CNN Indonesia
Sabtu, 30 Agu 2025 18:16 WIB

Surabaya, CNN Indonesia --
Bentrokan kembali pecah di Surabaya, Sabtu (30/8) sore ketika sejumlah mahasiswa dan masyarakat sipil menggelar aksi di depan Mapolrestabes Surabaya.
Awalnya mahasiswa dari pelbagai organ dan kampus melakukan orasi menuntut pembebasan puluhan kawan mereka yang ditahan usai aksi solidaritas Affan Kurniawan di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (29/8) kemarin.
Massa terlihat mengenakan jas almamaternya masing-masing serta mengenakan pakaian bebas. Mereka juga membawa sejumlah bendera organisasi mahasiswa dan terdapat satu mobil komando yang diparkir tepat di depan gerbang masuk Mapolrestabes Surabaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita menjemput teman kita yang masih belum dibebaskan. Kami hadir di sini untuk memastikan keselamatannya. Ada beberapa teman terkena kekerasan," kata salah satu orator di atas mobil komando, Sabtu (30/8).
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan pun menemui massa aksi di depan gerbang. Dia menyampaikan akan membebaskan seluruh mahasiswa yang sempat ditahan.
"Terkait rekan-rekan kita yang kemarin sempat kami bawa ke Mapolrestabes Surabaya, dengan ini, tadi kami sudah diskusi dengan LBH, mahasiswa yang diamankan secara keseluruhan sudah kami serahkan kembali kepada LBH," kata Luthfi.
Luthfi juga meminta agar mahasiswa dan massa aksi menyampaikan aspirasinya dengan damai dan tak tersulut provokasi.
"Jangan terprovokasi, jangan menodai aksi suci ini, dengan kegiatan yang dapat mencoreng," ucapnya.
Namun, setelah audiensi dilakukan. Sejumlah orang tak dikenal melakukan pelemparan botol air mineral dan batu ke arah sesama massa aksi.
Setelah itu, beberapa orang melakukan pelemparan botol, kayu, dan petasan ke arah dalam Mapolrestabes Surabaya. Polisi kemudian meresponsnya dengan water cannon dan tembakan gas air mata.
Polisi berseragam dan bertameng lengkap kemudian memukul mundur massa aksi. Beberapa orang ditangkap dan dibawa ke dalam Mapolrestabes Surabaya
(frd/agt)