1. Jangan Ikut Masuk ke Dalam Perlombaan
Jika ia selalu membandingkan pencapaian, Anda tidak harus membalas dengan pencapaian lain. Ketika ia mengatakan, “Aku dulu dapat promosi lebih cepat,” Anda cukup menjawab, “Wah, bagus. Aku sendiri senang dengan proses yang sedang aku jalani.”
Dengan begitu, Anda tidak memberikan bahan untuk memperpanjang kompetisi. Truity menyarankan untuk menetapkan batasan dan tidak ikut memainkan “permainan” kompetitif. Jika percakapan mulai mengarah ke adu pencapaian, topik dapat dialihkan ke hal lain.
2. Perhatikan Polanya, Bukan Satu Kejadian
Jangan buru-buru menyimpulkan seseorang iri hanya karena sekali memberikan komentar yang kurang menyenangkan.
Coba perhatikan dalam beberapa situasi:
- Apakah ia sering mengecilkan pencapaian Anda?
- Apakah hampir semua obrolan berubah menjadi perbandingan?
- Apakah ia hanya mendukung ketika Anda tidak berada di posisi yang lebih unggul?
- Apakah Anda merasa harus mengecilkan diri ketika bersamanya?
SELF menyarankan melihat apakah tanda-tanda tersebut hanya kejadian sesekali atau sudah menjadi pola yang konsisten.
Jika hubungan tersebut masih penting bagi Anda, bicarakan masalahnya. Hindari kalimat seperti, “Kamu sebenarnya iri sama aku, kan?”
Lebih baik gunakan kalimat yang berfokus pada pengalaman Anda.
Misalnya:
“Aku kadang merasa setiap kali cerita soal sesuatu yang membuatku senang, obrolannya berubah jadi perbandingan. Aku jadi kurang nyaman. Menurutmu, memang terasa seperti itu juga?”
Pendekatan semacam ini sejalan dengan saran para terapis yang dikutip SELF, yakni menggunakan pernyataan “saya” atau I statement daripada langsung memberikan label kepada teman.
4. Tetapkan Batasan pada Topik yang Sensitif
Tidak semua hal harus dibagikan kepada semua teman. Jika Anda mengetahui topik tertentu selalu memicu kompetisi, Anda bisa mengurangi pembahasan mengenai hal tersebut.
Menjaga batasan bukan berarti bermusuhan. Ini merupakan cara menjaga kenyamanan dalam hubungan.
5. Jangan Merendahkan Diri agar Teman Tidak Merasa Tersaingi
Kadang-kadang, orang memilih menyembunyikan keberhasilan agar temannya tidak merasa buruk. Padahal, Anda tidak perlu mengecilkan pencapaian sendiri hanya untuk membuat orang lain nyaman.
Anda boleh senang karena mendapatkan pekerjaan baru. Anda boleh bangga karena berhasil mencapai target. Anda juga boleh menikmati keberhasilan tanpa merasa bersalah. Persahabatan yang sehat seharusnya memberikan ruang bagi kedua orang untuk berkembang.
6. Lihat Responsnya setelah Anda Berbicara
Ini bagian yang sangat penting. Seseorang mungkin tidak menyadari bahwa perilakunya terasa kompetitif. Jika setelah diajak bicara ia mendengarkan, mencoba memahami, dan mengubah perilakunya, hubungan tersebut masih memiliki ruang untuk diperbaiki.
Sebaliknya, jika ia justru terus mengejek, membalikkan kesalahan kepada Anda, menolak mengakui perilakunya, atau sengaja mengulanginya, Anda mungkin perlu mempertimbangkan kembali batas hubungan tersebut.
7. Perluas Lingkaran Pertemanan
Jangan menjadikan satu orang sebagai satu-satunya sumber dukungan sosial. Truity menyarankan membangun pertemanan dengan orang-orang yang tidak menjadikan hubungan sebagai ajang persaingan. Lingkaran sosial yang sehat dapat membantu seseorang tetap memiliki ruang untuk berkembang tanpa terus-menerus membandingkan diri.
Memiliki teman lain juga membuat Anda tidak terlalu bergantung pada satu hubungan yang mungkin sudah terasa melelahkan.
8. Pertimbangkan Menjauh Jika Polanya Sudah Merugikan
Tidak semua pertemanan harus dipertahankan dengan cara apa pun. Jika Anda sudah berusaha berkomunikasi, menetapkan batasan, dan memberikan kesempatan untuk berubah tetapi perilaku kompetitif terus berulang hingga mengganggu kepercayaan diri atau kenyamanan, mengambil jarak bisa menjadi pilihan.
Tujuannya bukan untuk “menang” dari teman tersebut. Justru sebaliknya, Anda berhenti menjadikan hubungan tersebut sebagai perlombaan. Seperti dirangkum Truity, ada kalanya hubungan yang terlalu kompetitif lebih baik dibiarkan berjarak ketika dinamika tersebut terus merusak kesejahteraan dan harga diri.
Pada dasarnya, memiliki teman yang ambisius bukanlah masalah. Bahkan, persaingan ringan dapat membuat dua orang saling memotivasi. Yang perlu diwaspadai adalah ketika keberhasilan salah satu pihak selalu terasa seperti ancaman bagi pihak lain.
Pertemanan yang sehat tidak mengharuskan seseorang menjadi yang paling sukses, paling kaya, paling menarik, atau paling unggul. Keduanya tetap bisa bertumbuh tanpa harus menjatuhkan satu sama lain.
Pertanyaan Seputar Ciri Teman yang Kompetitif
1. Apakah teman yang kompetitif selalu berarti iri?
Belum tentu. Sikap kompetitif bisa muncul karena rasa tidak aman, kebiasaan membandingkan diri, kebutuhan akan pengakuan, atau lingkungan yang mendorong persaingan. Karena itu, sebaiknya perhatikan pola perilakunya, bukan langsung menyimpulkan bahwa ia iri.
2. Bagaimana membedakan teman yang kompetitif dengan teman yang ingin memotivasi?
Teman yang memotivasi biasanya ikut senang atas pencapaian Anda dan memberikan dorongan tanpa harus menjadikan dirinya sebagai pembanding. Sementara itu, teman yang terlalu kompetitif cenderung mengubah pencapaian Anda menjadi ajang adu keunggulan atau membuat Anda merasa pencapaian tersebut tidak cukup.
3. Apakah harus memutus pertemanan dengan teman yang kompetitif?
Tidak selalu. Jika hubungan masih sehat, Anda bisa mencoba membicarakan perasaan, menetapkan batasan, dan menghindari percakapan yang selalu berubah menjadi kompetisi. Namun, jika perilaku tersebut terus berulang dan membuat Anda kehilangan kepercayaan diri atau merasa tertekan, menjaga jarak dapat menjadi pilihan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4790256/original/021674400_1711940355-pexels-cottonbro-studio-3419692.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9317506/original/083864000_1786016624-2149283345.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336746/original/072216700_1788174644-Gemini_Generated_Image_oi3erboi3erboi3e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4424932/original/065224400_1683867888-romantic-beautiful-young-female-with-pleasant-shining-smile-keeps-hands-chest_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336713/original/009245600_1788172605-Gemini_Generated_Image_fearwtfearwtfear.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336643/original/029718700_1788169711-Gemini_Generated_Image_dd7nzkdd7nzkdd7n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326763/original/085276000_1787034700-q8O5bYplwavfny3muN85U7Z7h6FxrdoGnorz6H62.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3228938/original/028457300_1599220684-pexels-engin-akyurt-3356489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5204726/original/054734300_1746009878-business-woman-posing-street_23-2148213585.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3484871/original/099810700_1623901041-adrian-swancar-imAfCYq7KH0-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335955/original/082806400_1788080197-pexels-karola-g-7281696.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335960/original/064344900_1788080479-pexels-cottonbro-6862836.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3524608/original/093373500_1627531623-mufid-majnun-MHcg_VUA46c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326745/original/020828800_1787034676-0q0t2pITNOuVlEVs5RbZLbI9oqqUYw56LWEJxsvQ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335721/original/073513800_1788055566-pexels-rdne-6670211.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315177/original/070000500_1785829848-Q6UcTB0yLT9Hkof84zduVp6NboeZVAJrL2tGstqx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335514/original/002371200_1787992725-Trik_Memisahkan_Plastik_yang_Saling_Menempel_Tanpa_Merobeknya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3245696/original/046788000_1600769901-pexels-andrea-piacquadio-3790797.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3111554/original/017073300_1587730569-2476259.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334957/original/096392100_1787907103-Gemini_Generated_Image_fj3hbhfj3hbhfj3h.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331419/original/064388100_1787542428-6aced2e1-068d-4b8e-b934-dfed5ae4b4b3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028260/original/094937500_1732871703-fotor-ai-2024112916143.jpg)
