambah dalam kurun waktu enam hingga empat belas hari, menunjukkan tanda-tanda kehidupan pertama tanaman Anda.

Alternatif lain yang bisa Anda coba adalah menyemai biji langsung pada media tanam di polybag. Siapkan media tanah subur dalam polybag, lalu tebar biji jeruk nipis di permukaannya dan siram hingga media menjadi lembap. Letakkan polybag di tempat yang teduh dan pastikan media tanam tetap lembap dengan menyiramnya secara teratur jika mulai mengering. Metode ini juga efektif asalkan kelembaban media tanam selalu terjaga dengan baik.

3. Pemilihan Pot dan Media Tanam Ideal untuk Jeruk Nipis

Ketersediaan pot dan media tanam yang tepat merupakan faktor kunci dalam memastikan pertumbuhan jeruk nipis yang sehat dan produktif di dalam pot. Untuk bibit awal, pilihlah pot dengan diameter minimal 20-40 cm, dan tingkatkan ukurannya menjadi 50-60 cm saat tanaman semakin besar. Sangat penting untuk memastikan pot yang Anda pilih memiliki lubang drainase yang memadai di bagian bawahnya, guna mencegah genangan air yang bisa menyebabkan akar membusuk.

Media tanam yang ideal untuk jeruk nipis haruslah subur, gembur, dan memiliki drainase yang baik, namun tetap mampu menahan kelembaban yang dibutuhkan tanaman. Campuran yang direkomendasikan umumnya terdiri dari tanah kebun, kompos atau pupuk kandang, serta sekam bakar atau pasir dengan perbandingan 1:1:1 atau 2:1:1. Penambahan arang sekam atau cocopeat juga sangat dianjurkan karena dapat meningkatkan aerasi dan kapasitas retensi air media tanam.

Beberapa variasi campuran media tanam lain yang terbukti efektif meliputi tanah sekam dan humus bambu dengan perbandingan 1:1:1, atau campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan yang sama. Ada juga yang menggunakan perbandingan 3:1 antara tanah dan pupuk kompos atau pupuk kandang untuk menciptakan lingkungan tumbuh yang optimal. Pilihlah campuran yang paling mudah Anda dapatkan dan sesuai dengan kondisi lingkungan Anda.

4. Proses Penanaman Bibit Jeruk Nipis ke Pot Awal

Setelah biji berhasil berkecambah dan media tanam telah disiapkan, saatnya untuk memindahkan bibit jeruk nipis ke pot awal dengan hati-hati. Waktu yang paling tepat untuk memindahkan kecambah adalah ketika tingginya sudah mencapai sekitar 1,1 hingga 2,7 cm, menunjukkan bahwa bibit sudah cukup kuat untuk dipindahkan.

Awali dengan meletakkan pecahan genting atau kerikil di dasar pot. Lapisan ini berfungsi sebagai drainase optimal, membantu mencegah genangan air dan menjaga media tanam agar tidak keluar melalui lubang drainase. Kemudian, isi pot dengan media tanam yang sudah disiapkan hingga sepertiga atau setengah dari tinggi pot, menciptakan dasar yang stabil untuk bibit.

Buat lubang tanam kecil di tengah-tengah media, lalu pindahkan bibit kecambah dengan sangat hati-hati agar akarnya tidak rusak. Timbun bibit dengan sisa media tanam hingga menutupi seluruh bagian akar dan pangkal batang, namun sisakan sekitar 3-5 cm dari bibir pot sebagai ruang untuk penyiraman. Padatkan media tanam secara perlahan di sekitar bibit agar kokoh. Segera setelah penanaman, siram tanaman hingga air keluar dari lubang drainase, yang akan membantu memadatkan media dan menghilangkan kantung udara di sekitar akar.

5. Perawatan Awal Bibit Jeruk Nipis untuk Pertumbuhan Optimal

Perawatan awal yang cermat dan konsisten sangat penting untuk memastikan bibit jeruk nipis Anda tumbuh menjadi tanaman yang kuat dan sehat. Tanaman jeruk nipis membutuhkan kelembaban yang stabil, namun sangat tidak menyukai kondisi media tanam yang tergenang air. Oleh karena itu, siram tanaman secara teratur, idealnya satu hingga dua kali sehari, tergantung pada kondisi cuaca dan tingkat kelembaban media tanam.

Sebelum melakukan penyiraman, selalu periksa kelembaban tanah dengan menggunakan jari Anda; jika terasa kering, barulah siram. Penting untuk menghindari penyiraman langsung ke batang pohon; fokuskan penyiraman pada media tanam di sekitar batangnya saja. Hal ini akan membantu mencegah potensi pembusukan pada batang dan memastikan akar mendapatkan air yang cukup.

Selain penyiraman, sinar matahari juga merupakan elemen vital bagi pertumbuhan jeruk nipis. Tanaman ini membutuhkan paparan sinar matahari penuh, setidaknya enam hingga delapan jam per hari. Selama fase penyemaian, letakkan pot di tempat yang terang namun terlindung dari hujan. Setelah bibit mencapai usia sekitar lima bulan dengan tinggi 20-25 cm, Anda dapat memindahkannya ke lokasi yang lebih terbuka dan terkena sinar matahari langsung untuk mendukung fotosintesis dan pembentukan buah yang optimal.

6. Proses Pemindahan Bibit ke Pot yang Lebih Besar (Repotting)

Seiring dengan pertumbuhan bibit jeruk nipis, akarnya akan membutuhkan ruang yang lebih luas untuk berkembang, sehingga proses pemindahan ke pot yang lebih besar atau repotting menjadi krusial. Waktu yang paling ideal untuk melakukan pemindahan adalah ketika akar tanaman mulai terlihat keluar dari bagian bawah polybag atau pot lamanya.

Tanda-tanda lain yang menunjukkan bahwa bibit perlu dipindahkan meliputi pertumbuhan tanaman yang terlihat melambat, daun mulai menguning meskipun sudah disiram secara teratur, atau media tanam yang cepat mengering. Jika akar sudah memenuhi polybag, ini juga merupakan indikasi kuat bahwa tanaman membutuhkan wadah yang lebih besar untuk pertumbuhan yang optimal. Pilihlah pot atau planter bag yang ukurannya satu hingga dua tingkat lebih besar dari wadah sebelumnya.

Untuk memindahkan bibit dengan aman, siapkan pot baru dengan media tanam yang sama seperti sebelumnya. Waktu terbaik untuk melakukan pemindahan adalah pada pagi atau sore hari, saat suhu udara tidak terlalu panas, untuk mengurangi stres pada tanaman. Tekan lembut sisi polybag atau pot lama untuk melonggarkan media tanam, lalu balik pot secara perlahan sambil menopang batang bibit dengan tangan, biarkan akar keluar bersama medianya tanpa mengguncang atau membuang seluruh tanah lama. Letakkan bibit di tengah pot baru dan timbun dengan media tanam hingga menutupi akar, sisakan ruang di bibir pot, lalu siram setelah pemindahan.

7. Perawatan Lanjutan untuk Jeruk Nipis di Pot: Pemupukan, Pemangkasan, dan Pengendalian Hama

Perawatan rutin yang berkelanjutan sangat esensial untuk menjaga pertumbuhan yang sehat dan memastikan produktivitas jeruk nipis yang ditanam di pot. Tanaman dalam pot cenderung lebih cepat kehabisan nutrisi dibandingkan yang ditanam di tanah langsung, sehingga pemupukan rutin menjadi sangat diperlukan. Pemupukan pertama dapat dilakukan saat tanaman berumur sekitar satu bulan dengan pupuk NPK 16:16:16 dosis satu sendok makan per tanaman.

Selanjutnya, berikan pupuk NPK seimbang setiap dua hingga tiga bulan sekali untuk mendukung pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman. Selain itu, tambahkan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang setiap tiga hingga empat bulan sekali. Pupuk organik ini berperan penting dalam memperbaiki struktur tanah dan menyediakan nutrisi mikro esensial yang dibutuhkan tanaman. Saat tanaman mulai berbunga dan berbuah, gunakan pupuk dengan kandungan fosfor (P) dan kalium (K) yang lebih tinggi untuk merangsang pembentukan bunga dan buah.

Lakukan pemangkasan pada ranting-ranting yang tidak produktif, layu, kering, atau tunas air untuk mengarahkan nutrisi ke cabang yang lebih produktif dan memastikan seluruh bagian tanaman mendapatkan cahaya matahari secara merata. Pemangkasan juga penting jika tanaman terindikasi terserang penyakit atau hama. Perhatikan tanda-tanda serangan hama seperti belalang, ulat hijau, atau kutu daun, serta penyakit seperti CVPD, Tristeza, atau Blendok. Untuk hama, dapat dibasmi secara mekanik, sementara penyakit jamur dapat diatasi dengan fungisida. Penggantian media tanam setiap dua tahun sekali juga disarankan untuk menjaga ketersediaan nutrisi.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Jeruk Nipis dari Biji di Pot

1. Bagaimana cara memilih biji jeruk nipis yang berkualitas untuk ditanam?

Jawaban: Pilihlah biji dari buah jeruk nipis yang sudah tua dan matang sempurna, dengan warna kulit cerah dan tekstur sedikit lunak saat ditekan. Pastikan biji tidak rusak saat diambil dari buah dan bersihkan dari lendir yang menempel.

2. Berapa ukuran pot yang ideal untuk menanam jeruk nipis dari biji?

Jawaban: Untuk bibit awal, gunakan pot berdiameter minimal 20-40 cm. Seiring pertumbuhan tanaman, pindahkan ke pot yang lebih besar dengan diameter 50-60 cm untuk tanaman dewasa, dan pastikan pot memiliki lubang drainase yang baik.

3. Kapan waktu yang tepat untuk memindahkan bibit jeruk nipis ke pot yang lebih besar (repotting)?

Jawaban: Waktu ideal adalah saat akar mulai keluar dari bawah pot lama, pertumbuhan tanaman melambat, daun menguning, atau media tanam cepat kering. Lakukan pemindahan pada pagi atau sore hari saat suhu tidak terlalu panas.

4. Bagaimana cara melakukan pemupukan pada tanaman jeruk nipis di pot?

Jawaban: Berikan pupuk NPK seimbang setiap 2-3 bulan sekali dan pupuk organik (kompos/pupuk kandang) setiap 3-4 bulan. Saat berbunga/berbuah, gunakan pupuk dengan kandungan fosfor dan kalium yang lebih tinggi.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |