Berikut adalah uraian tentang peristiwa-peristiwa utama yang terjadi setelah hari akhir:
1. Alam Barzakh
Sebelum terjadinya kebangkitan, ruh manusia berada di alam barzakh. Ini adalah alam perantara antara dunia dan akhirat. Di alam barzakh, manusia sudah bisa merasakan kenikmatan atau siksaan sebagai pendahuluan dari apa yang akan mereka terima di akhirat nanti.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Mu'minun ayat 100:
لعلي أعمل صالحا فيما تركت كلا إنها كلمة هو قائلها ومن ورائهم برزخ إلى يوم يبعثون
Artinya: "Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan."
2. Yaumul Ba'ats (Hari Kebangkitan)
Setelah tiupan sangkakala yang kedua oleh Malaikat Israfil, seluruh manusia akan dibangkitkan dari kuburnya. Ini menandai dimulainya kehidupan akhirat yang sebenarnya. Manusia akan dibangkitkan dalam keadaan telanjang, tidak beralas kaki, dan tidak disunat.
Allah SWT berfirman dalam Surah Yasin ayat 51-52:
ونفخ في الصور فإذا هم من الأجداث إلى ربهم ينسلون قالوا يا ويلنا من بعثنا من مرقدنا هذا ما وعد الرحمن وصدق المرسلون
Artinya: "Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. Mereka berkata: "Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul(Nya)."
3. Yaumul Hasyr (Hari Pengumpulan)
Setelah dibangkitkan, seluruh manusia akan dikumpulkan di Padang Mahsyar. Di sini, mereka akan menunggu proses penghisaban atau perhitungan amal. Kondisi di Padang Mahsyar digambarkan sangat berat, dengan matahari yang sangat dekat dan manusia berkeringat sesuai dengan amal perbuatannya.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Kahfi ayat 47:
ويوم نسير الجبال وترى الأرض بارزة وحشرناهم فلم نغادر منهم أحدا
Artinya: "Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan seorangpun dari mereka."
4. Yaumul Hisab (Hari Perhitungan)
Pada hari ini, seluruh amal perbuatan manusia akan dihitung dan ditimbang. Setiap orang akan menerima buku catatan amalnya, yang berisi seluruh perbuatan baik dan buruk yang pernah dilakukan selama hidup di dunia.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 13-14:
وكل إنسان ألزمناه طائره في عنقه ونخرج له يوم القيامة كتابا يلقاه منشورا اقرأ كتابك كفى بنفسك اليوم عليك حسيبا
Artinya: "Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka. "Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu"."
5. Yaumul Mizan (Hari Penimbangan)
Setelah perhitungan, amal perbuatan manusia akan ditimbang. Timbangan ini bersifat adil dan tidak ada kezaliman sedikitpun. Bahkan amal sekecil biji zarrah pun akan diperhitungkan.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Anbiya ayat 47:
ونضع الموازين القسط ليوم القيامة فلا تظلم نفس شيئا وإن كان مثقال حبة من خردل أتينا بها وكفى بنا حاسبين
Artinya: "Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan."