10 Cara Membuat Area Memasak Lebih Ergonomis agar Efisien untuk Aktivitas Sehari-hari

5 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Area dapur menjadi salah satu ruang yang paling sering digunakan di rumah. Karena itu, cara membuat area memasak lebih ergonomis penting diterapkan agar kegiatan memasak terasa lebih nyaman, efisien, sekaligus mengurangi risiko pegal dan cedera akibat gerakan berulang.

Konsep dapur ergonomis bukan hanya soal tampilan yang rapi, melainkan juga tentang bagaimana setiap elemen di dalamnya mendukung pergerakan tubuh secara alami. Penataan yang tepat membantu mengurangi aktivitas membungkuk, menjangkau terlalu jauh, hingga berjalan bolak-balik saat memasak.

Dengan menerapkan prinsip ergonomi, dapur akan menjadi ruang kerja yang lebih menyenangkan. Aktivitas mulai dari menyiapkan bahan, memasak, menyajikan makanan, hingga membersihkan peralatan dapat dilakukan dengan lebih cepat, aman, dan hemat tenaga. Berikut ulasan Liputan6.com, Rabu (8/7/2026).

1. Terapkan Konsep Kitchen Work Triangle

Salah satu prinsip dasar dalam ergonomi dapur adalah kitchen work triangle atau segitiga kerja dapur. Konsep ini menghubungkan tiga area utama, yaitu kompor, wastafel, dan kulkas.

Ketiga titik tersebut sebaiknya ditempatkan dalam jarak yang tidak terlalu jauh sehingga pengguna tidak perlu berjalan berulang kali saat memasak. Idealnya, jalur perpindahan antar ketiga area bebas dari hambatan seperti meja tambahan atau kursi sehingga alur kerja tetap lancar.

Meski dapur modern kini memiliki lebih banyak peralatan dibandingkan dapur pada masa lalu, prinsip segitiga kerja masih sangat relevan. Dengan alur yang efisien, proses mengambil bahan dari kulkas, mencuci, kemudian memasak dapat berlangsung tanpa banyak langkah yang tidak diperlukan.

2. Sesuaikan Tinggi Meja Kerja dengan Pengguna

Salah satu penyebab tubuh cepat lelah saat memasak adalah tinggi meja dapur yang tidak sesuai dengan postur pengguna. Meja yang terlalu rendah membuat punggung terus membungkuk, sedangkan meja yang terlalu tinggi membuat bahu dan lengan cepat pegal.

Sebagai acuan, tinggi countertop umumnya berada pada kisaran 85–95 cm. Namun, ukuran terbaik sebenarnya mengikuti tinggi badan pengguna. Cara sederhana untuk mengukurnya adalah dengan menempatkan telapak tangan di atas meja. Posisi siku sebaiknya membentuk sudut sekitar 90 derajat atau sedikit lebih besar sehingga aktivitas memotong, mengaduk, maupun menguleni terasa nyaman.

Jika memungkinkan, sesuaikan pula tinggi wastafel dan kompor agar aktivitas mencuci maupun memasak tidak memberikan tekanan berlebihan pada punggung.

3. Bagi Dapur Menjadi Beberapa Zona Kerja

Dalam cara membuat area memasak lebih ergonomis, pembagian zona kerja sangat membantu meningkatkan efisiensi.

Minimal terdapat lima zona yang dapat diterapkan, yaitu area penyimpanan bahan segar, area penyimpanan bahan kering, area persiapan makanan, area memasak, dan area mencuci.

Dengan pembagian tersebut, setiap aktivitas memiliki lokasi yang jelas. Misalnya, sayuran yang baru diambil dari kulkas langsung dipindahkan ke area persiapan sebelum menuju kompor. Setelah selesai digunakan, peralatan langsung masuk ke area pencucian tanpa mengganggu aktivitas memasak.

Pola ini membuat pergerakan terasa lebih alami sekaligus mengurangi lalu lintas yang saling bertabrakan ketika dapur digunakan lebih dari satu orang.

4. Letakkan Peralatan yang Sering Digunakan dalam Jangkauan

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menyimpan alat masak yang paling sering digunakan di bagian lemari paling atas atau paling bawah.

Panci, spatula, talenan, pisau, minyak goreng, bumbu harian, hingga sendok sayur sebaiknya berada di sekitar area kompor dan meja persiapan. Sementara peralatan yang jarang digunakan dapat ditempatkan pada rak yang lebih tinggi.

Penataan seperti ini mengurangi aktivitas menjangkau terlalu tinggi atau membungkuk berulang kali yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan nyeri leher maupun punggung.

5. Gunakan Laci dan Penyimpanan Pintar

Laci tarik kini menjadi salah satu solusi terbaik dibandingkan lemari bawah konvensional.

Dengan laci yang dapat ditarik penuh, seluruh isi penyimpanan langsung terlihat tanpa harus jongkok atau memasukkan badan ke dalam kabinet. Tambahkan pula organizer untuk memisahkan sendok, garpu, spatula, pisau, maupun perlengkapan memasak lainnya.

Jika dapur berbentuk L atau U, manfaatkan sudut kabinet menggunakan rak putar (Lazy Susan atau corner carousel). Area yang biasanya sulit dijangkau menjadi lebih mudah dimanfaatkan.

Selain itu, bottle pull-out dapat digunakan untuk menyimpan saus, minyak, dan berbagai bumbu masak agar selalu mudah dijangkau.

6. Pastikan Jalur Pergerakan Tetap Bebas Hambatan

Dapur ergonomis tidak hanya berbicara mengenai posisi furnitur, tetapi juga bagaimana orang bergerak di dalamnya.

Usahakan jalur dari kulkas menuju wastafel, kemudian menuju kompor tidak saling berpotongan dengan jalur menuju meja makan atau pintu keluar. Hal ini sangat penting terutama ketika lebih dari satu orang sedang memasak.

Ruang gerak yang lega membuat aktivitas membawa panci panas atau memindahkan makanan menjadi lebih aman serta meminimalkan risiko bertabrakan.

7. Tambahkan Area Persiapan di Dekat Kulkas

Banyak orang langsung membawa bahan makanan dari kulkas ke meja utama yang letaknya cukup jauh. Padahal, akan lebih praktis apabila terdapat meja kecil atau countertop tambahan tepat di samping kulkas.

Area ini dapat digunakan untuk meletakkan belanjaan, memilah bahan makanan, atau menyiapkan bahan sebelum dicuci. Selain mengurangi langkah berjalan, pintu kulkas juga tidak perlu terbuka terlalu lama sehingga lebih hemat energi.

Konsep sederhana ini sering diterapkan pada dapur modern karena terbukti mempercepat alur kerja sehari-hari.

8. Atur Pencahayaan Sesuai Aktivitas Memasak

Pencahayaan memiliki peran besar dalam menciptakan dapur yang ergonomis.

Jangan hanya mengandalkan satu lampu utama di plafon. Tambahkan lampu kerja (task lighting) di bawah kabinet atas atau tepat di atas area persiapan makanan sehingga proses memotong bahan menjadi lebih jelas tanpa bayangan.

Sementara itu, pencahayaan umum tetap diperlukan agar seluruh ruangan terasa terang. Kombinasi beberapa sumber cahaya membantu mengurangi kelelahan mata sekaligus meningkatkan keamanan saat menggunakan pisau maupun kompor.

9. Manfaatkan Penyimpanan Vertikal Secara Bijak

Rak gantung, hook, maupun pegboard dapat menjadi solusi penyimpanan yang hemat tempat.

Namun, pastikan benda yang digantung merupakan peralatan ringan dan sering digunakan. Hindari menyimpan panci besar atau peralatan berat pada posisi terlalu tinggi karena berisiko membahayakan saat diambil.

Kabinet atas juga sebaiknya tidak dipasang terlalu tinggi. Idealnya, rak yang paling sering digunakan masih dapat dijangkau tanpa harus menggunakan bangku.

10. Tingkatkan Kenyamanan Melalui Detail Kecil

Ergonomi tidak selalu membutuhkan renovasi besar. Beberapa perubahan sederhana sudah mampu meningkatkan kenyamanan dapur secara signifikan.

Misalnya dengan menaikkan posisi oven atau mesin pencuci piring agar tidak perlu sering membungkuk. Tempatkan perlengkapan kebersihan di bawah wastafel sehingga mudah dijangkau ketika membersihkan area kerja.

Kelompokkan pula peralatan elektronik seperti blender, toaster, dan juicer dalam satu kabinet khusus agar countertop tetap rapi. Bila berdiri dalam waktu lama saat memasak, penggunaan alas anti-lelah (anti-fatigue mat) di depan wastafel atau kompor juga dapat membantu mengurangi tekanan pada kaki dan lutut.

Pada akhirnya, cara membuat area memasak lebih ergonomis bukan hanya tentang mengikuti tren desain dapur modern. Tujuan utamanya adalah menciptakan ruang yang mendukung aktivitas sehari-hari secara lebih efisien, aman, dan nyaman. Dengan memperhatikan tinggi meja kerja, pembagian zona, penyimpanan yang mudah dijangkau, pencahayaan yang memadai, serta jalur sirkulasi yang lancar, dapur akan menjadi ruang yang menyenangkan untuk digunakan oleh seluruh anggota keluarga.

Tanya Jawab Seputar Area Masak di Rumah

1. Apa yang dimaksud dengan area memasak ergonomis?

Area memasak ergonomis adalah dapur yang dirancang agar setiap aktivitas, seperti menyiapkan bahan, memasak, hingga membersihkan, dapat dilakukan dengan gerakan yang efisien, nyaman, dan minim risiko cedera.

2. Berapa tinggi ideal meja dapur?

Secara umum tinggi meja dapur berkisar antara 85–95 cm. Namun, ukuran terbaik tetap disesuaikan dengan tinggi badan pengguna agar posisi tubuh tetap nyaman saat bekerja.

3. Mengapa kitchen work triangle masih relevan?

Konsep ini membantu mengurangi langkah yang tidak perlu antara kompor, wastafel, dan kulkas sehingga aktivitas memasak menjadi lebih cepat, efisien, dan tidak melelahkan.

4. Apa jenis penyimpanan yang paling ergonomis untuk dapur?

Laci tarik penuh, rak putar di sudut kabinet, organizer laci, bottle pull-out, serta hook gantung merupakan beberapa solusi penyimpanan yang memudahkan akses terhadap peralatan sehari-hari.

5. Bagaimana pencahayaan memengaruhi kenyamanan memasak?

Pencahayaan yang baik membantu mengurangi bayangan pada area kerja, membuat proses memotong dan memasak lebih aman, sekaligus mengurangi kelelahan mata saat berada di dapur dalam waktu lama.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |