Liputan6.com, Jakarta - Memilih kentang yang berkualitas merupakan langkah fundamental dalam memastikan keberhasilan setiap hidangan yang Anda siapkan. Kentang yang segar dan bagus tidak hanya mempengaruhi rasa, tetapi juga tekstur dan keamanan pangan dari masakan Anda.
Proses pemilihan kentang yang tepat melibatkan beberapa aspek penting, mulai dari pemeriksaan fisik hingga pengenalan ciri-ciri khusus yang menandakan kualitasnya. Dengan memahami indikator-indikator ini.
Liputan6 akan memandu Anda secara komprehensif mengenai cara memilih kentang yang bagus, memastikan setiap kentang yang Anda beli siap untuk diolah menjadi hidangan lezat dan sehat. Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut, Jumat (5/12/2025).
1. Periksa Tekstur dan Kondisi Kulit Kentang
Langkah pertama dalam cara memilih kentang yang bagus adalah dengan memeriksa tekstur dan kondisi kulitnya secara cermat. Kentang berkualitas baik akan terasa keras dan padat saat disentuh, menandakan kesegaran dan kandungan air yang optimal di dalamnya.
Selain tekstur, kulit kentang juga menjadi petunjuk penting. Kulit yang segar dan berkualitas harus tampak halus, kencang, dan bebas dari kerutan. Kulit yang berkerut menunjukkan bahwa kentang telah kehilangan kelembaban internalnya, yang seringkali menjadi awal dari proses pembusukan dan penurunan kualitas.
Perhatikan juga permukaan kentang; sebaiknya pilih yang halus dan tidak bergelombang. Hindari kentang dengan bintik-bintik hitam, lecet, atau bekas goresan, karena kerusakan fisik ini bisa menjadi pintu masuk bagi bakteri dan jamur.
2. Waspadai Kentang Berwarna Hijau dan Bertunas
Salah satu aspek krusial dalam cara memilih kentang yang bagus adalah dengan menghindari kentang yang berwarna hijau atau sudah bertunas. Kedua kondisi ini menandakan adanya peningkatan kadar glikoalkaloid, khususnya solanin, yang merupakan senyawa beracun alami pada kentang.
Warna hijau pada kentang muncul akibat paparan sinar matahari yang berlebihan, yang secara langsung memicu produksi klorofil dan, yang lebih penting, solanin. Meskipun klorofil tidak berbahaya, kehadirannya menjadi penanda bahwa kadar solanin juga meningkat.
Mengonsumsi kentang dengan kadar solanin tinggi dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari mual, muntah, kram perut, diare, sakit kepala, hingga pusing. Dalam kasus yang parah, keracunan solanin bahkan bisa berakibat fatal. Penting untuk diingat bahwa memasak tidak efektif menghilangkan racun solanin.
3. Cium Aroma Kentang
Aroma kentang adalah indikator lain yang tidak boleh diabaikan dalam cara memilih kentang yang bagus. Kentang yang segar dan berkualitas baik umumnya memiliki aroma khas tanah atau tepung yang alami dan tidak menyengat. Aroma ini menunjukkan bahwa kentang masih dalam kondisi prima dan belum mengalami proses pembusukan.
Sebaliknya, jika kentang mengeluarkan bau yang tidak sedap, apek, busuk, atau bahkan bau manis yang kuat, ini adalah tanda jelas bahwa kentang sudah membusuk. Bau busuk menyengat atau aroma seperti jamur merupakan indikator kuat bahwa kentang sudah tidak layak konsumsi dan mungkin telah mengalami fermentasi. Jika Anda mencium aroma yang mencurigakan seperti ini, sebaiknya buang kentang tersebut untuk menghindari risiko kesehatan.
4. Hindari Kentang yang Rusak
Memeriksa kerusakan fisik adalah langkah penting berikutnya dalam cara memilih kentang yang bagus. Kerusakan fisik pada kentang, seperti luka, memar, lubang, atau bercak basah, dapat menjadi pintu masuk bagi bakteri dan jamur.
Luka atau memar pada kulit kentang dapat menyebabkan perubahan warna menjadi kecoklatan, yang disebabkan oleh reaksi pencoklatan enzimatis. Selain itu, kerusakan fisik juga dapat mengubah komposisi kimia dan sifat fisik kentang, serta meningkatkan risiko serangan hama dan penyakit selama penyimpanan.
Jika Anda menemukan kentang dengan kerusakan fisik, pertimbangkan tingkat kerusakannya. Apabila hanya sebagian kecil kentang yang rusak, Anda mungkin bisa memotong bagian yang busuk dan menggunakan sisanya, asalkan bagian yang tersisa masih keras dan tidak berbau.
5. Berat dan Ukuran Kentang
Berat dan ukuran kentang juga dapat menjadi petunjuk penting dalam cara memilih kentang yang bagus. Kentang yang terasa padat dan berat saat diangkat cenderung lebih berkualitas, karena ini menunjukkan kandungan air yang optimal dan daging umbi yang padat.
Pilih kentang dengan ukuran yang seragam, tanpa perbedaan yang signifikan. Kentang dengan ukuran seragam lebih mudah dimasak secara merata dan menghasilkan tekstur yang konsisten. Ukuran kentang juga sebaiknya disesuaikan dengan hidangan yang akan Anda buat.
Misalnya, untuk kentang goreng atau keripik, kentang berukuran besar seringkali lebih disarankan karena menghasilkan potongan yang lebih panjang dan seragam. Sementara itu, kentang berukuran kecil cocok untuk olahan yang dikukus atau direbus utuh.
People Also Ask
1. Mengapa penting memilih kentang yang bagus?
Jawaban: Memilih kentang yang bagus memastikan kualitas masakan, rasa yang optimal, dan menghindari risiko kesehatan dari kentang yang busuk atau beracun.
2. Apa tanda kentang yang sudah tidak layak konsumsi?
Jawaban: Tanda kentang tidak layak konsumsi meliputi tekstur lembek, kulit berkerut, warna hijau, bertunas, bau busuk, serta adanya luka atau jamur.
3. Apakah kentang berwarna hijau berbahaya?
Jawaban: Ya, kentang berwarna hijau mengandung solanin yang beracun dan dapat menyebabkan gangguan pencernaan serius jika dikonsumsi.
4. Bagaimana cara mengetahui kentang masih segar dari aromanya?
Jawaban: Kentang segar memiliki aroma khas tanah atau tepung, sedangkan bau apek, busuk, atau manis yang kuat menandakan kentang sudah membusuk.
5. Mengapa berat kentang penting saat memilih?
Jawaban: Kentang yang padat dan berat menunjukkan kandungan air yang optimal dan kualitas yang baik, sementara kentang ringan bisa lembek setelah dimasak.


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507857/original/034935200_1771556198-Gunakan_Gelombang_Ultrasonik__Si_Suara_Pengusir_Tikus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476914/original/062753400_1768803122-tips_ternak_ikan_nila__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479122/original/031799500_1768969304-teras_rumah_penuh_dengan_lumut_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501741/original/018482500_1770954839-unnamed__20_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510386/original/056051100_1771827221-Menambal_Panci_Bolong_dengan_Pasta_Gigi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510260/original/034248300_1771824015-Tempat_Tidur_Multifungsi_dengan_Laci_Penyimpanan_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399654/original/024759900_1761986069-unnamed_-_2025-11-01T153047.261.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466583/original/088057600_1767848985-kulkas_stailess.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3453887/original/059861500_1620644690-Photo_1_-_Inspirasi_Warna_Idul_Fitri_dari_Dulux_yang_Berikan_Ketenangan_Hati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509150/original/021878200_1771658832-WhatsApp_Image_2026-02-21_at_14.12.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5007237/original/075205400_1731658154-cara-menghilangkan-bau-bangkai-tikus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443901/original/078602300_1765764990-Tikus_berkeliaran_di_sampah_dapur__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508739/original/032699400_1771591675-Kandang_Burung_di_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216745/original/005505100_1526533221-_2__776314-bagian-dapur-yang-jorok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505002/original/062992800_1771317781-desain_kebun_sayur_gang_sempit__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500598/original/060036200_1770871666-ilustrasi_tandon_air__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493186/original/056821500_1770196927-Rak_Bertingkat_untuk_Simpan_Wadah_Makanan_di_Dapur_Sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5222470/original/049368400_1747396063-id-11134207-7rbke-m6f5pkcsms2v3e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501745/original/014373900_1770954841-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472800/original/077444100_1768376283-Lemari_Gantung_Melayang__Gemini_AI_.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397519/original/027419100_1761810681-Galvanis_dan_Stainless.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)