Tanaman Pembawa Sial Menurut Feng Shui, Benarkah Bisa Membawa Energi Negatif ke Rumah?

2 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Tanaman pembawa sial sering menjadi perhatian bagi orang yang ingin menata rumah berdasarkan Feng Shui. Beberapa jenis tanaman dipercaya memiliki karakter energi yang kurang sesuai jika ditempatkan di dalam rumah, bukan karena tanaman tersebut benar-benar membawa kesialan secara ilmiah, melainkan karena bentuk, arah pertumbuhan, simbol, atau makna budaya yang melekat padanya.

Bagi sebagian orang, tanaman hanyalah elemen dekorasi yang membuat ruangan lebih segar dan hidup. Namun, dalam Feng Shui, tanaman juga dapat dipandang sebagai bagian dari keseimbangan energi sebuah ruang. Karena itu, jenis tanaman, kondisi tanaman, hingga lokasi penempatannya dianggap perlu diperhatikan.

Lantas, tanaman apa saja yang kerap disebut membawa energi kurang baik? Berikut sejumlah tanaman yang dikaitkan dengan kesialan atau energi negatif menurut kepercayaan Feng Shui, sekaligus penjelasan mengenai alasan simbolis di baliknya, dirangkum Liputan6.com, Rabu (19/8/2026).

Memahami tanaman pembawa sial dalam Feng Shui

Sebelum membahas jenisnya satu per satu, penting untuk memahami bahwa istilah tanaman pembawa sial bukanlah klasifikasi ilmiah dalam ilmu botani. Tidak ada bukti ilmiah bahwa suatu tanaman dapat menyebabkan kesialan, mendatangkan musibah, atau mengubah keberuntungan seseorang hanya karena ditanam di dalam rumah. Architectural Digest India juga menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah bahwa tanaman tertentu benar-benar mendatangkan kesialan; kaitan tersebut berasal dari tradisi dan praktik budaya seperti Feng Shui. 

Feng Shui sendiri merupakan tradisi Tiongkok yang memperhatikan hubungan antara manusia, lingkungan, serta aliran energi atau qi. Dalam penerapannya pada tanaman, bukan hanya jenis tanaman yang diperhatikan, tetapi juga bentuk, pertumbuhan, kondisi, dan tempat tanaman tersebut diletakkan.

House & Garden menjelaskan bahwa pemilihan tanaman dan penempatannya sama-sama menjadi pertimbangan dalam Feng Shui. Dengan demikian, anggapan tentang tanaman pembawa sial sebaiknya dipahami sebagai bagian dari kepercayaan dan simbolisme. Tanaman yang dianggap kurang baik di dalam rumah oleh satu tradisi belum tentu dipandang sama oleh budaya lain.

1. Kaktus berduri dipercaya membawa energi tajam

Kaktus merupakan tanaman yang sangat populer untuk mempercantik rumah karena bentuknya unik, perawatannya relatif mudah, dan cocok untuk gaya interior minimalis. Namun, duri yang menjadi ciri khasnya justru membuat kaktus dikaitkan dengan energi yang dianggap kurang harmonis dalam sebagian praktik Feng Shui.

Architectural Digest India menyebut tanaman berduri seperti kaktus dipercaya memiliki energi yang keras atau antagonistik. Duri dianggap secara simbolis dapat memicu gesekan, konflik, atau suasana argumentatif di dalam rumah. Karena itu, jika tetap ingin memelihara kaktus, tanaman ini lebih baik ditempatkan di area luar atau lokasi yang tidak menjadi pusat aktivitas keluarga. 

Pandangan tersebut tentu tidak berarti kaktus akan membuat penghuni rumah bertengkar. Bagi orang yang tidak mengikuti Feng Shui, duri kaktus lebih tepat dipandang sebagai karakter alami tanaman yang perlu diperhatikan demi keamanan.

2. Tanaman rambat atau menjalar

Tanaman rambat dapat memberikan kesan teduh dan alami, terutama jika digunakan untuk menghiasi pergola, pagar, teras, atau dinding taman. Akan tetapi, pola pertumbuhan tanaman yang menjalar dan cenderung turun dianggap memiliki simbolisme tertentu dalam Feng Shui.

House & Garden menjelaskan bahwa tanaman merambat yang tumbuh ke bawah dikaitkan dengan penurunan energi vital. Sementara itu, Architectural Digest India menyebut tanaman rambat yang menjuntai dapat secara simbolis menggambarkan masuknya energi negatif secara perlahan ke dalam ruang. 

Karena itu, tanaman jenis ini lebih cocok diarahkan ke atas menggunakan para-para atau teralis. Dengan cara tersebut, tanaman tetap dapat memberikan keteduhan tanpa harus memenuhi area dalam rumah dengan sulur yang menjuntai.

3. Ivy dianggap melambangkan keterikatan dan kemunduran

Ivy memiliki daya tarik tersendiri karena bentuknya yang menjalar dan rimbun. Dalam dekorasi rumah bergaya klasik, tanaman ini bahkan dapat memberikan nuansa romantis. Namun, dalam kepercayaan tertentu, pola pertumbuhannya yang merambat dan menempel erat pada permukaan dikaitkan dengan simbol keterikatan dan pembusukan.

Architectural Digest India memasukkan ivy sebagai tanaman yang dapat melambangkan decay atau kemunduran. Pertumbuhannya yang merambat, mencengkeram, dan menjalar dianggap sebagai gambaran energi yang perlahan mengikis keharmonisan ruang. 

Jika menyukai tampilan ivy, penggunaannya di taman atau area luar rumah dapat menjadi pilihan. Tanaman tetap berfungsi sebagai elemen dekoratif tanpa harus mengikuti interpretasi simbolis yang berlaku untuk ruang interior.

4. Hydrangea dikaitkan dengan kesepian dan ketidakstabilan

Hydrangea memiliki bunga yang besar dan menarik sehingga sering digunakan sebagai tanaman hias. Warna bunganya pun dapat berubah bergantung pada kondisi tanah, sehingga tanaman ini memiliki daya tarik visual yang kuat.

Namun, House & Garden menyebut hydrangea dalam sejumlah tradisi Timur dikaitkan dengan kesepian, kegagalan, dan isolasi. Architectural Digest India juga menghubungkannya dengan ketidakstabilan emosional karena perubahan warna bunganya. 

Karena simbolisme tersebut, hydrangea disebut lebih sesuai ditempatkan di luar rumah. Meski begitu, hal ini sepenuhnya merupakan interpretasi budaya dan bukan karakter negatif yang melekat secara biologis pada hydrangea.

5. Geranium disebut menyerap energi negatif

Geranium memiliki bunga berwarna cerah dan sering digunakan untuk memperindah balkon, teras, atau taman. Anehnya, tanaman yang terlihat ceria ini juga termasuk tanaman yang mendapat perhatian dalam pembahasan tanaman pembawa sial.

Menurut House & Garden, geranium dipercaya dapat menyerap energi negatif sehingga kurang disarankan menjadi penghuni permanen di dalam rumah. Architectural Digest India menyebut geranium sebagai semacam “spons energi” dalam kepercayaan tersebut dan menyarankan tanaman ini digunakan di luar rumah. 

Menariknya, interpretasi ini menunjukkan bahwa sesuatu yang dianggap negatif dalam satu konteks belum tentu sepenuhnya buruk. Geranium justru dipandang memiliki fungsi tertentu untuk menyerap energi yang tidak diinginkan sebelum kemudian ditempatkan kembali di area luar.

6. Poppy memiliki simbolisme tentang kematian dan kesialan

Bunga poppy dikenal karena tampilannya yang cantik dan warnanya mencolok. Namun, dalam sejumlah budaya, bunga ini memiliki simbolisme yang lebih kompleks.

House & Garden menjelaskan bahwa poppy pernah dikaitkan dengan kesialan, kemalangan, tidur, kematian, dan sifat cepat layu. Hubungan historisnya dengan opium juga turut memberikan konotasi negatif dalam pembahasan simbolisme tanaman. 

Architectural Digest India juga memasukkan poppy dalam daftar tanaman yang dianggap kurang menguntungkan karena simbol tidur, kematian, pelupaan, dan kebahagiaan yang cepat berlalu. 

Karena itu, bagi orang yang mengikuti simbolisme Feng Shui, poppy lebih baik dinikmati sebagai tanaman taman daripada menjadi dekorasi utama ruang keluarga.

7. Mistletoe memiliki makna budaya yang berlawanan

Mistletoe merupakan contoh menarik karena tidak selalu dianggap membawa kesialan. Di sejumlah tempat, tanaman ini justru menjadi simbol keberuntungan dan sering digunakan sebagai dekorasi Natal.

Namun, House & Garden menjelaskan bahwa dalam beberapa tradisi Nordik, mistletoe dikaitkan dengan kematian karena pernah berhubungan dengan ritual pemakaman. Tanaman ini juga merupakan tumbuhan parasit dan buahnya dapat bersifat beracun jika dikonsumsi. 

Architectural Digest India juga menyoroti hubungan mistletoe dengan kematian dan pengkhianatan dalam mitologi Nordik. Karena memiliki makna budaya yang berbeda-beda, tanaman ini menjadi contoh bahwa predikat “membawa sial” sangat bergantung pada latar belakang tradisi yang digunakan.

8. Snake plant dianggap memiliki energi tajam

Snake plant atau lidah mertua merupakan salah satu tanaman populer untuk interior. Daunnya tegak, panjang, dan berbentuk seperti pedang. Karakter inilah yang dalam sebagian interpretasi Feng Shui justru dianggap perlu diperhatikan.

Architectural Digest India menyebut daun snake plant yang menyerupai bilah dapat dikaitkan dengan sha chi, yaitu energi yang dianggap tajam atau memotong. House & Garden juga menyebut tanaman ini lebih baik ditempatkan dekat pintu, teras, atau jendela daripada di tengah area berkumpul. 

Menariknya, snake plant tetap dikenal luas sebagai tanaman hias yang mudah dirawat. Jadi, jika seseorang tidak mengikuti Feng Shui, tidak ada alasan ilmiah untuk menganggap tanaman ini membawa kesialan.

9. Yucca dengan daun runcing

Selain snake plant, yucca juga memiliki daun panjang dengan ujung tajam. Karakter fisiknya membuat tanaman ini mendapat simbolisme khusus dalam Feng Shui.

Architectural Digest India menyebut daun yucca yang sangat runcing dipercaya menciptakan apa yang disebut sebagai “attacking chi”, yakni energi yang secara simbolis terasa menyerang atau konfrontatif. Karena itu, jika diletakkan di dalam ruangan, arah daun sebaiknya tidak langsung menghadap area tempat orang duduk atau berkumpul. 

Dalam konteks dekorasi, prinsip yang dapat diterapkan cukup sederhana: tempatkan tanaman berdaun tajam di area yang tidak mengganggu jalur aktivitas dan tidak mengarah langsung kepada penghuni rumah.

10. Tanaman mati atau sakit juga dianggap membawa energi kurang baik

Tidak hanya jenis tanaman tertentu yang menjadi perhatian. Kondisi tanaman juga dianggap penting dalam Feng Shui. Tanaman yang layu, sakit, menguning parah, atau sudah mati dapat memberikan kesan ruang yang tidak terawat.

Architectural Digest India menyebut tanaman yang sakit atau mati dapat secara simbolis menggambarkan kemunduran, kelalaian, dan stagnasi. Tanaman kering yang sudah melewati masa hidupnya juga dianggap kurang ideal jika dibiarkan menumpuk di dalam rumah. 

Dari sudut pandang praktis, alasan ini justru cukup mudah dipahami. Tanaman yang sehat membuat ruangan terlihat hidup, sedangkan tanaman mati dapat membuat rumah tampak kusam dan tidak terawat. Jadi, tanpa perlu mempercayai aspek energi sekalipun, membersihkan tanaman yang sudah mati merupakan kebiasaan yang baik untuk menjaga tampilan rumah.

Tidak semua tanaman yang disebut “pembawa sial” harus langsung dibuang

Membaca daftar tanaman pembawa sial tidak berarti seseorang harus segera membuang semua tanaman yang disebutkan. Feng Shui sendiri memperhatikan lokasi dan cara penempatan tanaman, bukan sekadar nama spesiesnya. House & Garden menekankan bahwa posisi tanaman di dalam rumah menjadi bagian penting dari pertimbangannya. 

Jika menyukai kaktus, misalnya, tanaman dapat ditempatkan di taman atau area luar. Tanaman rambat dapat diarahkan ke atas pada pergola. Snake plant dapat diletakkan di dekat jendela atau pintu. Dengan demikian, orang yang mempercayai Feng Shui tetap dapat menikmati keindahan tanaman sambil mengikuti prinsip penataan yang diyakininya.

Hal yang tidak kalah penting adalah kondisi nyata tanaman. Tanaman yang sehat, tidak menjadi sumber hama, tidak mengganggu sirkulasi, dan ditempatkan sesuai kebutuhan cahaya tetap merupakan pilihan yang lebih masuk akal untuk rumah.

Pada akhirnya, istilah tanaman pembawa sial lebih tepat dipahami sebagai bagian dari simbolisme budaya daripada fakta ilmiah. Kepercayaan tentang energi tanaman dapat menjadi pertimbangan tambahan dalam menata rumah, tetapi tidak seharusnya membuat seseorang takut terhadap tanaman tertentu.

Tanya Jawab Seputar Energi Tanaman

1. Apakah tanaman benar-benar bisa membawa sial?

Tidak ada bukti ilmiah bahwa jenis tanaman tertentu dapat menyebabkan kesialan. Anggapan tersebut berasal dari kepercayaan, tradisi, dan simbolisme budaya, termasuk Feng Shui. Architectural Digest India secara khusus menyebut tidak adanya bukti ilmiah bahwa tanaman tertentu menarik kesialan. 

2. Apakah snake plant tidak boleh ditanam di dalam rumah?

Menurut sebagian interpretasi Feng Shui, daun snake plant yang runcing dikaitkan dengan energi tajam sehingga lokasi penempatannya perlu diperhatikan. Namun, ini bukan berarti snake plant secara ilmiah berbahaya atau membawa sial. Jika mengikuti Feng Shui, tanaman tersebut dapat ditempatkan di dekat pintu, jendela, atau area luar.

3. Mengapa tanaman berduri dianggap memiliki energi negatif?

Duri secara simbolis diasosiasikan dengan sesuatu yang tajam, defensif, atau dapat melukai. Karena itu, kaktus dan tanaman berduri lainnya dalam beberapa interpretasi Feng Shui dikaitkan dengan konflik atau ketegangan. 

4. Apakah tanaman yang layu bisa membawa energi buruk?

Dalam kepercayaan Feng Shui, tanaman yang mati atau sakit sering dipandang sebagai simbol stagnasi, kemunduran, dan kurangnya perawatan. Terlepas dari kepercayaan tersebut, membersihkan tanaman mati memang dapat membuat rumah terlihat lebih rapi dan terawat. 

5. Bagaimana cara memilih tanaman berdasarkan energi?

Jika ingin mengikuti prinsip Feng Shui, pertimbangkan tanaman dengan pertumbuhan sehat, bentuk yang sesuai dengan ruangan, serta lokasi penempatan yang tidak mengganggu aktivitas. Namun, kebutuhan cahaya, air, keamanan bagi anak dan hewan peliharaan, serta kondisi rumah tetap perlu menjadi pertimbangan utama. Dengan pendekatan tersebut, tanaman dapat menjadi elemen dekorasi yang menyenangkan tanpa harus menimbulkan kekhawatiran berlebihan mengenai kesialan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |