Liputan6.com, Jakarta Ciri-ciri orang sombong menurut Islam dapat terlihat dari sikap seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Pernahkah seseorang diberi nasihat dengan niat baik, tetapi justru menolaknya karena merasa dirinya paling benar? Sikap seperti ini dapat menjadi salah satu tanda adanya kesombongan dalam diri.
Dalam Islam, kesombongan tidak hanya berkaitan dengan harta, penampilan, atau kedudukan. Sifat tersebut juga dapat tercermin melalui cara seseorang memandang orang lain dan menyikapi kebenaran. Oleh karena itu, memahami ciri-ciri orang sombong menurut Islam penting sebagai bahan introspeksi diri.
Tanda-tanda tersebut dapat dikenali melalui kebiasaan dan perilaku yang muncul dalam keseharian. Dengan memahami ciri-ciri orang sombong menurut Islam, seseorang dapat lebih waspada terhadap sifat tersebut sekaligus berusaha memperbaiki diri agar tidak berkembang menjadi kebiasaan.
Melansir penelitian berjudul Takabbur Menurut Al-Qur'an pada Surah Al-A'raf Ayat 146 karya Muhamad Muzzammil bin Abd Razak dari UIN Ar-Raniry pada 2019, takabur diartikan sebagai perasaan lebih tinggi daripada orang lain yang dapat mendorong seseorang menolak kebenaran dan meremehkan sesama.
Pengertian Orang Sombong (Takabur) Menurut Islam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3339809/original/068395300_1609747122-pexels-photo-1161282__1_.jpeg)
Perbesar
Secara bahasa, sombong dalam Islam dikenal dengan istilah al-kibr, yaitu sifat batin, sedangkan perilakunya yang tampak keluar disebut takabur. Menurut KBBI, sombong berarti menghargai diri secara berlebihan, congkak, atau pongah, sehingga sikap ini juga sering disebut sebagai tinggi hati dalam keseharian.
Kalau bicara pengertian takabur secara istilah, para ulama memaknainya sebagai perasaan lebih tinggi dari orang lain, entah dalam ilmu, harta, kedudukan, maupun ibadah. Inilah yang membuat takabur digolongkan sebagai sifat tidak terpuji yang wajib dijauhi setiap Muslim.
Melansir kajian keislaman yang membahas kesombongan dalam Islam, ujub dan kibr atau takabur dapat dibedakan berdasarkan bentuknya. Ujub merujuk pada rasa kagum terhadap diri sendiri, sedangkan kibr atau takabur berkaitan dengan sikap merasa lebih tinggi daripada orang lain. Dalam sejumlah penjelasan ulama, ujub lebih bersifat batin, sementara kesombongan dapat terlihat melalui sikap seseorang terhadap sesama.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa sifat sombong dapat berawal dari kondisi hati sebelum terlihat dalam perilaku. Karena itu, introspeksi diri sejak munculnya rasa terlalu membanggakan diri menjadi langkah penting untuk mencegahnya berkembang menjadi sikap meremehkan orang lain.
Dalam pandangan tauhid, keagungan yang mutlak (al-Kibriya) hanyalah milik Allah. Oleh karena itu, ketika manusia menyombongkan diri, ia sesungguhnya sedang mengklaim sifat yang bukan haknya, sebuah sikap yang pertama kali diperagakan Iblis saat menolak sujud kepada Nabi Adam karena merasa lebih mulia.
Dalam Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali membahas takabur sebagai sifat yang membuat seseorang memandang dirinya lebih tinggi daripada orang lain hingga merendahkan mereka. Sikap tersebut bertentangan dengan tawadhu atau rendah hati yang dianjurkan dalam Islam.
Rasulullah SAW juga menjelaskan hakikat kesombongan dalam hadis riwayat Muslim, yakni menolak kebenaran dan meremehkan manusia. Oleh karena itu, memahami bahwa takabur artinya sombong menjadi langkah awal untuk menjauhinya.
Ciri-Ciri Orang Sombong Menurut Islam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3479772/original/033687100_1623404900-young-woman-whispers-her-mate-bad-news-isolated-blue-wall_231208-11751.jpg)
Perbesar
Setelah memahami definisinya, kini saatnya mengenali tanda-tandanya secara konkret. Berikut beberapa ciri ciri orang sombong menurut Islam yang bisa Anda jadikan bahan introspeksi harian, bukan sekadar untuk menilai orang lain.
Melansir rangkaian ayat Al-Qur'an, seperti Surah An-Nahl ayat 22 dan Surah Luqman ayat 18-19, kesombongan digambarkan lewat sikap hati sekaligus perilaku nyata. Dari sanalah tanda-tanda berikut bisa dirumuskan secara praktis.
- Menolak kebenaran. Inilah inti kesombongan menurut hadis. Orang sombong enggan menerima kebenaran yang disampaikan orang lain, terutama bila datang dari orang yang dianggap lebih muda atau lebih rendah.
- Meremehkan dan merendahkan sesama. Ia gemar memandang rendah orang lain, merasa lebih layak dihormati, dan enggan menyapa atau menghargai mereka yang dianggap tak sederajat.
- Tidak beriman kepada hari akhir. Dalam Surah An-Nahl ayat 22 disebutkan bahwa hati orang yang tidak percaya akhirat cenderung mengingkari dan berlaku sombong.
- Berjalan dengan angkuh dan memalingkan wajah. Surah Luqman ayat 18 melarang memalingkan muka dari manusia dan berjalan di bumi dengan penuh keangkuhan.
- Berbicara dengan suara keras dan kasar. Surah Luqman ayat 19 justru menganjurkan melunakkan suara, karena nada tinggi yang merendahkan adalah cermin kesombongan.
- Ketika memperoleh nikmat, seseorang dapat berpaling dan menjauh dari Allah, tetapi kembali banyak berdoa ketika ditimpa kesulitan. Gambaran tersebut disebutkan dalam Surah Al-Isra ayat 83 sebagai salah satu bentuk sikap manusia ketika menghadapi nikmat dan cobaan.
- Enggan berdoa dan beribadah. Surah Ghafir ayat 60 memperingatkan bahwa mereka yang menyombongkan diri dari beribadah kepada Allah akan masuk neraka dalam keadaan hina.
- Gemar pamer dan membanggakan diri. Suka menonjolkan harta, jabatan, atau pencapaian demi pengakuan adalah salah satu ciri-ciri orang takabur yang paling mencolok.
- Sulit menerima nasihat dan kritik. Ia merasa paling benar sehingga setiap masukan dianggap serangan, bukan kesempatan untuk memperbaiki diri.
Tips singkat: coba jujur pada diri sendiri saat menerima kritik. Jika reaksi pertama Anda adalah membela diri dan mencari pembenaran, itu bisa jadi bibit kesombongan yang perlu segera dibenahi. Untuk memperluas perbendaharaan renungan, Anda juga bisa menyimak kumpulan kata-kata sombong dalam Islam yang bersumber dari hadis.
Sisi Psikologi di Balik Sifat Sombong
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4688985/original/049033200_1702788477-tttttiga.jpg)
Perbesar
Islam menekankan sisi spiritual, tetapi ilmu psikologi memberi lapisan pemahaman tambahan yang saling melengkapi. Banyak ahli justru menemukan bahwa kesombongan kerap menjadi topeng bagi rasa tidak aman, bukan bukti kepercayaan diri yang sehat.
Fenomena ini kerap muncul sebagai tanda orang sombong yang sebenarnya hidupnya biasa saja. Sebagaimana dikutip AZQuotes, Desmond Tutu, Uskup Agung Afrika Selatan sekaligus peraih Nobel Perdamaian, menyebut bahwa kesombongan dapat berakar dari rasa tidak aman. Menurutnya, perasaan bahwa diri lebih besar daripada orang lain pada akhirnya dapat menjadi sisi lain dari perasaan bahwa diri lebih kecil dibandingkan mereka.
Perlu dibedakan antara rasa percaya diri yang sehat dan kebanggaan yang dapat berkembang menjadi kesombongan. Dikutip dari BrainyQuote, John C. Maxwell, penulis dan pakar kepemimpinan, menggambarkan kebanggaan yang buruk sebagai bentuk superioritas yang disertai keangkuhan dan kesombongan. Dengan kata lain, menghargai diri sendiri boleh, tetapi berubah menjadi merasa lebih tinggi dari orang lain adalah garis yang berbahaya.
Kekayaan dan status sosial yang diperoleh seseorang dapat memengaruhi cara ia dipandang maupun cara ia memperlakukan orang lain. Karena itu, muncul pula istilah "orang kaya baru" yang kerap dikaitkan dengan perubahan gaya hidup atau sikap setelah memperoleh kekayaan.
Dikutip dari Goodreads, Henry Ford, pendiri Ford Motor Company, disebut pernah mengungkapkan pandangan bahwa uang tidak mengubah seseorang, melainkan dapat memperlihatkan sifat yang sebelumnya sudah ada dalam dirinya.
Dampak kesombongan tidak hanya dirasakan oleh diri sendiri, tetapi juga dapat memengaruhi hubungan sosial dan lingkungan kerja. Dikutip dari Notable Quotes, Ira Chaleff, penulis buku The Courageous Follower, mengaitkan kepemimpinan yang angkuh dengan dampak buruk bagi sebuah organisasi. Sikap merasa paling unggul dapat menghambat komunikasi, menyulitkan penerimaan masukan, dan mengganggu hubungan antarrekan kerja.
Hal yang perlu diperhatikan, kesombongan terkadang sulit dikenali oleh orang yang memilikinya sendiri. Karena itu, keterbukaan terhadap masukan dari orang lain serta kejujuran dalam melakukan introspeksi dapat membantu seseorang menyadari sikap tersebut dan berusaha memperbaikinya.
Penyebab Seseorang Menjadi Sombong
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4688986/original/052399700_1702788477-eeemmmpa.jpg)
Perbesar
Memahami akar masalah memudahkan Anda mengatasinya secara proporsional, baik pada diri sendiri maupun saat berhadapan dengan orang lain. Setidaknya ada beberapa penyebab umum yang membuat sifat sombong tumbuh subur.
- Merasa lebih unggul. Keyakinan bahwa dirinya lebih pintar, kaya, rupawan, atau lebih saleh dibanding orang lain menjadi pemicu paling sering.
- Lingkungan pergaulan. Terlalu lama berada di lingkaran yang gemar pamer dan merendahkan akan menular perlahan tanpa disadari.
- Fenomena kekayaan mendadak. Kekagetan memiliki sesuatu yang sebelumnya tak terjangkau kerap membuat seseorang merasa bisa membeli dan menaklukkan apa saja.
- Terlalu berpusat pada diri sendiri. Sikap self-centered membuat orang menganggap dirinya paling penting dan mengabaikan kebutuhan orang lain.
- Rasa kurang percaya diri. Ironisnya, kesombongan justru bisa menjadi kamuflase untuk menutupi kekurangan dan rasa rendah diri.
- Minim introspeksi. Jarang bermuhasabah membuat seseorang lupa asal-usul penciptaannya dan lupa bahwa semua kelebihan hanyalah titipan.
Menyadari akar-akar ini akan membantu Anda tidak terburu-buru menghakimi, sekaligus lebih waspada terhadap benih yang sama dalam diri sendiri. Wawasan ini juga penting agar Anda mengenali takabur sebagai sifat tercela yang harus dihindari.
Bahaya Sombong dan Cara Menghindarinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3339810/original/092639100_1609747122-pexels-photo-2897737.jpeg)
Perbesar
Kesombongan bukan sifat yang bisa dianggap sepele karena termasuk penyakit hati yang berbahaya. Dalam ajaran Islam, sombong bisa menghalangi seseorang masuk surga, mengundang murka Allah, menutup hati dari hidayah, sekaligus merusak hubungan dengan sesama. Bahkan disebutkan bahwa kondisi orang sombong di hari kiamat digambarkan sangat memilukan sebagai balasan atas keangkuhannya di dunia.
Sifat ini bisa dikikis dengan latihan yang konsisten. Berikut langkah praktis yang bisa Anda mulai dari sekarang.
- Perbanyak muhasabah. Luangkan waktu tiap hari untuk mengevaluasi sikap, terutama saat berinteraksi dengan orang lain.
- Kenali Allah dan diri sendiri. Sadari bahwa keagungan hanya milik Allah dan Anda tidak layak menyombongkan apa pun yang sejatinya titipan.
- Jadikan takwa sebagai ukuran kemuliaan. Dalam Islam, yang membedakan derajat manusia bukan harta atau rupa, melainkan ketakwaan, sehingga tidak ada alasan merasa lebih tinggi.
- Latih tawadhu. Biasakan sikap rendah hati yang merupakan kebalikan langsung dari takabur.
- Terbuka pada nasihat dan kritik. Anggap setiap masukan sebagai hadiah untuk memperbaiki diri, bukan ancaman terhadap harga diri.
- Bergaul dengan orang rendah hati. Lingkungan yang baik akan menularkan akhlak yang baik pula.
- Mengingat kematian dan asal penciptaan. Renungan sederhana ini efektif mengembalikan kesadaran akan keterbatasan diri sebagai manusia.
Semua langkah di atas tidak instan, tetapi konsisten menerapkannya akan membuat hati lebih lapang dan hubungan sosial lebih sehat.
Jika Anda sedang berusaha berubah atau mendampingi orang terdekat, mengetahui cara mengatasinya secara bertahap jauh lebih realistis daripada menuntut perubahan seketika.
Contoh sederhananya, mulailah dengan menahan diri untuk tidak memotong pembicaraan orang lain hari ini, lalu tingkatkan perlahan ke kebiasaan yang lebih besar.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Orang Sombong Menurut Islam
Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa inti kesombongan ada dua, yaitu menolak kebenaran dan meremehkan manusia. Jadi, seseorang disebut sombong bukan karena penampilannya, melainkan karena hatinya enggan tunduk pada kebenaran dan gemar memandang rendah orang lain.
Apakah memakai pakaian bagus termasuk sombong?
Tidak selalu. Nabi menegaskan bahwa Allah itu indah dan menyukai keindahan, sehingga berpakaian rapi dan bagus bukan bentuk kesombongan. Yang menjadikannya sombong adalah ketika penampilan itu diiringi sikap menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.
Bagaimana cara paling praktis menghindari sifat sombong?
Mulailah dari muhasabah rutin, membiasakan tawadhu, dan bersikap terbuka terhadap kritik. Menyadari bahwa segala kelebihan hanyalah titipan Allah, serta bergaul dengan orang-orang rendah hati, akan membantu Anda menjaga hati tetap bersih dari keangkuhan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9348076/original/087274300_1789380807-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4760996/original/087403800_1709531345-IMG_1467.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351120/original/063608400_1789641056-01M2NX1E22N6KEQ5J37JEW8SD7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351106/original/037061800_1789641042-01M2NVYXFJH47J38HCGMAD35CJ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5265929/original/046369000_1750935813-medium-shot-happy-people-with-coffee.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352571/original/098538400_1789808249-pexels-roseson-studios-1836141-20874131.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3135483/original/039776200_1590210872-photo-of-woman-using-mobile-phone-3367850__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337194/original/027407200_1788236442-01M13K7X829QDH1VMYFGXEK735.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2915987/original/061200800_1568880077-Photo_by_Ori_Song_on_Unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9345856/original/082791900_1789097444-01M25PZ9Z1Z05MZXB5WS6BQNBY.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579486/original/060830400_1778053242-Sulit_Mengakui_Kesalahan_dan_Meminta_Maaf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351698/original/042695400_1789710970-cfd2f12b-06d7-4412-a444-c1c7396e92f7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2556794/original/022014600_1545887098-daiwei-lu-621488-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337198/original/081732000_1788236451-01M13K4V46ER2005Z87P291JS4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337199/original/051067200_1788236465-01M13K4GKAZYPC1X3FM6G8VRWD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351161/original/065792800_1789642498-disruptivo-vIAGW486ewo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5431227/original/006632000_1764732396-red-cat-studio-xzwk_z2yBo0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350864/original/085210400_1789632917-Gemini_Generated_Image_bviqtdbviqtdbviq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5262979/original/043595200_1750759687-medium-shot-woman-working-laptop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9314477/original/055473200_1785748246-nIJzsNLwAJ6cNxoz26Xa1NpAvtznlMJTjvTgA5iX.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331419/original/064388100_1787542428-6aced2e1-068d-4b8e-b934-dfed5ae4b4b3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335960/original/064344900_1788080479-pexels-cottonbro-6862836.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3524608/original/093373500_1627531623-mufid-majnun-MHcg_VUA46c-unsplash.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4817823/original/031533900_1714478938-pexels-cottonbro-studio-6963307.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)








