9 Cara Instan agar Terlihat seperti Orang Berkelas, Sederhana tapi Bikin Kesan Berbeda

6 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Cara instan agar terlihat seperti orang berkelas tidak harus dimulai dari membeli pakaian mahal atau menggunakan barang bermerek. Justru, kesan tersebut dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana dalam berkomunikasi, bersikap, dan memperlakukan orang lain dengan baik.

Dalam buku How to Win Friends and Influence People, Dale Carnegie menekankan pentingnya kemampuan berkomunikasi dan membangun hubungan dengan orang lain. Buku yang pertama kali diterbitkan pada 1936 itu hingga kini dikenal sebagai panduan pengembangan diri yang membahas cara berinteraksi secara efektif dalam berbagai situasi sosial.

Dari sudut pandang tersebut, terlihat berkelas bukan sekadar persoalan penampilan luar. Cara mendengarkan, memilih kata, menghargai orang lain, hingga menjaga sikap saat berada di tengah lingkungan sosial juga dapat membentuk kesan yang lebih positif dan membuat seseorang terlihat lebih matang. Lantas, apa saja cara instan agar terlihat seperti orang berkelas ini? Dilansir Liputan6 dari berbagai sumber, Selasa (11/8), berikut ulasan selengkapnya. 

1. Pilih Penampilan Rapi yang Sesuai dengan Situasi

Penampilan menjadi salah satu hal yang mudah diperhatikan ketika seseorang pertama kali bertemu dengan orang lain. Tidak harus mengenakan pakaian mahal, tampilan yang bersih, rapi, dan sesuai dengan acara sudah dapat memberikan kesan bahwa seseorang mampu memperhatikan dirinya dan lingkungannya. Prinsip ini sejalan dengan Emily Post’s Etiquette, The Centennial Edition karya Lizzie Post dan Daniel Post Senning yang membahas berbagai aspek etiket, termasuk pakaian, perkenalan, percakapan, serta cara menempatkan diri dalam interaksi sosial.

Buku yang diterbitkan dalam tradisi Emily Post Institute tersebut menekankan etiket yang berlandaskan pertimbangan, rasa hormat, dan kejujuran. Karena itu, penampilan sebaiknya tidak dipahami sebagai perlombaan untuk menunjukkan status, melainkan bagian dari cara menghargai situasi dan orang-orang di sekitar. Memilih pakaian sesuai kesempatan juga membuat penampilan terlihat lebih natural.

  • Utamakan: Pakaian bersih, rapi, dan sesuai dengan acara.
  • Hindari: Mengenakan terlalu banyak aksesori hanya demi terlihat mewah.
  • Biasakan: Memeriksa kerapian pakaian sebelum beraktivitas.

2. Gunakan Bahasa yang Sopan dan Tidak Berlebihan

Cara seseorang berbicara dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana ia memperlakukan orang lain. Penggunaan kata-kata yang santun, nada bicara yang tenang, serta kemampuan menyampaikan pendapat tanpa merendahkan orang lain dapat membuat percakapan terasa lebih nyaman. Dale Carnegie dalam How to Win Friends and Influence People menjadikan komunikasi efektif dan kemampuan menghadapi berbagai situasi sosial sebagai salah satu pokok utama pembahasannya. 

Kesan berkelas tidak perlu dibangun melalui istilah yang rumit atau bahasa yang sengaja dibuat formal. Justru, kemampuan menyesuaikan cara bicara dengan lawan bicara dan keadaan menunjukkan bahwa seseorang memahami konteks. Berbicara seperlunya, tidak memotong pembicaraan, serta menghindari kebiasaan membanggakan diri juga membuat komunikasi lebih menyenangkan.

  • Utamakan: Bahasa yang jelas, sopan, dan sesuai situasi.
  • Hindari: Memotong pembicaraan atau meninggikan suara tanpa alasan.
  • Biasakan: Memberikan kesempatan orang lain menyelesaikan kalimatnya.

3. Dengarkan Orang Lain dengan Penuh Perhatian

Menjadi pendengar yang baik merupakan kebiasaan sederhana yang sering kali memberikan kesan kuat dalam sebuah percakapan. Michael P. Nichols melalui buku The Lost Art of Listening membahas persoalan mendengarkan dalam hubungan manusia dan bagaimana seseorang dapat benar-benar memahami apa yang disampaikan orang lain. Buku tersebut dapat menjadi dasar untuk melihat bahwa komunikasi bukan hanya tentang kemampuan berbicara, tetapi juga kesediaan memberikan perhatian.

Dalam kehidupan sehari-hari, kebiasaan mendengarkan bisa dimulai dengan menyimpan ponsel ketika seseorang sedang berbicara. Berikan respons yang berkaitan dengan pembicaraan dan ajukan pertanyaan jika memang diperlukan. Sikap tersebut menunjukkan bahwa percakapan tidak hanya digunakan sebagai kesempatan untuk membicarakan diri sendiri.

  • Utamakan: Fokus pada orang yang sedang berbicara.
  • Hindari: Memeriksa ponsel atau sibuk sendiri saat diajak bicara.
  • Biasakan: Memberikan respons yang relevan setelah mendengarkan.

4. Jaga Bahasa Tubuh agar Tetap Tenang dan Natural

Bahasa tubuh menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari komunikasi sehari-hari. Dalam The Definitive Book of Body Language, Allan dan Barbara Pease membahas komunikasi nonverbal serta bagaimana gerakan fisik dapat menyampaikan pesan dalam interaksi tatap muka. Buku tersebut diterbitkan oleh Bantam dan membahas berbagai bentuk gestur, ekspresi, serta sinyal nonverbal. 

Meski demikian, bukan berarti setiap gerakan tubuh harus dikontrol secara berlebihan. Sikap yang terlalu dibuat-buat justru dapat membuat seseorang terlihat tidak natural. Posisi tubuh yang nyaman, gestur yang wajar, dan ekspresi yang sesuai dengan pembicaraan sudah cukup untuk menciptakan kesan tenang.

  • Utamakan: Gestur yang wajar dan sesuai percakapan.
  • Hindari: Gerakan berulang yang menunjukkan kegelisahan.
  • Biasakan: Duduk dan berdiri dengan posisi yang nyaman.

5. Jangan Menjadikan Barang Mahal sebagai Tolok Ukur

Barang mahal sering kali dikaitkan dengan kesuksesan, tetapi harga sebuah benda tidak otomatis menentukan kualitas pribadi pemiliknya. Dalam The Psychology of Money, Morgan Housel membahas bagaimana seseorang berhubungan dengan uang, mengambil keputusan finansial, serta memandang kekayaan dalam kehidupan. Buku ini dapat menjadi pengingat bahwa kekayaan dan cara seseorang menampilkan kekayaan merupakan dua hal yang berbeda.

Daripada mengejar barang hanya untuk mendapatkan pengakuan, lebih baik memperhatikan fungsi, kualitas, dan kebutuhan. Barang yang dirawat dengan baik pun dapat terlihat lebih menarik dibandingkan sesuatu yang mahal tetapi digunakan tanpa pertimbangan. Kesan berkelas akhirnya tidak perlu dibuktikan melalui logo atau harga.

  • Utamakan: Kualitas, fungsi, dan kebutuhan.
  • Hindari: Membicarakan harga atau merek secara berlebihan.
  • Biasakan: Merawat barang agar tetap bersih dan terawat.

6. Hargai Orang Lain Tanpa Memandang Status

Salah satu bentuk kesan berkelas dapat terlihat dari cara seseorang memperlakukan orang lain. Buku Empathy karya Roman Krznaric membahas empati sebagai kemampuan memahami dan berhubungan dengan pengalaman orang lain. Buku tersebut diterbitkan oleh Penguin Random House dan menempatkan empati sebagai bagian penting dalam membangun hubungan yang lebih baik. 

Dalam kehidupan sehari-hari, penghargaan tidak harus diwujudkan melalui tindakan besar. Mengucapkan terima kasih, meminta maaf ketika melakukan kesalahan, serta memperlakukan orang dengan sopan merupakan bentuk sederhana yang mudah dilakukan. Sikap seperti ini juga membuat seseorang tidak terlihat sedang berusaha menunjukkan status sosialnya.

  • Utamakan: Menghargai orang tanpa melihat statusnya.
  • Hindari: Meremehkan seseorang karena pekerjaan atau kondisi ekonominya.
  • Biasakan: Mengucapkan terima kasih dan meminta maaf ketika diperlukan.

7. Tunjukkan Percaya Diri Tanpa Mendominasi

Percaya diri tidak sama dengan harus menjadi orang yang paling banyak bicara dalam sebuah ruangan. Stephen R. Covey dalam The 7 Habits of Highly Effective People membahas berbagai kebiasaan yang berkaitan dengan efektivitas pribadi, termasuk cara bersikap proaktif, menentukan prioritas, dan membangun hubungan yang efektif. Buku tersebut diterbitkan dalam seri Covey Habits oleh Simon & Schuster. 

Dalam praktiknya, kepercayaan diri dapat terlihat ketika seseorang berani menyampaikan pendapat tanpa memaksa orang lain menerimanya. Memberikan ruang kepada orang lain untuk berbicara juga menjadi bagian dari komunikasi yang sehat. Dengan begitu, seseorang dapat terlihat tegas tanpa terkesan ingin selalu menjadi pusat perhatian.

  • Utamakan: Menyampaikan pendapat dengan jelas dan tenang.
  • Hindari: Mendominasi percakapan atau membanggakan diri terus-menerus.
  • Biasakan: Menghargai pendapat yang berbeda.

8. Perhatikan Etika Kecil dalam Kehidupan Sehari-hari

Kesan berkelas juga dapat muncul dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Buku Emily’s Magic Words karya Peggy Post dan Cindy Post Senning dari Emily Post Institute secara khusus membahas penggunaan kata-kata sopan dan kebiasaan berkomunikasi yang baik. Emily Post Institute sendiri telah menerbitkan buku tentang etiket sejak 1922 dan menjadikan consideration, respect, serta honesty sebagai fondasi utama. 

Kebiasaan sederhana seperti mengucapkan "tolong", "terima kasih", dan "maaf" dapat diterapkan dalam berbagai situasi. Begitu pula dengan mengantre, menjaga volume suara, dan menghormati aturan di tempat umum. Hal-hal kecil tersebut menunjukkan bahwa seseorang memperhatikan kenyamanan orang lain, bukan hanya kepentingannya sendiri.

  • Utamakan: Tata krama sederhana di ruang publik.
  • Hindari: Mengabaikan aturan atau kenyamanan orang lain.
  • Biasakan: Menggunakan kata "tolong", "terima kasih", dan "maaf".

9. Tetap Menjadi Diri Sendiri dan Jangan Terlalu Dibuat-buat

Berusaha terlihat berkelas tidak berarti harus meniru gaya hidup atau kepribadian orang lain. Dalam The Gifts of Imperfection, Brené Brown membahas kehidupan yang autentik melalui sejumlah panduan untuk menjalani hidup secara lebih utuh dan melepaskan ekspektasi yang tidak realistis. Edisi ulang tahun ke-10 buku tersebut diterbitkan oleh Random House dan memuat sepuluh guideposts untuk wholehearted living.

Prinsip tersebut dapat diterapkan dengan memperbaiki kebiasaan tanpa menghilangkan karakter pribadi. Tidak perlu mengubah cara berbicara, berpakaian, atau bergaul hanya agar mendapatkan pengakuan dari orang lain. Penampilan rapi, komunikasi sopan, dan sikap menghargai orang lain akan terasa lebih meyakinkan ketika dilakukan secara konsisten dan tetap natural.

  • Utamakan: Menjadi diri sendiri dengan sikap yang lebih baik.
  • Hindari: Meniru gaya orang lain demi mendapatkan pengakuan.
  • Biasakan: Menjaga sikap baik meski tidak sedang diperhatikan.

Tanya & Jawab Seputar Cara Instan agar Terlihat seperti Orang Berkelas 

1. Apakah terlihat berkelas harus memakai barang mahal?

Tidak. Kesan berkelas lebih banyak dibangun melalui kerapian, sikap, komunikasi, dan etika.

2. Apa cara paling mudah agar terlihat berkelas?

Mulai dari menjaga penampilan, berbicara sopan, mendengarkan orang lain, dan memperhatikan etika.

3. Apakah bahasa tubuh penting?

Ya. Bahasa tubuh menjadi bagian dari komunikasi nonverbal dan dapat memengaruhi bagaimana seseorang menyampaikan kesan kepada orang lain. 

4. Mengapa kemampuan mendengarkan penting?

Mendengarkan menunjukkan bahwa seseorang menghargai lawan bicara dan tidak menjadikan percakapan hanya sebagai kesempatan untuk berbicara tentang dirinya sendiri.

5. Apakah orang berkelas harus selalu tampil formal?

Tidak. Yang lebih penting adalah mampu menyesuaikan penampilan dan sikap dengan situasi tanpa kehilangan kesopanan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |