Bitcoin Stabil, Altcoin UNI dan HYPE Melonjak Tajam

9 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Pasar kripto menunjukkan pergeseran minat investor dalam sepekan terakhir. Ketika Bitcoin bergerak relatif stabil di kisaran US$ 65.800, sejumlah altcoin justru mencatatkan kenaikan yang lebih agresif dan menarik perhatian pelaku pasar.

Dikutip dari CoinMarketCap, Rabu (17/6/2026), meski Bitcoin masih membukukan kenaikan mingguan sekitar 7,4%, pergerakan harganya cenderung mendatar dalam perdagangan harian. Kondisi tersebut mendorong sebagian investor mencari peluang keuntungan yang lebih besar melalui aset kripto alternatif atau altcoin.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah token UNI milik Uniswap. Aset digital tersebut melonjak 22,5% hingga mencapai harga US$ 3,53 setelah mendapat sentimen positif dari laporan Standard Chartered.

Bank asal Inggris tersebut bahkan memasang target harga yang sangat optimistis untuk UNI, yakni mencapai US$ 100 pada 2030.

Sebagai salah satu platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) terbesar di dunia, Uniswap memungkinkan pengguna melakukan transaksi aset digital secara langsung tanpa melalui perantara seperti bursa terpusat.

Geoffrey Kendrick dari Standard Chartered menilai Uniswap memiliki peran penting dalam perkembangan ekonomi blockchain.

“salah satu pilar fundamental ekonomi berbasis blockchain (on-chain),” ujar Kendrick saat menjelaskan posisi strategis Uniswap dalam ekosistem aset digital.

Pandangan positif dari institusi keuangan besar tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga UNI dalam beberapa hari terakhir.

HYPE, Solana dan Ether Ikut Menguat

Tidak hanya UNI, sejumlah altcoin lain juga mencatat performa impresif.

Token HYPE dari Hyperliquid naik 7,8% dalam 24 jam terakhir dan melonjak 34,3% dalam sepekan. Kenaikan tersebut menjadikan HYPE sebagai salah satu aset digital dengan performa terbaik di antara kripto berkapitalisasi besar.

Sementara itu, Solana mencatat kenaikan mingguan sebesar 14,7%, menunjukkan minat investor yang tetap tinggi terhadap ekosistem blockchain tersebut.

Ether, aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, juga bergerak positif. Dalam perdagangan harian, Ether naik 1,4%, sedangkan secara mingguan menguat 10,4%.

Di sisi lain, XRP justru mengalami koreksi tipis. Harga aset digital tersebut turun 0,9% sehingga berada di level US$ 1,22.

Pergerakan yang beragam di pasar kripto menunjukkan investor mulai lebih selektif dalam menempatkan dana. Alih-alih membeli seluruh aset secara bersamaan, pelaku pasar kini lebih fokus pada proyek yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan dan dukungan fundamental yang kuat.

Fenomena ini sekaligus menandai perubahan fokus investor dari Bitcoin menuju sejumlah altcoin yang menawarkan potensi pertumbuhan lebih tinggi dalam jangka pendek.

Pasar Menanti Sinyal The Fed

Selain faktor internal industri kripto, perhatian investor saat ini juga tertuju pada pertemuan Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Ketua baru Kevin Warsh.

Pelaku pasar menunggu petunjuk terkait arah suku bunga yang dapat memengaruhi sentimen investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto.

Sejumlah indikator ekonomi saat ini memberikan dukungan positif bagi pasar. Harga minyak dunia misalnya turun ke bawah US$ 79 per barel, yang berpotensi meredakan tekanan inflasi.

Pasar juga mencermati kemungkinan meningkatnya pasokan minyak global menyusul spekulasi mengenai potensi negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Di pasar obligasi, permintaan investor terlihat meningkat. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun di Australia dan Jepang tercatat turun sekitar lima basis poin, menandakan minat terhadap instrumen pendapatan tetap masih cukup tinggi.

Sementara itu, pasar saham menunjukkan pergerakan yang beragam. Indeks Nasdaq 100 terkoreksi sekitar 2% akibat aksi jual saham sektor chip, sedangkan kontrak berjangka S&P 500 masih menguat sekitar 0,2%.

Di tengah berbagai dinamika tersebut, pasar kripto tetap menjadi sorotan. Stabilnya Bitcoin diiringi lonjakan sejumlah altcoin menunjukkan bahwa investor terus mencari peluang baru, dengan arah pergerakan pasar yang masih sangat dipengaruhi kondisi ekonomi global dan kebijakan bank sentral Amerika Serikat.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |