Liputan6.com, Jakarta - Memasuki Tahun Baru sering kali diiringi dengan semangat baru untuk mencapai berbagai resolusi, termasuk dalam hal keuangan. Banyak individu menghadapi tantangan finansial setelah pengeluaran besar selama musim liburan, mulai dari pembelian hadiah hingga biaya perjalanan. Oleh karena itu, periode awal tahun menjadi waktu krusial untuk melakukan evaluasi dan menyusun strategi finansial yang lebih baik.
Mengelola keuangan pribadi bukan sekadar menahan diri dari pembelian impulsif, tetapi juga menyusun rencana jangka panjang melalui perencanaan anggaran yang realistis. Dengan memiliki perencanaan yang jelas, Anda dapat lebih mudah memantau aliran uang masuk dan keluar setiap bulan. Kebiasaan finansial yang baik juga melatih kedisiplinan diri dan pola pikir yang lebih dewasa dalam mengambil keputusan. Melansir dari berbagai sumber, Rabu (31/12), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Evaluasi Kondisi Keuangan Saat Ini (Financial Check-Up)
Langkah pertama yang krusial setelah Tahun Baru untuk menstabilkan dan mengontrol keuangan adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi finansial saat ini. Evaluasi ini sering disebut sebagai "financial check-up" dan menjadi fondasi untuk perencanaan keuangan yang lebih baik di masa depan. Sebelum membuat target baru, Anda perlu mengetahui kondisi keuangan Anda saat ini, sebuah prinsip yang kerap disarankan oleh para ahli finansial.
Tahun baru adalah waktu yang tepat untuk meninjau dan menyelaraskan kembali tujuan keuangan secara keseluruhan. Dengan memahami posisi keuangan Anda, akan lebih mudah menentukan langkah ke depan yang tepat. Evaluasi ini membantu mengidentifikasi area mana yang memerlukan perhatian lebih dan potensi penghematan.
Detail Lebih Lanjut:
a. Tinjau Arus Kas dan Dana Darurat:
- Catat semua pemasukan dan pengeluaran selama setahun terakhir untuk melihat ke mana uang Anda mengalir dan area mana yang bisa dikurangi.
- Periksa saldo rekening dan inventarisasi utang yang mungkin timbul selama liburan, seperti penggunaan kartu kredit atau pinjaman.
- Evaluasi pengeluaran selama liburan untuk mengetahui pos mana yang paling boros dan menjadi pembelajaran untuk liburan berikutnya.
- Pastikan kecukupan dana darurat Anda. Idealnya, dana darurat harus cukup untuk menutupi kebutuhan 3-6 bulan ke depan, atau 9-12 bulan jika sudah berkeluarga.
b. Audit Area Utama Finansial:
- Periksa apakah utang jangka pendek terkendali.
- Pastikan memiliki perlindungan keuangan yang cukup, seperti asuransi jiwa dan surat wasiat.
- Tinjau tabungan pensiun apakah sudah sesuai rencana.
- Evaluasi apakah sudah berinvestasi untuk masa depan.
2. Buat Anggaran Baru yang Realistis
Setelah mengevaluasi kondisi keuangan, langkah selanjutnya adalah menyusun anggaran baru yang realistis dan terukur untuk beberapa bulan ke depan. Anggaran berfungsi sebagai peta yang membantu mengarahkan keuangan menuju tujuan yang diinginkan. Langkah awal dalam strategi manajemen keuangan adalah menyusun anggaran yang realistis.
Catat seluruh pemasukan dan alokasikan untuk kebutuhan pokok, tabungan, serta dana darurat. Dengan anggaran yang jelas, Anda dapat mengidentifikasi pengeluaran yang tidak penting dan menghindari utang konsumtif. Ini akan membantu Anda mengetahui ke mana uang Anda pergi dan area mana yang bisa dikurangi.
Detail Lebih Lanjut:
a. Tuliskan Pendapatan dan Pengeluaran Rutin:
- Catat semua sumber pendapatan (gaji, bonus, investasi) dan pengeluaran rutin (tagihan bulanan, belanja kebutuhan pokok, transportasi).
- Identifikasi pengeluaran bulanan yang tetap, seperti sewa, tagihan utilitas, dan pembayaran utang.
b. Terapkan Metode Budgeting:
- Salah satu metode yang populer adalah aturan 50/30/20: 50% dialokasikan untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan dan pelunasan utang.
- Metode ini membantu mengalokasikan dana dengan bijak dan memprioritaskan tujuan finansial.
- Metode lain seperti metode 80/20 atau metode "jar" juga bisa diterapkan sesuai kebutuhan.
c. Pisahkan Rekening:
- Pertimbangkan untuk membuka tiga rekening berbeda untuk kebutuhan pokok, keinginan, serta tabungan.
- Setelah gaji masuk, langsung transfer sesuai proporsi ke masing-masing rekening untuk menghindari godaan menggunakan uang tabungan.
- Gunakan fitur otomatisasi perbankan untuk transfer otomatis ke rekening tabungan atau investasi.
3. Tetapkan Tujuan Keuangan yang Jelas (Jangka Pendek & Panjang)
Menetapkan tujuan keuangan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu (SMART) adalah kunci untuk mengelola keuangan secara efektif dan memberikan motivasi yang kuat. Tujuan finansial memberikan arah dan motivasi yang jelas. Tujuan keuangan yang tercapai dapat meningkatkan kualitas hidup Anda.
Dengan memiliki keuangan yang stabil dan terencana, Anda dapat mengambil keputusan yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhan dan impian Anda. Mulailah dengan mengidentifikasi keinginan dan kebutuhan Anda. Tujuan ini bisa beragam, mulai dari jangka pendek seperti menabung untuk liburan, hingga jangka panjang seperti persiapan dana pensiun atau membeli rumah.
Detail Lebih Lanjut:
a. Tujuan Jangka Pendek:
- Biasanya dapat dicapai dalam waktu kurang dari satu tahun.
- Contohnya termasuk menyiapkan dana darurat, menabung untuk pembelian barang tertentu, biaya liburan, atau melunasi utang kecil.
- Untuk tujuan jangka pendek, gunakan instrumen yang mudah dicairkan.
b. Tujuan Jangka Menengah:
- Dapat dicapai dalam jangka waktu satu hingga lima tahun.
- Contohnya termasuk mengumpulkan uang muka untuk kendaraan atau pendidikan.
c. Tujuan Jangka Panjang:
- Membutuhkan waktu lebih dari lima tahun untuk dicapai.
- Contohnya adalah persiapan pensiun, membeli rumah, atau dana pendidikan anak.
- Untuk tujuan jangka panjang, pertimbangkan investasi seperti saham atau properti.
d. Gunakan Metode SMART:
- Tujuan harus Spesifik, Meterukur, Achievable (Dapat Dicapai), Relevan, dan Terbatas Waktu.
- Metode SMART kerap direkomendasikan dalam literatur keuangan global karena membantu seseorang tetap fokus.
4. Prioritaskan Pelunasan Utang
Melunasi utang, terutama utang konsumtif dengan bunga tinggi, adalah langkah penting untuk mencapai stabilitas keuangan. Utang yang tidak terkontrol dapat membebani keuangan dan menghambat pencapaian tujuan finansial lainnya. Jika selama liburan Anda menggunakan kartu kredit atau layanan paylater, sebaiknya segera fokus melunasi utang tersebut.
Utang konsumtif umumnya memiliki bunga yang tinggi dan dapat membebani keuangan jika dibiarkan terlalu lama. Melunasi utang dengan cepat tidak hanya membantu secara finansial tetapi juga memberikan ketenangan pikiran dan memperkuat stabilitas ekonomi. Ini adalah langkah krusial untuk membebaskan diri dari beban finansial.
Detail Lebih Lanjut:
a. Buat Rekapitulasi Utang:
- Daftar semua utang yang dimiliki, termasuk jenis utang, jumlah yang harus dilunasi, suku bunga, dan tanggal jatuh tempo.
- Ini membantu Anda memahami gambaran utang secara keseluruhan dan menentukan strategi pembayaran terbaik.
b. Prioritaskan Pembayaran Utang:
- Prioritaskan pembayaran utang dengan bunga terbesar terlebih dahulu (metode longsoran salju/avalanche) untuk menghemat biaya bunga.
- Atau, fokus pada utang terkecil terlebih dahulu untuk membangun momentum (metode bola salju/snowball).
c. Hindari Utang Baru:
- Sangat penting untuk membatasi pengambilan utang baru selama Anda berusaha melunasi yang sudah ada.
- Menghindari penggunaan kartu kredit atau pinjaman konsumtif lainnya adalah kunci untuk menjaga keseluruhan utang tidak bertambah.
d. Cari Penghasilan Tambahan atau Jual Barang Tidak Terpakai:
- Meningkatkan pendapatan dapat mempercepat pelunasan utang.
- Menjual barang yang tidak terpakai juga bisa menjadi sumber dana tambahan yang efektif.
5. Bangun dan Pertahankan Dana Darurat
Dana darurat adalah cadangan uang tunai yang disisihkan khusus untuk pengeluaran tak terduga atau keadaan darurat keuangan. Dana ini berbeda dengan tabungan biasa karena tidak boleh disentuh sama sekali kecuali ada kebutuhan yang sangat mendesak. Dana darurat berfungsi sebagai penyangga keuangan yang penting saat menghadapi situasi darurat yang tidak terduga, seperti penyakit mendadak, kerusakan kendaraan, atau keperluan mendesak lainnya.
Situasi tak terduga seperti PHK, kecelakaan, atau perbaikan mendesak bisa mengganggu kondisi keuangan. Dana darurat berfungsi sebagai "bantalan keuangan" untuk menutupi pengeluaran mendadak tanpa mengganggu alokasi dana lainnya. Ini memberikan ketenangan pikiran dan mencegah Anda terjerat utang baru saat terjadi kebutuhan mendesak.
Detail Lebih Lanjut:
a. Target Jumlah Dana Darurat:
- Idealnya, Anda memiliki dana darurat yang setara dengan biaya hidup untuk tiga hingga enam bulan.
- Bagi yang sudah berkeluarga, disarankan untuk memiliki dana darurat sebanyak 6-12 kali pengeluaran bulanan.
b. Cara Membangun Dana Darurat:
- Sisihkan dana darurat secara konsisten dari penghasilan secara rutin.
- Pisahkan dana darurat dari rekening harian agar tidak mudah terpakai.
- Tempatkan dana darurat pada instrumen investasi yang tepat, yang likuid dan berisiko rendah, seperti deposito atau reksa dana pasar uang.
6. Mulai atau Tingkatkan Investasi
Investasi adalah cara cerdas untuk menumbuhkan uang seiring waktu dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang. Dengan berinvestasi, Anda tidak hanya melindungi uang dari inflasi, tetapi juga menciptakan peluang untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang, seperti merencanakan pernikahan, membeli rumah, mempersiapkan pensiun, atau membiayai pendidikan anak.
Pelajari instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko Anda, seperti reksa dana, saham, atau obligasi. Ingatlah bahwa investasi adalah langkah jangka panjang yang membutuhkan komitmen dan kesabaran. Memulai investasi, bahkan dengan modal kecil, dapat memberikan dampak signifikan di masa depan.
Detail Lebih Lanjut:
a. Tentukan Tujuan dan Jangka Waktu Investasi:
- Sebelum mulai berinvestasi, tentukan terlebih dahulu tujuan Anda.
- Tujuan yang jelas akan membantu memilih instrumen investasi yang tepat dan sesuai dengan target waktu.
b. Ketahui Profil Risiko:
- Pahami tingkat toleransi risiko Anda (rendah, sedang, tinggi) untuk memilih produk investasi yang sesuai.
- Profil risiko sangat penting karena dapat menentukan bagaimana sikap Anda dalam memilih produk yang sesuai dengan kesanggupan mengelola keuangan.
c. Jenis Investasi untuk Pemula:
- Reksa Dana: Cukup aman untuk pemula, dengan risiko minim dan modal tidak terlalu besar.
- Deposito: Simpanan berjangka yang aman karena dijamin oleh LPS hingga Rp 2 miliar.
- Emas: Dianggap sebagai aset lindung nilai yang aman saat inflasi meningkat atau kondisi ekonomi tidak menentu.
- Surat Berharga Negara (SBN): Mudah diakses dan dibeli secara online.
- Saham: Meskipun berisiko tinggi, dapat memberikan hasil maksimal. Pemula bisa memulai dengan virtual stock untuk belajar.
d. Alokasikan Dana Secara Konsisten:
- Idealnya, Anda bisa mengalokasikan 10% hingga 30% dari pendapatan bulanan untuk investasi.
- Pastikan uang yang dipakai untuk berinvestasi tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari, cicilan utang, ataupun dana darurat.
7. Evaluasi dan Sesuaikan Secara Berkala
Pengelolaan keuangan bukanlah tugas sekali jalan, melainkan proses berkelanjutan yang membutuhkan evaluasi dan penyesuaian secara berkala. Kebiasaan ini memastikan rencana keuangan tetap relevan dan efektif seiring perubahan kondisi hidup. Evaluasi rutin membantu mengetahui apakah strategi manajemen keuangan berjalan efektif.
Tinjau kembali anggaran, pengeluaran, dan tabungan setiap bulan untuk menyesuaikan dengan kondisi terbaru. Evaluasi pola pengeluaran juga dapat membantu Anda membuat anggaran yang lebih realistis dan efektif. Dengan mengetahui pengeluaran secara detail, Anda dapat mengalokasikan uang dengan lebih bijaksana dan memprioritaskan tujuan finansial yang lebih penting.
Detail Lebih Lanjut:
a. Tinjau Anggaran Bulanan:
- Lakukan peninjauan bulanan untuk melihat apakah anggaran yang sudah disusun masih memenuhi kebutuhan.
- Selalu periksa pengeluaran aktual Anda dibandingkan dengan rencana yang telah dibuat.
- Jika terdapat perubahan dalam situasi keuangan atau prioritas, sesuaikan rencana Anda secara fleksibel.
b. Evaluasi Tujuan Keuangan:
- Bandingkan target dan realisasi keuangan tahun ini.
- Periksa portofolio investasi dan tabungan apakah hasilnya sesuai harapan.
- Evaluasi ini membantu Anda melihat sejauh mana pencapaian tujuan finansial tahun ini.
c. Manfaatkan Teknologi:
- Gunakan aplikasi pencatat keuangan, spreadsheet, atau buku catatan untuk mencatat semua transaksi harian.
- Teknologi finansial dapat membantu tetap disiplin dan terkontrol sepanjang tahun.
d. Konsistensi dan Disiplin:
- Tujuan keuangan yang sudah disusun tidak akan tercapai tanpa kedisiplinan.
- Tetap patuhi rencana, lakukan evaluasi berkala, dan sesuaikan ketika ada perubahan kondisi finansial.
- Disiplin adalah kunci dalam mengelola keuangan; tetap berpegang pada anggaran dan hindari godaan untuk kembali ke gaya hidup boros.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mengatur Keuangan Setelah Tahun Baru
1. Mengapa penting melakukan evaluasi keuangan setelah Tahun Baru?
Jawaban: Evaluasi keuangan setelah Tahun Baru penting untuk mengetahui kondisi finansial saat ini, mengidentifikasi area pengeluaran yang boros, dan menyelaraskan kembali tujuan keuangan untuk perencanaan yang lebih baik di masa depan.
2. Bagaimana cara membuat anggaran yang realistis?
Jawaban: Untuk membuat anggaran yang realistis, catat semua sumber pendapatan dan pengeluaran rutin. Terapkan metode budgeting seperti aturan 50/30/20, dan pisahkan rekening untuk kebutuhan pokok, keinginan, serta tabungan.
3. Apa saja jenis investasi yang cocok untuk pemula?
Jawaban: Jenis investasi yang cocok untuk pemula antara lain reksa dana, deposito, emas, Surat Berharga Negara (SBN), dan saham. Pilihan terbaik tergantung pada tujuan investasi dan profil risiko individu.
4. Seberapa penting dana darurat dalam pengelolaan keuangan?
Jawaban: Dana darurat sangat penting sebagai "bantalan keuangan" untuk pengeluaran tak terduga seperti PHK atau sakit mendadak, mencegah Anda terjerat utang baru, dan memberikan ketenangan pikiran. Idealnya, dana darurat setara 3-6 bulan biaya hidup.
5. Bagaimana cara menjaga disiplin dalam mengelola keuangan?
Jawaban: Disiplin dalam mengelola keuangan dapat dijaga dengan mematuhi anggaran yang sudah dibuat, melakukan evaluasi berkala, menyesuaikan rencana saat ada perubahan kondisi, dan memanfaatkan aplikasi pencatat keuangan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216745/original/005505100_1526533221-_2__776314-bagian-dapur-yang-jorok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459024/original/060476100_1767151502-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5298774/original/002952500_1753771615-9b18e62c-4294-4429-a2d2-a22deca5fc68.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457212/original/069620700_1766990829-Hidroponik_Sederhana_Sistem_Wick_di_Jendela.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457952/original/085391400_1767067413-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458606/original/069057300_1767085072-jagung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4375263/original/043461500_1680053763-rosary-geb432fae0_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459042/original/020796600_1767151719-Perhiasan_Emas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401852/original/007224400_1762230087-cat_rumah_sempit_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458960/original/038646500_1767144764-pexels-hoang-huy-le-3708640-6904076.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3493167/original/008504900_1624612393-shutterstock_1654274959.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437736/original/056483100_1765261425-Ide_Usaha_Depan_Rumah_Khusus_Ibu_Rumah_Tangga_yang_Bisa_Sambil_Awasi_Anak_Usaha_Toko_Kelontong_Mini.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5195789/original/088647400_1745383430-teras_minimalis_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437734/original/081013500_1765261424-Ide_Usaha_Depan_Rumah_Khusus_Ibu_Rumah_Tangga_yang_Bisa_Sambil_Awasi_Anak_Usaha_Virtual_Asisten.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5016123/original/021769800_1732182521-IMG-20241121-WA0033.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5444094/original/039150600_1765771005-Gemini_Generated_Image_75ioxz75ioxz75io.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4509373/original/060048900_1689911239-male-chef-kitchen-cooking-dish-frying-pan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5209199/original/093378800_1746427441-WhatsApp_Image_2025-05-05_at_13.43.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437742/original/085936500_1765261571-unnamed_-_2025-12-09T131826.419.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457804/original/040885600_1767057137-Ilustrasi_Tikus_dan_Ular_di_Plafon.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5198305/original/085155700_1745540502-non-halal__2_.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876286/original/008628000_1719462296-fotor-ai-2024062711338.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344658/original/039645300_1757490334-qq.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342694/original/015573300_1757398921-cf41b2a1-e7f3-4e7f-9616-d961407df13b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4424751/original/083762400_1683862221-worker-figures-helping-dig-coin-money-dollar-note-background.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165736/original/049527200_1742194452-Air_lemon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/672525/original/bitcoint-140505-8-aji.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354936/original/050360400_1758268325-canopy_carport_5a.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347187/original/046193200_1757662876-unnamed_-_2025-09-12T143113.780.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5327903/original/016383600_1756191811-ChatGPT_Image_Aug_26__2025__02_02_11_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342637/original/031852400_1757397434-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350255/original/063651000_1757994598-ChatGPT_Image_Sep_16__2025__10_47_49_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028256/original/032953400_1732871460-fotor-ai-20241129161044.jpg)