Cara Makan Pakai Sumpit yang Benar, dari Teknik Memegang hingga Etika di Meja Makan

2 hours ago 2

Menguasai teknik saja belum cukup; ada tata krama yang menyertai setiap gerakan. Sebagian besar aturannya berakar pada budaya dan kepercayaan, sehingga memahaminya adalah bentuk penghormatan terhadap tuan rumah. Sebelum menghadiri jamuan bertema oriental, ada baiknya menambah wawasan tentang cara memakai sumpit yang benar lengkap dengan etikanya.

Mengutip Gulf News, sumpit China cenderung lebih panjang dan tebal karena digunakan untuk mengambil hidangan yang diletakkan di tengah meja. Sementara itu, sumpit Jepang umumnya lebih pendek dengan ujung yang meruncing, sedangkan sumpit Korea dikenal dengan bentuk pipih dan bahan logam.

Menariknya, penggunaan sumpit memiliki sejarah yang panjang. Mengutip Taste of Home, sumpit diperkirakan mulai digunakan di China sekitar 1200 SM dan hingga kini menjadi bagian dari kebiasaan makan sehari-hari di berbagai negara Asia, termasuk Korea, Jepang, dan Vietnam.

Alasan sumpit begitu lekat dengan budaya makan di Asia juga berkaitan dengan filosofi dan kebiasaan makan pada masa lampau. Mengutip Smithsonian Magazine, Konfusius mengajarkan bahwa orang yang terhormat dan berbudi luhur sebaiknya menjauhkan diri dari tempat pemotongan hewan maupun dapur serta tidak menggunakan pisau di meja makan.

Pandangan tersebut turut dikaitkan dengan kebiasaan memotong makanan menjadi potongan kecil sebelum disajikan, sehingga penggunaan pisau di meja makan tidak lagi diperlukan. Dalam konteks inilah, sumpit menjadi alat yang praktis untuk mengambil dan menyantap makanan.

Berikut sejumlah pantangan umum, yang dalam tradisi Jepang dikelompokkan sebagai "kirai-bashi" atau penggunaan sumpit yang dibenci, dan sebaiknya Anda hindari:

  • Tate-bashi: Menancapkan sumpit tegak lurus di atas nasi. Posisi ini menyerupai sesajen di pemakaman sehingga dianggap sangat tabu.

  • Hashi-watashi: Mengoper makanan langsung dari sumpit ke sumpit orang lain. Kebiasaan ini mengingatkan pada pemindahan tulang saat kremasi, jadi letakkan makanan di piring terlebih dahulu.

  • Sashi-bashi: Menusuk makanan dengan sumpit seolah memakai garpu. Selain dianggap kasar, makanan berisiko terlepas dan jatuh.

  • Neburi-bashi: Menjilat ujung sumpit atau sisa saus yang menempel. Gerakan ini terlihat jorok dan kurang sopan.

  • Yose-bashi: Menyeret atau menarik mangkuk dan piring menggunakan sumpit. Gunakan tangan untuk memindahkan wadah.

  • Watashi-bashi: Meletakkan sumpit melintang di atas mangkuk saat jeda makan. Ini menandakan Anda sudah selesai, jadi gunakan sandaran sumpit.

  • Mayoi-bashi: Menggerakkan sumpit melayang-layang di atas hidangan karena bingung memilih. Tentukan dulu pilihan, baru ambil makanannya.

  • Kosuribashi: Menggosokkan dua sumpit sekali pakai untuk menghilangkan serpihan. Di Jepang, hal ini seolah menyiratkan sumpitnya berkualitas rendah.

Tata krama menggunakan sumpit juga memiliki makna tersendiri dalam budaya makan. Dalam bukunya The Rituals of Dinner, Margaret Visser menjelaskan bahwa menggunakan sumpit dengan kikuk untuk mengutak-atik makanan dapat dipandang bukan hanya sebagai tanda kurang terampil, tetapi juga sebagai bentuk keengganan yang disayangkan.

Memahami cara memegang dan menggerakkan sumpit dengan tepat tidak hanya membantu mengambil makanan dengan lebih mudah, tetapi juga menjadi bagian dari etika saat menggunakannya.

Pantangan tersebut berlaku lintas negara, meski penekanannya bisa berbeda. Ada baiknya mengenali etika makan di berbagai negara sebelum bepergian, karena beberapa kebiasaan yang dianggap buruk di sejumlah negara mungkin tidak kita sadari.

Salah satu aturan yang paling konsisten adalah larangan menancapkan sumpit di mangkuk nasi, sementara di Jepang sumpit juga tidak boleh dipakai untuk mengoper makanan ke orang lain. Di Korea, tata kramanya bahkan lebih menekankan kesopanan, termasuk mendahulukan yang lebih tua dan makan dengan tenang.

Selain menjadi bagian dari budaya makan, penggunaan sumpit dapat mendorong ritme makan yang lebih perlahan karena makanan diambil dalam porsi kecil setiap suapan. Mengutip Colgate, makan dan mengunyah secara perlahan memberi tubuh waktu untuk mengenali rasa kenyang.

Kebiasaan makan lebih lambat juga dikaitkan dengan berat badan. Penelitian dalam jurnal BMJ Open menunjukkan bahwa memperlambat kecepatan makan berkaitan dengan penurunan risiko obesitas sekitar 42 persen.

Tidak mengherankan jika kebiasaan makan perlahan begitu dianjurkan. Anda bisa membaca lebih jauh soal manfaat makan secara perlahan untuk mencegah kembung, memahami cara mengunyah makanan yang benar dan manfaatnya, hingga menyadari bahwa langkah pertama pencernaan justru dimulai dari mengunyah. Dengan begitu, menguasai sumpit tidak sekadar soal keterampilan tangan, tetapi juga cara menikmati makanan dengan lebih sadar dan sehat.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Makan Pakai Sumpit

Bagaimana cara memegang sumpit yang benar untuk pemula?

Peganglah kedua sumpit sekitar dua pertiga dari ujung bawah. Letakkan batang bawah di lekukan antara ibu jari dan telunjuk lalu sandarkan pada jari manis sebagai tumpuan yang diam, sementara batang atas dijepit seperti memegang pensil dan digerakkan naik-turun dengan telunjuk serta jari tengah. Kunci utamanya, hanya batang atas yang bergerak dan pegangan harus tetap rileks.

Mengapa sumpit tidak boleh ditancapkan berdiri di mangkuk nasi?

Karena menancapkan sumpit tegak lurus di nasi menyerupai sesajen dalam tradisi pemakaman di sejumlah negara Asia, seperti Jepang, China, dan Korea. Posisi ini diasosiasikan dengan ritual bagi orang yang telah meninggal sehingga dianggap membawa kesan buruk. Saat ingin meletakkan sumpit, gunakan sandaran sumpit atau letakkan mendatar di tepi wadah.

Sumpit berasal dari negara mana?

Sumpit berasal dari China dan diperkirakan sudah digunakan sejak ribuan tahun lalu, dengan catatan paling awal sekitar 1200 SM. Mulanya sumpit dipakai sebagai alat memasak untuk mengambil makanan dari panci, lalu berkembang menjadi alat makan. Seiring waktu, penggunaannya menyebar ke Jepang, Korea, dan Vietnam dengan bentuk serta bahan yang khas di tiap negara.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |