9 Pohon Buah yang Tidak Butuh Banyak Air Saat Kemarau, Bertahan di Musim Kering

1 day ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Musim kemarau sering menjadi tantangan bagi para pecinta tanaman, terutama dalam menjaga kebun tetap hijau dan produktif. Namun, ada beberapa jenis pohon buah yang tidak butuh banyak air saat kemarau sehingga tetap mampu tumbuh subur meski curah hujan minim. Tanaman-tanaman ini dikenal lebih tahan terhadap kondisi kering dan cocok ditanam di daerah beriklim panas.

Memilih pohon buah yang tahan musim kering bisa menjadi solusi praktis untuk menghemat penggunaan air sekaligus menjaga hasil panen tetap optimal. Selain perawatannya lebih mudah, beberapa pohon buah ini juga memiliki daya adaptasi tinggi terhadap tanah yang cenderung kering dan panas berkepanjangan. Tak heran jika banyak orang mulai melirik jenis tanaman buah yang lebih hemat air untuk pekarangan rumah maupun kebun.

Dengan memilih jenis pohon yang tepat, Anda tetap bisa menikmati buah segar tanpa khawatir tanaman cepat layu saat kemarau tiba. Mulai dari mangga hingga jambu, ada beragam pohon buah yang mampu bertahan di musim kering dengan kebutuhan air yang relatif sedikit. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (12/05/2026).

1. Buah Tin (Ficus carica)

Buah tin, atau buah ara, adalah tanaman asli Mediterania yang sangat cocok untuk ditanam di lingkungan panas dan kering. Tanaman ini dapat bertahan hidup dengan sedikit air dan tumbuh subur di bawah sinar matahari penuh, menjadikannya pilihan ideal untuk iklim kering. Setelah fase awal tanam buah tin tidak membutuhkan banyak air dan dapat tumbuh baik di tanah lempung yang subur dengan drainase yang baik.

Kondisi ini mendukung pertumbuhan akar yang efisien dalam mencari nutrisi. Ketahanan buah tin terhadap kekeringan menjadikannya salah satu pohon buah yang tetap produktif saat kemarau. Buah manisnya dapat dinikmati bahkan di tengah kondisi cuaca yang menantang, serta sangat cocok ditanam dalam pot.

2. Delima (Punica granatum)

Delima adalah salah satu tanaman buah yang sangat tahan terhadap kekeringan dan menyukai sinar matahari penuh. Berasal dari daerah kering di Timur Tengah dan Asia Selatan, delima telah beradaptasi sempurna dengan kondisi lingkungan yang menantang. Pohon delima tidak membutuhkan banyak air setelah fase awal tanam dan dapat tumbuh baik di tanah berbatu atau berpasir.

Kemampuan ini sangat menguntungkan bagi daerah dengan kualitas tanah yang kurang ideal. Pohon buah delima mudah tumbuh dari biji dan akan berbuah dalam waktu satu hingga tiga tahun. Produktivitasnya yang cepat dan ketahanannya menjadikannya pilihan unggul untuk iklim cerah, hangat, dan kering.

3. Sawo (Manilkara zapota)

Sawo adalah tanaman buah tropis yang dikenal sangat kuat dan tahan terhadap kekeringan. Akarnya yang dalam membantu tanaman mencari cadangan air di lapisan tanah bawah, krusial saat musim kemarau panjang. Daun sawo yang tebal dan mengilap berfungsi menahan penguapan berlebih, menjaga kelembaban tanaman.

Mekanisme adaptasi ini memungkinkan sawo tetap segar dan produktif meskipun terpapar sinar matahari langsung. Meskipun pertumbuhannya lambat, sawo memiliki masa panen panjang dan bisa berbuah sepanjang tahun, menjadikannya pohon buah yang tetap produktif saat kemarau. Penyiraman cukup dilakukan 2–3 kali seminggu untuk menjaga kelembapan tanah.

4. Jambu Biji (Psidium guajava)

Jambu biji termasuk dalam varietas kristal memiliki kemampuan adaptasi yang baik dan cepat menghasilkan buah. Tanaman ini dikenal tangguh karena ketahanannya terhadap cuaca panas dan tidak memerlukan perawatan rumit. Jambu biji sangat adaptif terhadap berbagai jenis tanah, termasuk tanah miskin, asalkan memiliki drainase yang baik. 

Meskipun toleran kekeringan setelah mapan, penyiraman teratur penting untuk tanaman muda dan selama periode berbuah. Dengan melakukan pemangkasan secara rutin, maka dapat merangsang pembentukan buah pada musim kering. Jambu biji tetap mampu berbuah lebat dan berkualitas meskipun tumbuh di kondisi sederhana dan buahnya bisa dipanen beberapa kali dalam setahun.

5. Kurma (Phoenix dactylifera)

Pohon kurma dikenal sebagai salah satu tanaman paling tangguh yang mampu bertahan hidup di lingkungan ekstrem seperti gurun. Dengan suhu tinggi, curah hujan rendah, serta kondisi tanah yang kering dan asin tanaman ini tetap mampu tumbuh.

Sistem akarnya mampu menembus jauh ke dalam tanah untuk mengakses sumber air tersembunyi, sementara pelepah daunnya yang tebal meminimalisir transpirasi atau penguapan air. Kemampuannya untuk menoleransi salinitas tinggi di tanah gurun menjadikannya salah satu dari sedikit tanaman yang dapat tumbuh subur di wilayah yang didominasi oleh kekeringan, bahkan mampu bertahan hingga suhu lebih dari 50 derajat Celsius.

6. Zaitun (Olea europaea)

Tanaman zaitun termasuk pohon berumur panjang, bisa hidup hingga ratusan tahun. Batangnya keras dan daunnya kecil berwarna hijau keperakan yang membantunya bertahan di lingkungan kering. Zaitun adalah tanaman yang efisien dalam penggunaan air dan tahan terhadap kekeringan, sehingga cocok sebagai tanaman konservasi di daerah semi-kering.

Akar pohon yang kuat juga membantu mencegah erosi tanah. Pohon zaitun membutuhkan lokasi yang cerah dengan drainase yang baik dan penyiraman minimal setelah mapan untuk memastikan pertumbuhan optimal. Siramlah setidaknya dua kali seminggu selama periode pertumbuhan aktif.

7. Mangga (Mangifera indica)

Mangga adalah salah satu buah tropis paling populer yang dikenal karena kemampuannya tumbuh subur di daerah beriklim panas dengan paparan sinar matahari penuh. Tanaman ini membutuhkan setidaknya enam hingga delapan jam sinar matahari langsung setiap hari. Berasal dari India dan Asia Tenggara, mangga sangat cocok untuk daerah dengan suhu tinggi dan sinar matahari intens.

Beberapa varietas mangga yang dikenal tahan kekeringan antara lain Arumanis, Harumanis, Manalagi, dan Gedong Gincu. Pohon mangga cocok pula ditanam di daerah yang memiliki tingkat kekeringan tinggi karena minimnya air. Untuk pertumbuhan terbaik, mangga membutuhkan tanah yang subur, berdrainase baik, dan sedikit asam.

8. Anggur (Vitis vinifera)

Anggur justru memerlukan cuaca panas dan kering untuk menghasilkan buah yang manis, dengan varietas seperti Ninel atau Jupiter yang direkomendasikan untuk iklim tropis Indonesia. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari yang cukup dan drainase tanah yang baik. Anggur dapat tumbuh baik pada musim kemarau dan membutuhkan sinar matahari cukup dengan drainase yang baik.

Di Indonesia, tanaman anggur mulai dibungakan pada musim kemarau. Dengan demikian, anggur adalah pohon buah yang tetap produktif saat kemarau, menawarkan potensi panen buah manis dan berkualitas. Varietas seperti Ninel, Transfigurasi, atau Jupiter sangat direkomendasikan untuk pemula.

9. Murbei (Morus spp.)

Murbei dikenal sangat cocok di daerah bersuhu tinggi dan memiliki ketahanan tinggi terhadap cuaca meskipun hanya membutuhkan sedikit perawatan. Tanaman ini mudah tumbuh di berbagai iklim, termasuk di daerah dengan cuaca panas. Adaptasinya yang luas memungkinkan murbei untuk tetap berbuah lebat.

Dengan perawatan minimal, murbei dapat menjadi pohon buah yang tetap produktif saat kemarau, menyediakan pasokan buah yang stabil. Untuk menjaga pohon murbei tetap sehat dan menghasilkan buah melimpah, lakukan pemangkasan secara berkala untuk membentuk tanaman dan merangsang pertumbuhan tunas baru yang akan menghasilkan buah.

FAQ

  1. Apa yang dimaksud pohon buah yang tidak butuh banyak air saat kemarau? Pohon buah ini adalah jenis tanaman yang tetap bisa tumbuh meski pasokan air terbatas saat musim kering.
  2. Mengapa pohon buah tahan kemarau banyak diminati? Karena perawatannya lebih hemat air dan cocok untuk daerah bercuaca panas.
  3. Apakah pohon buah tahan kemarau tetap bisa berbuah lebat? Ya, asalkan mendapatkan perawatan dan sinar matahari yang cukup.
  4. Kapan waktu terbaik menanam pohon buah tahan kemarau? Waktu terbaik biasanya saat awal musim hujan agar akar lebih cepat berkembang.
  5. Apakah pohon buah tahan kemarau cocok ditanam di pekarangan rumah? Cocok, karena sebagian besar mudah dirawat dan tidak membutuhkan banyak air.
  6. Bagaimana cara merawat pohon buah saat musim kemarau? Lakukan penyiraman secukupnya dan gunakan mulsa untuk menjaga kelembapan tanah.
  7. Apakah semua pohon buah tahan terhadap cuaca panas? Tidak, hanya beberapa jenis tertentu yang memiliki daya tahan tinggi terhadap kekeringan.
Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |