Apakah Labu Siam Bisa Menurunkan Darah Tinggi? Ini Fakta dan Penjelasan Ilmiahnya

7 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta Pertanyaan apakah labu siam bisa menurunkan darah tinggi sering diajukan penderita hipertensi yang ingin mengandalkan bahan alami. Secara singkat, labu siam memang berpotensi membantu menurunkan tekanan darah, meski bukan obat utama.

Sayuran bernama latin Sechium edule ini kaya kalium, serat, serta antioksidan yang bersahabat dengan jantung. Ketiga komponen itulah yang membuatnya kerap masuk daftar makanan penurun tekanan darah.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO), jumlah pengidap hipertensi dunia melonjak dari 650 juta pada 1990 menjadi 1,4 miliar pada 2024. Di tengah lonjakan itu, menelaah apakah labu siam bisa menurunkan darah tinggi menjadi penting sebagai langkah pencegahan lewat pola makan.

Mengenal Labu Siam dan Kaitannya dengan Hipertensi

Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya mengenal dulu apa itu labu siam. Labu siam adalah sayuran anggota famili Cucurbitaceae yang masih sekerabat dengan mentimun, zukini, dan melon. Bentuknya menyerupai buah pir dengan kulit hijau muda, bertekstur renyah, dan rasa yang cenderung netral.

Tanaman ini awalnya berasal dari Meksiko, tetapi kini tumbuh subur dan mudah ditemukan di pasar-pasar Indonesia. Masyarakat biasa mengolahnya menjadi sayur lodeh, tumis, sayur bening, hingga lalapan, sehingga sudah lekat dengan meja makan sehari-hari.

Di sisi lain, hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi ketika tekanan darah menetap pada angka 140/90 mmHg atau lebih. Kondisi ini dijuluki silent killer karena kerap tanpa gejala hingga muncul komplikasi serius.

Karena itu, mengenali tanda dan gejala hipertensi sejak dini sangat dianjurkan. Selain memantau tekanan darah, memahami ciri-ciri darah tinggi membantu kita mengambil langkah pencegahan lebih cepat, termasuk lewat pemilihan makanan seperti labu siam yang baik untuk jantung.

Apakah Labu Siam Bisa Menurunkan Darah Tinggi?

Jawaban atas pertanyaan apakah labu siam bisa menurunkan darah tinggi cenderung positif, dengan sejumlah catatan. Labu siam memiliki sifat diuretik ringan yang membantu ginjal membuang kelebihan cairan dan garam dari tubuh. Ketika volume cairan dalam darah berkurang, tekanan pada dinding pembuluh darah pun ikut menurun. Efek inilah yang membuat sayuran murah meriah ini dipercaya turun-temurun sebagai penurun tekanan darah alami.

Bukti ilmiahnya pun mulai bermunculan. Mengacu pada riset dalam jurnal International Journal of Clinical Inventions and Medical Sciences (2025), tiga partisipan hipertensi dengan riwayat stroke yang mengganti nasi dengan labu siam dan oat selama sepekan mengalami penurunan tekanan darah. Rata-rata tekanan sistolik turun 15 mmHg (9,4 persen) dan diastolik turun 10 mmHg (10,5 persen). Penurunan itu dikaitkan dengan kadar kalium tinggi pada labu siam yang mendorong pembuangan natrium.

Temuan serupa muncul dari berbagai penelitian lain. Dilansir dari Healthline, konsumsi labu siam dapat memperbaiki sejumlah faktor risiko penyakit jantung, termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan aliran darah yang buruk. Sebagaimana dilaporkan dalam prosiding yang diterbitkan Atlantis Press, penanganan hipertensi pada lansia bahkan dapat dilakukan secara non-farmakologis dengan mengonsumsi labu siam.

Meski demikian, penting dipahami bahwa labu siam bukan obat ajaib. Manfaatnya bekerja optimal ketika menjadi bagian dari pola makan sehat, bukan pengganti obat dari dokter. Jadi, apakah labu siam bisa menurunkan darah tinggi? Bisa membantu, selama dibarengi gaya hidup sehat secara menyeluruh.

Kandungan Labu Siam yang Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Untuk memahami mengapa labu siam berkhasiat, kita perlu menilik isi gizinya. Dalam setiap 100 gram labu siam terkandung sekitar 30 kalori, 167 mg kalium, hanya 3 mg natrium, 6 gram serat, serta 18 mg vitamin C. Kombinasi nutrisi inilah yang bekerja sama menjaga tekanan darah tetap stabil.

Berbagai pedoman gizi menekankan bahwa makanan kaya kalium, serat, dan antioksidan berperan penting dalam pengendalian hipertensi. Berikut komponen utama labu siam yang bekerja untuk tekanan darah:

  1. Kalium. Inilah bintang utamanya. Kalium mengimbangi natrium yang memicu naiknya tekanan darah dan mempercepat pembuangannya lewat urine. Mengutip Harvard Health, kalium bekerja dengan merelaksasi dinding pembuluh darah sehingga tekanan darah turun sekaligus melindungi dari risiko stroke. Anda bisa memadukannya dengan makanan tinggi kalium lainnya.
  2. Magnesium. Mineral ini membantu melemaskan otot polos pada dinding pembuluh darah, sehingga pembuluh melebar dan tekanan darah menurun. Efeknya makin terasa bila dipadu asupan kalium dan magnesium yang seimbang.
  3. Serat. Serat larut pada labu siam mengikat kolesterol jahat (LDL) di usus lalu membantu membuangnya. Kolesterol yang terkendali membuat pembuluh darah lebih lentur dan mendukung tekanan darah tetap stabil.
  4. Flavonoid dan antioksidan. Labu siam mengandung flavonoid, termasuk myricetin, yang memperbaiki fungsi lapisan dalam pembuluh darah (endotel) dan meredam peradangan. Peradangan kronis pada pembuluh darah adalah salah satu pemicu naiknya tekanan darah.
  5. Vitamin C. Sebagai antioksidan kuat, vitamin C melindungi pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas dan mendukung fungsi endotel yang sehat.
  6. Rendah natrium dan kalori. Kandungan natriumnya sangat rendah dan bebas lemak jenuh, menjadikannya aman dikonsumsi rutin oleh mereka yang harus membatasi garam, sebagaimana halnya buah dan sayur pengontrol tekanan darah.

Pendapat Ahli dan Bukti Ilmiah soal Labu Siam untuk Hipertensi

Kunci utama khasiat labu siam terletak pada kaliumnya. Para ahli sepakat mineral ini berperan besar mengimbangi natrium penyebab lonjakan tekanan darah.

Dr. Makam, pakar yang dikutip dari Cleveland Clinic, menyatakan, "Kalium membantu ginjal membuang kelebihan natrium tersebut, alih-alih menahannya."

Dikutip dari British Heart Foundation, ahli gizi senior mereka, Tracy Parker, menyatakan, "Riset ini mendukung anjuran yang berlaku saat ini bahwa mengurangi asupan garam dan memperbanyak makanan yang mengandung kalium bisa menjadi resep bagi jantung yang lebih sehat."

Pola makan secara keseluruhan juga menentukan. Dr. Areces, dikutip dari Eat This, Not That, menyatakan, "Makanan yang tinggi natrium, lemak jenuh, dan gula tambahan dapat meningkatkan tekanan darah." Martha Theran, ahli gizi di Pritikin Longevity Center, menambahkan bahwa sayuran hijau "kaya akan kalium, yang membantu menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh."

Rekomendasi ini sejalan dengan lembaga jantung dunia. Sebagaimana disampaikan American Heart Association, kalium meredakan ketegangan pada dinding pembuluh darah dan membuat tubuh membuang lebih banyak natrium lewat urine, dengan anjuran asupan 3.500 hingga 5.000 mg kalium per hari, idealnya dari makanan. Labu siam bisa menjadi salah satu penyumbang kalium tersebut, seperti halnya deretan makanan penurun tekanan darah menurut ahli jantung dan berbagai karbohidrat sehat untuk tekanan darah.

Cara Mengolah Labu Siam dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Cara mengolah ternyata memengaruhi khasiat labu siam. Merujuk penelitian yang dipublikasikan melalui IOPscience, dari tiga metode yang diuji, yaitu dijus, dikukus, dan diperas, jus labu siam paling optimal menurunkan tekanan darah pada lansia. Sebabnya, proses pembuatan jus tidak mengurangi kandungan penting seperti kalium dan serat, berbeda dengan mengukus atau memeras yang justru menurunkan kadarnya.

Selain dijus, Anda tetap bisa menikmatinya sebagai tumisan, sayur bening, atau aneka resep olahan labu siam. Kuncinya, masak sebentar dan batasi tambahan garam agar manfaatnya tidak percuma. Getah labu siam mentah dapat menyebabkan iritasi atau rasa gatal, sehingga sebaiknya kupas di bawah air mengalir atau gunakan sarung tangan.

Ada pula catatan penting soal keamanan. Bagi penderita gangguan ginjal atau yang mengonsumsi obat penahan kalium, asupan kalium tinggi justru berisiko sehingga wajib berkonsultasi dengan dokter. Labu siam juga berpotensi mengencerkan darah, sehingga perlu kehati-hatian bila dikombinasikan dengan obat pengencer darah seperti aspirin. Alergi terhadap labu siam memang jarang, tetapi tetap mungkin terjadi.

Yang terpenting, labu siam adalah pelengkap, bukan pengganti pengobatan. Padukan konsumsinya dengan cara menurunkan darah tinggi secara alami lainnya, dan bila perlu, coba pula bahan dapur lain yang membantu menurunkan tekanan darah.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Labu Siam untuk Darah Tinggi

Apakah labu siam bisa menggantikan obat darah tinggi?

Tidak. Labu siam hanya bersifat pelengkap untuk mendukung pengendalian tekanan darah, bukan pengganti obat. Penderita hipertensi tetap harus mengikuti anjuran dan resep dokter, apalagi jika tekanan darahnya tergolong tinggi.

Bagaimana cara mengolah labu siam yang paling efektif untuk hipertensi?

Mengolahnya menjadi jus dinilai paling optimal karena mempertahankan kandungan kalium dan seratnya. Selain dijus, mengukus sebentar juga baik agar nutrisinya tidak banyak hilang, dan sebaiknya hindari menambahkan terlalu banyak garam.

Adakah efek samping mengonsumsi labu siam?

Bagi kebanyakan orang, labu siam aman dikonsumsi. Namun, getahnya bisa memicu iritasi kulit, dan asupan kalium berlebih berisiko bagi penderita gangguan ginjal. Konsultasikan ke dokter jika Anda memiliki kondisi khusus atau sedang mengonsumsi obat tertentu.

Pada akhirnya, labu siam layak menjadi bagian dari menu harian penderita hipertensi berkat kalium, serat, dan antioksidannya yang bersahabat dengan jantung. Namun, manfaatnya akan maksimal jika dipadukan dengan olahraga teratur, pengelolaan stres, pembatasan garam, serta pemantauan tekanan darah secara rutin, sesuatu yang juga penting diterapkan sejak dini, termasuk oleh mereka yang ingin tahu cara menurunkan darah tinggi di usia muda maupun memahami penyebab darah tinggi pada wanita. Jadikan labu siam sahabat, dan tetap serahkan penanganan utama pada tenaga kesehatan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |