7 Pohon Buah yang Akarnya Paling Agresif, Jangan Ditanam Dekat Rumah

11 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki pohon buah di halaman rumah memang memberikan banyak manfaat, mulai dari menciptakan suasana yang lebih sejuk hingga menghasilkan buah segar yang bisa dipanen sendiri. Namun, tidak semua pohon buah cocok ditanam di dekat bangunan. Beberapa jenis memiliki sistem perakaran yang sangat kuat dan agresif sehingga memerlukan ruang tumbuh yang luas.

Akar pohon secara alami akan tumbuh mencari air, unsur hara, dan ruang untuk berkembang. Pada pohon yang berukuran besar, akar lateral dapat menyebar beberapa meter dari batang utama. Jika ditanam terlalu dekat dengan rumah, pagar, septic tank, saluran air, atau area berpaving, akar yang terus membesar dapat mengangkat permukaan tanah, merusak struktur keras, hingga menyusup ke celah pipa yang sudah mengalami retakan.

Penting dipahami bahwa akar pohon umumnya tidak mampu menembus beton atau pipa yang masih utuh dan berkualitas baik. Namun, akar dapat memperbesar retakan atau celah yang sudah ada sehingga kerusakan menjadi lebih parah. Oleh karena itu, memilih lokasi tanam yang tepat sama pentingnya dengan memilih jenis pohonnya. Lantas apa saja pohon yang akarnya paling agresif dan jangan ditanam dekat rumah? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (16/7/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Pohon Mangga 

Pohon mangga dikenal memiliki akar tunggang yang kuat serta akar samping yang mampu menyebar cukup luas mengikuti tajuk pohonnya. Seiring bertambahnya usia, diameter batang dan sistem perakarannya akan terus berkembang untuk menopang kanopi yang besar dan produksi buah yang semakin banyak.

Pada lahan yang sempit, akar mangga dapat menjalar hingga beberapa meter dari batang. Walaupun tidak serta-merta merusak pondasi yang masih kokoh, pertumbuhan akar berdiameter besar berpotensi mengangkat paving block, lantai taman, atau struktur ringan lainnya jika jarak tanam terlalu dekat.

Apabila ingin menanam mangga di pekarangan rumah, usahakan memberikan jarak minimal sekitar 6–8 meter dari bangunan utama. Dengan ruang tumbuh yang memadai, pohon dapat berkembang optimal tanpa meningkatkan risiko gangguan terhadap infrastruktur di sekitarnya.

2. Pohon Nangka

Pohon nangka termasuk tanaman yang mampu tumbuh menjadi sangat besar dengan batang kokoh dan tajuk yang rimbun. Untuk menopang ukuran tersebut, pohon ini mengembangkan sistem akar yang kuat dan menyebar cukup luas ke berbagai arah.

Selain mencari air dan nutrisi, akar nangka juga berfungsi menjaga kestabilan pohon saat menghadapi angin kencang. Oleh sebab itu, area penyebaran akarnya dapat melampaui proyeksi tajuk pohon, terutama pada tanaman yang telah berumur puluhan tahun.

Karena ukurannya yang besar, nangka lebih cocok ditanam di kebun atau halaman luas daripada di pekarangan rumah yang terbatas. Memberikan jarak tanam yang cukup dari bangunan akan membantu mengurangi potensi gangguan terhadap permukaan tanah dan struktur di sekitarnya.

3. Pohon Alpukat

Pohon alpukat memiliki kombinasi akar tunggang dan akar serabut yang berkembang cukup luas di lapisan tanah. Sebagian besar akar penyerapnya berada pada kedalaman yang relatif dangkal sehingga menyebar ke berbagai arah untuk mencari air dan unsur hara. Pada pohon yang telah dewasa, area perakarannya dapat melampaui lebar tajuk.

Karena sistem perakarannya aktif berkembang, alpukat memerlukan ruang tanam yang cukup. Jika ditanam terlalu dekat dengan bangunan, akar yang membesar seiring usia pohon dapat memengaruhi permukaan tanah di sekitarnya, terutama pada area berpaving, jalur setapak, atau taman yang sempit.

Apabila ingin menanam alpukat di halaman rumah, sebaiknya pilih varietas yang pertumbuhannya lebih terkendali atau tanam dalam bentuk tabulampot jika lahan terbatas. Untuk pohon yang ditanam langsung di tanah, usahakan memberi jarak sekitar 5–8 meter dari bangunan agar pertumbuhannya tetap optimal.

4. Pohon Durian

Durian merupakan pohon berukuran besar yang dapat hidup hingga puluhan tahun. Agar mampu menopang batang dan tajuk yang lebat, pohon ini mengembangkan sistem akar yang kuat dan menyebar luas, terutama ketika tumbuh di lahan yang subur.

Seiring bertambahnya usia, akar durian akan terus berkembang mengikuti kebutuhan pohon terhadap air dan nutrisi. Oleh karena itu, durian membutuhkan area tanam yang lapang sehingga akar memiliki ruang untuk tumbuh tanpa mengganggu infrastruktur di sekitarnya.

Pohon durian lebih cocok ditanam di kebun atau lahan luas dibandingkan di pekarangan rumah berukuran kecil. Jika tetap ingin menanamnya di area hunian, pastikan jaraknya cukup jauh dari bangunan, pagar, septic tank, maupun saluran bawah tanah.

5. Pohon Rambutan

Pohon rambutan dikenal memiliki tajuk yang rimbun dan dapat tumbuh cukup besar ketika memasuki usia dewasa. Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, sistem akarnya berkembang ke berbagai arah sehingga mampu menyerap air dan nutrisi dalam jumlah yang cukup.

Pada lahan yang sempit, akar rambutan dapat memenuhi area di sekitar batang. Walaupun umumnya tidak menembus struktur beton yang masih utuh, akar yang terus membesar dapat memengaruhi permukaan tanah atau memperbesar retakan yang sudah ada pada konstruksi di sekitarnya.

Sebaiknya tanam rambutan pada lahan yang memiliki ruang tumbuh memadai. Selain menjaga keamanan bangunan, ruang yang cukup juga membantu pohon menghasilkan tajuk yang sehat dan produktivitas buah yang lebih baik.

6. Pohon Sukun

Sukun merupakan pohon yang memiliki pertumbuhan relatif cepat dengan tajuk yang lebar. Sistem perakarannya berkembang cukup agresif untuk menopang ukuran pohon sekaligus memenuhi kebutuhan air selama masa pertumbuhan.

Pada beberapa kondisi, akar sukun dapat muncul mendekati permukaan tanah sehingga berpotensi mengganggu jalur pejalan kaki, taman, atau paving jika ruang tanam terlalu terbatas. Oleh sebab itu, pohon ini memerlukan lokasi tanam yang benar-benar luas.

Apabila ingin menikmati manfaat buah sukun, lebih baik menanamnya di kebun atau halaman belakang yang lapang. Hindari menempatkannya terlalu dekat dengan pondasi rumah atau bangunan permanen agar pertumbuhan pohon tetap aman dalam jangka panjang.

7. Pohon Sawo

Pohon sawo memang tidak sebesar durian atau nangka, tetapi tanaman ini tetap memiliki sistem akar yang berkembang mengikuti usia dan ukuran tajuknya. Semakin tua pohon, semakin luas pula area perakaran yang dibutuhkan untuk menopang pertumbuhan dan produksi buah.

Jika ditanam terlalu dekat dengan rumah atau pagar, akar sawo dapat memenuhi ruang di bawah permukaan tanah dan berpotensi mengganggu elemen lanskap seperti paving, lantai taman, atau saluran yang sudah mengalami kerusakan.

Untuk mengurangi risiko tersebut, tanamlah sawo dengan jarak yang cukup dari bangunan serta lakukan pemangkasan tajuk secara berkala agar ukuran pohon tetap terkendali. Perawatan yang baik akan membantu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bagian atas dan sistem perakarannya.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pohon Buah yang Akarnya Paling Agresif

1. Mengapa beberapa pohon buah memiliki akar yang agresif?

Pohon berukuran besar membutuhkan sistem akar yang luas untuk menopang batang, menyerap air, dan memperoleh unsur hara. Semakin besar ukuran tajuk pohon, umumnya semakin luas pula penyebaran akarnya.

2. Apakah akar pohon bisa merusak pondasi rumah?

Akar pohon umumnya tidak dapat menembus pondasi atau beton yang masih utuh dan dibangun dengan baik. Namun, akar dapat memperbesar retakan atau celah yang sudah ada serta mengangkat elemen seperti paving, lantai taman, atau struktur ringan di permukaan tanah.

3. Berapa jarak aman menanam pohon buah dari rumah?

Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua jenis pohon. Sebagai pedoman umum, pohon buah berukuran besar seperti mangga, durian, nangka, atau rambutan sebaiknya ditanam sekitar 5–10 meter dari bangunan, tergantung ukuran pohon saat dewasa dan kondisi lahannya.

4. Apakah pohon buah berakar agresif tidak boleh ditanam di pekarangan?

Boleh, selama pekarangan memiliki ruang yang cukup dan lokasi tanam direncanakan dengan baik. Untuk lahan sempit, pertimbangkan memilih varietas berukuran lebih kecil atau menanam dalam pot (tabulampot).

5. Pohon buah apa yang lebih cocok untuk halaman rumah yang sempit?

Untuk pekarangan terbatas, Anda dapat mempertimbangkan tanaman buah yang pertumbuhannya lebih mudah dikendalikan, seperti jeruk, jambu air, belimbing, delima, atau tabulampot berbagai jenis buah. Tanaman tersebut umumnya membutuhkan ruang yang lebih sedikit dibandingkan pohon buah berukuran besar.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |