- Apa saja jenis sawo yang cepat berbuah dan cocok ditanam di pekarangan rumah?
- Berapa lama waktu yang dibutuhkan sawo untuk mulai berbuah jika ditanam di pekarangan?
- Apakah sawo cocok ditanam dalam pot (tabulampot)?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Sawo, buah tropis yang digemari banyak kalangan, terkenal dengan cita rasa manis dan teksturnya yang lembut. Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah, khususnya Meksiko dan India Barat, namun kini telah menyebar luas di berbagai wilayah tropis, termasuk Indonesia. Kemudahan adaptasinya menjadikan sawo pilihan favorit untuk dibudidayakan di dataran rendah, bahkan mampu berbuah sepanjang tahun meski ada musim puncaknya.
Bagi Anda yang memiliki lahan terbatas namun mendambakan kebun buah di rumah, menanam sawo di pekarangan adalah solusi cerdas. Banyak varietas sawo yang tidak hanya mudah dirawat, tetapi juga dikenal cepat berbuah, terutama jika menggunakan bibit hasil cangkok atau okulasi. Hal ini memungkinkan Anda untuk segera menikmati hasil panen buah sawo segar tanpa menunggu terlalu lama.
Setiap jenis memiliki karakteristik unik, mulai dari bentuk, rasa, hingga waktu berbuahnya, yang akan membantu Anda memilih varietas terbaik sesuai keinginan dan kondisi lingkungan. Lantas apa saja jenis sawo yang cocok ditanam di pekarangan rumah dan cepat berubah? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (13/5), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Sawo Manila (Varietas Kerdil)
Sawo Manila (Manilkara zapota) adalah salah satu jenis sawo paling populer dan umum ditemukan di Indonesia. Varietas kerdilnya sangat ideal untuk ditanam dalam pot atau dikenal dengan istilah tabulampot di pekarangan rumah, berkat kemudahan perawatannya. Pohon sawo manila umumnya cukup tahan terhadap hama dan penyakit, menjadikannya pilihan yang ramah bagi pemula.
Buah Sawo Manila memiliki bentuk lonjong dengan daging buah yang tebal, manis, dan berair, serta dikenal sangat produktif. Rasa buahnya sangat manis, menjadikannya favorit banyak orang. Selain itu, buah sawo manila kaya akan serat dan vitamin C yang baik untuk pencernaan serta meningkatkan daya tahan tubuh.
Beberapa varietas Sawo Manila, terutama yang berasal dari okulasi, dapat mulai berbuah dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar 1 hingga 2 tahun setelah tanam. Tanaman ini mampu beradaptasi dengan baik di berbagai kondisi tanah, menyukai tanah lempung berpasir yang subur dan berdrainase baik dengan pH 6-7. Sawo Manila juga dikenal tahan terhadap kekeringan dan tiupan angin keras.
- Karakteristik Buah: Berbentuk lonjong, daging tebal, manis, berair, dan produktif.
- Waktu Berbuah: 1-2 tahun setelah tanam (bibit okulasi).
- Kondisi Tumbuh: Adaptif, tahan hama/penyakit, menyukai tanah lempung berpasir subur, tahan kekeringan dan angin.
2. Sawo Jumbo Vietnam
Sawo Jumbo Vietnam dikenal luas karena ukuran buahnya yang sangat besar dan kemampuannya untuk berbuah lebih cepat serta stabil di dataran rendah. Varietas ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta sawo karena kualitas buahnya yang tinggi. Ukuran buahnya yang tidak lazim ini membedakannya dari sawo lokal pada umumnya.
Buah Sawo Jumbo Vietnam dapat mencapai bobot 500-700 gram per buah, jauh lebih besar dibandingkan sawo biasa yang hanya 75-150 gram. Daging buahnya tebal, bertekstur kesat, dan rasanya manis legit, dengan aroma harum saat matang. Kulit buahnya tipis dan berwarna cokelat muda, serta tetap keras saat matang di pohon sehingga daya simpannya lebih lama.
Pohon ini dapat mulai berbuah dalam waktu 2 hingga 3 tahun setelah penanaman, terutama jika menggunakan bibit hasil okulasi. Keunikan lain dari Sawo Jumbo Vietnam adalah adanya "taji" di ujung biji, dengan jumlah biji hanya 1 atau 2 dalam setiap buahnya. Tanaman ini cocok ditanam di dataran rendah hingga 700-1200 mdpl, menyukai tanah lempung berpasir yang kaya bahan organik dengan pH 5,5-7, dan perakarannya kuat sehingga baik untuk daerah rawan erosi.
- Karakteristik Buah: Bulat, sangat besar (500-700 gram), daging tebal, manis legit, kulit tipis.
- Waktu Berbuah: 2-3 tahun setelah tanam (bibit okulasi lebih cepat).
- Keunikan: Memiliki "taji" di ujung biji, hanya 1-2 biji per buah, daya simpan lebih lama.
3. Sawo Mentega (Alkesa)
Sawo Mentega (Pouteria campechiana), juga dikenal sebagai Alkesa atau Kanistel, merupakan buah yang berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah. Di Indonesia, buah ini juga dikenal dengan nama sawo ubi atau sawo belanda. Buah ini memiliki ciri khas warna kuning seperti mentega saat matang.
Buahnya berukuran sedang, berbentuk bulat atau oval, dengan kulit kuning cerah atau oranye saat matang. Daging buahnya berwarna kuning seperti kuning telur dengan tekstur lembut yang mirip ubi atau pisang, dan rasanya manis. Sawo mentega dapat dikonsumsi langsung atau diolah menjadi berbagai hidangan seperti es krim atau susu kocok.
Sawo mentega kaya akan nutrisi penting seperti karbohidrat, serat, protein, lemak, vitamin A, B, dan C, serta mineral seperti kalsium, zat besi, dan zink. Buah ini juga mengandung antioksidan tinggi seperti karotenoid, polifenol, dan flavonoid, yang bermanfaat untuk kesehatan mata, kekebalan tubuh, dan pencernaan. Tanaman ini tumbuh baik di berbagai daerah tropis, termasuk Jawa dan Sumatera.
- Karakteristik Buah: Kuning cerah, daging kuning telur, lembut seperti ubi, manis.
- Manfaat: Kaya vitamin A, C, serat, kalsium, zat besi, zink, dan antioksidan.
- Asal: Meksiko dan Amerika Tengah, tumbuh baik di daerah tropis seperti Indonesia.
4. Sawo Kecik
Sawo Kecik (Manilkara kauki), sering juga disebut Sawo Jawa, adalah tanaman asli Indonesia yang memiliki nilai historis dan budaya. Tumbuhan berbentuk pohon ini tidak hanya menghasilkan buah pangan, tetapi juga sering berfungsi sebagai tanaman hias pekarangan dan peneduh. Sawo kecik umumnya tumbuh di wilayah pesisir dengan iklim relatif kering dan tahan terhadap kekeringan.
Buahnya berbentuk bulat telur, berukuran kecil sekitar sebesar telur puyuh, dengan kulit tipis berwarna cokelat kemerahan yang mengilat saat matang. Rasanya manis, meskipun terkadang sedikit sepat. Sawo Kecik dikenal sebagai jenis sawo yang cepat berbuah, menjadikannya pilihan menarik untuk pekarangan rumah.
Selain buahnya, pohon Sawo Kecik juga berfungsi sebagai tanaman hias dan peneduh. Kayunya keras dan kuat, dapat dimanfaatkan untuk bahan bangunan, furnitur, ukiran, bahkan alat musik. Di Jawa, khususnya Keraton Yogyakarta, Sawo Kecik dipercaya memiliki nilai budaya dan sering diidentikkan dengan 'sarwo becik' atau segala kebaikan.
- Karakteristik Buah: Bulat telur, kecil, kulit tipis cokelat kemerahan mengilat, manis.
- Waktu Berbuah: Dikenal cepat berbuah.
- Keunikan: Tanaman hias/peneduh, kayu keras, memiliki nilai budaya di Jawa.
5. Sawo Mentimun
Sawo Mentimun adalah varietas sawo yang unik karena bentuk buahnya yang lonjong menyerupai mentimun. Varietas unggulan ini semakin populer berkat keunikan bentuknya. Tanaman sawo ini dikenal memiliki tingkat adaptasi yang baik terhadap lingkungan, bahkan tahan terhadap kekeringan, salinitas tinggi, dan tiupan angin kencang.
Buahnya lonjong seperti mentimun, dengan kulit cokelat bertekstur kasar saat matang. Daging buahnya tebal, lembut, dan berair, dengan rasa manis seperti Sawo Manila. Tingkat kemanisannya bisa mencapai 15 brix, menjadikannya sangat lezat. Sawo mentimun juga mudah masak di pohon tanpa perlu digosok atau diperam.
Varietas ini dikenal genjah atau mudah berbuah, dan dapat mulai berbuah dalam 1-2 tahun setelah tanam dengan perawatan yang baik. Keunggulan lainnya adalah Sawo Mentimun dikenal produktif dan dapat berbuah sepanjang tahun tanpa mengenal musim, serta tanpa mengurangi ukuran buahnya. Tanaman ini sangat cocok untuk tabulampot.
- Karakteristik Buah: Lonjong seperti mentimun, daging tebal, lembut, berair, manis (hingga 15 brix).
- Waktu Berbuah: 1-2 tahun setelah tanam, produktif sepanjang tahun.
- Kondisi Tumbuh: Adaptif, tahan kekeringan, salinitas tinggi, angin kencang, cocok untuk tabulampot.
6. Sawo Durian (Sawo Duren)
Sawo Durian (Chrysophyllum cainito), yang juga dikenal sebagai kenitu atau sawo ijo, dinamakan demikian karena aromanya yang mirip durian. Tanaman ini merupakan kerabat sawo lainnya yang memiliki keunikan tersendiri. Ada dua jenis utama, yaitu Sawo Durian Merah dan Sawo Durian Hijau, meskipun yang ungu juga ada.
Buahnya memiliki rasa manis dan ukuran sedang, dengan daging buah berwarna putih atau keunguan. Biji di dalamnya besar dan keras. Kulit buahnya licin mengkilap, bisa coklat keunguan atau hijau kekuningan hingga keputihan, dan tidak dapat dimakan karena mengandung banyak lateks. Untuk mengonsumsinya, buah ini perlu dibelah terlebih dahulu.
Pohon Sawo Durian dapat mulai berbuah dalam waktu sekitar 2 tahun setelah penanaman, terutama dari bibit cangkokan. Pohonnya selalu hijau dan tumbuh cepat, bisa mencapai tinggi 30 meter. Sawo Durian biasanya tumbuh optimal di daerah dengan curah hujan tinggi dan di dataran rendah hingga ketinggian 400 meter di atas permukaan laut.
- Karakteristik Buah: Manis, ukuran sedang, daging putih/keunguan, biji besar/keras.
- Waktu Berbuah: Sekitar 2 tahun setelah tanam.
- Kondisi Tumbuh: Tumbuh cepat, selalu hijau, menyukai curah hujan tinggi dan dataran rendah.
7. Sawo Apel
Sawo Apel adalah jenis sawo yang diunggulkan karena rasanya yang manis hingga sangat manis, serta adaptasinya yang baik terhadap iklim, tanah, dan organisme pengganggu tanaman seperti hama, gulma, dan penyakit. Kemampuan adaptasi ini menunjukkan potensi untuk pertumbuhan yang efisien di pekarangan rumah.
Buahnya berbentuk bulat seperti apel, dengan diameter kurang dari 4-6 cm dan panjang 5-6 cm. Kulitnya tebal dan mengandung banyak getah, yang justru dapat meningkatkan masa simpan sawo. Daging buahnya berwarna cokelat muda, agak keras, dan mengandung sedikit air, namun rasanya manis.
Ada dua jenis Sawo Apel yang dikenal, yaitu Sawo Apel Kelapa dan Sawo Apel Lilin. Sawo Apel Kelapa memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan Sawo Apel Lilin. Tanaman ini mudah menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan baru, dari dataran rendah hingga dataran tinggi, dan tahan terhadap kekeringan.
- Karakteristik Buah: Bulat seperti apel, diameter kecil, kulit tebal, manis, daging cokelat muda.
- Keunggulan: Adaptasi baik terhadap iklim, tanah, dan organisme pengganggu tanaman.
- Jenis: Sawo Apel Kelapa (lebih besar) dan Sawo Apel Lilin.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Jenis Sawo yang Cocok Ditanam di Pekarangan Rumah dan Cepat Berbuah
1. Apa saja jenis sawo yang cepat berbuah dan cocok ditanam di pekarangan rumah?
Jawaban: Beberapa jenis sawo yang cepat berbuah dan cocok untuk pekarangan rumah antara lain Sawo Manila (varietas kerdil), Sawo Jumbo Vietnam, Sawo Mentega (Alkesa), Sawo Kecik, Sawo Mentimun, Sawo Durian, dan Sawo Apel.
2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan sawo untuk mulai berbuah jika ditanam di pekarangan?
Jawaban: Waktu berbuah sawo bervariasi tergantung jenis dan metode penanaman. Bibit hasil okulasi atau cangkok umumnya dapat mulai berbuah dalam 1 hingga 3 tahun setelah tanam, seperti Sawo Manila (1-2 tahun) dan Sawo Jumbo Vietnam (2-3 tahun).
3. Apakah sawo cocok ditanam dalam pot (tabulampot)?
Jawaban: Ya, banyak jenis sawo, terutama varietas kerdil atau yang dikenal genjah, sangat cocok ditanam dalam pot (tabulampot) karena ukurannya yang kompak dan kemampuannya untuk tetap produktif meski di lahan terbatas. Sawo juga tahan terhadap kondisi minim air sehingga perawatannya tidak terlalu rumit.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545159/original/051884000_1775128207-Daun_Bawang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8136600/original/027891700_1780988723-5169660701474814175.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3289916/original/057322700_1604749539-401035.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7814206/original/093755300_1780631718-kombinasi4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4704631/original/076475500_1704246546-Ilustrasi_olahraga_lari_di_malam_hari.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8137584/original/071856300_1780989778-Desain_Pagar_Tanaman_Rempah_yang_Bisa_Jadi_Dapur_Hidup.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8123385/original/077475700_1780974413-roster_2a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8138332/original/062508900_1780990515-Pilihan_Keramik_Area_Jemuran_yang_Tidak_Licin_Saat_Basah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554312/original/027056300_1776065792-unnamed__21_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8137405/original/091730700_1780989623-Pagar_Rumah_Peredam_Suara_Kendaraan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5202272/original/056812200_1745895114-high-angle-view-vegetables-plant_1048944-8996341.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8135133/original/038769500_1780987089-Kolam_Ikan_Kecil_di_Halaman_Sekaligus_Pengendali_Nyamuk_Alami_yang_Estetik.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8130768/original/092306400_1780982619-Tanaman_Hias_untuk_Meja_Kerja_agar_Betah_di_Kantor_dan_Lebih_Produktif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3325041/original/058062900_1608086737-pablo-guerrero-I6QTv5pjq0E-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8114152/original/055276800_1780964142-Pohon_Jambu.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8061654/original/009565800_1780905849-spw.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519151/original/033576300_1772532081-cat_teras_senada_lantai_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526612/original/054744700_1773127958-edible_garden_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7816615/original/089968200_1780634590-fdd74e8d-e648-4b8e-9de6-71515a6810ef.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7157930/original/067190500_1779947066-teras_1.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483821/original/051631700_1769404042-Jenis_Pohon_Kecil_untuk_Teras_Rumah_yang_Sejuk_dan_Tidak_Mengganggu_Fondasi_Pohon_Delima.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4921809/original/069866000_1724036579-pexels-muffinsaurs-994164.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546779/original/090145600_1775367164-desain_kebun_rumah_tropis_di_halaman_depan_yang_mudah_dirawat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4771366/original/095377800_1710334195-Ilustrasi_cabai_rawit.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527772/original/096813200_1773214160-Pakan_Ayam_dari_Fermentasi_Ampas_Kelapa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546279/original/011245400_1775283971-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5027992/original/041439300_1732861105-fotor-ai-2024112913176.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537965/original/018525300_1774495433-unnamed-27.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542295/original/004705400_1774939053-ide_usaha_untuk_ibu_ibu_usia_50_tahun.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504344/original/010747100_1771232765-7b452ecb-d1e1-4445-9f54-69b3c15abe5f.png)

