Tips Pelihara Ayam Petelur Ala Peternak Rumahan di Pemalang, Hasilkan Panen Maksimal

13 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Usaha ternak ayam petelur kini semakin diminati banyak orang karena sangat ideal dibudidayakan dalam skala rumahan. Hal tersebut seperti dilakukan oleh Suma Adi Gunawan, seorang peternak ayam petelur asal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Meski baru satu tahun menekuni usaha ini, namun ia sudah mampu mengelola kandangnya dengan cukup rapi. Kunci keberhasilan ternak ayam petelur ialah konsistensi perawatan, meliputi manajemen pakan dan kandang.

Suma memelihara ayam ras petelur atau leghorn dengan dua strain populer, yakni lohman dan isa brown. Meski masih tergolong baru di dunia peternakan, ia sudah memahami betul seluk-beluk pemeliharaan ayam petelur. Mulai dari pemilihan bibit, manajemen pakan, hingga menjaga kesehatan ayam agar produksi telur tetap maksimal.

Bagi yang tertarik memulai usaha serupa, pengalaman Suma bisa menjadi referensi dan digunakan sebagai acuan. Sebab, memelihara ayam petelur bukan sekadar memberi makan dan minum. Namun, juga memerlukan ketelatenan dalam mengatur jadwal, kebersihan kandang, hingga asupan vitamin agar ayam tetap sehat dan produktif. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Rabu (08/07/2026).

Memilih Bibit dan Masa Awal Pemeliharaan

Salah satu kunci sukses beternak ayam petelur menurut Suma adalah ketepatan dalam memilih bibit. Ia tidak memulai dari anakan ayam, melainkan langsung menggunakan bibit siap produksi. Dengan memilih bibit yang sudah memasuki usia remaja, peternak rumahan bisa memangkas waktu tunggu sebelum ayam mulai berproduksi, sehingga lebih efisien dari segi waktu maupun biaya perawatan di masa awal.

"Kita menggunakan bibit siap produksi atau ayam usia remaja usia 15-18 minggu. Kemudian dari ayam tersebut memasuki usia produksi di 20 minggu," ujar Suma.

Pada usia tersebut, ayam biasanya baru mulai belajar bertelur dengan frekuensi yang belum stabil. Namun seiring bertambahnya usia, produksi telur akan semakin meningkat hingga mencapai masa puncaknya. "Ayam seusia itu mulai belajar bertelur 1 butir tiap 2 hari. Namun, nanti di usia 25 minggu ayam mulai rutin bertelur sampai usia 30 minggu masuk masa puncak. Biasanya bisa bertelur 1 butir setiap 25 jam," jelasnya.

Manajemen Pakan dan Minum yang Tepat Waktu

Pakan menjadi faktor utama yang menentukan kualitas dan kuantitas telur yang dihasilkan. Suma memilih menggunakan pakan pabrikan demi menjaga kestabilan nutrisi ayam peliharaannya. Selain jenis pakan, takaran dan waktu pemberian pakan juga tidak boleh sembarangan. Suma menerapkan jadwal pemberian pakan yang konsisten setiap harinya.

"Manajemen pakan yang kami gunakan masih menggunakan pakan pabrikan. Karena kami beternak masih dalam skala rumahan, kami butuh kestabilan pasokan pangan dan kualitasnya juga stabil tidak berubah, sehingga ayam tidak mudah stres," katanya.

"Untuk takaran pemberian pakan yang ideal itu 55-60 gram per ekor dalam satu kali pemberian pakan. Tapi kalau dihitung per hari itu 110-120 gram per ekor per hari. Untuk pemberian pakan yang ideal itu pagi hari jam 5 pagi sampai 6 pagi. Kemudian pemberian pakan kedua 3 sore sampai jam 4 sore," tambah Suma.

Konsistensi waktu pemberian pakan ini, menurut Suma, sangat berpengaruh terhadap tingkat produksi telur. Ayam yang diberi makan dengan jadwal berubah-ubah cenderung mengalami penurunan produksi. "Jadwal pemberian pakan juga mempengaruhi jumlah produksi telur. Jadi, kalau kita memberi makannya itu tidak konsisten waktunya itu akan berdampak pada produksi telur ayam itu sendiri. Terus untuk minum stok air tidak terbatas jangan sampai kehabisan," kata Suma.

Menjaga Kesehatan Ayam Lewat Kebersihan dan Vitamin

Selain pakan, kebersihan kandang juga menjadi perhatian penting bagi Suma dalam menjaga kesehatan ayam ternaknya. Kandang yang kotor dapat memicu berbagai penyakit yang mengganggu produktivitas ayam. "Pertama pasti kebersihan kandang aya, dalam 3 hari sekali kandang dibersihkan mulai dari kotoran, tempat makan dan minum jangan sampai ada jamur dan debu karena bisa membuat ayam terpapar bakteri," ungkap Suma.

Selain menjaga kebersihan, pemberian vitamin tambahan secara berkala juga menjadi bagian dari rutinitas perawatan yang dilakukan Suma agar ayam tetap dalam kondisi prima. Kombinasi antara kandang yang bersih dan asupan vitamin yang cukup ini membuat ayam-ayam Suma lebih tahan terhadap serangan penyakit sekaligus mendukung performa reproduksinya.

"Pemberian vitamin dalam satu minggu itu sudah terjadwal. Pertama vitamin untuk nafsu makan vitamin A, B, sampai E itu semuanya kompleks untuk membantu pencernaan dan reproduksi," paparnya.

Bagi peternak pemula, penting untuk memahami berapa lama waktu yang dibutuhkan ayam petelur hingga bisa berproduksi secara optimal. Menurut Suma, hal ini juga sangat bergantung pada bobot dan kesehatan ayam itu sendiri.

"Ayam ras petelur mulai menghasilkan telur ideal itu 5-6 bulan dengan catatan ayam itu sehat, bobot ayam ideal. Biasanya idealnya 1,7 kilo sampai 1,8 kilo itu bobot ideal ayam petelur," jelas Suma.

Bobot ayam yang tidak ideal, baik terlalu kurus maupun terlalu gemuk, disebut Suma dapat berdampak langsung pada kualitas telur yang dihasilkan. "Apabila ayam terlalu kurus, maka telur yang dihasilkan jelek. Terus kalau ayam terlalu gemuk juga akan mengganggu reproduksi karna terlalu banyak lemak," pungkasnya.

Dari pengalaman Suma ini, dapat disimpulkan bahwa panen telur yang maksimal bukan hanya soal jumlah pakan atau vitamin, melainkan juga keseimbangan bobot tubuh ayam yang harus terus dipantau oleh peternak.

Pertanyaan Seputar Tips Memelihara Ayam Petelur Ala Peternak Rumahan

1. Bagaimana cara memilih bibit ayam petelur yang baik? Pilih bibit yang sehat, aktif, memiliki postur tubuh proporsional, dan berasal dari pembibit tepercaya.

2. Kapan usia ideal ayam petelur mulai menghasilkan telur? Ayam petelur umumnya mulai bertelur pada usia sekitar 4–6 bulan.

3. Berapa kali ayam petelur sebaiknya diberi pakan setiap hari? Pakan umumnya diberikan dua kali sehari dengan jadwal yang konsisten.

4. Mengapa jadwal pemberian pakan harus teratur? Jadwal yang teratur membantu menjaga kesehatan ayam dan kestabilan produksi telur.

5. Seberapa penting kebersihan kandang bagi ayam petelur? Kandang yang bersih dapat mengurangi risiko penyakit dan membuat ayam lebih nyaman.

6. Apakah ayam petelur membutuhkan vitamin tambahan? Ya, vitamin dapat diberikan sesuai kebutuhan untuk membantu menjaga kesehatan dan produktivitas ayam.

7. Bagaimana cara meningkatkan hasil panen telur ayam petelur? Pastikan ayam mendapatkan pakan bergizi, air minum yang cukup, kandang bersih, dan perawatan yang rutin.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |