:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313897/original/072259300_1785722471-67ef76ad-49d3-4eb2-a611-750a5d6a4157.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta Bunga yang bisa dimakan kini menjadi tren kuliner yang digemari, mulai dari hiasan kue hingga campuran minuman herbal. Bunga jenis ini dikenal dengan istilah edible flower dan sengaja disajikan untuk dikonsumsi, bukan sekadar mempercantik piring.
Berbeda dari bunga hias biasa, edible flower aman dicerna dan justru memperkaya cita rasa hidangan. Sebagian jenisnya bahkan menyimpan vitamin, mineral, serta antioksidan yang baik bagi tubuh.
Meski begitu, tidak semua bunga aman disantap sehingga pengenalan jenis menjadi kunci utama. Berdasarkan tinjauan yang dipublikasikan jurnal Foods, sekitar 97% bunga yang bisa dimakan diketahui memiliki khasiat terapeutik, dan konsumsi sebagian di antaranya bahkan bisa menyumbang kebutuhan harian mineral tertentu seperti magnesium, fosfor, dan kalium.
Apa Itu Bunga yang Bisa Dimakan?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313898/original/019782900_1785722479-463d6619-d90b-470c-bfcc-a99c62e1c853.jpg)
Perbesar
Bunga yang bisa dimakan atau edible flower adalah bunga yang aman dikonsumsi manusia, baik sebagai hiasan hidangan maupun bahan makanan utuh. Bunga jenis ini sebenarnya telah dimanfaatkan sejak zaman kuno sebagai makanan, penyedap, dan hiasan pada produk pangan, dan kini kembali muncul dalam masakan modern.
Secara turun-temurun, berbagai budaya di dunia memanfaatkan bunga dalam pengobatan tradisional. Belakangan, bunga kembali populer sebagai tren gastronomi global karena memiliki sifat organoleptik yang menarik sekaligus efek yang bermanfaat bagi kesehatan. Di Indonesia sendiri, praktik ini bukan hal baru, karena bunga sudah lama diolah menjadi lalapan, urap, campuran sayur, hingga teh herbal. Tren memanfaatkan pohon yang bunganya bisa dikonsumsi dari pekarangan pun kembali diminati.
Popularitasnya terus meningkat seiring perubahan gaya hidup yang lebih sadar kesehatan. Edible flower kini tidak hanya dilihat dari sisi estetika dan rasa, tetapi juga diakui nilai gizinya karena mengandung komponen bioaktif dengan beragam manfaat. Mengacu pada riset yang dihimpun Springer Nature, bunga-bunga ini memiliki konsentrasi fitokimia tinggi, termasuk flavonoid, senyawa fenolik, dan karotenoid, yang menjadi sumber utama sifat antioksidannya.
Kendati demikian, penting diingat bahwa tidak semua bunga layak masuk kategori aman. Sebagian bunga tidak hanya berasa buruk, tetapi juga bisa menimbulkan masalah kesehatan serius jika tertelan, sehingga identifikasi jenis wajib dilakukan sebelum mengonsumsinya.
Jenis Bunga yang Bisa Dimakan yang Populer
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2755889/original/068923000_1553055546-roses-821705_1920.jpg)
Perbesar
Ada banyak pilihan bunga yang bisa dimakan, dari yang akrab di dapur Nusantara hingga yang lekat dengan sajian gaya Barat. Sebelum memilih, mengenali karakter rasa dan cara pakainya akan membantu Anda memaksimalkan potensi setiap kuntum.
Sebagai gambaran, koleksi edible flower yang bisa ditanam di teras pun sangat beragam, dan sebagian besar tergolong tanaman perawatan rendah sehingga mudah ditanam di rumah. Berikut jenis-jenis yang paling umum dikonsumsi:
- Bunga telang. Si biru cerah Clitoria ternatea ini populer sebagai pewarna alami sekaligus bahan minuman. Dilansir dari Healthline, bunga telang berasal dari Asia dan warna birunya berasal dari konsentrasi tinggi antioksidan bernama antosianin. Kandungan inilah yang membuat manfaat bunga telang ungu banyak diperbincangkan, terutama saat diseduh menjadi teh bunga telang yang menyegarkan.
- Mawar. Seluruh varietas mawar sebenarnya bisa dimakan, tetapi hanya kelopaknya yang aman disantap. Rasanya sedikit manis dengan aroma bunga yang segar, cocok dicampur ke jus, selai, hingga sup rempah. Mawar dengan aroma paling harum biasanya juga memiliki rasa paling enak.
- Kembang sepatu dan rosella. Varietas Hibiscus sabdariffa atau rosella paling populer diolah menjadi teh berwarna merah. Kembang sepatu dimanfaatkan untuk mendukung tekanan darah dan kadar kolesterol yang sehat, sekaligus berperan sebagai antioksidan berkat antosianin dan polisakarida di dalamnya. Anda bisa menelusuri lebih jauh ciri-ciri bunga kembang sepatu maupun deretan manfaat bunga sepatu bagi kesehatan sebelum mengolahnya.
- Bunga pepaya. Favorit dapur Nusantara ini punya rasa khas yang sedikit pahit karena kandungan senyawa alaminya. Meski begitu, dengan teknik yang tepat, bunga pepaya bisa diolah jadi tumisan gurih yang kaya nutrisi.
- Kecombrang. Bunga honje berbentuk kerucut dengan aroma kuat dan rasa segar asam ini kerap ditambahkan ke sambal, urap, hingga tumisan. Teknik yang benar saat memasak bunga kecombrang membuat aromanya tetap wangi tanpa rasa langu.
- Bunga turi. Berwarna putih atau merah muda, bunga ini biasa diolah menjadi sayur bening, urap, atau pelengkap pecel. Rasanya sedikit pahit, tetapi kaya protein, vitamin A, vitamin C, kalsium, dan fosfor.
- Lavender. Bunga mungil berwarna violet ini dikenal karena aromanya yang khas dan efek menenangkan. Karena rasanya kuat, tambahkan sedikit demi sedikit ke minuman manis, teh herbal, atau adonan kue. Ragam manfaat bunga lavender membuatnya digemari di dunia kuliner dan aromaterapi.
- Nasturtium. Bunga corong berwarna oranye, merah, atau kuning ini punya rasa gurih sedikit pedas. Nasturtium mengandung vitamin C, sementara kembang sepatu kaya antioksidan. Baik daun maupun bunganya bisa dinikmati mentah dalam salad.
- Bunga labu dan melati. Bunga labu berwarna kuning cerah nikmat diolah mentah, ditumis, atau digoreng renyah, dengan catatan hanya bunga jantan yang aman dimakan. Sementara itu, bunga melati identik dengan campuran teh, dan beragam manfaat bunga melati membuatnya sering diseduh untuk relaksasi. Jika ingin mencoba menanam sendiri, panduan membudidayakan bunga telang di rumah bisa jadi titik awal yang mudah.
Manfaat Bunga yang Bisa Dimakan bagi Kesehatan
![[Bintang] 5 Jenis Bunga yang Ternyata Enak Dimakan](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/d3M47f1AKavkYez2VX4zkYOr-U0=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1591911/original/000684300_1494578255-Hibiscus-Flower-Free-Download-HD-Wallpaper-03.jpg)
Perbesar
Di balik tampilannya yang memikat, bunga yang bisa dimakan menyimpan nilai gizi yang tidak bisa diremehkan. Bunga jenis nyaris bebas kalori, menjadi sumber senyawa bioaktif seperti polifenol, sangat kaya antioksidan, serta bersifat antiradang dan berpotensi melawan berbagai penyakit organ.
Manfaat paling menonjol berkaitan dengan sifat antioksidannya. Senyawa bioaktif dalam edible flower dikaitkan dengan efek antioksidan, antiradang, antikanker, hingga pelindung hati dan saraf. Antioksidan sendiri bekerja dengan menetralkan radikal bebas, dan pemahaman soal fungsi antioksidan membantu menjelaskan mengapa bunga-bunga ini kerap disebut menyehatkan.
Beberapa jenis juga bermanfaat khusus bagi jantung dan metabolisme. Mengacu pada riset yang dihimpun Springer Nature, varietas seperti dandelion dan kembang sepatu diamati mampu menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah sehingga membantu memperbaiki kesehatan jantung. Bukan kebetulan bila banyak orang menikmatinya lewat seduhan teh dari aneka bunga, termasuk rosella yang kaya khasiat.
Cakupan potensi kesehatannya pun luas dan bervariasi antarjenis. Sekitar 32% bunga teridentifikasi memiliki sifat imunomodulator, 26% bersifat antimikroba, dan 14% bersifat melindungi saluran cerna. Meski demikian, khasiat ini paling optimal jika bunga dikonsumsi segar atau minim proses, karena pemanasan berlebih dapat menurunkan sebagian kandungannya.
Cara Mengolah dan Menyajikan Bunga yang Bisa Dimakan
Mengolah bunga yang bisa dimakan sebenarnya sederhana asalkan mengikuti beberapa prinsip dasar. Agar hasilnya maksimal, perhatikan langkah-langkah pengolahan berikut ini:
- Cuci saat akan dipakai. Jangan mencuci bunga sebelum benar-benar siap digunakan karena air mempercepat layu dan bisa memicu tumbuhnya jamur pada kelopak. Cukup bilas lembut dengan air dingin, lalu tiriskan di atas tisu.
- Gunakan bagian yang tepat. Pada banyak bunga, yang dimakan hanya kelopaknya. Buang putik dan benang sarinya terlebih dahulu karena bagian reproduktif ini menyimpan konsentrasi serbuk sari tertinggi dan sering terasa pahit. Jika ada pangkal kelopak berwarna putih, sebaiknya dipangkas agar tidak getir.
- Sesuaikan dengan jenis hidangan. Taburkan bunga seperti marigold pada salad hijau untuk sentuhan warna, atau olah dandelion dan lavender menjadi selai dan jeli yang lezat. Untuk sajian Nusantara, bunga pepaya dan kecombrang cocok dijadikan tumisan; simak juga aneka resep bunga pepaya ala rumahan sebagai inspirasi.
- Petik di pagi hari. Bunga cenderung mempertahankan rasa dan aroma terbaiknya saat dipanen pada pagi hari, sebelum terkena terik matahari.
- Gunakan secukupnya. Rasa floral yang kuat cukup ditambahkan sedikit demi sedikit agar tidak mendominasi hidangan.
Hal yang Perlu Diperhatikan sebelum Mengonsumsinya
Antusiasme mencoba bunga yang bisa dimakan sebaiknya diimbangi kehati-hatian agar tetap aman. Kesalahan identifikasi atau sumber bunga yang keliru bisa berujung pada gangguan kesehatan.
Merujuk Tasting Table, pastikan Anda benar-benar mengenali tanaman yang dipakai karena banyak bunga saling mirip padahal sebagian beracun, serta hindari bunga yang telah disemprot pestisida keras dan selalu cuci kelopaknya sebelum diolah. Berikut poin-poin penting yang perlu diperhatikan:
- Jangan gunakan bunga dari toko bunga. Bunga dekoratif dari florir komersial umumnya diberi pestisida sistemik dan pengawet yang justru berbahaya jika tertelan. Pilih bunga dari kebun organik sendiri atau produsen edible flower tepercaya.
- Waspadai risiko mikrobiologis. Karena sering dikonsumsi segar atau minim proses, bunga berpotensi terkontaminasi mikroorganisme yang tidak diinginkan. Beberapa patogen yang mungkin mencemari antara lain Bacillus, Enterobacter, Salmonella, dan Staphylococcus aureus.
- Mulai dari porsi kecil. Jangan berlebihan, sebab bahkan bunga terenak sekalipun dapat memicu gangguan pencernaan ringan bila dikonsumsi dalam jumlah banyak. Cara ini juga membantu menguji reaksi tubuh terhadap jenis baru.
- Perhatikan alergi. Bunga mengandung serbuk sari yang bisa memicu reaksi pada individu sensitif, jadi hentikan konsumsi bila muncul gatal atau ruam.
- Kenali bagian yang aman. Tidak semua bagian tanaman boleh dimakan; sebagian bunga sayuran seperti bunga kentang justru beracun. Untuk memperluas referensi jenis yang aman, telusuri daftar bunga cantik yang bisa dimakan maupun kumpulan tanaman hias yang bisa dimakan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Bunga yang Bisa Dimakan
Apa saja contoh bunga yang bisa dimakan?
Beberapa contoh yang umum dan mudah ditemukan antara lain bunga telang, mawar, kembang sepatu atau rosella, bunga pepaya, kecombrang, turi, lavender, nasturtium, hingga bunga labu. Sebagian akrab dalam masakan Indonesia, sementara sebagian lain lebih sering dipakai untuk teh, salad, atau hiasan kue. Jika ingin menanam sendiri, banyak bunga yang bisa dimakan yang mudah ditanam di rumah.
Apakah bunga mawar benar-benar bisa dimakan?
Ya, seluruh varietas mawar pada dasarnya bisa dimakan, tetapi hanya bagian kelopaknya yang aman dikonsumsi, sedangkan daun dan batangnya sebaiknya dihindari. Pilih mawar yang beraroma harum karena umumnya rasanya lebih enak, dan pastikan mawar tersebut ditanam secara organik tanpa pestisida, bukan mawar dari toko bunga hias.
Bagaimana cara mengonsumsi bunga yang bisa dimakan dengan aman?
Pastikan jenis bunganya sudah dipastikan aman, berasal dari sumber bebas pestisida, lalu cuci bersih tepat sebelum digunakan. Buang putik, benang sari, dan pangkal putih yang pahit, gunakan secukupnya, dan mulailah dari porsi kecil untuk mengecek reaksi tubuh. Bagi pemilik riwayat alergi atau ibu hamil, berkonsultasi dengan dokter sebelum rutin mengonsumsinya adalah langkah yang bijak.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311050/original/036178500_1785387054-KoWKQmPQmU4k0iaasQS01wbwmeXjHFCyVn0Bs91B.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5099096/original/081458200_1737178359-1737173015527_arti-trust-issue.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517759/original/086464900_1772439029-pexels-felicity-tai-7966367.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309588/original/003710000_1785231661-6sdT73vBB8nMCmQSjGBjv9V71N8QREFzoYUIgig7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4548190/original/088430200_1692759493-pexels-liza-summer-6383168_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9314497/original/003258400_1785748506-ChatGPT_Image_3_Agu_2026__16.08.41.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9314242/original/061407200_1785739910-6b3379b9-2e6c-4d1b-842f-a3a9cd2156c8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9314375/original/096279200_1785744645-f8d23d26-9245-496b-a5c0-95ed37f37444.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311045/original/057536400_1785387048-aRPCgv7FlrWjZbwDIfZzEEVR80upipXjcMw79WzQ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5120315/original/094545400_1738653375-marcos-paulo-prado-GAI_kOUIc8U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311044/original/094496000_1785387038-o7esrpTZzzqcaTVuhzRnR8nDwpWCfOvbdPiD5Cq8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309567/original/034722700_1785231639-Fv6GuGCzwck7ymP3Pjr3JlCd3mFqXXm5X7UBwWqY.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9314213/original/060216100_1785737997-WhatsApp_Image_2026-08-03_at_11.42.48.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9313926/original/083784200_1785725725-watermarked_img_5584146168891203644.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5331792/original/047061200_1756448790-ChatGPT_Image_Aug_29__2025__01_21_39_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311055/original/096510900_1785387059-3BPvuLmS5yGm5PsqQ0Pw0gtlwoepvB36rxVTevHx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311054/original/088613000_1785387058-IYmKkVW3jCbNWPljTVjj5GTDM3mBABDL7jSAXVyy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309361/original/033992900_1785225635-P8pTsLCJd1brxhYlOgueflkvKA2D7S8CQSDFed4e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4916776/original/068984900_1723534956-young-adults-having-fun-open-mic.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9313617/original/037610500_1785660148-ChatGPT_Image_2_Agu_2026__15.41.58.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542295/original/004705400_1774939053-ide_usaha_untuk_ibu_ibu_usia_50_tahun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548857/original/060307000_1775552771-pot_semen_beton.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4139250/original/062746500_1661755911-Binance.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547657/original/046072000_1775466242-Inspirasi_Meja_Taman_dari_Batu_dan_Kayu.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5436756/original/083213400_1765185072-messy-interior-full-clothing.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028257/original/063990300_1732871477-fotor-ai-20241129161040.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4762386/original/063474700_1709622795-fotor-ai-20240305141114.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5332650/original/077346000_1756525484-Gemini_Generated_Image_j4ny4uj4ny4uj4ny.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3178589/original/039292500_1594649738-1646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4498907/original/049961000_1689082040-jackfruit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4740423/original/048222400_1707701835-fotor-ai-2024021283125.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5444832/original/086518400_1765790059-Pupuk_Kompos.jpg)