7 Cara Mengurangi Bau Masakan di Rumah Kecil agar Tidak Menempel Lama

2 days ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Bau masakan yang menyengat seringkali menjadi masalah umum, terutama bagi penghuni rumah kecil atau apartemen dengan sirkulasi udara terbatas. Aroma dari aktivitas memasak dapat menempel pada perabot, pakaian, bahkan dinding, menciptakan suasana yang kurang nyaman. Kondisi ini tidak hanya mengganggu indra penciuman, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas udara di dalam ruangan.

Untuk mengatasi permasalahan ini, ada berbagai strategi efektif yang bisa diterapkan sebelum, selama, dan setelah proses memasak. Melansir dari berbagai sumber, Selasa (30/12), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Ventilasi yang Optimal

Ventilasi yang baik merupakan fondasi utama dalam upaya mencegah bau masakan menempel di rumah, khususnya di hunian berukuran kecil yang kerap memiliki keterbatasan sirkulasi udara. Sirkulasi udara yang lancar sangat penting untuk memastikan bau masakan tidak menetap dan menyebar ke seluruh ruangan.

Salah satu cara paling sederhana adalah dengan membuka jendela atau pintu dapur, serta area terdekat lainnya, sebelum, selama, dan setelah memasak. Tindakan ini menciptakan aliran udara silang yang efektif, mendorong asap dan bau masakan keluar dari rumah. Udara segar dari luar akan secara alami menggantikan udara yang telah terkontaminasi aroma masakan, menjaga kesegaran ruangan.

Penggunaan exhaust hood atau cooker hood juga sangat dianjurkan karena alat ini mampu menyedot asap, uap, dan bau masakan langsung dari sumbernya sebelum menyebar. Cooker hood bekerja dengan menghisap udara kotor, menyaringnya, dan membuangnya keluar atau mengembalikannya sebagai udara bersih. Untuk dapur kecil, cooker hood berukuran kompak sudah cukup membantu menjaga kualitas udara tetap sehat dan bersih, serta mengurangi hawa panas.

Apabila cooker hood tidak tersedia atau ventilasi alami kurang memadai, kipas angin dapat menjadi solusi alternatif yang efektif. Letakkan kipas angin di dekat area memasak dan arahkan ke jendela atau pintu yang terbuka. Ini akan membantu mendorong asap dan bau keluar dari ruangan, memastikan udara tetap bersih dan segar.

2. Pembersihan Segera dan Menyeluruh

Sisa makanan, minyak, dan percikan bumbu yang tertinggal setelah aktivitas memasak merupakan sumber utama bau yang membandel dan sulit dihilangkan. Penting untuk selalu membersihkan peralatan masak dan permukaan dapur segera setelah digunakan, karena sisa makanan atau minyak dapat menimbulkan bau tidak sedap.

Segera bersihkan meja dapur, kompor, dinding, dan area lain yang mungkin terkena percikan minyak atau bumbu setelah selesai memasak. Gunakan sabun cuci piring dan air hangat untuk membersihkan permukaan secara menyeluruh, memastikan tidak ada residu yang tertinggal. Kebersihan yang terjaga akan mencegah bau masakan menempel dan berkembang.

Jangan biarkan peralatan masak kotor menumpuk, sebab hal ini dapat menyebabkan bau menempel dan menjadi basi. Cuci wajan, panci, dan alat masak lainnya segera setelah digunakan. Selain itu, sampah organik dan sisa bahan makanan adalah sumber bau busuk yang signifikan, sehingga penting untuk segera membuang sampah setelah memasak dan memastikan tempat sampah tertutup rapat. Menaburkan baking soda di dalam kantong sampah juga dapat membantu menyerap bau.

Wastafel yang kotor juga bisa menjadi sumber bau tidak sedap yang sering terabaikan. Oleh karena itu, bersihkan wastafel secara rutin dengan sabun dan disinfektan. Tindakan pembersihan menyeluruh ini akan sangat membantu mengurangi bau masakan di rumah kecil Anda.

3. Menggunakan Bahan Penyerap Bau Alami

Beberapa bahan alami memiliki kemampuan luar biasa untuk menyerap dan menetralkan bau masakan secara efektif tanpa menggunakan bahan kimia. Cuka putih, misalnya, sangat efektif menyerap bau dan meninggalkan aroma yang segar.

Baking soda atau soda kue adalah penyerap bau yang sangat efektif dan serbaguna. Anda bisa menaruh semangkuk baking soda di meja dapur atau area yang terkena bau selama beberapa jam hingga semalaman. Baking soda juga dapat ditaburkan pada permukaan yang bau atau diletakkan di dalam kulkas untuk menyerap aroma tidak sedap.

Selain baking soda, cuka putih juga dikenal ampuh dalam menghilangkan bau menyengat. Anda bisa meletakkan semangkuk cuka di dapur, merebusnya dengan air, atau menyemprotkan campuran cuka dan air untuk menetralkan udara. Uap cuka bekerja menyerap bau tidak sedap secara alami.

Bubuk kopi dan arang aktif juga merupakan pilihan yang baik untuk menyerap bau. Kopi mengandung nitrogen yang dapat menetralisir bau, sementara arang aktif adalah penyerap bau alami yang sangat efektif. Letakkan wadah berisi bahan-bahan ini di sudut dapur untuk hasil optimal.

4. Memasak dengan Metode yang Tepat

Pilihan metode memasak dapat sangat memengaruhi seberapa banyak bau masakan yang dihasilkan dan menyebar di rumah kecil. Menggoreng, terutama dengan minyak banyak, cenderung menghasilkan bau yang kuat dan menyebar luas, sehingga sebaiknya dihindari jika memungkinkan.

Pertimbangkan untuk beralih ke metode memasak lain seperti mengukus, merebus, memanggang, atau menumis dengan sedikit minyak. Metode-metode ini cenderung menghasilkan lebih sedikit asap dan bau dibandingkan menggoreng dalam minyak banyak. Dengan demikian, Anda dapat mengurangi penyebaran bau yang tidak diinginkan.

Saat memasak, terutama hidangan yang menghasilkan banyak uap atau percikan, selalu gunakan tutup pada panci atau wajan. Ini dapat secara signifikan mengurangi penyebaran uap dan bau ke udara. Beberapa tutup wajan bahkan dilengkapi dengan karbon aktif yang dapat membantu menyerap bau secara lebih efisien.

Jika memungkinkan, pilih bahan masakan yang tidak memiliki aroma terlalu kuat, atau gunakan bumbu segar yang dapat meminimalkan bau. Misalnya, jahe dikenal efektif dalam mengurangi bau amis pada daging dan ikan, membantu menjaga aroma dapur tetap segar.

5. Menggunakan Pembersih Udara (Air Purifier)

Pembersih udara atau air purifier dapat menjadi solusi praktis dan modern untuk mengurangi bau masakan di rumah kecil, terutama jika dapur tidak memiliki ventilasi yang memadai. Air purifier terbukti dapat membantu mengurangi bau asap di dalam ruangan, terutama jika menggunakan teknologi filter yang tepat.

Pilihlah air purifier yang dilengkapi dengan filter HEPA (High-Efficiency Particulate Air) dan filter karbon aktif. Filter HEPA sangat efektif dalam menyaring partikel halus seperti asap dan alergen, sementara filter karbon aktif secara khusus dirancang untuk menyerap bau, gas beracun, dan senyawa organik volatil (VOCs) yang menyebabkan bau tidak sedap.

Efektivitas air purifier sangat tergantung pada penempatan dan ukurannya yang sesuai dengan luas area dapur. Pastikan untuk memilih perangkat dengan kapasitas yang memadai untuk ukuran dapur Anda agar dapat bekerja secara optimal. Penempatan yang strategis juga penting untuk memaksimalkan sirkulasi udara yang disaring.

Untuk menjaga efektivitasnya, perawatan rutin dan penggantian filter tepat waktu sangat penting. Filter yang kotor atau jenuh tidak akan berfungsi dengan baik dalam menyaring partikel dan menyerap bau. Dengan perawatan yang tepat, air purifier dapat menjadi investasi berharga untuk menjaga kualitas udara dan mengurangi bau masakan di rumah Anda.

6. Menyegarkan Udara dengan Aroma Alami

Setelah bau masakan utama berhasil dihilangkan, langkah selanjutnya adalah menyegarkan udara dengan aroma alami yang menyenangkan. Rebusan bahan alami bisa menjadi solusi ampuh untuk menghilangkan bau masakan yang menyengat dan menggantinya dengan aroma segar.

Anda bisa menggunakan rempah-rempah seperti kayu manis, cengkeh, dan kulit lemon untuk membuat rebusan penyegar udara. Prosesnya cukup sederhana: masukkan bahan-bahan tersebut ke dalam panci berisi air dan rebus selama beberapa menit. Uap dari rebusan ini akan menyebar ke seluruh ruangan, membantu menetralkan bau tak sedap dan meninggalkan aroma yang harum.

Selain rebusan, penggunaan lilin aromaterapi atau reed diffuser juga bisa menjadi pilihan yang praktis. Pilihlah aroma yang ringan dan segar, seperti lavender atau jeruk nipis, untuk menyegarkan udara setelah memasak. Hindari aroma yang terlalu kuat yang justru bisa bercampur dengan sisa bau masakan.

Beberapa tanaman hias tertentu, seperti lidah mertua atau basil, juga dapat membantu menyerap bau dan meningkatkan kualitas udara di dapur secara alami. Menempatkan tanaman ini di area dapur tidak hanya mempercantik ruangan tetapi juga berkontribusi pada udara yang lebih segar.

Meskipun terdengar sederhana, menutup pintu dapur saat memasak adalah langkah pencegahan yang sangat efektif untuk mengisolasi bau agar tidak menyebar ke area lain di rumah. Penting untuk senantiasa menutup pintu dapur ketika memasak.

Dengan menutup pintu dapur, Anda dapat secara signifikan membatasi penyebaran asap dan bau masakan ke ruang tamu, kamar tidur, atau area lain di rumah. Ini sangat krusial di rumah kecil atau apartemen dengan konsep open space, di mana bau dapat dengan mudah menyebar tanpa hambatan.

Untuk dapur dengan ruang terbatas, pintu geser atau sliding door bisa menjadi solusi yang efisien untuk memisahkan area dapur tanpa memakan banyak ruang. Pintu geser tidak hanya praktis tetapi juga efektif dalam menghalangi bau masakan menyebar ke seluruh hunian.

Jika Anda menginginkan sirkulasi udara tetap berjalan tetapi bau tidak menyebar terlalu jauh, pintu kasa bisa menjadi alternatif yang baik. Ini terutama berlaku jika Anda juga membuka jendela di ruangan terdekat, memungkinkan udara mengalir tetapi partikel bau tetap terisolasi di area dapur.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Mengapa bau masakan sering menempel lama di rumah kecil?

Jawaban: Bau masakan menempel lama di rumah kecil karena sirkulasi udara yang terbatas, memungkinkan aroma menyebar dan meresap ke perabot serta dinding.

2. Apa saja bahan alami yang efektif untuk menghilangkan bau masakan?

Jawaban: Bahan alami yang efektif meliputi baking soda, cuka putih, bubuk kopi, arang aktif, serta rebusan rempah dan buah citrus.

3. Bagaimana peran ventilasi dalam mengurangi bau masakan?

Jawaban: Ventilasi yang optimal, seperti membuka jendela atau menggunakan cooker hood, sangat penting untuk menciptakan aliran udara silang yang mendorong asap dan bau keluar.

4. Apakah air purifier efektif untuk bau masakan?

Jawaban: Ya, air purifier dengan filter HEPA dan karbon aktif efektif mengurangi bau asap dan menyerap senyawa penyebab bau di ruangan.

5. Mengapa penting membersihkan dapur segera setelah memasak?

Jawaban: Membersihkan dapur segera setelah memasak mencegah sisa makanan, minyak, dan percikan bumbu menjadi sumber bau membandel.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |