Liputan6.com, Jakarta - Kesalahan memilih keramik kamar mandi penting untuk dipahami setiap orang. Memilih keramik untuk kamar mandi adalah keputusan penting yang sangat memengaruhi keamanan dan estetika ruangan. Kesalahan dalam pemilihan ini dapat berakibat fatal, mulai dari risiko terpeleset yang membahayakan hingga tampilan kurang menarik dan tidak nyaman.
Oleh karena itu, memahami berbagai aspek dalam proses pemilihan keramik sangatlah krusial untuk menciptakan kamar mandi yang ideal. Banyak pemilik rumah seringkali mengabaikan detail kecil yang ternyata berdampak besar pada fungsionalitas dan keindahan kamar mandi.
Mengidentifikasi kesalahan memilih keramik kamar mandi sejak awal dapat membantu menghindari penyesalan di kemudian hari serta biaya perbaikan yang tidak terduga. Dengan perencanaan yang matang, kamar mandi tidak hanya aman tetapi juga nyaman dan estetik. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (5/1/2026).
1. Mengabaikan Tekstur Keramik Lantai yang Licin
Salah satu kesalahan fatal dalam memilih keramik kamar mandi adalah mengabaikan tekstur permukaan yang licin. Kamar mandi merupakan area basah, sehingga keramik dengan permukaan mulus atau mengkilap sangat berisiko menyebabkan terpeleset. Permukaan yang mengkilap, meskipun terlihat bagus secara visual menandakan lantai yang sangat licin dan berbahaya.
Untuk area basah seperti kamar mandi, sangat disarankan memilih keramik dengan permukaan bertekstur kasar atau matte. Keramik bertekstur memberikan daya cengkeram yang lebih baik. Secara signifikan mengurangi risiko terpeleset dan seringkali lebih cepat mengalirkan air dari permukaannya.
Memilih keramik anti-slip adalah prioritas utama untuk keamanan di kamar mandi, terutama jika ada anak-anak atau lansia di rumah. Keramik dengan tekstur berpasir atau motif timbul dapat menjadi pilihan yang aman sekaligus estetik, menggabungkan fungsi dan keindahan.
2. Tidak Mempertimbangkan Ukuran Keramik yang Tepat
Kesalahan memilih keramik kamar mandi lainnya adalah tidak mempertimbangkan ukuran keramik yang sesuai dengan luas ruangan. Ukuran keramik memainkan peran penting dalam menciptakan kesan visual pada kamar mandi Anda. Penggunaan keramik yang terlalu besar di kamar mandi kecil dapat menyebabkan banyak potongan dan pemborosan material yang tidak perlu.
Untuk kamar mandi berukuran kecil, keramik berukuran kecil hingga sedang seperti 20x20 cm atau 25x25 cm dapat memberikan ilusi ruang yang lebih luas dan aman karena banyaknya nat yang membantu cengkeraman. Sementara itu, keramik berukuran besar seperti 60x60 cm lebih cocok untuk kamar mandi luas karena mengurangi jumlah nat, memberikan kesan lebih rapi dan modern.
Selain itu, ukuran keramik juga memengaruhi kemudahan pemasangan, terutama untuk area yang membutuhkan kemiringan drainase. Keramik kecil lebih mudah mengikuti kontur dan memastikan air mengalir dengan benar menuju saluran pembuangan, mencegah genangan air.
3. Memilih Warna dan Motif yang Tidak Sesuai
Pemilihan warna dan motif keramik yang tidak tepat dapat memengaruhi suasana dan estetika kamar mandi secara keseluruhan. Warna keramik yang salah dapat membuat kamar mandi terlihat sempit, gelap, atau bahkan kotor, mengurangi kenyamanan pengguna. Kesalahan ini seringkali diabaikan namun berdampak besar.
Untuk kamar mandi berukuran kecil, warna-warna terang dan netral seperti putih, krem, atau abu-abu muda sangat direkomendasikan karena dapat memberikan kesan bersih, terang, dan luas. Motif keramik juga memberikan karakter pada desain kamar mandi; motif kayu memberikan kesan alami, sedangkan motif geometris cocok untuk gaya minimalis yang modern.
Penting untuk menyesuaikan warna keramik dengan konsep desain kamar mandi secara keseluruhan agar tidak terlihat bertabrakan dengan elemen lainnya. Pencahayaan di kamar mandi juga memengaruhi tampilan warna keramik. Jenis warna yang mengkilap dapat memantulkan cahaya lebih baik, membuat ruangan tampak lebih terang dan hidup.
4. Menggunakan Keramik Dinding untuk Lantai
Keramik lantai dirancang untuk menahan beban berat dan tekanan lalu lintas kaki, sehingga umumnya lebih tebal, lebih kuat, dan memiliki permukaan yang lebih kasar untuk mencegah tergelincir.
Sebaliknya, keramik dinding biasanya lebih ringan, lebih tipis, dan memiliki permukaan yang lebih halus atau mengkilap karena fungsinya lebih sebagai elemen dekoratif dan pelindung dari kelembaban. Menggunakan keramik dinding di lantai sangat berbahaya karena licin dan tidak tahan terhadap beban yang terus-menerus.
Memilih keramik sesuai peruntukannya sangat penting untuk keamanan, daya tahan, dan fungsionalitas kamar mandi. Keramik lantai harus memiliki tingkat gesekan yang kecil agar aman, sementara keramik dinding bisa lebih bervariasi dalam tampilan dan tekstur tanpa mengorbankan keamanan.
5. Tidak Memperhatikan Daya Serap Air Keramik
Tidak memperhatikan daya serap air keramik adalah kesalahan krusial, terutama untuk area basah seperti kamar mandi yang selalu terpapar kelembaban. Keramik berkualitas untuk kamar mandi seharusnya memiliki daya serap air yang rendah agar tidak mudah rusak oleh kelembapan tinggi dan perubahan suhu. Daya serap air yang tinggi dapat menimbulkan banyak masalah.
Keramik dengan daya serap air yang tinggi dapat menyebabkan masalah seperti genangan air yang sulit kering, kelembapan berlebihan yang merusak struktur, dan pertumbuhan jamur atau bakteri yang tidak sehat. Hal ini tidak hanya merusak estetika kamar mandi tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi penghuni rumah.
Pilihlah keramik porselen atau jenis keramik lain yang memang dirancang khusus untuk area basah dengan ketahanan. Daya serap air yang rendah juga berkontribusi pada umur panjang keramik dan kemudahan perawatannya, menjadikannya pilihan yang lebih ekonomis dalam jangka panjang.
6. Mengabaikan Pentingnya Nat Keramik
Nat keramik seringkali dianggap remeh atau hanya sebagai pelengkap, padahal memiliki peran vital dalam pemasangan keramik dan keseluruhan fungsionalitas kamar mandi. Mengabaikan nat atau memilih nat yang tidak berkualitas dapat menyebabkan berbagai masalah serius pada kamar mandi Anda, mulai dari rembesan hingga kerusakan struktural.
Fungsi utama nat adalah mengisi celah antar keramik, mencegah pergerakan keramik, melindungi dari rembesan air dan kelembaban, serta mencegah pertumbuhan jamur dan lumut yang tidak diinginkan. Nat yang berkualitas buruk atau tidak terpasang dengan benar dapat membuat air merembes ke bawah keramik, menyebabkan kerusakan struktural dan masalah kebocoran yang sulit diperbaiki.
Selain itu, nat juga berkontribusi pada estetika kamar mandi. Pemilihan warna nat yang senada dapat mempertegas desain keramik dan memberikan kesan lebih mewah dan rapi. Nat yang tahan noda dan mudah dibersihkan juga akan mempermudah perawatan kamar mandi sehari-hari.
7. Tidak Menghitung Kebutuhan Keramik dengan Tepat
Kesalahan dalam menghitung kebutuhan keramik dapat berujung pada kekurangan material di tengah proyek renovasi atau kelebihan yang tidak perlu dan membuang anggaran. Menghitung ukuran luas lantai atau dinding yang akan dipasangi keramik adalah tahap awal yang harus dilakukan dengan cermat.
Perhitungan yang tepat harus mempertimbangkan luas ruangan, ukuran keramik yang dipilih, dan menambahkan faktor keamanan sekitar 5-10% untuk mengantisipasi keramik yang pecah, rusak, atau potongan yang tidak terpakai. Kekurangan keramik di tengah proyek bisa menyulitkan karena perbedaan warna atau motif pada batch produksi yang berbeda dapat terjadi, merusak keseragaman tampilan.
Dengan perhitungan yang akurat, Anda dapat mengelola anggaran proyek dengan lebih baik dan memastikan ketersediaan material yang cukup tanpa pemborosan. Ini juga membantu menghindari banyak potongan yang mengganggu visual, memastikan tampilan kamar mandi yang rapi dan profesional.
8. Memilih Keramik yang Sulit Dibersihkan
Kamar mandi adalah area yang rentan terhadap noda, kerak sabun, dan pertumbuhan jamur, sehingga memilih keramik yang sulit dibersihkan akan menambah beban perawatan yang signifikan. Keramik dengan permukaan berpori tinggi atau pola yang terlalu rumit cenderung lebih sulit dibersihkan dan dirawat, membutuhkan usaha ekstra.
Keramik dengan finishing glossy umumnya lebih mudah dirawat karena tidak menyerap noda dan kotoran, sehingga mudah dilap. Namun, untuk lantai, keramik glossy harus dihindari karena sangat licin dan berbahaya. Pilihan terbaik adalah keramik dengan permukaan halus namun tidak licin, atau keramik matte yang tahan noda dan mudah dibersihkan.
Pilihlah keramik yang tahan terhadap berbagai jenis pembersih agar tidak mudah rusak atau berubah warna saat dibersihkan secara rutin. Keramik yang mudah dibersihkan akan menjaga kamar mandi tetap higienis dan estetik dalam jangka panjang, mengurangi waktu dan tenaga untuk perawatan.
9. Mengabaikan Pencahayaan Ruangan
Pencahayaan di kamar mandi memiliki dampak signifikan terhadap tampilan keramik dan suasana ruangan secara keseluruhan. Mengabaikan aspek ini dapat membuat kamar mandi terasa gelap, sempit, atau kurang menarik, meskipun keramik yang dipilih sudah bagus. Pencahayaan yang baik dapat menonjolkan keindahan keramik.
Keramik dengan permukaan mengkilap dapat memantulkan cahaya lebih baik, membuat ruangan tampak lebih terang dan luas, cocok untuk kamar mandi yang minim cahaya alami. Sebaliknya, keramik dengan permukaan matte memberikan nuansa yang lebih hangat dan lembut, ideal untuk menciptakan suasana relaksasi.
Untuk kamar mandi dengan pencahayaan alami yang kurang, sebaiknya pilih warna keramik yang cerah seperti putih atau krem untuk memberikan kesan lebih terang. Warna keramik yang tepat dapat bekerja sama dengan pencahayaan untuk menciptakan ilusi ruang yang lebih besar atau suasana yang lebih menenangkan.
10. Terlalu Fokus pada Harga Murah Tanpa Kualitas
Terlalu fokus pada harga murah tanpa mempertimbangkan kualitas adalah kesalahan umum yang sering berujung pada penyesalan dan biaya tambahan di kemudian hari. Keramik murah mungkin terlihat menarik di awal, tetapi seringkali tidak tahan lama, mudah rusak, atau memiliki kualitas yang rendah yang tidak sesuai untuk lingkungan kamar mandi.
Keramik berkualitas tinggi akan lebih tahan terhadap air, noda, goresan, dan perubahan suhu, yang sangat penting untuk lingkungan kamar mandi yang lembab dan sering digunakan. Investasi pada keramik berkualitas baik akan mengurangi biaya perawatan dan penggantian di masa depan, menjadikannya pilihan yang lebih hemat dalam jangka panjang.
Pilihlah keramik dari merek terpercaya yang sudah teruji kualitasnya, dengan kerapatan baik dan mudah menempel saat dipasang. Meskipun harganya sedikit lebih tinggi, keramik berkualitas akan memberikan nilai lebih bagi investasi Anda dalam jangka panjang, memastikan keamanan dan estetika kamar mandi tetap terjaga dengan baik.
FAQ
- Apa kesalahan paling umum dalam memilih keramik kamar mandi? Banyak orang memilih keramik yang terlalu licin, yang berbahaya saat basah.
- Mengapa memilih keramik dengan warna terang bisa jadi kesalahan? Keramik warna terang lebih mudah kotor dan membutuhkan perawatan ekstra.
- Apakah memilih keramik kamar mandi yang terlalu kecil itu buruk? Keramik kecil dapat membuat ruangan terlihat sempit dan kurang estetik.
- Apa dampak memilih keramik yang tidak tahan air di kamar mandi? Keramik yang tidak tahan air bisa cepat rusak atau mengelupas akibat kelembapan tinggi.
- Kenapa harus hati-hati memilih keramik dengan motif yang terlalu ramai? Motif yang terlalu ramai bisa membuat kamar mandi terasa sempit dan berantakan.
- Apakah memilih keramik dengan kualitas rendah itu berisiko? Keramik kualitas rendah cepat rusak, berwarna pudar, dan bisa licin saat basah.
- Mengapa ukuran keramik yang tidak sesuai dengan luas kamar mandi bisa jadi masalah? Ukuran keramik yang tidak sesuai bisa membuat ruangan terlihat tidak proporsional dan susah dipasang.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455659/original/004422000_1766723384-Desain_Teras_Sederhana_Tanpa_Terlihat_Sempit__Cocok_untuk_Santai_Sambil_Ngeteh_di_Rumah_Model_Teras_dengan_Lantai_Keramik_Dingin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5327623/original/076826900_1756184846-alissa-de-leva-BEabqjCtzVo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461573/original/010001100_1767422284-Kerak_Kamar_Mandi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465562/original/032126000_1767770768-Gemini_Generated_Image_sb4b9vsb4b9vsb4b.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3518331/original/002916400_1627001736-Ilustrasi_kamar_aprtemen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465412/original/087460000_1767767860-Gelas_Kaca_Menguning_Akibat_Noda_Minuman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5284532/original/043691700_1752640844-Depositphotos_230872812_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464478/original/090977900_1767690883-kangkung5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5211739/original/050883200_1746593655-ChatGPT_Image_7_Mei_2025__11.52.39.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2714842/original/060983600_1548664452-Chait_Goli.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464295/original/002628600_1767684860-model10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464737/original/055332000_1767703826-Gambar_Juicer_dan_Blender.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464607/original/054897100_1767696275-Sayur_Bening.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5020147/original/046292500_1732509762-boiled-sweet-corn-served-plate_524151-1431.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464553/original/090210900_1767694005-Puyuh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459450/original/069107500_1767161529-Gemini_Generated_Image_xx98w9xx98w9xx98_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5015711/original/012748000_1732170744-1284510713_808510-5654.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5446768/original/019579900_1765941166-Ikan_lele_dipanen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4092396/original/068296100_1658138375-jason-goodman-BAanEbxe9No-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464084/original/006331800_1767679355-pexels-zacks1981-14543375.jpg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5198305/original/085155700_1745540502-non-halal__2_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876286/original/008628000_1719462296-fotor-ai-2024062711338.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344658/original/039645300_1757490334-qq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342694/original/015573300_1757398921-cf41b2a1-e7f3-4e7f-9616-d961407df13b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165736/original/049527200_1742194452-Air_lemon.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4424751/original/083762400_1683862221-worker-figures-helping-dig-coin-money-dollar-note-background.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/672525/original/bitcoint-140505-8-aji.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354936/original/050360400_1758268325-canopy_carport_5a.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028256/original/032953400_1732871460-fotor-ai-20241129161044.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347187/original/046193200_1757662876-unnamed_-_2025-09-12T143113.780.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5327903/original/016383600_1756191811-ChatGPT_Image_Aug_26__2025__02_02_11_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342637/original/031852400_1757397434-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350255/original/063651000_1757994598-ChatGPT_Image_Sep_16__2025__10_47_49_AM.jpg)