Cara Makan Steak dengan Garpu dan Pisau yang Benar ala Gaya Amerika dan Eropa

3 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta Cara makan steak garpu pisau sebenarnya tidak sulit. Secara umum, garpu digunakan untuk menahan daging, sementara pisau berada di tangan lainnya untuk memotong steak menjadi bagian kecil sebelum disantap. Meski terlihat sederhana, posisi alat makan dan cara menggunakannya dapat berbeda sesuai etiket yang diterapkan.

Ada dua gaya utama yang dikenal dalam etiket makan steak, yakni gaya Amerika dan gaya Eropa. Keduanya memiliki perbedaan terutama pada cara memegang dan memindahkan garpu setelah daging dipotong. Memahami perbedaan tersebut dapat membantu Anda merasa lebih percaya diri ketika menikmati steak, baik dalam suasana santai maupun jamuan formal.

Mengutip Tasting Table, garpu umumnya digunakan di tangan dominan, kemudian berpindah ke tangan non-dominan ketika seseorang menggunakan pisau untuk memotong makanan. Prinsip ini menjadi salah satu dasar dalam memahami etika makan atau table manner secara lebih luas. Berikut ulasan Liputan6.com.

Cara Makan Steak Gaya Amerika (Zig-Zag)

Gaya Amerika sering disebut zig-zag karena garpu berpindah tangan setelah daging dipotong. Teknik ini memungkinkan Anda menggunakan pisau dengan tangan dominan, kemudian memindahkan garpu ke tangan yang sama untuk menyantap potongan steak. Selain membuat gerakan terasa lebih nyaman bagi sebagian orang, cara ini juga dapat menjadi latihan sederhana untuk menerapkan etika makan di restoran.

  1. Posisikan garpu dan pisau. Pegang garpu di tangan kiri dan pisau di tangan kanan. Letakkan jari telunjuk pada bagian atas masing-masing alat agar gerakannya lebih stabil saat memotong.

  2. Potong satu suapan. Tahan steak dengan garpu, dengan bagian gigi menghadap ke bawah, lalu gunakan pisau untuk memotong satu potongan kecil. Potong mengikuti arah serat yang tepat agar daging lebih mudah dikunyah.

  3. Letakkan pisau dengan aman. Setelah selesai memotong, letakkan pisau di tepi atas piring dengan bilah menghadap ke dalam. Hindari meletakkannya di atas meja atau serbet.

  4. Pindahkan garpu ke tangan kanan. Alihkan garpu ke tangan dominan dengan gigi menghadap ke atas. Bagi orang kidal, posisi dapat disesuaikan dengan tangan yang paling nyaman digunakan.

  5. Santap dengan tenang. Bawa potongan steak ke mulut tanpa terburu-buru. Pegang garpu dengan rileks, seperti memegang pena, sehingga gerakannya tetap terlihat natural.

  6. Ulangi untuk suapan berikutnya. Potong steak sedikit demi sedikit, bukan seluruh bagian sekaligus. Selain membuat daging tetap hangat, cara ini juga membantu menjaga tampilan piring tetap rapi.

Dilansir dari Gentleman's Gazette, prinsip gaya Amerika adalah menyantap makanan dengan garpu di tangan dominan setelah proses pemotongan selesai, sementara tangan lainnya dapat beristirahat. Garpu kemudian berpindah kembali ketika Anda perlu memotong potongan berikutnya. Pola berpindah tangan inilah yang membuat teknik tersebut dikenal sebagai zig-zag.

Teknik ini memang melibatkan perpindahan alat makan beberapa kali, tetapi dalam tradisi etiket makan tertentu, gerakan tersebut dianggap bagian dari gaya yang telah berkembang dari kebiasaan makan di Barat. Harry Mount, penulis How England Made the English, dikutip Slate, bahkan menggambarkan gagasan bahwa sesuatu yang kurang efisien dapat tetap memiliki kesan elegan.

Cara Makan Steak Gaya Eropa (Kontinental)

Cara makan steak garpu pisau ala Eropa atau kontinental lebih konsisten karena garpu tidak perlu berpindah tangan selama makan. Pisau tetap berada di tangan kanan, sedangkan garpu di tangan kiri, termasuk ketika potongan steak sudah siap disantap. Pola ini sejalan dengan aturan sederhana saat menyantap hidangan bersama yang menekankan penggunaan alat makan secara tertib.

  1. Pegang alat makan dengan benar. Letakkan garpu di tangan kiri dengan gigi menghadap ke bawah dan pisau di tangan kanan. Arahkan telunjuk ke bagian atas alat makan agar lebih mudah mengontrol gerakan.

  2. Potong steak secukupnya. Tahan daging menggunakan garpu, kemudian iris dengan pisau secara perlahan di dekat bagian garpu. Potong satu bagian yang cukup untuk sekali suap agar tetap nyaman disantap.

  3. Santap tanpa berpindah tangan. Setelah potongan terlepas, gunakan garpu yang masih berada di tangan kiri untuk membawanya ke mulut. Gigi garpu tetap menghadap ke bawah sehingga posisi tangan tidak perlu berubah.

  4. Gunakan pisau untuk membantu. Sisi pisau dapat digunakan untuk mengarahkan potongan kecil atau makanan pendamping ke garpu. Dengan begitu, kedua alat makan tetap berada pada posisi masing-masing.

  5. Pertahankan ritme yang tenang. Lanjutkan pola memotong dan menyantap secara bergantian hingga makanan selesai. Tidak perlu terburu-buru karena gaya kontinental memang mengandalkan gerakan yang stabil dan teratur.

The Emily Post Institute menjelaskan bahwa dalam gaya kontinental, garpu tetap berada di tangan kiri dengan gigi menghadap ke bawah ketika makanan dibawa ke mulut, sementara pisau dapat digunakan untuk membantu mengarahkan makanan ke garpu.  Jacqueline Whitmore, pakar etiket yang dikutip CNN, juga menjelaskan bahwa garpu dibawa ke mulut dengan gigi menghadap ke bawah dan pisau tetap digunakan selama proses makan.

Cara Memegang dan Meletakkan Garpu Pisau Steak yang Benar

Sebelum masuk ke teknik memotong, posisi jari saat memegang alat menentukan kerapian gerakan. Menguasai cara makan steak garpu pisau juga berarti memahami cara menggenggam yang benar agar potongan presisi dan tubuh tetap terlihat sopan. Ikuti panduan berikut, yang selaras dengan prinsip penataan alat makan di meja.

  1. Genggam pisau dengan mantap: Pegang pisau di tangan kanan, telunjuk hampir lurus di punggung pisau dekat pangkal yang tumpul, sementara empat jari lain menggenggam gagang.

  2. Pegang garpu seperti pena: Letakkan gagang di antara ibu jari dan telunjuk, ditopang jari tengah, sehingga garpu terasa stabil namun tidak kaku.

  3. Jaga posisi tubuh: Duduk tegak, rapatkan siku ke badan, dan jangan menaruh siku di atas meja agar tidak mengganggu orang di sebelah.

  4. Beri isyarat jeda: Saat berhenti sejenak untuk mengobrol atau minum, silangkan garpu dan pisau membentuk huruf V terbalik dengan garpu di atas pisau.

  5. Beri isyarat selesai: Setelah tuntas, sejajarkan garpu dan pisau berdampingan dengan ujung gagang mengarah ke posisi jam 4-5 pada piring.

Aturan menggenggam ini bukan hal baru. Emily Post, tokoh etiket klasik, dikutip dari Boston.com, menuliskan, "Di tangan kirinya diletakkan garpu dengan gigi menghadap ke bawah, dipegang dekat ujung atas gagang." Bila ingin membandingkan dengan kebiasaan lokal, menarik pula menengok tata cara makan tradisional Indonesia yang punya kaidahnya tersendiri.

Kesalahan Umum saat Makan Steak yang Perlu Dihindari

Menguasai teknik memegang garpu dan pisau saja belum cukup. Cara memotong, membawa makanan ke mulut, hingga meletakkan alat makan juga menjadi bagian dari etika saat menikmati steak. Bahkan, perdebatan mengenai gaya makan sudah berlangsung sejak lama. Emily Post, dikutip dari Medium pada 1928, pernah mengkritik kebiasaan memindahkan garpu dari kiri ke kanan pada hampir setiap suapan.

Merujuk The Daily Meal, steak sebaiknya dipotong satu suapan demi satu suapan, bukan seluruhnya sejak awal. Cara tersebut membantu daging tetap hangat dan menjaga teksturnya hingga disantap.[4]https://www.thedailymeal.com/1725781/steakhouse-etiquette-cutting-steak-rule/ Agar pengalaman makan tetap nyaman dan sopan, berikut beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari.

  • Memotong seluruh steak sekaligus. Selain membuat daging lebih cepat dingin, cara ini dapat membuat sari daging keluar lebih banyak dan tampilan piring kurang rapi. Potong secukupnya sesuai kebutuhan setiap suapan.

  • Memasukkan pisau ke dalam mulut. Pisau digunakan untuk memotong, bukan sebagai alat untuk menyuap. Setelah potongan terlepas, gunakan garpu untuk membawanya ke mulut.

  • Mengayunkan alat makan saat berbicara. Hindari memainkan atau menggerakkan garpu dan pisau ketika berbicara. Letakkan alat makan terlebih dahulu dan lanjutkan percakapan setelah mulut kosong.

  • Menyiram steak dengan terlalu banyak saus. Cobalah mencicipi daging terlebih dahulu sebelum menambahkan saus. Jika diperlukan, gunakan sedikit saus di sisi piring agar cita rasa steak tetap terasa. Karena itu, sebaiknya jangan buru-buru menyiram steak dengan saus.

  • Salah menempatkan serbet atau alat makan. Serbet sebaiknya diletakkan secara rapi di pangkuan saat makan dan tidak dilempar begitu saja ke atas piring. Taste of Home juga mencatat sejumlah kebiasaan di restoran steak yang dapat membuat pengalaman makan terlihat kurang tertata.[5]https://www.tasteofhome.com/collection/steakhouse-etiquette-mistakes/

  • Menggunakan tangan dalam suasana formal. Jika masih ada daging pada tulang, gunakan garpu dan pisau untuk mengambilnya. Penggunaan tangan lebih sesuai untuk suasana santai dan jenis hidangan yang memang lazim disantap dengan tangan.

  • Menaruh siku di atas meja. Menjaga posisi lengan tetap dekat dengan tubuh membuat ruang makan terasa lebih nyaman dan tidak mengganggu orang di sebelah.

  • Salah memberi tanda saat berhenti makan. Posisi alat makan dapat digunakan sebagai isyarat kepada pramusaji. Jika masih ingin melanjutkan makan, letakkan alat makan dalam posisi yang menunjukkan jeda. Setelah selesai, susun keduanya secara sejajar di atas piring agar lebih mudah dikenali.

Etika menikmati steak sebenarnya sudah dimulai sejak memilih hidangan. Kenali jenis potongan daging steak dan pahami perbedaan sirloin dan tenderloin agar pilihan sesuai dengan tekstur dan rasa yang diinginkan. Anda juga dapat mengenali potongan steak populer lainnya.

Saat menentukan tingkat kematangan, pahami urutan kematangan steak dan tingkat kematangan steak yang tersedia. Ada pula panduan untuk memperkirakan kematangan lewat persentase. Sementara itu, cairan merah pada steak rare bukanlah darah, melainkan cairan dari daging yang tampak merah.

Bagi yang memperhatikan asupan, pilihan daging rendah lemak dan tinggi protein dapat dipertimbangkan. Sementara itu, daging wagyu memiliki karakter marbling yang berbeda. Agar santapan semakin lengkap, Anda juga bisa memilih minuman yang cocok untuk steak.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Makan Steak

Garpu dan pisau steak dipegang di tangan mana?

Secara umum, garpu dipegang di tangan kiri dan pisau di tangan kanan untuk menahan sekaligus memotong daging. Pada gaya Amerika, garpu dipindahkan ke tangan kanan saat menyuap, sedangkan gaya Eropa mempertahankan garpu di tangan kiri sepanjang makan.

Kenapa steak harus dipotong sedikit demi sedikit?

Memotong satu suapan dalam satu waktu menjaga daging tetap hangat dan juicy karena sarinya tidak cepat keluar. Selain lebih rapi, kebiasaan ini dinilai lebih sopan dibanding memotong seluruh steak sekaligus di awal.

Bagaimana posisi garpu dan pisau setelah selesai makan steak?

Sejajarkan garpu dan pisau berdampingan di atas piring dengan ujung gagang mengarah ke posisi jam 4-5 sebagai tanda Anda sudah selesai. Bila hanya berhenti sejenak, silangkan keduanya membentuk huruf V terbalik.

Pada akhirnya, kedua gaya sama benarnya sehingga Anda tinggal memilih yang paling nyaman dan konsisten digunakan. Myka Meier, pakar etiket, dikutip dari Bustle, menyatakan, "Menghakimi adalah lawan dari etiket." Latih perlahan cara makan steak garpu pisau sambil menyiapkan resep steak sapi atau steak daging sapi rumahan di dapur sendiri, lalu nikmati setiap suapannya tanpa rasa cemas.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |